NovelToon NovelToon
My Kaisar

My Kaisar

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Bagi Freya Aurelia, mahasiswi seni yang hidupnya penuh warna dan kebebasan, Istana Welas adalah labirin kuno yang membosankan. Namun, sebuah insiden "salah masuk kamar" menyeretnya ke dalam pusaran protokol kerajaan yang kaku.
Di sana ada Kaisar Welas, sang putra mahkota yang perfeksionis, dingin, dan kaku layaknya robot. Dua dunia yang bertolak belakang ini dipaksa bersatu saat titah Buyut menjodohkan mereka demi sebuah stabilitas tradisi.
Satu bulan. Itulah waktu yang mereka miliki untuk membuktikan bahwa perjodohan ini adalah sebuah kesalahan besar. Namun, di antara perang urat syaraf, noda saus sambal di kemeja mewah, dan pelarian ke warung mie ayam, garis-garis benci itu mulai memudar.
Dapatkah Freya mewarnai hidup Kaisar yang hitam-putih? Atau justru Freya yang akan terbelenggu dalam kaku-nya adab istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Matahari sudah lama tenggelam, menyisakan kegelapan pekat yang hanya ditembus oleh sorot lampu SUV hitam milik Kaisar. Jalanan menuju luar kota ini semakin mengecil, berkelok di antara pepohonan rimbun dan perbukitan. Freya sudah hampir terlelap, kepalanya sesekali terbentur kaca jendela, sampai tiba-tiba mobil itu batuk.

Uhuk... uhuk... grubak.

Mesin mobil itu mati total. Keheningan yang mencekam langsung menyergap kabin mobil.

"Eh, apa nih? Kok berhenti?" Freya terbangun, mengerjapkan matanya yang masih berat.

Kaisar mencoba menyalakan mesin kembali. Krek... krek... Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Ia melirik indikator pada dasbor dan seketika wajahnya yang biasanya sedatar penggaris itu berubah sedikit pias.

"Bensinnya habis," ucap Kaisar pendek. Suaranya terdengar sangat bersalah.

"Hah?! Bensin habis?!" Freya melotot, ia mencondongkan tubuhnya ke arah dasbor. "Duh, Kai! Bensin lo habis ya?! Lo pangeran macam apa sih, mobil mewah begini masa nggak diisi bensin? Lo pikir ini mobil bertenaga doa?!"

Kaisar mengusap wajahnya frustrasi. "Tadi aku buru-buru menjemputmu dari Kholid. Aku lupa memeriksa indikatornya karena supir pribadiku biasanya selalu memastikan semuanya penuh. Tadi aku menyetir sendiri."

"Ya elah, mentang-mentang mau bergaya posesif jemput gue, malah jadi begini!" Freya mendengus, ia membuka pintu mobil dan keluar. Udara dingin pegunungan langsung menusuk kulitnya. "Mana gelap banget lagi. Sinyal ada nggak?"

Kaisar ikut keluar, mengangkat ponselnya ke atas. "Nol. Tidak ada sinyal sama sekali. Area ini sepertinya blank spot."

Freya menendang ban mobil dengan kesal. "Hebat. Calon Raja dan rakyat jelata terdampar di tengah hutan gara-gara bensin. Kalau ini masuk berita, reputasi lo tamat, Kai."

Setelah berjalan kaki sekitar lima belas menit menyusuri aspal yang lembap, mereka menemukan sebuah papan kayu tua yang bergoyang ditiup angin: "Penginapan Asri - Sedia Kamar".

Bangunannya lebih mirip rumah tua zaman kolonial yang kurang terawat. Seorang kakek tua dengan senter di tangan menyambut mereka di meja resepsionis yang berdebu.

"Mau menginap?" tanya kakek itu, suaranya parau.

"Iya, Kek. Dua kamar ya," ujar Freya cepat.

Kakek itu memeriksa buku besar yang sudah menguning. "Waduh, Neng. Tadi ada rombongan pendaki yang baru masuk. Kamar yang layak tinggal satu. Sisanya atapnya bocor kena hujan kemarin."

Freya dan Kaisar saling lirik. Kaisar berdeham, mencoba mengembalikan wibawanya. "Satu kamar? Tidak ada pilihan lain?"

"Nggak ada, Den. Cuma itu. Ranjangnya juga kecil, tapi ya daripada kedinginan di luar."

Kaisar menatap Freya dengan tatapan 'bagaimana-menurutmu'. Freya, yang sudah menggigil karena hanya memakai cardigan ungu pastelnya, akhirnya menyerah. "Ya udah deh, Kek. Ambil aja satu. Daripada gue mati beku di sini."

Begitu pintu kamar dibuka, Freya ingin tertawa sekaligus menangis. Kamar itu kecil, berbau harum sabun batangan dan kayu tua. Dan yang paling parah: ranjangnya. Itu bukan King Size seperti di istana, melainkan ranjang kayu tua dengan kasur kapuk yang ukurannya bahkan tidak cukup untuk dua orang dewasa normal.

"Ranjangnya kecil banget, Kai," gumam Freya, menatap kasur itu dengan horor. "Ini mah kalau lo tidur, kaki lo bakal ngegantung di lantai."

Kaisar meletakkan kunci kamar di meja kayu kecil. Ia tampak sangat tidak nyaman. "Aku bisa tidur di lantai. Kamu pakai ranjangnya."

"Lantai? Lantainya semen, Kai! Lo mau bangun-bangun jadi patung karena rematik? Enggak, enggak. Lo yang gedean, lo yang harusnya dapet tempat empuk biar nggak pegel," tolak Freya.

"Aku tidak mungkin membiarkan seorang wanita tidur di lantai sementara aku di kasur. Itu tidak sesuai adab," balas Kaisar kaku.

"Duh, adab lagi, adab lagi! Di sini nggak ada protokol, Kai! Cuma ada gue yang kedinginan dan lo yang keras kepala," Freya akhirnya menarik tangan Kaisar. "Udah, kita bagi dua aja. Lo di pojok sana, gue di pojok sini. Kita kasih pembatas pakai bantal guling. Adil kan?"

Kaisar ragu sejenak, namun hawa dingin yang merayap dari celah jendela akhirnya mengalahkan egonya. "Baiklah. Tapi jangan salahkan aku jika aku tidak sengaja menendangmu."

"Gue yang bakal nendang lo duluan ke lantai kalau lo macem-macem!" ancam Freya sambil tertawa.

Lampu kamar dimatikan, menyisakan cahaya rembulan yang masuk dari sela gorden. Suasana menjadi sangat sunyi. Freya bisa merasakan tubuh Kaisar yang tegang di sampingnya. Ranjang itu benar-benar sempit, membuat bahu mereka sesekali bersentuhan setiap kali salah satu dari mereka bernapas.

"Kai... lo udah tidur?" bisik Freya.

"Belum. Ranjang ini... sangat berisik setiap kali aku bergerak," sahut Kaisar pelan.

Freya terkekeh. "Ini namanya seni kehidupan rakyat, Kai. Nggak semuanya empuk dan wangi melati istana. Tapi lo tahu nggak? Kadang di tempat kayak gini, orang justru bisa tidur lebih nyenyak karena nggak ada beban."

Kaisar tidak menjawab, namun Freya bisa mendengar hembusan napasnya yang mulai teratur.

"Lo tadi beneran cemburu ya sama Kholid?" tanya Freya tiba-tiba, rasa penasaran yang sedari tadi ia tahan akhirnya meledak.

Kaisar terdiam cukup lama sebelum menjawab. "Aku hanya merasa... dia tidak pantas mendapatkan perhatianmu. Dia punya niat buruk."

"Kalau orang lain yang ngasih gue es krim gimana? Misalkan cowok di kampus gue yang ganteng?" pancing Freya.

Kaisar tiba-tiba membalikkan tubuhnya ke arah Freya, membuat jarak wajah mereka kini hanya terpisah oleh sebuah bantal guling tipis. Di kegelapan, mata Kaisar berkilat tajam. "Siapa pun itu, Freya. Kamu adalah tunanganku. Secara hukum dan tradisi, kamu adalah tanggung jawabku. Aku tidak suka berbagi tanggung jawab dengan orang lain."

"Posesif banget sih, Pangeran Robot," bisik Freya, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang melihat sorot mata Kaisar yang intens.

"Mungkin," jawab Kaisar pendek. "Sekarang tidurlah. Besok kita harus mencari bantuan."

Beberapa jam kemudian, suhu udara semakin turun. Dalam tidurnya yang tidak sadar, Freya mulai menggigil. Ia mencari sumber panas di sekitarnya. Dan sumber panas terbesar di kamar itu adalah tubuh Kaisar.

Perlahan, Freya bergeser, melewati batas bantal guling, dan tanpa sadar menyusup ke bawah lengan Kaisar, mencari kehangatan. Kaisar yang setengah terbangun terkejut merasakan tubuh mungil Freya yang menempel di dadanya.

Awalnya ia ingin menjauh, tapi saat mendengar rintihan kecil Freya yang kedinginan, tangan Kaisar justru bergerak sendiri. Ia menarik selimut lebih tinggi, lalu melingkarkan lengannya di bahu Freya, memeluk gadis itu dengan protektif.

Di dalam kamar penginapan kecil yang "buluk" itu, sang Pangeran kaku dan si gadis rebel tidur dalam satu dekapan hangat. Tidak ada kamera, tidak ada Buyut yang mengawasi, hanya ada dua detak jantung yang mulai belajar mengenali satu sama lain.

Kaisar menatap puncak kepala Freya sebelum ia sendiri terlelap. Mungkin, pikirnya, bensin habis bukan sebuah bencana.

1
Nita Aprika Nita
🤣🤣
Nita Aprika Nita
Ya Allah.. karya mu bagus banget kak.. tapi kok sepi yang baca dan like y..
Nadhira Ramadhani: bantu kasih bintang 5 dong kak🤣
total 1 replies
Thata Ayu Lestary
bagusss bgttt karya nya kak , besttttt
Nadhira Ramadhani: baca ceritaku juga yang lain kak 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!