NovelToon NovelToon
Dipaksa Jadi Yang Kedua

Dipaksa Jadi Yang Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: heni

Keinginan Zella, dia ingin tetap menjalani kehidupan tenang dan damainya dengan status janda. Namun hal itu terbentur oleh keadaan yang memaksanya harus menjadi istri kedua pria yang tak dia kenal. Zella dipaksa keadaan masuk dalam rumah tangga orang lain.

Hal ini sangat Zella benci, biduk rumah tangganya dulu hancur karena orang ketiga, namun kini dirinya malah jadi yang ketiga. tapi Zella tak berdaya menolak keadaan ini.

Akankah kehidupan damai berpoligami bisa Zella jalani dengan keluarga barunya? Ataukah malah masuk ke dalam sebuah neraka yang tak berdasar? Ataukah ada keajaiban yang membuka jalan pilihan lain untuk Zella, agar tak masuk dalam paksaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Mahar

Rayhan dan Rihana adalah anak Abi yang lahir dari pernikahan pertamanya dengan mendiang Fatma. Kedua anak itu tak mau lagi tinggal serumah dengan Abi sejak ibu mereka tiada 2 tahun yang lalu. Rihana memilih tinggal di asrama agar fokus dengan sekolahnya, saat libur dia pulang ke rumah Neneknya. Sedang Rayhan diasuh oleh Melvita, ibu Abi.

Abi tak mempermasalahkan pilihan anaknya, karena dirinya saja tak becus merawat diri sendiri. Asal anaknya bahagia, Abi mengikhlaskan kedua anaknya ikut neneknya. Bukan rahasia lagi jika kedua anak Abi tak menyukai Abi dan Anjani. Mereka malas datang ke kediaman Abi. Menyapa Ayah mereka saja, mereka enggan.

Melihat bagaimana respon Rihana saat melihat Zella, tentu membuat semua orang yang menyaksikan itu terkejut. Rihana juga dikenal tak mudah akrab dengan orang-orang. Dia suka menyendiri dan menghindari pertemanan.

"Kok tante ada di sini?" Rihana turun dari mobil dan berjalan mendekati Zella.

Abi menatap keheranan pada putrinya, bagaimana bisa Rihana terlihat akrab dengan Zella. Sedang tak jauh darinya, Zella menyambut Rihana dengan senyum ramahnya.

"Tante nggak tahu apakah tante punya kesempatan untuk bercerita. Sangat rumit bagiku untuk menjelaskan." Sejenak Zella memandangi orang-orang disekitarnya yang menatap dirinya dan Rihana.

"Ada yang salah dengan kami berdua?" tanya Zella pada mereka semua.

"Um ... tidak ada yang salah. Hanya saja kami terkejut bagaimana Rihana mengenalmu. Sedang cucuku ini orangnya sangat tertutup." sahut Melvita.

"Apa? Cucu?" Zella sangat syok mengetahui kalau anak remaja yang ditemuinya tadi siang adalah anak dari calon suaminya. "Astaghfirullah hal A'dziim ...." Zella mengeluss dadanya berulang kali.

"Memangnya kenapa tante?" tanya Rihana.

"Definisi ucapan adalah do'a," ucap Zella lemas.

"Hah? Aku masih nggak ngerti!" Rihana memandangi semua orang bergantian.

"Wanita di depan kamu itu adalah calon istri baru Ayahmu," sela Melvita.

"Maaf ...." Zella menatap sayu pada gadis itu. "Pertemuan kita sebelumnya tak ada maksud apa-apa. Terserah kamu mau percaya atau tidak."

Rihana mundur selangkah menjauh dari Zella. Kini dia mengerti maksud perkataan Zella 'Ucapan adalah do'a, karena sebelumnya Zella mengaku sebagai bundanya untuk menyelamatkan harga dirinya dari pegawai menyebalkan itu.

Sedang di sisi lain, Anjani merasa dadanya terbakar. Bagaimana bisa Rihana bersikap baik pada Zella, sedang Rihana tak pernah menyapanya apalagi bersikap baik. Yang jelas hanya penolakan dan sindiran dari anak sambungnya itu.

Arumi sangat mengerti apa yang Kakaknya rasa saat ini. Dia mendekati Kakaknya dan mengelus lembut pundak Kakaknya.

Melvita mendekati cucunya yang terlihat kecewa pada Zella. "Kamu nenek paksa kemari karena hal ini. Ibu Anjani tak bisa menjaga Ayahmu, sebab itu dia meminta Ayahmu untuk menikah lagi, dan Ibu Zella yang akan menjadi ibu kedua bagi kamu."

"Terserah kalian! Aku dan Raihan masih kecil, tak bisa berkomentar juga" Rihana berjalan mendekati adik lelakinya. "Ayok kita main ke taman aja dek!"

"Nenek, aku boleh main sama Kakak ke taman?" tanya Rayhan pada sang nenek.

"Tentu saja boleh, kepulangan kalian bagi Ayah sudah sangat istimewa," sahut Abi.

"Nenek ...." Rayhan menunggu izin dari Neneknya.

"Iya boleh sayang. Nanti nenek minta mbak buat anterin cemilan buat kalian."

Kakak beradik itu berjalan riang kearah taman yang ada di samping rumah. Sedang semua orang dewasa berjalan bersama menuju ruang makan. Walau kursi roda Anjani dilengkapi tuas pengendali, namun Arumi tetap mendorong kursi roda itu. Sedang posisi abi berada paling depan, dia meluncur dengan kursi rodanya memimpin semua orang.

Makanan yang tersaji dimasak khusus oleh chef restoran dan disajikan oleh para pelayan restoran itu pula. Mereka semua mulai menikmati makanan yang tersedia. Sesekali obrolan santai mereka memecah ketegangan yang ada.

"Zella."

Merasa namanya dipanggil, Zella menoleh kesumber suara itu. "Iya, saya bu."

"Sudah putuskan kapan akad akan dilangsungkan?" tanya Melvita.

"Saya ikut keputusan Pak Abi dan mbak Anjani saja,"

"Wait ... Pak? Bapak?" Abi keberatan Zella memanggilnya dengan sebutan 'Bapak', "apa saya terlihat tua??"

"Saya tidak tahu harus memanggil Anda dengan sebutan apa. Panggilan 'pak' bagi saya itu yang lebih sopan!" sahut Zella tegas.

"Saya keberatan!" protes Abi.

"Kenapa keberatan? Anda menuntut dipanggil 'sayang' gitu??" balas Zella.

Brusssh!!

Arumi tak sengaja menyemburkan air yang baru saja dia minum. Sungguh perkataan Zella membuatnya terkejut.

Melvita berusaha santai, walau batinnya menggerutu. Waw, wanita ini sangat berani, berbeda dari Fatma dan Anjani. Apakah dia mudah diajak bergabung ke kubu ku?

Abi menggeretakan gigi-giginya. Entah kenapa Zella sangat mudah mempermainkan tekanan darahnya. Rasanya sangat rentan hipertensi jika berbicara dengan calon istri barunya.

"Ehem!" Melvita berusaha mencairkan keadaan. "Zella, untuk mahar bagaimana? Kamu ada permintaan?"

"Mahar juga terserah kalian. Beri apa yang tak memberatkan kalian, tapi juga tidak merendahkanku," sahut Zella.

"Bisa minta yang jelas aja?? Jangan membuat kami memikirkan ukuran dari jawabanmu itu!" protes Abi.

"Apa yang mudah bagi kalian, berikanlah. Ada kah suatu dari kata-kataku barusan kalau aku mempersulit?"

Kekesalan Abi semakin bertambah. Dia meletakan sendok di sisi piringnya dengan perasaan kesal. "Belum nikah sudah gini!" gerutunya.

"Kalau keberatan ya batalkan saja!" tantang Zella.

Raut wajah Arumi dan Anjani seketika panik mendengar hal barusan.

"Bukankah aku hanya diharuskan menerima tawaran kalian menjadi istri muda PAK ABI??" zella menyebut Abi dengan penuh penekanan.

"Memang apa yang ditawarkan Anjani padamu, sehingga kamu menerima tawarannya?" tanya Melvita.

"Tawaran mbak Anjani adalah sesuatu yang tak bisa ku tolak," sahut Zella sopan.

"Apa itu??" sela Abi. "Rumah? Mobil? Uang ratusan juta atau milyaran??" nada bicara Abi sangat meledek.

"Lebih dari itu, dan tak ternilai!" jawab Zella tegas. "Jadi jika Anda tak suka saya, saya telah menyelesaikan kesepakatan kami, karena kesepakatan kami hanya kebersediaanku menjadi yang kedua. Itu saja. Urusan lanjut nikah atau tidak itu bukan urusanku."

Anjani dan Arumi sama-sama bungkam. Karena perkataan Zella benar adanya. Jika Abi membatalkan dan menolak Zella itu bukan salah Zella.

"Jangan mempersulit dirimu, jika kamu tak suka atau tak nyaman denganku. Minta istrimu untuk ganti calon!" ucap Zella lagi.

Obrolan semua orang dewasa itu didengar oleh gadis remaja yang sejak tadi menguping pembicaraan orang-orang dewasa itu. Dia menatap sedih kearah Zella.

Ternyata tante itu juga tak ingin menjadi istri Ayah. Aku sudah salah faham dengan tante Zella.

"Kak, tante itu keren ya! Berani buat Ayah marah!" ucap anak kecil di sampingnya.

"Reyhan ... jangan keras-keras bicaranya, ntar kita ketahuan kalau nguping!" bisik Rihana pada adiknya yang berusia 5 tahun itu.

Rihana ingin menajamkan pendengarannya lagi, bersiap lanjut menguping. Namun saat melihat Asisten yang menjaga Rayhan selama ini berjalan kearah mereka dengan nampan berisi penuh cemilan, Rihana langsung menggendong adiknya dan pergi dari tempat itu sebelum ada yang melihat mereka di sana.

1
Ma Em
Semangat Thor semoga menjadi yg terbaik dan selalu mendapatkan rating 🤲🤲🤲.
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: Aamiin, makasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!