Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyerap Kristal Mana
Leon melakukan pencarian pada universe network. Informasi yang terkait membutuhkan akses VIP 7. Namun anehnya Leon tetap diberikan akses untuk membaca informasi terkait, yang tidak dipahami oleh Leon. Wajar saja, baru beberapa hari ini dia mengetahui universe network, dan dia sibuk mengurusi hal lain.
Karena informasi sudah tersedia di depan mata, Leon langsung membacanya.
"Ilmuan yang menyedihkan....."
Dikatakan virus ini diciptakan oleh seorang ilmuan bernama Rex jutaan tahun yang lalu, di sebuah planet alpha dengan peradaban semesta tingkat satu.
Planet alpha merupakan sebutan planet dengan kehidupan alami, seperti halnya bumi. Sementara bumi belum mencapai peradaban semesta tingkat satu, planet alpha tersebut sudah memiliki peradaban yang dapat melintasi dan mengambil sumber daya dari luar planet asal mereka, contohnya dari asteroid, satelit, ataupun dari planet lain. Namun masih dalam jangkauan areal tata surya tersebut.
Pada saat itu, keberadaan kristal mana di dalam tata surya mereka semakin langka. Karena itulah Rex mulai meneliti sebuah metode dengan mengorbankan berbagai hewan untuk mengurung jiwa dalam sebuah kristal, kemudian mengalirkan energi jiwa pada kristal tersebut ke area lain untuk menciptakan kristal mana.
Penelitian awal mengembangkan sebuah virus yang hasil akhirnya tidak sesuai dengan harapan Rex. Kristal yang mengurung jiwa makhluk hidup memang berhasil menciptakan kristal mana dengan sumber energi jiwa. Namun begitu energi jiwa habis, kristal mana tersebut tidak meningkat lagi. Hasilnya, kristal mana yang diproduksi maksimal hanya mencapai kristal mana jingga.
Kemudian Rex menciptakan sebuah metode yang menyerupai diagram penyerapan mana. Akhirnya, jiwa yang terkurung di dalam kristal menyerap mana dari lingkungan sekitar. Dengan metode ini, energi jiwa dapat terisi ulang dan kristal mana yang dihasilkan dapat terus menguat.
Setelah Rex menyerahkan hasil penelitiannya kepada pemerintah, Rex memperoleh kekayaan yang selalu mengalir. Negara yang dia tinggali menggunakan hasil penelitiannya untuk menjadikan para terpidana yang dijatuhi hukuman mati sebagai sumber kristal mana.
Namun beberapa tahun setelahnya, Rex beserta istri dan anak-anaknya dinyatakan menghilang. Mereka diculik oleh seorang jenderal dan bawahannya yang menginginkan kristal mana lebih banyak demi meningkatkan kekuatan mereka.
Virus yang ada pada saat itu, yang kemudian dinamakan virus REX Z-2, tidak bersifat agresif. Virus tersebut tidak menular melalui udara, bahkan makhluk hidup yang terinfeksi tidak menyerang bentuk kehidupan lainnya. Karena itulah dengan menyandera keluarga Rex, jenderal tersebut memerintahkan Rex untuk menciptakan virus yang dapat menyebar ke seluruh planet, yang kemudian dinamakan virus REX Z-3.
"Untungnya mereka berhasil mengungsi ke planet lain."
Kemudian informasi selanjutnya mengambil perhatian Leon.
"Pohon pemurni REX Z-3?"
Dijelaskan bahwa daun pada pohon tersebut dapat menyerap virus REX Z-3 dan memecahnya menjadi unsur dan senyawa biasa. Penyerapan daun bahkan mencapai radius 10 kilometer! Namun hal itu tidak mematikan bagi zombie, melainkan hanya sedikit melemahkannya.
"Pohon pemurni... Pohon pemurni... Ini dia, pohon pemurni REX Z-3!"
Leon mencari biji pohon pemurni REX Z-3 melalui toko online. Satu biji pohon dijual seharga 5 koin merah. Sangat murah mengingat total saldo Leon saat ini. Leon tidak bermaksud untuk membelinya sekarang, cukup memberikannya sebuah penanda.
Sebelum menutup layar sistem, Leon mengkonversi 1 gram kristal merah dari dalam saldonya. Kemudian dia memejamkan mata dan berkonsentrasi.
Benar saja, mana di lingkungan sekitar bahkan lebih tipis dibandingkan bumi, yang dikatakan masternya sudah sangat tipis. Namun diluar itu, dia merasakan kandungan mana dalam jumlah besar dari tangan kanannya, lebih tepatnya pada kristal mana yang tergenggam dalam tangan kanan Leon.
"Mungkin hal ini terkait dengan kristal zombie."
Dugaan Leon tepat sasaran. Namun sebagai gantinya, dunia ini mempunyai sumber daya kristal mana yang melimpah.
Leon kemudian duduk memasuki posisi meditasi. Mengedarkan mana ke titik-titik penting di dalam tubuh, dia mulai melakukan teknik kultivasi yang diajarkan master Robert, teknik kultivasi yin-yang.
Sedikit demi sedikit, mana di lingkungan sekitar, yang lebih tipis dibandingkan bumi, masuk ke dalam tubuh Leon untuk disempurnakan. Namun kini dia fokus ke area lain, keberadaan kristal mana merah yang berada di atas tangannya.
Waktu demi waktu, mana yang terkandung di dalam kristal mana merah diserap dan disempurnakan di dalam tubuh Leon. Ketika dia dia tidak merasakan keberadaan mana dalam jumlah yang melimpah lagi, dia berhenti bermeditasi dan membuka mata.
"Jadi kristal mananya menghilang ya? Kukira itu menjadi berlian atau sebuah batu permata."
Sebenarnya itu tidak menghilang begitu saja. Namun ketika Leon menutup mata, dia tidak sadar jika kristal yang sudah tidak berisikan mana secara perlahan berubah menjadi abu organik yang tersebar di udara.
"Masih jauh dari tingkat pemurnian qi tahap 2."
Saat ini Leon baru memasuki tingkat pemurnian qi. Baru sekitar satu minggu, sehingga cukup wajar dia masih berada di tahap 1. Apalagi gurunya mengatakan dia tidak berbakat.
"Jika aku memang tidak berbakat, maka gantikan dengan usaha yang maksimal! Apalagi sekarang aku memiliki sumber daya yang melimpah."
1 gram kristal merah terserap oleh Leon kurang dari sepuluh menit. Jadi, Leon mengeluarkan 20 gram dari konversi saldonya dan mulai berlatih.
Meditasi kali ini berlangsung sekitar 2 jam. Ketika Leon melihat gelang EP, waktu sudah hampir pukul 5 sore. Dia keluar dari ruangan dan menemui Viona serta yang lain.
"Ada kendala?"
"Tidak ada pak. Semuanya berjalan dengan baik."
"Sudah hampir waktunya mereka selesai hari ini kan?"
"Ya. Beberapa dari mereka sudah selesai dan sedang beristirahat."
Seperti sebelumnya, dengan berpura-pura, Leon memasuki mobil dan menunggu semua pekerja benar-benar selesai. Lalu dia mengeluarkan kotak box berisi bakwan sayur dan membawanya keluar.
"Semuanya, cuci tangan kalian dan habiskan ini semua!"
"""Wooaaaah!!!"""
Sambil menikmati gorengan, Leon bertanya kepada Viona.
"Bagaimana dengan perekrutan pegawai restoran?"
"Saat ini, saya sudah mempersempitnya menjadi 32 orang. Nanti, saya akan mulai menghubungi mereka satu persatu dan memilih hingga angka yang kita butuhkan."
"Baiklah. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, karena masih ada besok. Masih banyak waktu sebelum renovasi selesai."
"Saya akan mengingatnya pak."
Tiga mobil truk membawa semua rombongan, meninggalkan Leon dan Viona yang melihat kepergian mereka. Sebelum pulang, Leon masuk ke salah satu ruangan di dalam restoran dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian training dan sepatu olahraga dari dalam penyimpanan.
"Kenapa anda berganti pakaian?"
"Saya ingin pulang sambil berlari, hahahaha."
Melalui gelang EP, Leon mengatur mobilnya untuk mengemudi otomatis menuju apartemen. Dia sudah menyewa lahan parkir di basement untuk motor dan mobilnya, sehingga kamera pengawas akan mempersilahkan mobilnya melewati portal.
Berbeda dengan mobil, teknologi AI pada motor Leon bahkan lebih canggih. Mobilnya hanya dapat mengemudi secara otomatis pada area yang sudah terpetakan, seperti jalanan di dalam kota Erulean ataupun di kota-kota lain. Namun motornya dapat berkendara secara otomatis dalam areal yang tidak terpetakan dengan kecepatan maksimum 40 km/jam! Meskipun energi baterai akan terkuras lebih cepat, Leon sangat terkesan dengan teknologi tersebut.
Cukup wajar mengingat dia membeli motornya dengan harga lebih dari lima kali lipat harga mobilnya.
Setelah mobilnya berjalan, Leon berbalik kepada Viona.
"Seperti tadi, saya akan datang besok sekitar jam 12."
"Biarkan saya membantu pak."
"Jangan khawatir. Kamu cukup mengawasi pekerjaan mereka."
Sebenarnya masih banyak kotak box berisi mie goreng dan bakwan sayur di dalam penyimpanan, hasil memasak pagi ini. Karena itu mulai malam ini, Leon akan mulai bermeditasi sambil menyerap energi dari kristal mana.
Demi kultivasinya, dia harus berlatih dengan tekun!