(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)
Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.
Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.
Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.
Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.
Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 124: Bayangan dari Alam Iblis
KYAAAAAA!!!
Jeritan melengking bernada tinggi membelah keheningan pagi di Istana Kerajaan Zhao. Suara itu berasal dari paviliun milik Putri Kedua, Zhao Ling.
Zhao Xuan yang sedang tidur nyenyak di kamarnya, langsung membuka mata. Ia tidak melesat dengan Niat Membunuh, melainkan hanya menghela napas panjang dan memijat pangkal hidungnya. Ia tahu persis apa yang sedang terjadi.
Beberapa saat kemudian, pintu kamar Zhao Xuan didobrak. Bukan oleh pembunuh bayaran, melainkan oleh Zhao Ling yang berlari masuk sambil menangis histeris. Ia mengenakan jubah mandi yang tertutup rapat, namun wajah dan tangannya dipenuhi oleh lapisan lumpur hitam pekat yang berbau sangat busuk.
"XUAN'ER! HUWAA! PERMEN APA YANG KAU BERIKAN PADAKU SEMALAM?!" ratap Zhao Ling, melompat ke atas tempat tidur adiknya dan mengguncang-guncang bahu Zhao Xuan. "Bangun tidur tubuhku dipenuhi lumpur bau selokan ini! Apakah aku dikutuk?! Apakah aku akan berubah menjadi monster rawa?!"
Di belakangnya, Raja Zhao dan Sang Ratu berlari menyusul dengan panik. Namun saat Sang Ratu melihat lumpur hitam berbau busuk itu, langkahnya terhenti. Mata indah Sang Ratu membelalak lebar.
Kotoran sumsum? Ini adalah fenomena Pembersihan Sumsum tingkat surgawi! batin Sang Ratu terkejut. Bagaimana mungkin Ling'er mengalaminya hanya karena memakan permen herbal istana?!
Zhao Xuan menatap kakaknya dengan wajah datar yang sangat tak berdosa. Ia mencubit hidungnya sendiri karena bau busuk tersebut.
"Kak Ling bau sekali," gumam Zhao Xuan polos. "Mungkin permennya sudah tidak bagus? Atau mungkin Kakak terlalu banyak makan daging di dapur sehingga racunnya keluar semua?"
"D-daging?!" Zhao Ling tersipu malu di balik lumpur hitamnya. Namun, rasa paniknya lebih besar. Ia segera bangkit dari tempat tidur Zhao Xuan. "Aku harus mandi! Aku harus mandi dengan air kembang tujuh rupa!"
Dalam kepanikannya, Zhao Ling berbalik dan tanpa sengaja menabrak tiang ranjang kayu jati berukir yang sangat tebal. Secara refleks, tangannya mendorong tiang itu agar ia tidak jatuh.
KRAAAK! BRAAAK!
Tiang kayu jati padat itu patah menjadi dua layaknya ranting kering yang diinjak raksasa! Kanopi tempat tidur Zhao Xuan seketika miring dan nyaris roboh.
Seluruh ruangan mendadak hening.
Zhao Ling berdiri membeku, menatap kedua telapak tangannya sendiri dengan mulut terbuka lebar. Raja Zhao mengucek matanya, tidak percaya melihat putri kesayangannya yang lemah lembut baru saja mematahkan kayu jati solid hanya dengan satu dorongan ringan.
"U-Uh... Kakak tidak sengaja..." cicit Zhao Ling, lalu segera berlari terbirit-birit keluar kamar menuju pemandiannya sambil terus berteriak histeris.
Sang Ratu menelan ludah. Ia menatap tiang ranjang yang patah itu, lalu perlahan menoleh ke arah putra bungsunya yang sedang duduk bersila di atas ranjang yang miring dengan wajah tanpa ekspresi.
Permen itu... Xuan'er... Sang Ratu menggigit bibirnya. Instingnya mengatakan bahwa anak bungsunya ini menyembunyikan sesuatu yang sanggup membalikkan langit dan bumi. Namun, melihat Zhao Xuan hanya memiringkan kepalanya dengan polos, Sang Ratu kembali memilih untuk bungkam. Selama anak-anaknya aman dan semakin kuat, ia tidak akan mempertanyakan keajaiban ini.
"Pelayan! Bersihkan kamar Pangeran Ketiga dan ganti ranjangnya!" perintah Raja Zhao yang masih kebingungan, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.
Zhao Xuan hanya menghela napas pasrah. Sepertinya aku salah menakar efek untuk Kak Ling. Darah Klan Dewa Bintangnya langsung aktif di tahap penguatan fisik. Jika aku memberikan pil ini pada Kak Tian, dia mungkin akan menghancurkan barak militer.
Malam harinya, di ruang bawah tanah markas Sekte Langit Asura.
Zhao Xuan berdiri di depan sebuah meja batu. Di atas meja itu, terdapat puluhan botol kristal, rumput roh yang memancarkan cahaya, dan sebuah kuali besi hitam.
Dari dalam Cincin Jiwa Kuno di jarinya, asap hitam mengepul dan membentuk wujud Gu Tianxue, sang Iblis Tua. Ia melayang dengan postur sangat hormat, tidak berani bertingkah arogan sedikit pun di depan Zhao Xuan. Di sudut ruangan, Xiao Mei berdiri diam mengawasi sang iblis dengan tatapan tajam yang siap memenggal lehernya jika ia berani macam-macam pada tuannya.
"Tuan Asura," Gu Tianxue membungkuk. "Bahan-bahan untuk Pil Penyambung Bintang sudah siap. Pil ini akan merekonstruksi Dantian ibunda Anda yang hancur. Namun... Tuan tidak memiliki api spiritual (Api Qi) untuk memurnikan herba ini. Kuali besi fana ini tidak akan sanggup menahan reaksi energinya."
Zhao Xuan tidak menjawab. Ia hanya mengangkat kedua tangannya.
Mata hitamnya memancarkan dua pendaran cahaya yang berbeda. Di mata kirinya, cahaya biru ruang (Roda Bintang Kedua). Di mata kanannya, cahaya emas keabu-abuan waktu (Roda Bintang Ketiga).
"Siapa bilang aku butuh api spiritual?" bisik Zhao Xuan sedingin es.
Zhao Xuan melemparkan semua herba tingkat tinggi itu ke atas kuali kosong. Bukannya menyalakan api, ia memusatkan Retakan Dimensi Ruang (Roda Kedua) langsung ke dalam ruang kosong di dalam kuali tersebut.
WUSSS!
Ruang di dalam kuali itu tiba-tiba terlipat dan terkompresi hingga mencapai kepadatan ekstrem. Tekanan spasial yang dahsyat langsung menghancurkan sel-sel herba tersebut, mengekstrak esensi murni mereka tanpa membakar setetes pun kelembapannya. Cairan berbagai warna melayang di tengah kuali, ditahan oleh manipulasi ruang.
Selanjutnya, Zhao Xuan mengaktifkan Domain Waktu (Roda Ketiga). Ia memajukan aliran waktu hanya pada titik di mana sari-sari herba itu saling bersentuhan.
Proses fusi (penggabungan) alkimia yang biasanya memakan waktu tujuh hari tujuh malam di dalam tungku para dewa, kini dipercepat hingga selesai dalam waktu tiga puluh detik di depan mata Gu Tianxue.
TING!
Sebuah pil berwarna perak bercahaya jatuh ke dasar kuali besi, memancarkan wangi yang sanggup membuat hewan buas berevolusi hanya dengan menghirupnya.
Rahang Gu Tianxue nyaris jatuh membentur lantai. Mata merah iblis itu melotot tidak percaya. "A-Alkimia menggunakan manipulasi Ruang dan Waktu secara bersamaan?! Ini... ini penistaan terhadap hukum langit! Leluhur Alkimia di Alam Atas akan menangis darah jika melihat ini!"
"Seni Asura tidak terikat pada hukum langit yang konyol," Zhao Xuan mengambil pil perak itu dan menyimpannya ke dalam botol giok. Besok, Dantian Ibunda akan pulih sepenuhnya.
Tiba-tiba, Xiao Mei melangkah maju dari sudut ruangan. Wajah cantiknya memancarkan keseriusan.
"Tuan," lapor Xiao Mei. "Mata-mata dari Paviliun Bayangan Jue Ying baru saja mengirimkan sinyal bahaya. Di Rawa Selatan, berjarak seratus mil dari Ibukota Zhao, langit tiba-tiba berubah warna menjadi ungu pekat. Fluktuasi ini bukan dari Alam Atas."
Zhao Xuan memicingkan matanya. "Rawa Selatan? Berapa jumlah mereka?"
"Hanya sekelompok kecil, Tuan. Tapi aura mereka sangat menjijikkan. Mereka adalah penyusup dari Alam Iblis (Demon Realm). Pemimpin mereka berada di tahap Puncak Core Formation (Pembentukan Inti). Mereka sedang membantai desa-desa di perbatasan untuk mencari sumber 'bau manis' yang mereka sebut sebagai tanda kelahiran Roh Dunia."
Gu Tianxue yang mendengar kata "Alam Iblis" langsung gemetar. "T-Tuan! Alam Iblis adalah dimensi yang sangat brutal! Jika mereka mencari Roh Dunia, berarti Tujuh Raja Iblis Primordial sudah bergerak! Kita harus bersembunyi!"
"Bersembunyi?" Zhao Xuan menoleh ke arah Iblis Tua itu, senyum bengis terukir di bibirnya. Senyum yang membuat Gu Tianxue seketika menyesal telah berbicara.
Zhao Xuan memutar lehernya pelan, menikmati derak tulang fananya yang kini telah diperkuat oleh tiga Roda Bintang.
"Dewa palsu dari Alam Atas. Monster jelek dari Alam Iblis. Mereka semua datang ke duniaku, menginjak halamanku, dan membakar rumah rakyatku hanya demi sebuah Roh Dunia," gumam Zhao Xuan datar. "Sepertinya mereka benar-benar lupa siapa yang menguasai kegelapan."
Zhao Xuan berjalan menuju rak senjatanya. Ia mengambil sebuah belati hitam melengkung, senjata yang sama yang digunakan oleh murid-murid bayangannya.
"Mei'er," panggil Zhao Xuan.
"Hadir, Tuan!" Xiao Mei berlutut dengan satu kaki.
"Kirim pesan pada Jue Ying dan kelima Pemimpin Paviliun. Beritahu mereka untuk segera menuju Rawa Selatan malam ini juga," perintah Zhao Xuan mutlak. Niat Membunuh Asura-nya meledak, menekan suhu ruangan hingga di bawah titik beku.
"Beri tahu anak-anak itu... malam ini, Tuan mereka akan ikut turun tangan langsung mengajarkan bagaimana cara menguliti iblis yang sesungguhnya."
Ratusan mil di selatan, Rawa Kematian menutupi wilayah perbatasan Kerajaan Zhao.
Kabut ungu beracun menyelimuti pepohonan rawa yang mati. Di tengah rawa tersebut, tumpukan mayat penduduk desa fana dan beberapa prajurit perbatasan berserakan. Darah mereka dikuras habis ke dalam sebuah formasi pentagram berwarna hitam.
Berdiri di tengah formasi itu adalah sesosok makhluk bertubuh raksasa, berkulit merah darah dengan tanduk banteng melengkung di kepalanya. Ia adalah Jenderal Iblis Ba-Ghul, entitas tahap Puncak Core Formation dari Alam Iblis.
Di sekelilingnya, puluhan iblis bersayap dan anjing neraka bermata tiga sedang menggerogoti sisa-sisa daging.
"Aromanya semakin kuat," geram Jenderal Ba-Ghul, suaranya seperti batu yang digesekkan. "Roh Dunia itu akan segera mewujud di benua ini. Kuras habis darah fana di sekitar sini! Darah ketakutan akan mempersempit koordinat pencarian kita!"
Namun, saat anjing-anjing neraka itu bersiap melesat ke desa terdekat selanjutnya...
Tuk. Tuk. Tuk.
Suara langkah kaki yang sangat tenang dan berirama terdengar dari balik kabut ungu. Bukan langkah kaki seorang prajurit lapis baja, melainkan langkah ringan dari sepatu kain.
Jenderal Ba-Ghul memicingkan mata merahnya menembus kabut beracun yang mematikan bagi manusia biasa itu.
Dari balik kabut, muncullah seorang remaja manusia berusia dua belas tahun, mengenakan jubah hitam legam. Ia berjalan dengan kedua tangan di dalam saku jubahnya. Miasma beracun dari Alam Iblis itu bahkan tidak berani menyentuh jarak satu sentimeter pun dari kulitnya, tertolak oleh gravitasi pasif dari jiwanya.
"Kau pasti salah jalan, anak manusia," seringai Jenderal Ba-Ghul mengerikan, memamerkan deretan gigi tajamnya. "Atau mungkin kau datang untuk menyumbangkan darah manismu?"
Di balik jubah hitamnya, mata hitam pekat Zhao Xuan menatap jenderal raksasa itu dengan kebosanan mutlak.
Di atas dahan-dahan pohon rawa yang mengelilingi tempat itu, lima pasang mata bayangan Jue Ying, Tie Ba, Xin'er, Jian Yi, dan Mu Bai mengawasi dalam diam, menanti pelajaran pembantaian langsung dari sang Tuan Asura.
"Kalian membuat tamanku kotor," bisik Zhao Xuan ke arah udara malam. Roda Bintang Gravitasi, Ruang, dan Waktu di dalam jiwanya mulai berputar serentak.
tidak sabar menanti kolaborasi dahsyat ibu dan anak mengguncang benua tianyun wkwkwk🔥🔥😍😍