NovelToon NovelToon
Pilot'S Barbaric Triplets

Pilot'S Barbaric Triplets

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Konglomerat berpura-pura miskin / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Office Romance
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💞💞Ini kisah remaja si triple dari "Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan"💞💞

______________________________________________

"Akankah 'Pilot's Barbaric Triplets' terbang tinggi, atau jatuh berkeping-keping ketika identitas mereka terungkap?

Alvaro Alexio Nugroho (Varo): di mata dunia, ia adalah pewaris ketenangan sang pilot Nathan. Namun, di balik senyumnya, Varo menyimpan pikiran setajam pisau, selalu selangkah lebih maju dari dua saudara kembarnya. Ia sangat protektif pada Cia.

Alvano Alexio Nugroho (Vano): dengan pesonanya memikat, melindungi saudara-saudaranya dengan caranya sendiri. Ia juga sangat menyayangi Cia.

Alicia Alexio Nugroho (Cia): Ia mendominasi jiwa Bar-bar sang ibunya Ratu, ia tak kenal rasa takut, ceplas-ceplos dan juga bisa sangat manja di saat-saat tertentu pada keluarganya namun siap membela orang yang dicintai.

Terlahir sebagai pewaris dari dua keluarga kaya raya dan terkenal, triplets malah merendahkan kehidupan normal remaja pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab32

Sementara Cia tengah mengerutu kesal di kamarnya, suasana yang berbeda justru tercipta di kamar kembarannya.

Vano dan Varo sudah terjaga sejak mentari belum menampakkan diri. Mereka bahkan sudah siap dengan seragam sekolah yang licin dan rapi. Bagi mereka, bangun pagi bukanlah masalah besar. Cia saja yang selalu membuat drama di pagi hari.

Sepertinya Vano dan Varo mengikuti jejak Papa mereka, Nathan, yang selalu disiplin bangun pagi mengingat profesinya sebagai seorang pilot. Sementara Cia, tampaknya mewarisi sifat Mama mereka, Ratu, yang bar-bar dan sulit dibangunkan pagi. Cia memang plek-ketiplek Ratu muda!

Vano selalu bangun dengan tenang dan dingin, mempersiapkan diri dengan efisien dan tanpa banyak bicara. Ia menyisir rambutnya dengan rapi, mengenakan seragam sekolahnya dengan sempurna, dan memeriksa penampilannya di cermin dengan teliti. Ia selalu ingin terlihat sempurna, baik di dalam maupun di luar.

Varo, sebaliknya, selalu bangun dengan ceria dan bersemangat. Ia menyanyikan lagu-lagu favoritnya dengan keras, menari-nari di depan cermin, dan membuat lelucon-lelucon yang menggelikan. Ia selalu ingin membuat semua orang tertawa, termasuk dirinya sendiri.

Setelah selesai bersiap-siap, Vano dan Varo bertemu di depan kamar Cia. Mereka berdua saling pandang lalu tersenyum geli membayangkan wajah kusut Cia yang sedang mengerutu tak karuan di dalam sana.

"Gue tebak, Mama pasti sudah mengamuk di dalam," ujar Varo, sambil terkekeh pelan.

"Pasti. Cia memang tidak pernah berubah," balas Vano, menggelengkan kepalanya dengan pelan.

"Ayo kita tunggu di meja makan aja, jangan sampai singa betina kecil itu mengamuk melihat kita di sini!" kekeh Varo.

"Hm! Sebentar lagi dia juga keluar," tambah Vano.

Varo mengangguk setuju. Mereka berdua gegas menuruni tangga menuju ruang makan. Di sana sudah ada Ratu, Alisa dan juga Anggara sang Opa yang terlihat sibuk dengan tabletnya.

"Pagi semua!" sapa Varo ceria seperti biasanya.

"Pagi, Sayang! Apa adik kalian belum juga siap?" tanya Oma Alisa dengan senyum hangatnya.

"Bisa Oma putri tidur!" sahut Varo dengan candaannya.

"Sebelah dua belas sama Mamanya!" timpal Anggra sambil menyimpan tabletnya tersenyum jahil pada Ratu yang kini menatapnya tajam.

"Daddy!" protes Ratu dengan wajah cemberut rahasianya dibongkar di depan anak-anaknya.

"Wah benarkah Opa? Mama dulu juga susah bangun tidur? cetus Varo antusias seolah menemukan kartu as sang mama.

Anggara mengangguk membenarkan, "Pantas aja! ternyata Cia mewarisi semua itu dari Mam?" sindir Varo dengan senyum jahilnya.

Semua orang ikut tertawa melihat wajah masam Ratu karena aibnya terbongkar.

Tak lama kemudian, Cia muncul. "Pagi Ma! Opa Oma! Kak!" sapa Cia lesu dengan wajah masih memberengut.

"Lama banget sih, Cia. Kita sudah nungguin dari tadi," tegur Varo, sambil terkekeh pelan.

"Iya nih, kayak putri tidur aja, yang lagi nungguin sang pangeran datang untuk membangunnya!" timpal Vano, ikut-ikutan menggoda.

Cia mendelik ke arah kedua kakaknya. "Apaan sih kalian?" balas Cia kesal.

"Ha ha! Kalem, Cia. Kita kan cuma bercanda," ujar Varo, sambil merangkul bahu Cia.

"Iya, nggak usah marah-marah gitu. Nanti cantiknya hilang," timpal Vano, mengedipkan matanya ke arah Cia.

Cia mendengus kesal, namun ia tak bisa menahan senyumnya. Ia tahu, kedua kakaknya hanya menggodanya.

"Sudah, cepat sarapan kalian bisa telat jika terus berdebat!" tegas Ratu dengan nada penuh kasih sayang.

"Siap, Ma," jawab Cia, Vano, dan Varo serempak.

Akhirnya mereka semua sarapan dalam senyap tanpa suara. Tak butuh waktu lama mereka semua selesai dengan sarapannya.

Tripe langsung pamit pada Ratu dan Opa dan Oma ya.

"Belajar yang rajin ya. Jangan bikin masalah di sekolah," pesan Ratu, mengingatkan mereka.

"Siap, Ma," jawab Cia, Vano, dan Varo serempak.

"Hati-hati di jalan," pesan Ratu sekali lagi.

"Siap, Ma," jawab ketiganya.

Ratu mencium pipi mereka satu per satu dan tak lupa ia selalu mengingatkan mereka untuk pulang tepat waktu.

Triple tersenyum manis, membalas ciuman Ratu dan berpamitan untuk berangkat ke sekolah. Mereka berjalan keluar dari mansion, menuju hari yang penuh dengan tantangan dan mungkin bahaya.

Mereka tahu, mereka harus tetap waspada dan berhati-hati. Karena di balik senyum dan sapaan hangat Ratu, tersimpan kekuatan dan kewaspadaan yang tak terduga. Mereka harus memainkan peran mereka dengan sempurna, agar tidak membangkitkan kecurigaan Ratu.

Saat mereka melaju keluar dari gerbang mansion, masing-masing mengendarai motor kebanggaan mereka, The Silent Triple membaur ke dalam hiruk pikuk lalu lintas pagi.

Cia, dengan motor metik merah menyalanya, membelah jalanan dengan lincah. Vano dan Varo, dengan motor sport mereka yang gagah, mengiringi Cia dari samping, bagai pengawal pribadi yang setia. Mereka menikmati hembusan angin pagi yang menyegarkan, seolah melupakan sejenak misi berbahaya yang menanti malam nanti.

Di sebuah persimpangan jalan yang mengarah ke SMA Garuda, tiba-tiba mereka melihat seorang siswi berlari tergesa-gesa menuju sekolah. Rambutnya yang panjang berkibar-kibar tertiup angin, wajahnya terlihat panik dan khawatir. The Silent Triple langsung mengenali sosok itu.

"Senja?!" seru mereka bertiga serempak, dengan nada terkejut.

Tanpa banyak bertanya, Cia langsung menghentikan motornya di pinggir jalan. Vano dan Varo mengikuti dari belakang, memasang ekspresi prihatin. Mereka tahu, Senja adalah siswi yang baik dan rajin. Pasti ada sesuatu yang penting yang membuatnya terlambat.

"Senja, kenapa lo lari-lari seperti ini? Ada apa?" tanya Cia dengan nada khawatir.

Senja berhenti berlari, terengah-engah mengatur napas. Ia menatap Cia, Vano, dan Varo dengan tatapan penuh rasa syukur.

"Cia, gue ... terlambat bangun dan gue takut dihukum Bu Fani," jawab Senja menyembunyikan kebenaran yang sebenarnya dengan nada panik.

Cia tersenyum lembut. Ia tahu betul bagaimana galaknya Bu Fani, guru BK yang terkenal disiplin dan tak kenal ampun itu.

"Tenang, Saja gue pastikan kita tidak akan telat hari ini. Ayo cepat naik! Kita ke sekolah bareng," ujar Cia dengan yakin.

Senja tersenyum lega. "Benarkah? Makasih banyak, Cia," ucapnya tulus, senyum lega terukir dibibir tipisnya.

Tanpa membuang waktu, Senja langsung naik ke motor Cia dan duduk di boncengan. Cia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, namun tetap hati-hati. Ia tidak ingin melihat Senja terlibat masalah sedikit banyak ia dan dua saudara kembarnya tahu kehidupan senja yang diam-diam mereka selidik.

Senja memeluk tubuh ramping Cia dengan erat dengan terus melafalkan doa-doa biar mereka sampai dengan selamat tepat waktu. Vano dan Varo mengikuti dari belakang, mengawal mereka hingga sampai di depan gerbang SMA Garuda.

Ketiga motor ini terparkir mulus di area parkir yang tersedia, dan tepat saat itu juga, bel pertanda pelajaran pertama di mulai berbunyi nyaring, menggema di seluruh penjuru sekolah. Cia, Vano, Varo, dan Senja menghela napas lega. Setidaknya, mereka tidak terlambat.

Gegas mereka berjalan terpisah, Vano dan senja menyusuri koridor memuja kelas IPA. Sedangkan Varo dan Cia menuju ke kelas IPS.

"Hampir saja kita harus manjat tembok dan kemungkinan tak akan lolos dari radarnya Bu Fani," kekeh Varo, sambil menyeka keringat di dahinya.

"Iya, untung aja. Kalau tidak, kita pasti sudah dihukum membersihkan toilet, selama satu minggu!" timpal Cia, sambil bergidik ngeri.

Bersambung ....

1
Ariany Sudjana
owh papa viona hanya asisten CEO? baru begitu saja sudah sombong, berarti kalah kelas dong dibanding anak-anak owner 😄
Azizah Sby
seneng dgn novel kyk bgini ank muda pinter .dan berjiwa ksatria... ada bumbu cinta dan deg degan Dlm mnjlnkn misi . good author
Tri Rahayuningsih
kesel jg jadi ratu ya...
yg disini kalang kabut yg disana tenang tenang saja😄
Dwie Artum
jangan lma" up nya kk.lgi seru"nya ini.
Dwie Artum
double upny kk.🙏🙏
Tri Rahayuningsih
pria bertopeng itu pasti Aksa..
waah mereka emang berjodoh ya😄
riniandara
siap
riniandara
siap Kak!
Dwie Artum
lanjut lg kk🙏🙏
Muft Smoker
lanjuut kaaak ,,
Muft Smoker
dtggu next episode ny yx ,,
Muft Smoker
dtggu next episode ny kak author ,,. sehat2 selalu
Muft Smoker
dtggu next bab ny yx kak, ,,
suka banget ma story ny kk
Muft Smoker
gx usah di ladenin cia ,, yg km hadapi cuma segerombolan ondel2 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
beda level sama km
Muft Smoker
waah waah ad yg cemburu nii ,,
🤭🤭

kak dtggu next bab ny yx ,,
cerita ny baguuuus ,,
Surya
ya Thor lebih tegas lagi Cianya
Surya
lanjut kak keren banget ceritanya
Juli Restiarini
lanjutnya jangan lama2 lgi seru ni
riniandara: mohon maaf belum bisa up rutin karena, author lagi berduka ayah author meninggal dunia.
total 1 replies
Surya
Cerita yang menarik untuk di baca.. karakter yang kuat aku sih suka kak terima kasih
Surya
Varo kebagian juga, aku mu juga dong di angkat jadi cucunya Opa Anggara/Facepalm//Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!