NovelToon NovelToon
Hotnews: I Love You

Hotnews: I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Action
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Andrean Wibisono dikenal sebagai jurnalis paling perfeksionis, disiplin, dan menegangkan —menurut para rekan kerjanya. Hidupnya diatur oleh data dan struktur berita yang rapi.

Masalah hidup Andrean muncul setiap kali dia harus berurusan dengan Alena Maharani yang santai, spontan, percaya insting, dan entah bagaimana selalu selamat meski hobi sekali mepet deadline. Bagi Andrean, Alena adalah clickbait berjalan yang selalu santai menghadapi apapun, sedangkan bagi Alena, Andrean adalah robot jurnalistik yang siap mengingatkan Alena tentang kode etik jurnalistik dalam situasi apapun.

Ketika sebuah proyek liputan spesial memaksa mereka menjadi partner, bencana pun dimulai. Bagaimana kelanjutan kisah dua jurnalis yang saling bertolak belakang ini? Simak dalam Hotnews: I Love You

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengejar Cita-Cita vs Mengejar Pelaku Kejahatan

Sudah tiga jam Andrean dan Alena mengintai rumah besar yang mereka datangi siang tadi. Tak ada gelagat aneh. Andrean dan Alena mulai mengantuk.

"Udah hampir tengah malem nih," kata Andrean lemas sambil melihat arlojinya.

"Sabar. Udah kek bayik aja lo ngerengek minta pulang," protes Alena.

"Laper. Emang lo nggak?" tanya Andrean.

"Tuh di tas gue ada makanan. Roti sama susu," kata Alena tanpa mengalihkan fokusnya pada rumah target.

Andrean dengan malas beringsut dari kursinya dan bangun lalu mengambil tas Alena di kursi penumpang belakang.

"Lo nggak mau?" tanya Andrean sambil menyodorkan roti semir dan susu kotak kemasan dua ratus mili.

"Thanks," ucap Alena.

Andrean menatap tas Billingham Hadley One saat mengembalikan tas ransel Alena ke kursi belakang lagi.

"Sejak kapan lo suka fotografi?" tanya Andrean sambil membuka bungkus roti semir.

"Hmm?" Alena menoleh ke arah Andrean seolah tak percaya Andrean tengah mengajaknya ngobrol. Pasalnya, selama tiga jam mengintai, mereka benar-benar diam.

"Sejak kapan lo suka fotografi?" Andrean mengulangi pertanyaannya dengan nada gemas.

"Oooh... SMA," jawab Alena sambil kembali fokus pada rumah target sambil mengunyah roti semir. Andrean manggut-manggut.

"Jurnalis ini emang cita-cita lo?" tanya Alena tanpa menoleh ke arah Andrean. Andrean menoleh ke arah Alena.

"Ya. Gue bahkan ngambil jurusan ilmu komunikasi jurnalistik pas kuliah," jawab Andrean. Ada nada sedikit bangga disana. Alena mengunyah roti semir dalam diam.

"Lo... keren..." kata Alena dengan suara yang hampir tak bisa didengar. Tapi, Andrean mendengarnya dengan sangat jelas di malam yang sepi itu.

Andrean menoleh ke arah Alena yang sedang memasukkan potongan terakhir roti semirnya ke dalam mulut. Matanya memang menatap rumah target, tapi sepertinya pikirannya tak disana.

"Emang... cita-cita lo... bukan jadi jurnalis?" tanya Andrean ragu-ragu. Alena kini menusukkan sedotan ke dalam kemasan susu kotak rasa full cream.

"Cita-cita? Gue bahkan nggak punya hak untuk mempunyai hal semenyilaukan itu," kata Alena sambil tersenyum kecut lalu meminum susu kotak di tangannya.

Andrean menatap Alena dalam keremangan cahaya lampu jalan. Wanita yang selama ini dia nilai selengekan, terlalu santai, tak teratur, dan keras, entah mengapa kini terlihat rapuh.

'Apa yang udah terjadi sama dia ya?'

***

"Ada mobil keluar, An. Eh, pria besar menutup gerbang. Ikut naik mobil. Sembunyi," kata Alena cepat setelah terlihat pergerakan dari rumah target.

Andrean dan Alena dengan cepat menenggelamkan tubuhnya hingga tertutup dashboard mobil. Tak lama setelah mobil target mereka melewati mobil Andrean, Alena segera menyalakan mesin mobil. Andrean dengan cepat meminum susu kotak lalu memasang sabuk pengaman.

Alena dengan gesit mengikuti mobil target. Awalnya mereka melalui jalan raya utama menuju kota. Jalanan kota saat tengah malam yang sepi membuat Alena waspada dan hati-hati saat mengikuti target mereka.

"Lo sering kek gini?" tanya Andrean, ada nada khawatir dalam suaranya. Senyum Alena terkembang.

"Nggak. Ini yang pertama,"

"Gila lo!"

"Bukannya lo sering kek gini?" tanya Alena.

"Iya. Tapi sama Roni, bukan sama ce..."

"Cewek maksud lo?" sahut Alena cepat lalu tersenyum kecut.

"Gue bakal buktiin ke elo, ke bokap gue, ke orang-orang, bahwa cewek juga bisa ngelakuin apa aja yang dilakuin cowok," kata Alena sambil fokus ke target yang mereka ikuti.

Andrean menatap Alena. Dia tak lagi terlihat rapuh seperti saat menceritakan tentang cita-cita. Dia kembali menjadi Alena yang keras. Dan entah mengapa, itu membuat Andrean sedikit lega.

"Ya, mungkin lo bisa disebut bukan cewek tulen," kata Andrean mencoba mencairkan suasana yang terasa canggung.

"Sial lo!"

"Emang gue sial, terjebak disini sama lo tengah malem ngejar penjahat," kata Andrean.

"Polisi aja nggak gini-gini amat kerjanya," lanjut Andrean.

"Bener, bener. Kali ini gue setuju sama lo," kata Alena sambil terkekeh. Andrean tanpa sadar ikut tersenyum.

Mobil target mereka mengarah ke dermaga. Alena mengurangi kecepatan. Banyak truk lalu lalang. Mobil target terlihat berhenti di sebuah gudang. Alena menghentikan mobil agak jauh dari gudang.

"Gue mau turun. Lo ikut atau disini terserah," kata Alena sambil memasang benda yang seperi pin Mickey Mouse di cardigannya.

"Hah? Lo yakin?" tanya Andrean.

"Kita butuh bukti," kata Alena lalu membuka pintu mobil sambil menoleh ke kanan dan kiri, waspada.

Andrean mendengus lalu mengikuti Alena turun dari mobil. Mereka berjalan menuju gudang dimana mobil target mereka terparkir di depannya. Semakin mendekati gudang, bau minyak tengik semakin menguar. Alena dengan sigap memberi masker pada Andrean.

"Pake," kata Alena.

Keduanya mengendap-endap ke belakang mobil target. Pintu gudang terlihat terbuka lebar. Alena berjalan perlahan mendekati pintu gudang yang terbuka. Andrean, dengan jantung berdegup kencang, mengikuti Alena sambil sesekali menoleh ke belakang, waspada.

Alena mengintip dari pintu gudang yang terbuka. Di dalam gudang, terdapat banyak tangki minyak tanpa label. Beberapa tangki terhubung dengan drum yang sepertinya akan di proses. Setelah menoleh ke kanan dan kiri, Alena menyelinap masuk. Mata Andrean membulat.

'Hah?! Dia ini!'

Dengan masih tetap waspada, Andrean mengikuti Alena.

"Kenapa lo masuk? Kalo ketauan gimana?" tanya Andrean dengan nada berbisik.

"Kita harus dapat bukti soal labelnya," bisik Alena.

"Tapi kita nggak tau tempat pengemasannya," bisik Andrean.

"Makanya gue masuk biar tau," bisik Alena gemas.

Alena dan Andrean terus masuk ke bagian dalam gudang melewati sisi pinggir gudang yang tertutupi tangki-tangki minyak. Andrean sesekali menoleh ke belakang, waspada, takut kalau-kalau pria besar tiba-tiba berdiri di belakang mereka.

Alena terlihat berhenti. Di sampingnya ada sebuah jendela dengan kaca es. Terlihat masih ada cahaya lampu menyala di dalam ruangan tersebut. Alena berjongkok, lalu berjalan jongkok melewati bawah jendela itu. Alena berhenti tepat di samping pintu.

Andrean tetap berdiri di samping jendela samping sesekali menengok ke arah tempat mereka masuk. Andrean melihat Alena yang terlihat seperti sedang menguping di pintu yang tertutup. Lalu perlahan memutar handle pintu. Mata Andrean kembali membulat. Jantungnya terpacu lebih cepat.

Belum berhenti disitu, Alena kini dengan cepat memasuki ruangan itu. Jantung Andrean berdegup semakin cepat. Andrean dengan cepat menuju pintu ruangan sambil sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu membuka pintu ruangan.

Andrean melongok ke dalam, melihat apa yang sedang dilakukan Alena. Alena tengah sedang mengambil foto beberapa dokumen. Andrean kembali menarik kepalanya keluar, melihat situasi. Lalu, sayup-sayup, Andrean mendengar suara langkah kaki menuju ke tempat mereka. Andrean dengan cepat melongokkan kepalanya ke dalam ruangan lagi.

'Gawat! Cepetan, Alena,'

***

1
Nanaiko
Aaaa bersambung😅
Nanaiko
Bisa tidak yaa sehari updatenya 5 bab sekalian, Thor? hehehe
ceritanya menarik, selalu dinanti.
🥰❤
Purnamanisa: kapasitas author sehari nulis cuma 3 bab kak 😅😅😅 2 bab disini, 1 bab di I Love You, Miss!!!🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!