NovelToon NovelToon
Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:30.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mom_cgs

Beberapa hari menjelang pernikahan, Yumna mengetahui perselingkuhan Desta, tunangannya, dengan Cindy, atasan mereka sekaligus adik angkat dari CEO kejam, Evander Sky Moreno.

...

​Kecewa lalu mabuk, Yumna melabrak sang CEO di sebuah bar.

​"Gara-gara adikmu, aku batal nikah! Aku bakal jadi bahan ejekan tetangga! Kamu harus tanggung jawab, Bos Brengsek!" teriak Yumna sambil menarik kerah kemeja mahal Evander.


​Evander menatapnya dingin, lalu berbisik di telinga Yumna, "Jika posisi mempelai pria kosong, biar aku yang mengisinya."

...

​Kini, Yumna datang ke gedung pernikahan bukan sebagai pengantin yang terbuang, melainkan sebagai istri dari pria yang paling ditakuti Desta dan Cindy.

​"Desta, perkenalkan... ini suamiku. Mulai sekarang, panggil aku Kakak Ipar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom_cgs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulat Keket

"Mas mau ngajak aku makan di mana?" tanya Yumna setelah keluar dari ruangan rapat itu. Ia kini sedang berusaha keras menyejajarkan langkahnya dengan langkah Evander yang tegap dan sangat susah diikuti oleh postur tubuhnya yang lebih mungil.

​Evander tidak menoleh, ia hanya terus berjalan lurus menuju lift pribadinya. "Mahesa sudah siapkan di ruangan."

​Mendengar itu, bibir Yumna otomatis manyun. Ia sempat berpikir mereka akan keluar kantor, menghirup udara luar, atau setidaknya makan di tempat yang ada pemandangan selain gedung pencakar langit. Dalam bayangan Yumna, ia ingin sekali makan siang santai di tepi pantai, menikmati aneka seafood bakar dengan sambal terasi yang nendang. Bukan di restoran mewah yang piringnya lebar tapi isinya cuma sepotong udang, melainkan tempat makan kelas menengah ke bawah yang suasananya lebih hidup.

​Tapi ya, melihat sosok si Bos Besar di sampingnya ini, Yumna jadi ragu. Mana mungkin Evander Moreno yang biasanya mandi air mineral dan kemejanya disetrika pakai uap khusus itu mau diajak duduk di bangku bambu sambil kipas-kipas karena gerah? Belum tentu cocok, yang ada malah dia kena alergi debu.

​Evander yang merasakan langkah Yumna melambat dan auranya mendadak mendung, akhirnya menghentikan langkah di depan pintu lift. Ia berbalik dan menatap Yumna dalam-dalam.

​"Kenapa kamu nggak puas gitu? Kamu nggak suka menu yang disiapkan Mahesa?"

​"Eh, bukan gitu, Mas. Cuma kepikiran aja..." Yumna mengibaskan tangannya, mencoba mengalihkan pembicaraannya. "Oh iya, Mas. Besok kan libur, aku boleh main ke tempat Ibu? Sudah kangen banget pulang ke rumah."

​Evander menyipitkan mata, tangannya masuk ke saku celana kainnya yang mahal.

"Sendiri?"

​"Hum," jawab Yumna singkat sambil mengangguk mantap. "Cuma sehari kok, Mas. Lagian kan aku butuh refreshing juga."

​Mendengar jawaban itu, ada sesuatu yang terasa mengganjal di dada Evander. Ia menatap Yumna yang nampak sangat antusias membayangkan pulang ke rumah ibunya.

​Kamu nggak ada keinginan buat ajak suamimu ini, Yumna? batin Evander bertanya-tanya.

​Ia merasa sedikit tersinggung, atau mungkin lebih tepatnya, merasa ditinggalkan. Padahal secara status mereka adalah suami istri, meski kontrak menjadi dasarnya. Namun, melihat Yumna yang tidak menyertakan namanya dalam rencana pulang ke rumah mertuanya itu membuat Evander merasa dirinya benar-benar hanya dianggap sebagai "pemberi gaji" di mata Yumna.

​"Kenapa harus sendiri? Kamu pikir saya tidak bisa diajak ke sana?" tanya Evander tiba-tiba, suaranya terdengar sedikit lebih berat.

​Yumna melongo. Ia menatap Evander dari atas ke bawah seolah pria itu baru saja bicara pakai bahasa alien. "Loh, Mas beneran mau? Mas yakin? Di rumah Ibu itu panas loh, Mas. Nggak ada AC sentral kayak di sini. Terus kalau makan ya di meja kayu biasa, bahkan kami lesehan di lantai, nggak ada pelayan yang nuangin wine. Yang ada paling Ibu nuangin teh anget manis."

​Evander mendengus tipis, mencoba menyembunyikan rasa gengsinya. "Saya bukan pangeran dari negeri dongeng yang tidak bisa menginjak tanah, Yumna. Kalau kamu mau pulang, saya yang akan antar. Besok saya kosongkan jadwal."

​Yumna berkedip berkali-kali. "Mas... serius? Ini bukan jebakan Batman kan?"

​"Makan siang dulu, baru kita bahas persiapannya," potong Evander sambil menarik lembut lengan Yumna masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.

​Di dalam lift, Yumna diam-diam melirik Evander. Ia membayangkan bagaimana hebohnya tetangga-tetangganya kalau melihat mobil mewah Evander parkir lama di depan halaman sempit rumah ibunya. Belum lagi reaksi ibunya melihat menantu "ajaibnya" yang gantengnya nggak masuk akal ini duduk lesehan.

​Sementara itu, Evander masih berkutat dengan pikirannya sendiri. Ia ingin tahu, seperti apa kehidupan Yumna sebelum bertemu dengannya. Dan yang paling penting, ia ingin memastikan tidak ada jejak-jejak Desta yang tersisa di rumah itu.

​Makan siang di ruangan Evander terasa jauh lebih hangat dari biasanya. Mahesa ternyata menyiapkan nasi rames spesial lengkap dengan kerupuk kaleng, mungkin atas instruksi rahasia Evander yang tahu selera "rakyat" istrinya.

​"Mas beneran nggak keberatan besok?" tanya Yumna di sela kunyahannya.

​"Saya sudah bilang ya, ya berarti ya," jawab Evander sambil menyesap kopinya. "Apa yang harus saya bawa untuk ibumu? Emas? Atau saya beli tanah di samping rumahnya untuk dijadikan taman?"

​Yumna hampir tersedak. "Ya ampun, Mas! Ibu saya itu bukan mau bangun dinasti! Cukup bawa buah-buahan atau martabak manis pas sore hari aja sudah seneng banget dia. Jangan aneh-aneh deh, nanti Ibu malah takut mau terima Mas masuk."

​Evander mencatat itu di otaknya. Buah dan martabak manis. Sangat sederhana bagi pria yang biasanya memberikan cek bernilai miliaran.

​Tiba-tiba pintu ruangan diketuk. Mahesa masuk dengan wajah serius. "Tuan, Nona Bianca ingin bertemu lagi. Katanya ada dokumen yang harus ditandatangani segera untuk pengadaan logistik divisi marketing."

​Evander melirik Yumna, lalu kembali ke Mahesa. "Suruh dia tinggalkan di meja depan. Saya sedang sibuk."

​"Tapi Tuan, Nona Bianca bilang ini sangat mendesak dan tidak bisa diwakili," tambah Mahesa ragu.

​Yumna yang melihat itu hanya tersenyum simpul. Ia tahu Bianca sedang mencoba cari perhatian. "Mas, temui aja. Aku mau ke toilet sebentar sekalian beresin tas. Habis itu kita lanjut bahas rencana besok ya."

​Begitu Yumna keluar, ia berpapasan dengan Bianca di lorong. Bianca menatap Yumna dengan senyum kemenangan yang tipis. "Evan memang selalu sibuk, tapi dia nggak pernah bisa nolak kalau soal urusan profesional sama aku."

​Yumna hanya membalas dengan senyuman yang jauh lebih manis. "Oh tentu, Mbak Bianca. Kerjaan emang penting. Tapi inget ya, Mbak... Mas Evan itu profesional di kantor, tapi kalau di rumah, dia itu pribadi yang sangat... 'manja' sama istrinya. Semangat ya kerjanya!"

​Yumna melenggang pergi, meninggalkan Bianca yang mukanya mendadak merah padam karena menahan geram.

​Di dalam kamar mandi karyawan (sengaja banget dia milih yang jauh, biar bisa tahu rencana si ulat keket), Yumna menyempatkan diri mencuci muka dan merapikan sedikit makeup-nya. Ia tidak sadar bahwa di balik pintu ruang kerja yang tertutup, "ulat keket" bernama Bianca itu sudah mulai melancarkan aksinya.

​Bianca masuk tanpa mengetuk, langkahnya anggun namun penuh maksud. Ia tidak duduk di kursi tamu, melainkan berjalan memutar hingga berdiri tepat di samping kursi kebesaran Evander.

​"Evan, dokumen ini benar-benar butuh tanda tanganmu sekarang. Tapi... kayaknya kamu lebih butuh istirahat ya? Kelihatan capek banget," suara Bianca merendah, jemarinya yang lentik dengan kuku merah menyala nyaris menyentuh bahu Evander.

​Evander sedikit menggeser kursinya, matanya tetap tertuju pada berkas di atas meja. "Letakkan saja di sana, Bianca. Saya akan periksa setelah makan siang saya selesai."

​"Makan siang?" Bianca melirik sisa nasi rames dan kerupuk kaleng di meja. Ia terkekeh sinis. "Sejak kapan seleramu jadi... serendah ini? Apa istri asistenmu itu yang meracuni lidahmu?"

​Evander mendongak, tatapannya sedingin kutub utara. "Lidah saya tidak teracuni, Bianca. Justru lidah saya baru saja menemukan rasa yang jujur. Ada masalah dengan itu?"

​Bianca tersentak, namun ia tidak menyerah. Ia justru semakin mendekat, mencondongkan tubuhnya hingga aroma parfum mahalnya menyeruak kuat. "Evan, kita sudah kenal sejak kecil. Aku tahu kamu bukan tipe pria yang bisa hidup dengan kepura-puraan seperti ini. Pernikahan ini... aku tahu ini hanya strategi. Kenapa tidak memilih seseorang yang selevel denganku? Seseorang yang mengerti duniamu?"

​Tangan Bianca perlahan merayap, hendak menyentuh kerah kemeja Evander yang sedikit terbuka.

​Cklek!

​Pintu terbuka tepat waktu. Yumna berdiri di sana dengan satu tangan di pinggang, memperhatikan pemandangan "ulat keket" yang sedang mencoba memanjat pohon jati itu.

​"Wah, cepat banget ya Mbak Bianca kerjanya. Baru ditinggal lima belas menit ke kamar mandi, progresnya sudah sampai ke kerah baju suami orang," celetuk Yumna tanpa dosa.

1
Bunda
seikat 🌹 untukmu kak,💪 berkarya😘
Mom_cgs: Makasih Kakak Say☺️🫰
total 1 replies
Bunda
akhirnya belah duren🤭🤭🤭
Mom_cgs: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
kheai🐝
akhirnyaagolll🤣
Mom_cgs: wkwkwk😄
total 1 replies
Bunda
jangan mimpi ketinggian,awas kalau jatuh sakit🤣🤣🤣🤣
Mom_cgs: Ck, masih pede aja tuh cecurut ya Kak😄
total 1 replies
Bunda
muka badak😂
Bunda
idihhhh,g tahu malu si desta
Mom_cgs: Defenisi si muka tembok itu Kak
total 1 replies
Bunda
nah gitu g usah panggil Mas😃
Bunda
jangan cari2 kesempatan ya mas van😃😃
Mom_cgs: Manfaatin banget nih Ceo😄
total 1 replies
Bunda
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mom_cgs: Ternodai harga diri ceo ya Kak😅
total 1 replies
kheai🐝
akhirnya pemirsa penasaran 😄
Mom_cgs: hahaha
total 1 replies
Bunda
seikat 🌹 dan 1 vote untuk pengantin baru kita/Angry//Angry//Angry/
Mom_cgs: Jangan lupa doanya Kak😄
total 1 replies
Bunda
sakit ya🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda
bilang aja masih gengsi😃😃😃
Mom_cgs: Gengsinya segede gaban itu Kak🤣
total 1 replies
Bunda
tetangga kepo😂😂😂
Mom_cgs: Defenisi tetangga pada umumnya ya Kak😄
total 1 replies
Kayla Callista
🤣🤣🤣tragedi aroma teraphi
Mom_cgs: Ada-ada aja si Yumna ini😄
total 1 replies
Kayla Callista
puas banget🤣🤣🤣🤣
Mom_cgs: Sama Kak😄
total 1 replies
Kayla Callista
🤣🤣bau kemewahan
Mom_cgs: Paket komplit itu Kak😄
total 1 replies
Bunda
nyimak🙏
Mom_cgs: Makasih Kak, lanjuut yaa☺️🫰
total 1 replies
Greenindya
desta pengen aku hantam kepalanya sampai copot deh daripada punya kepala tapi ga dipakai
Greenindya: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Shyfa Andira Rahmi
yayasan kucing terlantar🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!