NovelToon NovelToon
Penjelajah Naga

Penjelajah Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi / Wuxia / Xianxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: RubahPerak77

Hidup Xiao Chen berubah ketika sebuah kejadian misterius membuatnya terlempar ke jaman kerajaan, dengan berbekal sistem beladiri dan rasa ingin tahu ia mulai menjalani kehidupan barunya yang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RubahPerak77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Pengawalan : Rombongan

Rupanya klien kali ini tidak hanya meminta pengawalan dari keluarga Xiao saja, melainkan juga dari keluarga Wu dan juga keluarga Ming. Ketiga keluarga yang masing-masing membawa 30 hingga 40 anggota terbaiknya, pada akhirnya memutuskan untuk berangkat bersama menuju ke titik kumpul di sebuah kota pelabuhan yang letaknya tidak terlalu jauh dari kota Yunshan.

Titik kumpul yang telah mereka semua sepakati adalah kota pelabuhan Dae Ho, sebuah kota kecil namun begitu kaya dan makmur. Sebagai tempat transit kapal antar negara menjadikan Dae Ho kota dengan tingkat kesibukan yang tinggi. Perputaran uang di Dae Ho begitu cepat, Dae Ho juga menjadi surga bagi mereka yang ingin mencari dan berinteraksi dengan orang-orang dari negara yang berbeda.

"Jangan mencoba untuk dekat-dekat atau bicara denganku..!! Atau pedangku yang akan menjawabnya..!!!"

Xiao Wu menunjukan wajah yang tak ramah semenjak tahu jika sang ayah mengijinkan adiknya Xiao Chen untuk ikut serta dalam rombongan misi pengawalan.

Xiao Feng beralasan bahwa ini sudah waktunya, Xiao Chen sudah cukup umur dan memang sudah saatnya melaksanankan tugasnya sebagai salah satu bagian dari keluarga besar Xiao.

Xiao Chen reflek membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya begitu mendengar kakaknya Xiao Wu berkata demikian, bahkan ia juga menjaga jarak kudanya dengan kuda kakaknya. Tentu saja kelakuan Xiao Chen ini membuat beberapa orang anggota keluarga Xiao lainnya tertawa, tak terkecuali sang ayah Xiao Feng.

"Ahhh Tetua Feng, lama sudah kita tidak berjumpa.. Kulihat kau masih nampak gagah, sama seperti 10 tahun yang lalu.. Hahahaha.."

Tetua Wu Zi dari klan Wu menyapa Xiao Feng dengan ramah dan hangat, keduanya memang seumuran dan dulu pernah sama-sama bahu membahu dalam mengarungi kerasnya dunia persilatan atau murim.

Kali ini klan Wu membawa sekitar 30 orang anggotanya, dan diantara 30 orang tersebut, ada lima orang bibit-bibit muda yang potensial, kelima anggota yang dianggap sebagai jenius di eranya, mereka adalah Wu Yang, Wu Hao, Wu Mei, Wu Rui, dan juga Wu Jun.

Kelimanya menyatukan tangan lalu menunduk sebagai bentuk kesopanan kepada tetua Xiao Feng, sebelum akhirnya kembali ke barisan utama.

Melihat tetua Xiao dan tetua Wu bercengkrama hangat, tetua Ming seolah tak mau kalah, memacu kudanya mendekati keduanya.

"Wah..wah.. Nampaknya misi kali ini bisa dianggap sebagai sebuah reuni bagi kita.. Hehehehe.."

Tetua Ming, Ming Jun memberi salam kepada kedua tetua yang langsung dibalas oleh keduanya. Tanpa sadar ketiganya mulai berbincang dengan hangat sembari memacu kudanya masing.

Mata api Xiao Chen otomatis aktif dan memindai semua orang yang ada di barisan, di barisan klan Xiao hanya ada kakaknya yang telah mencapai tingkatan pendekar ahli tahap puncak, sedangkan sebagian kecil masih berada di tingkatan pendekar ahli tahap awal, bahkan sebagian besar masih berada di tingkatan pendekar tingkat pertama.

Sedangkan di barisan klan Wu, seperti yang di utarakan tetua Wu Zi, ada empat orang yang telah mencapai tingkatan pendekar ahli tahap menengah, sedangkan satu orang (Wu Mei) sudah berada di tapak pendekar ahli puncak. Dan yang lainnya masih berada di tingkatan pendekar tingkat pertama dan kedua.

Di pihak klan Ming, setidaknya ada tiga orang yang berada di tingkatan pendekar ahli tahap menengah, sedangkan satu orang sudah mencapai tahap puncak. Ketiga orang yang berada di tingkatan menengah adalah Ming Jie, Ming Sen, dan Ming Lin.

Ming Zhao yang merupakan anak sulung dari tetua Ming Jun berhasil menembus tahap puncak pendekar ahli hanya beberapa hari sebelum misi pengawalan berangkat, karena itulah Xiao Chen bisa melihat jika fluktuasi tenaga dalamnya masih belum terlalu stabil.

Di sepanjang perjalanan Xiao Chen merasa bebas dan senang, karena ini pertama kalinya juga ia berada dalam sebuah barisan menjelajah alam liar yang masih asri. Senyum tak pernah sekalipun menghilang dari wajahnya, dan itu membuat rasa kesal kakaknya Xiao Wu sedikit mereda.

Rombongan ketiga klan berhenti saat malam sudah semakin pekat, mereka kemudian bersama sama membangun tenda dan juga api unggun di tepian hutan, dimana sungai kecil mengalir disebelahnya.

Xiao Chen bergegas mencuci muka begitu turun dan menambatkan kudanya pada sebuah pohon. "Ahhhh.. Air ini begitu jernih dan segar.."

Setelah membasuh muka dan mengisi kembali persediaan minumannya, Xiao Chen kembali ke barisan dan mulai melakukan bagiannya.

Karena rombongan ketiga klan terlalu banyak, mereka akhirnya membagi tugas. Xiao Chen sendiri dapat tugas untuk berburu hewan liar, ditemani oleh Wu Mei dan Ming Lin, mereka membentuk kelompok berburu.

Ketiganya masuk dan menyusuri hutan dalam gelapnya malam, bulan yang tertutup oleh awan membuat suasana malam itu terasa gelap gulita, namun berkat mata api, Xiao Chen tidak kesulitan. Bahkan kini ia bisa melihat sejelas seperti saat siang hari.

Tak lama setelah memasuki hutan, Xiao Chen bisa merasakan jika ada dua ekor kelinci dengan ukuran yang cukup besar sedang bersembunyi di balik pohon.

"Ssstttt..." Xiao Chen memberikan sebuah tanda dengan jari supaya kedua gadis di sampingnya diam dan tidak bergerak, sedangkan dia sendiri menarik dua pisau dari lemari sistem.

WHUSSSSS...WHUSSSSS...

Pisau-pisau itu melesat begitu cepat hingga kedua kelinci yang sedang bersembunyi di balik pohon tak sempat bereaksi. Wu Mei dan Ming Lin dengan sigap segera bergerak mengambil kelinci-kelinci tersebut.

"Tertangkap.." Ucap Wu Mei dan Ming Lin secara hampir bersamaan.

Xiao Chen menangkap kedua pisaunya lalu kembali menyimpannya ke lemari sistem miliknya, ketiganya juga melanjutkan perburuan hinga satu jam lamanya.

Dan pada akhirnya mereka bertiga mendapatkan empat ekor kelinci dan dua ekor ayam hutan, setelah menyerahkan hasil buruannya kepada grup pemanggang, Xiao Chen memilih untuk sedikit menjauh dari perkemahan rombongan untuk bermeditasi.

"Seni Naga Langit, Pernapasan Naga.."

Xiao Chen menutup kedua matanya, menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. Menyebarkan kesadarannya ke pusat dantian dan secara perlahan membuka setiap pori-pori untuk menyerap energi alam yang ada di sekitar.

Proses yang berulang ulang membuat sebuah getaran di dalam dantian, hingga getaran menghasilkan setetes lingkaran tenaga dalam. Meskipun saat ini lingkaran tenaga dalam Xiao Chen masih sekitar 300an, namun tiap resonansi lingkarannya berbeda dengan para kultivator lainnya.

1
y@y@
⭐👍🏾💥👍🏾⭐
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
y@y@
🌟👍🏿💥👍🏿🌟
y@y@
👍🏼💥👍🏿💥👍🏼
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
Ayu Ayunitasari
lanjutkan..😍😍
Ayu Ayunitasari
sungguh kerenn..
Ayu Ayunitasari
kerennn😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!