NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Siang terasa terik di Bandung, namun dengan angin sepoi-sepoi terbang menjadikan udara nampak sejuk.

Keduanya setelah berbicara di Braga bersama dengan Bonar Salim, Arga yang menyadari ada sesuatu yang salah dengan Rania.

"Rania...," panggil Arga dengan lirih.

Rania menoleh ke samping dan tersenyum, Arga menanyakan sebenarnya apa yang terjadi.

Jawaban Rania hanya menggelengkan kepala, dan tersenyum.

"Wajahmu pucat," ucap Arga.

Rania hanya menggelengkan kepalanya, dan dirinya sekali lagi berusaha menyembunyikan apa yang ada di pikirannya.

"Nggak apa-apa, Mas."

Rania tersenyum sambil mengandeng tangan Arga, lalu Arga melingkarkan tangan di pinggang ramping milik istrinya.

"Maaf," suara Arga berbicara.

Rania berjalan di samping Arga, lalu menoleh kepada sang suami dan menatapnya.

"Kenapa kamu tiba-tiba minta maaf, Mas?" tanya Rania.

Arga menghela napas, keduanya masih tetap berjalan bersama menyusuri jalanan Braga.

"Kamu masih trauma ama masa lalu, terutama dengan kehadiran Bonar yang tiba-tiba."

"Maaf ya," lanjut Arga.

Rania hanya menggeleng dan tersenyum, lalu tangannya semakin erat mengandeng tangan suaminya.

"Kamu bilang sendiri...Masa lalu biarlah masa lalu," jawab Rania dengan tersenyum.

Nampak baik Arga maupun Rania begitu mesra, rupanya Rania sudah melupakan traumanya---meski kadang Rania masih belum bisa menerima perilaku Arga yang intim.

Waktu tadi di Cafe, Arga membelai pahanya dengan refleks tangan Rania langsung menepisnya.

Rania merasa jika belum siap untuk melakukan hubungan badan dengan Arga, meski di sisi lain baik eyang Kartika ataupun Dian Prananda terus menagih selimut malam pertama yang belum di berikan.

"Sudahlah ayo kita ke Paris Van Java," ajak Arga mengandeng tangan Rania.

Keduanya menaiki mobil menuju Paris Van Java, sementara Bonar melihat Arga dan Rania menaiki mobil lalu menelepon seseorang.

"Hallo, saya mau kamu cari tahu soal Rania."

Bonar langsung mematikan telepon, pria yang amat gila---Rania sudah bersuami kenapa masih penasaran pada wanita yang sudah bersuami.

Padahal dirinya adalah seorang Dokter, dan kenapa tak mencari gadis lain yang masih 'single' malah mengejar istri orang.

Setelah dari jalan Braga, Arga mengajak Rania singgah di Paris Van Java siang ini.

Suasananya ramai dengan anak sekolah dan kuliahan yang sedang berpacaran, musik mengalun pelan di sertai derap langkah pengunjung yang berseliweran.

Tak lupa ada satu keluarga mengajak anaknya.

Di antara keramaian itu, Rania tampak lebih santai---Tangannya masih setia mengandeng tangan suaminya.

Keduanya berjalan bergandengan tangan sesekali saling menatap, terlihat seperti orang pacaran dan begitulah rasanya.

Beberapa pasang mata menatap Rania dan Arga yang sedang jalan berdua dengan mesra.

Ada yang tersenyum dan ada juga yang memandang iri.

Namun, baik Arga dan Rania keduanya nampak tak peduli.

Karena Rania dan Arga tengah menikmati keromatisan mereka tanpa beban.

"Mas, ayo aku traktir es krim," ajak Rania masih setia mengandeng tangan Arga.

Arga mengangkat alisnya dengan tatapan heran, "emang foto kamu kemarin udah laku?" tanya Arga.

"Iya," Rania tersenyum sambil mengangguk kecil.

"Doa suami emang mujarab ya," ujar Rania dengan nada mengejek.

Arga yang semakin gemas dan merangkul Rania, "kamu tuh bisa aja," ujar Arga dengan gemas.

Arga merasa bahagia, dirinya bisa mengenal Rania yang sederhana---berbeda jauh dulu saat bersama Karin.

Mereka bergandengan tangan menuju stand es krim, keduanya memesan rasa Vanila.

Es krim datang keduanya lanjut berjalan mencari tempat duduk, Arga memperhatikan dengan seksama.

"Kamu suka Vanila?" tanya Arga.

Rania hanya menganggukkan kepala, lalu Rania melihat mulut Arga belepotan dengan es krim.

Dan secara perhatian Rania mengelap ujung bibir suaminya.

"Kamu makan suka belepotan yaa?" tanya Rania yang masih mengelap ujung bibirnya.

Arga kali ini yang mengangguk pelan.

Mereka duduk di bangku, menikmati es krim sambil mengamati orang lalu-lalang, tak ada obrolan yang berat.

Keduanya hanya mengobrol ringan, hanya untuk mengenal satu sama lain.

Dari kejauhan ada sepasang mata melihat keduanya dengan tatapan iri, seolah ingin merenggut kebahagian yang sudah di dapat keduanya.

"Kamu suka rasa Vanila dan kopi kamu capucino?" tanya Arga.

"Iya," jawab Rania singkat.

Mendengar itu Arga tersenyum, dan menyimpannya di dalam hati. Karena dirinya ingin tahu apa yang Rania suka dan apa yang Rania tak suka.

Jujur, saja Arga harus mendapatkan hati Rania sebelum dirinya pergi ke pekerjaannya sebagai supervisor selama dua bulan.

Setelah dua bulan, baru dirinya mendapatkan libur sebulan---hanya sebulan Arga dapat menghabiskan waktu bersama istrinya.

Rania tersenyum hari ini.

Sementara Arga dulu mengingat selama berpacaran dengan Karin, malah tak ada kebahagian---dulu waktu SMA Karin sangat senang memfitnah Rania.

Setiap hari ada saja, keinginan Karin untuk membully Rania---dan sialnya dulu Arga malah terprovokasi, setiap Arga membully Rania pikirannya tak bisa lepas dari gadis ini.

"Kamu mikirin Rania lagi! Si cewek kumel itu!" marah Karin.

"Kamu tuh kenapa sih selalu mikirin Rania mulu, udahlah Rania nggak ngapa-ngapain!" bentak Arga melihat tingkah Karin.

"Kamu kok jadi belain dia, apa jangan-jangan kamu suka ya ama dia," marah Karin.

Kenangan dirinya berkelahi dengan Karin masih terlintas jelas, sungguh sekarang Arga malah menuai karmanya.

Arga selama kuliah yang entah rasa bersalah atau cinta selalu memikirkan Rania, sementara Rania sudah bersumpah sejak dulu agar menjauh dari orang-orang yang menoreh trauma padanya.

Tapi kali ini takdir di luar dugaan.

Dirinya menikah dengan pembully-nya di masa lalu, dan tadi dirinya bertemu dengan Bonar Salim-----Rania belajar menerima keadaan.

"Aku akan menerima Arga asal dia mengizinkan aku tetap melakukan hobi dan pekerjaanku, itu saja cukup."

Rania tersenyum sambil makan es krim, di Paris Van Java disana ada bunga dan air mancur----menambah kesan keduanya yang romantis.

Rania menyambar lengan Arga yang melamun.

"Jangan melamun Mas, nanti kesambet."

Rania memeluk Arga yang lagi makan es krim, dan Arga merangkul bahu istrinya sambil bercanda mengoleskan es krim di pipi Rania, lalu menjilatnya.

*

1
Dias Larasss
kok lama bgt Thor up nya, kangen rania😌
Putri Sabina: maaf ya kemarin lagi renov rumah🤭 ttp komen ya kak biar author update sehari satu bab, janji dehh🙏
total 1 replies
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!