Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berhalusinasi atau mimpi
" Nyo..! "
" Menyingkir dari hadapan ku! Atau ku patahkan, tulang rusuk mu.? " ucap wanita itu, dengan marah. dan tatapan tajamnya.
matanya berkilat dingin! menatap ke arah dokternya.
Kepala pelayan, nampak sangat terkejut. entah apa yang sudah terjadi dengan nyonya-nya, yang terkenal baik hati, polos! dan penurut itu.
" Nyo~nyonya, anda. bicara apa? Tolong kembali ke tempat tidur.! anda baru saja siuman, tidak boleh banyak bergerak dulu. Biarkan dokter, memeriksa kondisi anda dulu! Untuk memastikan bahwa Anda memang baik-baik saja! " ucap kepala pelayan, bicara dengan lembut.
Wanita, yang di panggil nyonya itu. berdecak kesal, ia bangkit dari ranjangnya lalu menerjang. dan membuat kepala pelayan itu, jatuh tersungkur.
Bruk~
Oh tentu apa yang di lakukan, oleh wanita itu. membuat mereka, memekik kaget' dan langsung mengejarnya.
Dokternya, juga ikut terguling di lantai keramik. Setelah kaki wanita itu menendang masa depannya, dengan tidak berperasaan.
sedangkan pelayan muda itu, juga sudah pingsan! di buatnya. wanita itu lari terbirit-birit dari dalam kamarnya.
" Brengsek, apa-apaan sih? ini aku sedang mimpi atau apa? Kok berasa nyata sekali! Lalu siapa orang-orang itu! Aku sama sekali tidak mengenali mereka semua. " wanita itu, menggerutu tak suka.
*****
Sementara itu di Jalanan. Sebuah mobil range Rover, melaju dengan kecepatan tinggi. dan di ikuti oleh beberapa mobil sedan, dari belakangnya. Jalanan itu nampak sepi.tidak seperti biasanya! yang selalu ramai, karena sering di gunakan, Oleh tempat berkumpulnya. para pembalap liar. Tapi malam ini, tampak sepi sekali Mungkin karena ledakan, beberapa hari yang lalu. sehingga membuat, para pembalap liar. tidak ada yang nongkrong, di jalanan itu.
Drrrttt~
Pria tampan, dengan ekspresi wajah datarnya. yang tengah mengemudi, melirik dari ekor matanya, ke arah ponselnya. yang ada di atas dasbor mobilnya, tanpa berniat mengangkat panggilan telpon! dari penelpon nya.
namun seorang pria tampan, yang sedang duduk di bangku penumpang belakangnya. nampak sangat terganggu, dengan dering ponselnya. terbukti dari yang awalnya mata terpejam, kini terbuka dan nampak segar. Pria tampan itu melirik sekilas ke arah pria tampan, yang sedang fokus menyetir.
Pria itu, kemudian berdeham kecil, untuk memberi perintah. " Angkat " suaranya terdengar rendah, namun dingin. Dan berat.
Pria yang sedang menyetir mobilnya, mengangguk, lalu mengangkat panggilan telponnya.Tanpa menghentikan laju mobilnya.
* hallo. ada apa? apa ada yang penting? * suaranya juga cukup dingin, akan tetapi tidak sedingin suara pria! tampan, yang ada di bangku, penumpangnya.
Cyyyiitt~
Raut wajahnya, tiba-tiba berubah. dia reflek mengerem mobilnya, dengan mendadak. Setelah mendengar lawan, bicaranya di seberang telponnya.
Tentu perbuatannya itu, langsung membuat pria tampan, yang ada di bangku penumpangnya berdecak kesal. Selain itu mobil yang ada di belakangnya juga mati-matian mengerem mendadak! agar tidak menabrak, satu sama lainnya.
" Ada apa, dengan mu Juan.? " tanya pria itu.
Pria yang di panggil Juan, segera menoleh menatap sekilas ke arah pria tampan, yang sedang menatapnya tajam. Juan langsung menundukkan kepalanya, sebelum menatap kembali sepasang mata! yang seolah-olah siap mencabik-cabik, lawan bicaranya itu.
" Maafkan, saya tuan Alexander. Saya tidak bermaksud. Saya hanya terkejut, karna mendapatkan laporan dari anak buah tuan yang bertugas, di mansion! " sesal Juan.
Pria tampan yang di panggil tuan itu. mengangkat sebelah alisnya, dia merasa kesal karena anak buahnya, berani-beraninya mengubungi Juan! di jam segini, apa lagi mereka sedang dalam perjalanan. Lihat saja nanti kalau laporan tidak penting, dia akan menghukum anak buahnya, setelah ia pulang ke mansion nya.
" katakan.! " tuan Alexander, berkata dengan tidak sabaran.
Juan nampak ragu, pria tampan itu menghembuskan nafasnya. Sebelum mengatakan, apa yang sedang terjadi di mansion tuan! nya itu.
" Istri and..!"
Juan menghentikan ucapannya, saat melihat tatapan sang tuan! yang menjadi tajam.
di ikuti dengan aura, yang menggelap membuat siapa saja, yang ada di sekitarnya menggigil ketakutan. Juan dengan cepat melanjutkan perkataannya, sebelum hal buruk terjadi menghampirinya.
" Ehem, maksud saya. Mereka melaporkan bahwa Nyonya sudah siuman. Tap..!"
" Tapi apa? " tuan itu membentak, dan memotong pembicaraan, dari asisten pribadinya itu.
" Tapi sekarang nyonya, sedang mengamuk. Dan mencoba melarikan diri, dari mansion! Tuan? " ucap Juan, dengan cepat.
Tuan Alexander, yang awalnya acuh, sekarang memberi reaksi dengan mengangkat sebelah alisnya lagi. Di sertai dengan tatapan! meremehkan.
" Wanita bodoh itu, akhirnya sadar juga. dan membuat gaduh di mansion ku? Jangan bercanda Juan! " tuan Alexander! itu tersenyum sinis, dan merasa geli saat mendengar perkataan dari Juan, yang terakhir tadi.
Meskipun suaranya,nyaris seperti bisikan. tapi Juan, bisa mendengarnya dengan jelas. Hatinya diam-diam meringis, karena merasa kasian kepada sang nyonya. Yang tak pernah di anggap sebagai istri, oleh tuan-nya itu.
" Tunggu, apa lagi cepat pulang? " tuan Alexander! memberi perintah.
" Kita, tidak jadi ke bandara. tuan? ini kita sebentar lagi akan tiba di bandara! " dengan hati-hati Juan bertanya, karena sebenarnya niat mereka itu, mau pergi ke kota lain.
Pertanyaan Juan, membuat sang tuan. semakin geram, Karana menurutnya Juan, sangatlah konyol sekali.
" Apa kamu, sekarang sudah mendadak tuli? Kamu tidak dengar, apa yang sudah ku katakan hah! Haruskah aku mengulangi ucapan ku. " amuk sang tuan.
" Ma-maaf tuan, saya bertanya kare---"
" Kamu, benar-benar sudah bosan hidup. rupanya! "
Moncong pistol, tahu-tahu sudah menekan kuat keningnya Juan. detik itu juga Juan dengan cepat ke posisi semula. Mengencangkan seat belt, lalu berkata.
" Baik tuan, saya akan mengebut mohon kencangkan seat belt. anda tuan! Kita akan segera pulang, menuju ke mansion anda." ucap Juan.
Tidak ada jawaban, tapi Juan tentu sudah paham. Karena ia sudah mengabdikan dirinya di keluarga Alexander sejak usianya 15 tahun.
dan sampai sekarang. Juan dengan cepat menarik gas mobilnya, dengan kecepatan tinggi. Begitu juga dengan beberapa mobil sedan! yang ada di belakangnya ikut mengebut, biar tidak ketinggalan jejek.
Sepanjang perjalanan pulang ke mansion nya.
tuan Alexander, menatap ke luar jendelanya.
ia meredamkan emosinya, yang tadi sempat di ubun-ubun, gara-gara sang Asistennya. Yang begitu menjengkelkan.
" Setelah sekian bulan, akhirnya dia sadar juga! Mari kita lihat merepotkan seperti apa dia! Cih wanita itu hanya bisa merepotkan saja. " batin tuan Alexander, di Ikuti dengan tatapan mesterius.
*****
" Nyonya, tolong berhenti.! "
Tap~tap~tap.
" Nyonya, jangan berlarian. nanti anda jatuh.! "
Tap~tap~tap.
" Nyonya, tolong jangan begini, nanti anda kelelahan.! "
" Nyonya, perhatikan langkah kaki anda.-! "
Wanita itu, menengok ke berbagai arah, lalu mengumpat. Soalnya ada beberapa pelayan, dan pria-pria! yang bertubuh besar tinggi tegap dan kekar, sedang mengejarnya. dan berteriak. Para pelayan dan pria-pria itu mengabaikan rasa sakitnya, akibat terkena hantaman dari sang nyonya, yang terpenting bagi mereka harus membuat sang nyonya nya
Kembali berbaring di kasurnya, dan Harus di periksa kondisinya. sebelum sang tuannya datang, ke mansion itu.
" Bajingan, apa-apaan ini. nyonya Mereka bilang. Siapa nyonya yang mereka maksud itu. Apakah aku! Konyol sekali! Cih dasar orang-orang gila semua. " ucap wanita itu mengomel.
Wanita itu, masih berlarian ke berbagai arah. meskipun, tidak sekencang tadi. Mengingat wanita itu, baru saja siuman dari tidur panjangnya.
" Ini rumah. atau apa! Kenapa aku sepertinya hanya diam di tempat. padahal aku sudah lari sangat jauh, astaga aku sudah menuruni tangga yang berkelok, Melawati banyak lorong. pintu utamanya dimana? Gimana caranya agar aku bisa keluar dari rumah ini. " keluhnya.
Saat matanya, tidak senjata. melihat ke arah dinding yang terukir unik! plus kaca yang di pasang menyilang. Tubuhnya mendadak kaku. dan melotot kan matanya, di ikuti wajah pias nya.
" Apa ini? apa-apaan rupa menyedihkan seperti ini! Eh tunggu siapa dia? Loh kenapa suara ku juga berubah. " ucapnya dengan suara, yang bergetar.
Wanita itu tidak lain tidak bukan dia adalah
( Lea Michele ) dia masih fokus menatap wajah barunya, di cermin dinding itu. beberapa menit kemudian dia tertawa. Ia merasa konyol, dengan wajah baru dan tubuh asing, yang sangat menyedihkan itu.
" Sialan, sebenarnya apa yang sudah terjadi? Ini mimpi, atau aku sedang berhalusinasi." ucapnya.
" Nyonya, ayo kemari anda harus segera istirahat. Lihat wajah anda, sangat pucat. dan kelelahan! Mari nyonya biar dokter memeriksa keadaan Anda dulu. ! " pinta kepala pelayan, mendekatinya.
Lea tersadar kemudian membelalakkan matanya. Tahu-tahu dirinya sudah di kepung.
oleh para pria-pria, serta para pelayan.
" Jangan, dekat-dekat! " Lea melototi semua orang, Sambil menunjukkan tangannya.
Alih-alih menurut, mereka malah semakin mendekatinya. Lea langsung berteriak dan meronta. ketika tangannya berhasil di gapai, dan di tahan. tanpa mereka sadari sudah ada 2 pria tampan, yang menyaksikan dalam diam.
" Lepaskan! aku sialan, kalian tidak dengar! Cepat lepaskan aku, kalau tidak akan ku patahkan tulang rusuk kalian. Dan akan ku rebus kalian semua hidup-hidup! " Lea mengamuk. dan memberontak, sambil melayangkan ancaman.
Dor~
Suara tembakan itu, sukses membuat mereka langsung berhenti. dan berubah pekikan terkejut. Tidak lama kemudian mereka semua segera membungkukkan, badannya.
Lea menghela nafas lega setelah pria-pria itu, melepaskannya. Lea mengeryit dahinya, saat melihat semua orang. membungkukkan badannya, dan memberi hormat kepada Seseorang. dengan perasaan penasaran, lea menoleh ke belakangnya.
Di belakangnya, ada dua pria tampan! yang gagah. Yang satunya nampak sudah dewasa, dan yang satunya lagi, terlihat lebih muda. Sayang sekali mereka berdua itu bukan tipe nya. Selain itu salah satu dari pria itu memegang pistol di tangannya, dan menghisap cerutu, yang berkualitas tinggi.
" Fiks. sih tuhan memberikan aku, mimpi yang nggak berguna gini! atau aku memang sedang berhalusinasi. " batin Lea berkecamuk.
Juan, yang melihat sang nyonya. menatap tanpa ekspresi ke arah tuan-nya! berniat menegur.
" Nyonya, and.---- "
Lea langsung menatapnya tajam, dan melangkahkan kakinya, ke depan Juan.
" Nyonya, Nyonya. Aku bukan nyonya kalian? kalian semua. salah orang! " ucap lea dengan ketus. tidak lupa dengan tatapan, tajamnya.
Mereka semua, semakin tidak bisa menutupi rasa terkejutnya, setelah mendengar suara lantang, dingin. dan di sertai tatapan tajam, yang belum pernah mereka! lihat selama ini.
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA