ON GOING | UPDATE SETIAP HARI
Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.
"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"
"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega
"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega
"cancel aja pak makasih!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Americano
Beberapa saat kemudian, tirai terbuka menampilkan ayra yang sedang memakai wedding dress. Rega masih fokus dengan tabletnya tanpa melihat ke ayra
"pak, bu ayra sudah selesai" ucap pelayan disitu menyadarkan rega
rega hanya mengangguk lalu menutup tabletnya dan melihat ke arah ayra yang masih dengan posisi sama. rega menatap ayra lalu kemudian memainkan ponselnya
Wedding Dress 1 pilihan Rega
"iya itu boleh cocok" ucap rega lalu duduk kembali ke tampat asal
'jangan tatap lagi rega tunggu sebentar lagi!' batin rega
ayra kembali menampilkan dress kedua, itu pilihannya dan tadi rega sudah bilang terserah pada pilihan dress kedua
Wedding Dress 2 pilihan Ayra
"ganti!" ucap rega
"ini pilihan aku! kamu yang bilang terserah! labil!" kesal ayra
"jangan itu ganti!" protes rega namun nadanya datar
ayra yang jengah langsung meninggalkan rega dan buru-buru mengganti baju karna dia sudah ada janji dengan seseorang yang tidak bisa dia tinggal. rega yang melihat ayra terburu-buru keluar langsung mengejarnya dan menahan tangannya agar tidak pergi
"belum selesai raya! kamu mau kemana?" tanya rega
"kamu kan tau kalo sekarang aku ada janji juga sama orang! kenapasi kamu ngeribetin banget! malah sengaja di bikin lama!" protes ayra
"huft... aku anter" ujar rega menyerah, membawa ayra masuk ke mobilnya
selama perjalanan ayra membuang muka, sedikitpun tidak melihat ke arah rega. sampai tujuan (cafe) ayra langsung turun dari mobil rega tanpa mengucapkan sepatah kata pun
rega hanya terdiam melihat ayra sudah pergi, cukup lama terdiam hingga akhirnya rega memutuskan untuk mengikuti ayra diam-diam tak lupa dia mengambil jaket dan topi di bagasi belakang.
"selamat datang" sambut pelayan cafe tersebut
dia berjalan ke meja kasir sambil memesan dia melihat sekeliling dan menemukan ayra sedang duduk bersama pria sambil tertawa.
"americano triple shoot 1" ujar rega
"less su-"
"iya mba less sugar!" ucap rega. pandangannya masih fokus ke arah ayra
dia memilih duduk bersebrangan dan tertutup sebuah pohon hias walaupun jaraknya lumayan dekat.
"silahkan"
"mba saya pesan americano lagi sama seperti ini dan anter ke meja sebelah sana untuk cowo itu" ucap rega lalu di jawab anggukan
"baik pak"
"mba tunggu, sekalian bayar untuk meja itu" rega memberikan black cardnya
"ada tambahan lagi pak?"
"tidak terimakasih"
rega geram melihat kedekatan mereka, karna ayra terlihat lebih terbuka dan ceria saat bersama pria itu sedangkan jika bersama dengan dia selalu aja ngomel tanpa sebab
dengan sadar dia memotret keduanya dan mengirimkan kepada gio asisten pribadinya. tak lama ponselnya berdering
"yang bener aja ga! akhir pekan loh!!" omel gio
"cari tau atau gaji di potong!"
tanpa banyak omong lagi, gio memutuskan telpon nya dan mencari tau tentang pria itu. saat gio mengirimkan tentang pria itu, rega hanya tersenyum dan seakan bernafas lega
"kalo tau dia gay ngapain juga gua repot kesini!" ucap rega lalu beranjak dari duduknya
dia keluar dari cafe itu dengan membawa americano-nya dan kembali ke mobilnya untuk melanjutkan pekerjaan-nya yang sempat tertunda. dia memutuskan menunggu ayra dan tak lupa dia melepas jaket serta topinya di kembalikan ke bagasi
cukup lama rega fokus ke kerjaan-nya tanpa sadar ayra sudah masuk ke mobilnya dan duduk di sampingnya
"dari tadi belum pulang?" tanya ayra menyadarkan rega
"belum" jawab rega lalu menutup tab nya dan fokus ke ayra
"kenapa nungguin?" tanya ayra
"mau kemana sekarang?" tanya rega tanpa menjawab pertanyaan ayra
"ko ga di jawab? kenapa nungguin? kamu penasaran sama orang yang aku temuin!?"
"Luca kan? aku tau"
ayra melihat americano di sampingnya dan mengangkat minuman itu
"oh kamu yang pesenin americano triple shoot ini?" celetuk ayra
"sekarang kamu diem aja! aku mau ngajak kamu ke suatu tempat!"
ayra hanya menuruti rega. dia hanya melihat ke arah luar jendela hingga tiba di pemakaman. dari kejauhan mereka melihat ada 3 orang yang sedang ada di pusaran pemakaman kedua orang tua ayra
rega yang sadar tiba-tiba ayra diam dan memegang baju rega dengan kencang, dia langsung melihat ke arah ayra lalu merangkulnya untuk kembali ke mobilnya
"kenapa baru sekarang?! hiksss..." ucap ayra sambil menangis
"kenapa meraka harus muncul sekarang?!" ujar ayra yang sudah frustasi
rega yang melihat itu langsung memeluk ayra tanpa berbicara. mengelus punggungnya untuk menenangkannya. dirasa udah tenang rega langsung memberikan minum ke ayra
"kita pulang aja ya" ucap rega dan di jawab anggukan oleh ayra
mereka sampai rumah ayra, rega sadar ayra sepanjang jalan hanya diam saja bahkan bengong pikirannya kosong. rega keluar dari mobil dan ayra masih diam tanpa bergeming sampai rega melepaskan seatbelt ayra baru sadar
"mau ke rumah mama aja?" tanya rega
"ga perlu ga, aku pamit ya makasih ga" jawab ayra
...***...
keesokan harinya, seharusnya ayra datang ke kantor rega untuk membahas progres proyek mereka. namun kata yura dia ga masuk ke kantor karna kurang sehat.
"untuk meeting-nya bisa di tunda sampai atasan kamu sehat" ucap rega
"tapi pak-" ucapan yura terputus karena rega memutus bicaranya
"saya investornya! kamu bisa pulang hari ini" jawab rega
dari kejauhan gio melihat rega lalu menghampirinya
"gak jadi ga?" tanya gio
"lu handle ya! gua mau ke ayra dulu!" ujar rega dan berlalu pergi dari kantornya
"enak banget boss! kapan aja bisa cabut!" celetuk gio lalu berjalan menuju ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya
...***...
Di depan rumah ayra, rega menghubungi ayra namun tidak diangkat. Karna dia penasaran dengan kondisi ayra jadi dia mencoba masuk dan ternyata pintunya gak di kunci
"raya" panggil rega
Rega mengetuk pintu kamar ayra karna di depan pintu tertulis nama aya jadi rega tau jika itu kamar ayra
di balik selimut ada ayra yang sedang mengigil dan seperti menahan sakit. Rega yang panik langsung menyingkap selimut itu
"kamu kenapa?!! kenapa ga ngomong kalo sakitnya separah ini??" ucap rega dengan panik
Tanpa aba-aba rega langsung membopong ayra bersama dengan selimutnya untuk masuk ke dalam mobilnya menuju rumah sakit.
di sepanjang jalan ayra menggigil dan badannya sudah lemas. Rega melihat ayra seperti itu menjadi gak tega dan tambah panik.
"badan kamu panas bgt ra! Sabar ya sebentar lagi sampai!" ucap rega menenangkan ayra
Setelah sampai rumah sakit, rega membopong dan meminta bantuan security untuk membawakan ranjang pasien
rega terus menggenggam tangan ayra hingga sampai igd dan membiarkan dokter untuk melakukan pemeriksaan
"bapak siapanya pasien?" tanya salah satu suster
"saya calon suami sus!" jawab rega dengan lantang dan masih panik
"baik pak mohon dilakukan administrasi terlebih dahulu ya, pasien akan kami tangani. Jika sudah selesai penanganan akan kami infokan ke bapak!" ucap suster itu lalu membantu dokter memeriksa ayra
Rega melakukan administrasi lalu menghubungi gio untuk memberikan informasi ke yura jika bos nya sedang di rawat inap
"yo tolong infoin ke yura PA nya ayra, sekarang ayra lg di rs. Minta tolong bantu kemasin barang yang ayra perlu in"
"oke langsung gua hubungi yura!"
Telpon itu terputus.
"Wali ibu ayra?" panggil suster. Rega yang mendengar itu langsung menghampiri suster
"gimana sus keadaanya?" tanya rega cemas
"silahkan masuk dulu pak! nanti dokter yang akan menjelaskan!" jawab suster