Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
"Kalian tau nggak, kalau Pak Rangga batal menikah sama kekasihnya?" karyawan di caffe Rangga mulai bergosip.
"Haaa... Masa sih, tapi aku senang pak Pak Rangga tidak jadi menikah dengan kekasihnya,, perempuan itu sangat angkuh dan sombong, klau ke datang ke sini sombong banget."
"Kamu benar, klau wanita itu yang jadi istri pak Rangga, aku nggak tau karyawan di sini bisa tahan bekerja di sini, dengan melihat tingkah arogan istri pak Rangga."
"Ehhh.... Tapi dia nggak tau klau cafe ini milik pak Rangga loh, yang dia tau pak Rangga itu hanya kepercayaan aja di sini.
" Bener juga sih, pantas saja dia berani menikung saudaranya sendiri, dan membuang pak Rangga begitu saja, tanpa dia tau dia membuang berlian demi sebongkah batu apung."
Hahaha....
"He....! kerja kerja, pagi pagi sudah bergosip! " omel Dewi yang merasa sok berkuasa di cafe itu.
Semua karyawan berpencar memulai pekerjaan mereka masing-masing.
"Eh... Tapi kalian tau nggak, walau nggak jadi menikah sama kekasihnya, tapi pak Rangga tetap menikah loh sama sepupu mantan kekasihnya Pak Rangga, orangnya cantik banget, dia juga orang yang baik dan sangat sopan." ujar seseorang yang melirik sinis ke arah Dewi, karena mereka tau Dewi dari dulu memang suka mencari perhatian kepada Rangga, dan juga merasa orang yang di percaya oleh Rangga, karena abang Dewi adalah sahabat Rangga.
"Benarkah, kamu tau dari mana? " kepo teman temanya.
"Dari mama ku, kan mama aku datang ke pernikahan mereka, kami masih satu daerah, walau tidak terlalu dekat." jawab karyawan Rangga.
"Wahhh.... Aku jadi penasaran sama istri pak Rangga, semoga apa yang kamu ucapkan benar." senang yang lain.
Dewi mendengar obrolan itu semakin kesal, tangannya mengepal menahan kesal.
"Kalian ini nggak tau bahasa manusia ya, di bilang suruh kerja malah masih menggosip di sana, apa kalian mau di potong gajinya! " bentak Dewi marah.
"Apa sih mbak, walau kita ngobrol, tapi tangan kami tetap kerja kok, nggak kaya mbak, dari tadi nggak ngapa ngapain, hanya sibuk sama penampilan aja." seru Ita yang memang paling berani di antara teman temannya.
"Loe...!" pekik Dewi menunjuk tajam ke arah Ita.
"Udah mbak, nggak usah marah marah nggak jelas deh, kerjain aja kerjaan mbak sendiri, kami juga ngerjain kerjaan kami, nggak usah sok paling berkuasa di sini, kita ini sama sama karyawan kok, sama sama cari uang di sini." ujar Ita pedas.
Dewi hanya bisa menghentakkan kaki kesal, lalu kembali ke meja kasir, dia tidak bisa berkata kata lagi, Dewi selalu kalah klau melawan Ita, dan dia pun tidak bisa membuat Ita keluar dari cafe itu, entah kenapa setiap dia mengadu kepada Rangga, Rangga tidak pernah menggubrisnya, justru Rangga berkata "Selama kerjaannya rapi dan bertanggung jawab, dan tidak merugikan cafe, biarkan saja."
"Jadi orang kok carmuk mulu, depan bos sok sibuk, tapi di belakang bos nggak mau kerja." cibir Ita, yang mana membuat teman temannya menahan tawa melihat Dewi yang habis di kuliti oleh Ita.
"Mampus biar tau rasa." gumam yang lain.
Sementara di tempat lain, Kayla yang baru masuk kerja di sambut baik oleh teman temannya.
"Agggkkkk.... Akhirnya loe masuk kerja juga." senang Renata memeluk sahabat baiknya itu.
Kayla terkekeh lalu membalas pemelukan sabahatnya itu.
"Iya dong, udah kangen gue sama loe." kekeh Kayla.
Renata hanya mencibir kan bibirnya.
"Gimana? apakah Rangga memperlakukan loe baik? " tanya Renata penasaran.
Kayla tersenyum dan menganggukan kepalanya, "Mmm... Sangat baik malah." jawab Kayla mantap.
"Syukurlah, gue lega jadinya." ucap Renata.
"Haiii... Pengantin baru."
"Selamat ya, semoga rumah tangganya langgeng." ucap teman teman kerja Kayla menyambut Kayla Yang baru masuk kerja.
"Makasih ya." jawab Kayla dengan senyum manisnya.
"Gimana butik selama aku tinggal? " tanya Kayla kepada teman temannya itu.
"Alhamdulillah.... Beberapa hari ini butik kita rame banget, bahkan kita sangat keteteran sama permintaan customer." ucap teman kerja Kayla berbinar bahagia.
"Benar Kay, kita lagi sangat sangat sibuk saat ini, dan ada beberapa orang yang minta kamu lansung yang merancang gaun mereka, katanya klau loe masuk lansung minta di hubungi." ujar Renata.
"Syukurlah, butik kita makin lancar, apa semua bisa di Handel, apa perlu kita menambah penjahit? " tanya Kayla dan Renata memang lah owner butik K&R itu, mereka bekerjasama dari semenjak duduk di bangku kuliah, dari awal mempunyai tempat kecil dan kini butik itu sudah menjadi besar dan di kenal banyak orang, namun tidak satu orang pun yang tau klau Kayla dan Renata yang punya butik itu selain karyawan mereka.
"Untuk sementara masih bisa di handel sama penjahit kita, walau mereka sampai lembur, tapi mereka sangat senang." ujar Renata.
"Baiklah kalau gitu." ucap Kayla meletakkan tas dan berkas dan beberapa map di atas meja kerjanya.
"Ini laporan pemasukan dan pengeluaran kita bulan ini, alhamdulillah keuntungan kita bulan ini naik dia kali lipat dari bulan bulan sebelumnya." ucap Renata memberikan laporan keuangan kepada Kayla dan lansung di periksa oleh Kayla.
"Alhamdulillah.... Ini hasil kerja keras kita semua." ucap Kayla tersenyum penuh syukur.
"Lusa gajian karyawan, jangan lupa lemburan dan bonus mereka di keluarkan." ucap Kayla.
"Siiippp.... Mereka pasti senang." kekeh Renata membayangkan wajah wajah bahagia karyawannya.
"Ohhh.... Iya, hari ini gue mau traktir anak anak makan di cafe Nusantara." ucap Kayla.
"Wahhh.... Mantap tuh, nanti gue sampaikan sama anak anak." ujar Renata penuh semangat, keluar dari ruangan Kayla, dia tau gadis itu akan memulai pekerjaannya.
Setelah sahabatnya keluar, Kayla mengeluarkan bingkai foto mendiang orang tuanya.
"Ayah ibu, apa kabar kalian, Kay kangen kalian." gumam Kayla mengusap sayang wajah orang tuanya yang ada di foto itu.
"Ibu Ayah, sekarang impian Kay sudah tercapai, ingin menjadi desainer dan mempunyai butik yang terkenal, kalian pasti senang kan? " gumam Kayla lagi.
Setelah puas memandangi foto orang tuanya , Kayla mulai membuat rancangan baju dengan sangat serius.
Ting....
Satu pesan masuk ke dalam WA Kayla.
Suami baik
Nama itu tertera di layar HP Kayla.
Kayla tersenyum melihat isi pesan dari sang suami, yang memberi tahu kan klau dia sudah berada di tempat kerjaannya, dan juga berpesan agar Kayla tidak terlambat untuk makan siang.
Kayla pun membalas pesan sang suami yang juga tidak kalah perhatiannya.
Bersambung.....
nah gt dong damai itu kan indah😍
semangat💪