NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 2

Gerhana Sembilan Langit 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur / Transmigrasi
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 2)

Setelah menaklukkan Laut Selatan dan membawa Long Tian ke Ranah Inti Emas, Han Luo menuju Kekaisaran Pusat untuk Turnamen Raja Laut. Di sana, ia mendeteksi potongan Pedang Darah Iblis lain yang dipegang oleh monster Ranah Jiwa Baru Lahir yang juga mengincar Mata Iblis Es.

Turnamen Raja Laut tahun ini akan sangat meriah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ratu Boneka

Malam terasa sangat panjang dan membekukan di Sekte Iblis Langit.

Penjara Es Abadi terletak tiga ratus meter di bawah permukaan tanah, dipahat langsung dari urat gletser kuno yang tidak pernah mencair. Suhu di tempat ini dirancang bukan untuk membunuh, melainkan untuk menyiksa. Hawa dinginnya meresap perlahan, mengkristalkan darah di ujung jari sebelum menjalar ke jantung.

Di tingkat terdalam, Su Qingxue dirantai ke dinding es dengan Borgol Penekan Jiwa.

Jubah sutranya yang mahal telah robek dan kotor. Bibirnya membiru, dan bulu matanya diselimuti bunga es. Setiap tarikan napasnya menghasilkan awan putih kecil. Tanpa Qi untuk menghangatkan tubuhnya, konstitusi iblisnya yang angkuh kini tidak lebih baik dari manusia fana yang sedang menunggu mati konyol.

"Ketua Sekte... rubah tua sialan..." gumam Su Qingxue, suaranya bergetar hebat.

Dia tahu apa yang menunggunya besok. Interogasi, penyiksaan jiwa, dan eksekusi publik. Rencana bertahun-tahun untuk merebut takhta hancur lebur hanya karena satu insiden di arena.

Tiba-tiba, telinganya menangkap suara.

Tap... Tap... Tap...

Bukan langkah berat sepatu bot besi berlapis paku milik para Penegak Hukum. Itu adalah suara ketukan tongkat kayu yang berjalan santai, diseret sedikit di atas lantai es.

Su Qingxue mendongak dengan susah payah.

Dari balik kabut dingin di ujung lorong selnya, sebuah bayangan bungkuk muncul. Bayangan itu berhenti tepat di depan jeruji es selnya.

Sinar redup kristal pendar menerangi wajah keriput, rambut yang memutih separuh, dan mata abu-abu mati yang menatapnya tanpa emosi.

Tabib Qiu.

"Dingin, Nona Suci?" sapa Han Luo, suaranya yang serak bergema pelan di dinding sel.

Mata Su Qingxue melebar, lalu menyipit penuh kebencian murni. Sisa-sisa tenaga di tubuhnya dia kumpulkan untuk meludah, tapi ludahnya membeku sebelum mencapai jeruji.

"Kau... Tabib bangka keparat," desis Su Qingxue, matanya menyala merah. "Kau menjebakku. Kau yang menanam pemicu itu di tubuh Xue Mochen. Berani-beraninya kau menampakkan wajahmu di sini! Di mana penjaga?!"

"Berteriaklah lebih keras," Han Luo menyandarkan punggung bungkuknya ke jeruji es. "Formasi peredam suara sudah kuaktifkan. Dan para penjagamu di lantai atas sedang tidur sangat nyenyak setelah menghirup Bubuk Tidur Tanpa Bayangan milikku."

Han Luo membuka kipas lipat di tangan kanannya dan mengipas dirinya sendiri dengan santai.

"Aku hanya datang untuk menjenguk mantan rekan bisnisku. Pemandanganmu malam ini... sangat menghibur."

"Kau bajingan gila! Apa yang kau inginkan?! Kau sudah menghancurkanku!" Su Qingxue meronta, membuat rantai besinya bergemerincing nyaring.

"Kau yang menghancurkan dirimu sendiri karena kau terlalu sombong dan tidak mengawasi langkahmu," Han Luo memotong dingin. "Di papan catur, bidak yang merasa dirinya pemain adalah bidak yang mati pertama kali."

Han Luo melipat kipasnya dan menatap lurus ke mata Su Qingxue.

"Aku butuh Teratai Es Tulang Iblis. Dan berdasarkan informasi yang kudapat dari perpustakaanmu, teratai itu dilindungi oleh Formasi Darah Leluhur Pertama. Hanya keturunan langsung dari garis darah utama yang bisa membukanya tanpa memicu alarm penghancuran diri."

Su Qingxue tertawa sinis, tawa yang terdengar menyedihkan karena diselingi gigil kedinginan.

"Ah... jadi itu tujuanmu. Kau ingin aku menjadi kuncimu? Bermimpilah, Kakek Tua. Aku sudah tamat. Aku akan dieksekusi besok. Kenapa aku harus memberimu harta pusaka sekteku? Aku lebih baik mati membawa rahasia itu dan melihatmu gagal."

Han Luo tidak marah. Dia hanya berjongkok, menyamakan tinggi wajahnya dengan Su Qingxue yang duduk di lantai es.

"Kau tidak akan mati besok," kata Han Luo pelan, nadanya sangat absolut hingga membuat bulu kuduk Su Qingxue merinding. "Karena aku tidak mengizinkannya."

Han Luo memasukkan tangannya ke dalam jubah, lalu mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil. Di dalamnya, tergeletak sebuah pil berwarna hitam pekat. Permukaan pil itu berdenyut halus, seolah-olah bernapas.

"Ini adalah Pil Benalu Jiwa," jelas Han Luo. (Sebenarnya, itu adalah spora dari Anggrek Wajah Hantu yang dicampur dengan darah Raja Ulat Sutra miliknya). "Begitu masuk ke Dantian-mu, akarnya akan melilit Jantung Iblis-mu dan jiwa aslimu."

Han Luo memutar pil itu di antara jari-jarinya.

"Jika aku mati, kau mati. Jika kau memiliki niat membunuh terhadapku, benalu ini akan bereaksi dan membuatmu merasakan sakitnya direbus hidup-hidup dari dalam. Jika kau mengkhianatiku, aku hanya perlu menjentikkan jari untuk meledakkan jantungmu."

Mata Su Qingxue terbelalak ngeri. "Kau... kau ingin menjadikanku budakmu?! Aku adalah Putri Sekte Iblis Langit! Aku lebih baik membeku di sini!"

"Benarkah?" Han Luo mendekatkan wajahnya ke jeruji. Jarak mereka kini hanya beberapa sentimeter.

Mata abu-abu Han Luo menembus topeng keangkuhan Su Qingxue. Han Luo telah membedah psikologi karakter ini dari novel asli.

"Kau pembohong yang buruk, Qingxue," bisik Han Luo. "Orang yang rela meracuni saudaranya sendiri, orang yang bersedia tidur di lantai yang dingin demi merangkak naik ke takhta... orang dengan ambisi sekotor dirimu tidak pernah lebih memilih mati."

Han Luo mencengkeram jeruji es itu.

"Kau takut mati jauh lebih dari kau takut menjadi budak. Harga dirimu adalah ilusi. Bertahan hidup adalah instingmu."

Su Qingxue menggigit bibirnya hingga berdarah. Air matanya menetes, bukan karena sedih, tapi karena penghinaan mutlak. Tabib tua ini sedang menelanjanginya secara mental. Menelanjangi semua kemunafikannya.

"Sebagai imbalannya," Han Luo menarik kepalanya kembali dan berdiri tegak. "Jika kau memakan pil ini, aku akan mengeluarkanmu dari sini sekarang juga. Aku akan merekayasa bukti untuk membersihkan namamu dari pembunuhan Xue Mochen. Dan..."

Han Luo membiarkan janjinya menggantung di udara sejenak.

"...Aku akan membantumu membunuh Ketua Sekte saat ini. Aku akan mendudukkanmu di takhta Sekte Iblis Langit."

Napas Su Qingxue terhenti. Matanya membulat.

"Kau akan membantuku menjadi Ketua?"

"Ya. Kau akan menjadi Ratu Iblis. Penguasa ribuan kultivator. Tapi... Ratu yang bekerja untukku."

Tawaran itu adalah racun berlapis madu terbaik di dunia. Menolak berarti disiksa dan mati besok pagi. Menerima berarti menjadi anjing peliharaan pria ini, tapi dengan mahkota di kepala dan nyawa yang selamat.

Bagi sosiopat seperti Su Qingxue, hitung-hitungannya sangat sederhana.

"Bagaimana kau bisa membersihkan namaku? Semua Tetua melihatnya meledak saat melawanku," Su Qingxue mencoba mencari celah logika.

"Itu urusanku. Tugasku merencanakan. Tugasmu mematuhi."

Han Luo menyodorkan pil hitam itu menembus sela-sela jeruji es.

"Buka mulutmu, Putri Iblis. Atau beku di sini selamanya. Aku akan menghitung sampai tiga."

"Satu."

Su Qingxue gemetar. Tangannya mengepal kuat.

"Dua."

Dia menatap wajah keriput Tabib Qiu. Dia benci wajah itu. Dia bersumpah di dalam hatinya suatu saat akan memakan organ dalam pria ini.

Tapi sekarang... dia ingin hidup.

Su Qingxue membuka bibirnya yang membeku.

Han Luo menjentikkan pil itu lurus ke dalam mulut Su Qingxue.

Glek.

Pil itu tertelan.

Dalam satu detik, Su Qingxue membelalakkan matanya. Dia menjerit tertahan saat merasakan sesuatu yang hidup menjalar dari lambungnya, menembus meridiannya, dan melilit erat Jantung Iblisnya. Rasa sakit yang tajam dan panas menyengatnya dari dalam, seolah jiwanya baru saja dirantai oleh ribuan benang tak kasat mata.

Rasa sakit itu hilang secepat ia datang, meninggalkan perasaan kosong dan tunduk yang mengerikan.

Su Qingxue terengah-engah, keringat dingin membasahi wajahnya. Dia menyadari, secara harfiah, nyawanya kini berada di genggaman kakek tua ini.

"Anak pintar," Han Luo tersenyum puas.

Dia mengangkat tangannya, menyentuh gembok formasi di jeruji es tersebut. Dengan sedikit aliran Qi dan manipulasi dari Raja Ulat Sutra, gembok itu terbuka tanpa suara. Begitu juga dengan rantai yang mengikat Su Qingxue.

Su Qingxue jatuh tersungkur ke lantai. Dia batuk, mencoba mengalirkan kembali Qi Iblisnya yang sempat membeku. Saat kekuatannya perlahan kembali, dia menatap Han Luo dari bawah.

Bukan lagi dengan tatapan arogan, melainkan dengan ketakutan yang terkubur dalam.

"Apa perintah pertamamu... Tuan?" bisik Su Qingxue, suaranya penuh kekalahan.

"Malam ini, kita tidak tidur," Han Luo berbalik, melangkah menuju jalan keluar penjara. "Bersihkan dirimu. Kita akan pergi ke Kolam Suci dan mengambil Teratai Es Tulang Iblis. Kau yang akan membuka pintunya."

Su Qingxue berdiri terhuyung. Ratu Iblis masa depan Benua Tengah kini resmi menjadi pion di papan catur Sang Gerhana.

"Baik, Tuan."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Dpt budak pertama 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Ceritanya muantebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
Irman
mantap banget
Irman
kasih bonus besok Thor... 🙏🙏🙏
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk di baca
Budi Wahyono
jahat juga han luo...
tpi gw demen....
Budi Wahyono
good
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
Dianrp
secangkir kopi nikmat
Budi Wahyono
vote minggu ini untuk tabib qiu
izar
mntpp
Mamat Stone
tetap semangat dan terus berkarya
Mamat Stone
sehat dan sukses selalu Thor
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤭
Mamat Stone
/Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!