Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Perlombaan
“Keberuntungan itu bukan untuk dinanti, tapi untuk dicari. Semakin banyak kita mengambil peluang, semakin banyak keberuntungan yang akan datang”
\_ Ayu Lestari \_
Ke esokkan paginya, Ayu tengah bersiap untuk acara lomba yang akan dilaksanakan hari ini. Dia sudah stanby di sekolah pukul 6, dan teman-temannya sudah ada di sana untuk memberikan dukungan.
“Yu, kamu sudah siap belum ?” Tanya Aizam
“Sebentar lagi kak” Jawab Ayu
“Seharusnya kamu tidak usah menyiapkan makan dulu, kamu fokus dulu sama belajar kamu” Ucap Yudi yang merasa kasihan kepada adiknya itu
“Gak papa kak, kasihan nanti mama nyiapkan sendiri” Jawab Ayu
Setelah menunggu 10 menit, mereka pun berangkat ke sekolah sama-sama.
“Ayo kak berangkat” Ucap Ayu
Lalu mereka menyalami kedua orang tuanya, dan tak lupa Ayu meminta doa kepada kedua orang tuanya.
“Ma pa, Ayu minta doanya. Semoga Ayu bisa menang dan memberikan yang terbaik untuk mama dan bapa” Ucap Ayu sambil menyalami keduanya
“Hmmmm” Ujar Lastri
“Semoga kamu di lancarkan ya, dan bisa menjadi juara” Kata Asep sambil mengelus kepala putrinya dengan penuh kasih sayang
“Amin, terima kasih ya pa” Jawab Ayu
“Sama-sama, kamu juga jangan lupa makan ya. Jangan sampai sakit” Ucap Asep yang diangguki oleh Ayu
*****
Di perjalanan, Ayu terlihat sangat murung dan kedua kakaknya pun merasa kasihan.
“Kamu kenapa Yu ?” Tanya Yudi
“Aku sedih kak, kenapa mama saat aku meminta doanya hanya menjawab dengan deheman saya tidak seperti bapa yang langsung mendoakan aku ?” Ujar Ayu
“Kakak juga tidak tahu, Yu. Kamu yang sabar yah” Jawab Yudi merasa sedih mendengar adinya bicara seperti itu
“Sekarang kalian melihatnya kan, kalau mama itu tidak sayang sama aku” Ucap Ayu
“Kamu yang sabar yah, ada aku, kak Yudi sama bapa yang sayang sama kamu Yu” Ujar Aizam
“Iya, kalau ada apa-apa kamu bilang saja sama kita. Kita kan saudara, kita akan sama-sama sampai tuan bahkan sama kakek nenek kita akan saling membantu” Timpal Yudi
“Jangan sedih dong Yu, SEMANGAT” Kata Aizam sambil mengacungkan tangannya membuat Ayu tersenyum
“Nah gitu kan bagus, kamu harus sering tersenyum” Ujar Yudi
Sesampai di sekolah, Ayu langsung di sambut oleh teman-temannya.
“AYU” Teriak Mereka
“Eh, kalian sudah di sini ? Kalian stanby di sini dari jam berapa ?” Tanya Ayu
“Dari jam setengah 6, kita sudah ada di sekolah” Jawab Evi
“Ya ampun kalian so sweet banget, aku sampai tersandung sama kalian” Ucap Ayu
“Tersanjung Yu, ya ampun” Ujar Wulan
“Iya sama sajalah” Jawab Ayu
“Ayo kita ke lapang, kan kamu harus kumpul dulu di lapang” Ajak Devan
“Ayo Zam” Ucap Deris lalu mereka ke lapang
Di lapang peserta lomba di berikan arahan terlebih dahulu oleh kepala sekolah, setelah selesai mereka langsung pergi ke tempat perlombaan itu. Sebab jarak tempat perlomaan cukup jauh dari sekolah, maka untuk itu mereka langsung bergegas berangkat.
Dua mobil yang digunakan untuk mengantarkan perseta lomba, para siswa yang mengikuti lomba melafadzkan doa untuk kelancaran perlomaan.
*****
1 jam setengah mereka sampai di tempat perlombaan, merekadi sugukan dengan ramainya peserta pelombaan.
“Tenang, ada Allah yang akan menolong” Ucap Febi
“Iya bu” Jawab Para Siswa
Jangan pernah meremahkan sesuatu yang menurut kita sudah mampu dalam menguasainya, karea di balik sikap itu Allah sangat tidak menyukai dengan orang yang membanggakan dirinya yang berujung menjadi penyakit hati.
Sesampai di sebuah gedung yang terpampang benner lomba cerdas cermat, lalu mereka keluar dari mobil dan masuk ke ruangan tersebut. Ayu melihat banyak para peserta, yang memenuhi ruangan ada sekitar 200 orang peserta karena mengingat lomba ini adalah lomba tingkat nasional.
“Ayu” Panggil Febi
“Iya bu” Jawab Ayu sambil membalikkan badannya
“Kamu harus tenang, dan selalu berdoa. Kamu pasti bisa Yu” Ucap Febi
“Iya bu” Jawab Ayu
Acara pun di mulai, para peserta lomba cerdas cermat di panggil dan duduk di kursi yang telah ada nama sekolah masing-masing. Ayu langsung duduk di kursi yang bertuliskan SMP Harapan Bangsa.
“Untuk yang paling cepat memencet tombolnya, itu yang akan menjawab” Ucap Juri
“Soal pertama, sebutkan operasi dasar dalam bilang bulat ?” Tanya Juri
Teeeeet …
Bel Ayu berbunyi
“Penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian” Jawab Ayu
“Benar, 10 poin untuk SMP Harapan Bangsa” Ucap Juri
“Soal ke dua, berapa hasil dari akar 25 ?” Tanya Juri
Teeeeet ….
“5” Jawab Kubu Lawan
“Benar, 10 poin untuk SMP xxx” Jawab Juri
“Apa yang di maksud dengan norma ?” Tanya Juri
Teeeeet …..
“Sebuah aturan yang berlaku dalam masyarakat, yang harus dilaksanakan dan kalau melanggar akan mendapatkan sanksi” Jawab Ayu
“Benar, 10 poin untuk SMP Harapan Bangsa” Ucap Juri
Teman-teman yang ikut ke sana memberikan Ayu semangat
“Semangat Ayu, kamu pasti bisa” Teriak Teman-temannya
“Selanjutnya, apa fungsi dari Pancasila ?” Tanya Juri
Teeeeeet …..
“Sebagai dasar negara, sebagai ideologi negara, sebagai sumber humum” Jawab Kubu Lawan
“Benar, 10 poin untuk SMP xxx” Ucap Juri
“Siapa yang membuat undang-undang di Indonesia ?” Tanya Juri
Teeeeeet …..
“Dewan Perwakilan Rakyat” Jawab Ayu
“Benar 10 poin untuk SMP Harapa Bangsa” Ucao Juri
“Bagaimana cara menjaga keutuhan NKRI ?” Tanya Juri
Teeeeeeet …
“Dengan cara kita saling menghormati perbedaan yang ada di negara kita, menjaga persatuan dan kesatuan dan tidak saling gontok-gontokkan” Jawab Ayu
“Benar, 10 poin untuk SMP Harapan Bangsa” Ucap Juri
Ayu terus menjawab pertanyaan dari juri, dengan sangat sigap dan menjelaskan dengan sangat baik.
“Dan untuk pertanyaan terakhir, siapa pahlawan Indonesia yang di culik ke Rengasdengklok ?” Tanya Juri
Teeeeeeet …
“Ir.Soekarno dan Mohammad Hatta” Jawab Ayu
“Benar, 10 poin untuk SMP Harapan Bangsa” Ucap Juri
Sorak terdengar dari kubu SMP Harapan Bangsa …
“Ayu”
“Ayu”
“Ayu”
Lalu lomba di lanjutkan dengan kelompok yang lain, sedangkan Ayu akan menunggu siapa yang akan menang di kubu yang lain untuk adu cepat dengannya nanti.
“Yu, kamu gak lapar apa ?” Tanya Febi
“Nanti sajalah bu, nunggu lombanya selesai” Jawab Ayu
“Kalau nunggu lombanya selesai masih lama Yu, kamu jajan dulu aja. Jangan menahan lapar, ayo ibu juga mau beli makanan sambil baca lagi pertanyaannya yang lain semoga keluar ya” Ujar Febi
“Iya bu” Jawab Ayu
Ayu pun ikut keluar untuk membeli makan …
“Kamu pilihb saja mau beli apa, nanti ibu yang bayarnya” Titah Febi
“Tidak usah bu, saya juga bekal uang” Tolak Ayu karena merasa tidak enak
“Ya sudah kalau gitu, kamu belilah yang kamu mau. Nanti makan di sini ya, ibu mau beli makan dulu” Ucap Febi
“Baik bu” Jawab Ayu
Ayu membeli nasi goreng seafood karena merasa penasaran rasanya, sedangkan minumnya jus alpukat setelah itu dia kembali lagi ke tempat semula.
“Sudah membelinya ?” Tanya Febi
“Sudah bu” Jawab Ayu
“Ayo kita makan” Ucap Febi
“Ibu mau ?” Tawar Ayu
“Tidak terima kasih, untuk kamu saja” Tolak Febi
“Emmm, ternyata enak ya nasi goreng seafood tapi harganya agak mahal sih” Ucap Ayu antusias
“Kamu baru merasakannya Yu ?” Tanya Febi
“Iya bu, karena untuk makan sehari-hari saja juga kita susah dan itu juga kita masih untung bisa makan tiga kali sehari” Jawab Ayu sambil menampilkan senyumannya
“Kalau ibu boleh tahu, ibu kamu bekerja apa ?” Tanya Febi hat-hati
“Mama tidak bekerja, tapi kalau ada yang suruh bantu-bantu mama suka membantunya untuk tambah-tambah” Jawab Ayu apa adanya
“Jadi kamu yang selalu membuat PR teman kamu dan mendapatkan bayaran itu benar ? Kenapa kamu mau Yu ? Seharusnya biarkan saja mereka bisa sendiri” Tanya Febi karena sudah tahu kalau Sebagian siswa suka membayar Ayu untuk mengerjakan tugasnya
“Dari mana ibu tahu ?” Tanya Ayu
“Ibu tahu dari teman-teman kamu, dan ibu juga sudah tahu dari lama Yu” Jawab Febi
“Saya terpaksa bu, karena untuk tambah uang jajan saya dan keperluan sekolah saya” Ucap Ayu
“Memangnya orang tua kamu tidak memberikan uang ?” Tanya Febi
“Kadang bu, karena saya dari keluarga sederhana dan saya juga masih bersyukur bisa di sekolahkan juga” Jawab Ayu
“Ibu bangga sama kamu Yu, dalam kedaan sekarang kamu masih semangat belajar. Insyaallah dengan kamu semangat belajar dan terus berdoa, kamu akan menjadi orang sukses di kemudian hari” Ucap Febi
“Amin Ya Robbal’alamin, terima kasih doanya bu” Ujar Ayu
*****
Setelah menghabiskan makanannnya Ayu dan Febi, kembali ke tempat perlombaan.
“Sekarang kita akan melanjutkan perlombaannya, karena kita sudah memiliki 2 kubu yang menang dalam 1 sesi. Dan sekarang puncaknya, untuk tahu siapa yang akan membawa piala lomba cerdas cermat. Silahkan untuk peserta dari SMP Harapan Bangsa dan SMP XXX, untuk sekali lagi bertanding untuk mengetahui siapa pemenangnya” Ucap MC
Ayu dan kubu lawan ke depan …
“Oke untuk pertanyaan sesi kedua, pertanyaan pertama. Apa yang di maksud dengan besaran pokok ?” Tanya Juri
Teeeeet …
“Besaran yang bisa di ukur secara langsung” Jawab Kubu lawan
“Benar, 10 pon untuk SMP xxx” Ucap Juri
“Apa satuan SI untuk panjang ?” Tanya Juri
Teeeeeeet …
“Meter” Jawab Kubu lawan
“Benar, 10 poin untuk SMP xxx” Ucap Juri
“Ayu pasti bisa Yu, semangat Ayu” Teriak Febi memberikan semangat
“Apa yang di maksud dengan geraka lurus beraturan ?” Tanya Juri
Teeeeeeet …
“Gerakan yang memiliki kecepatan konstan” Jawab Kubu Lawan
“Benar, 10 poin untuk SMP xxx” Ucap Juri
“Pertanyaan selanjutnya, apa rumus untuk mengahitung kecepatan ?”
Teeeeeet …
“V sama dengan s per t” Jawab Ayu
“Benar, 10 poin untuk SMP Harapan Bangsa” Ucap Juri
“GO AYU, AYU PASTI BISA” Teriak Febi
“Apa yang di maksud dengan energi kinetik ?” Tanya Juri
Teeeeet …
“Energi yang dimiliki oleh benda karena geraknya” Jawab Ayu
“Benar, 10 poin untuk SMP Harapan Bangsa” Ucap Juri
Ayu terus menjawab pertanyaan dari juri dengan cepat, meski pun awalnya tertinggal tetapi Ayu bisa menyusulnya dengan sangat cepat.
“Dan ini pertanyaan terakhir, jelaskan apa yang di maksud dengan hukum Newton I dan berikan contohnya” Ucap Juri
Teeeeet …
“Hukum Newton l menyetakan bahwa benda akan tetap diam atau bergerak dengan kecepatan konstan jika tidak ada gaya yang bekerja padanya, contohnya seperti bola yang diam di atas meja atau mbil yang bergerak dengan kecepatan konstan di jalan lurus” Jawab Ayu
“Benar sekali, 10 poin untuk SMP Harapan Bangsa” Ucap Juri
Setelah semua pertanyaan selesai, para peserta di minta untuk kembali ke tempat duduk masing-masing.
“Alhamdulillah, semua acara telah kita lewati dengan sangat lancar dan untuk sekarang waktunya untuk mengumumkan siapa pemenangnya. Untuk ketua penyelenggara acara, di persilahkan naik ke atas podium” Ucap MC
Setelah ketua penyelenggara acara di atas podium, dia langsung mengumumkan siapa pemenangnya.
“Oke, agar tidak memakan waktu. Saya akan mengumumkan untuk juara 3 di menangkan oleh SMP A dari kota B, silahkan untuk peserta dan perwakilan gurunya naik ke atas podium. Untuk juara 2 dimenangkan oleh SMP D dari kota T, dan yang di tunggu-tunggu untuk juara 1 di raih oleh SMP …” Ucap Ketua Penyelenggara
Para peserta merasa deg-degan, siapa kira-kira yang memenangkan juara satunya.
“Selamat kepada SMP Harapan Bangsa, silahkan peserta dan perwakilan gurunya naik keatas podium” Lanjur Ketua Penyelenggara
Mendengar sekolahnya di panggil, Ayu merasa terharu
“Ibu aku menang” Ucap Ayu dengan mata berkaca-kaca
“Iya Yu, ayo kita ke atas bawa pialanya” Ujar Febi sambil mengandeng Ayu
Setelah itu mereka ke atas podium untuk di beri piala, serifikat dan hadiah uang tunai. Selesai itu, para peserta kembali ke tempatnya masing-masing.
Waktu terawa begitu cepat, perlombaan pun telah selesai. Meski pun tidak semuanya menang perlombaan, banyak pengalaman yang di bawa oleh para peserta lomba.
“Ayo pulang Yu, kita ke sekolah dulu” Ajak Febi
“Iya bu” Jawab Ayu
******
Berita Ayu menang sudah tersebar di kalau guru melalui via SMS, karena waktu itu belum ada whatsapp. (Mohon maaf reader, saya membuat novelnya yang masih belum terkenal hp dan hanya beberapa orang yang memilikinya di kalangan orang-orang yang mampu)
Karena hari sudah sore, Ayu langsung bergegas pulang ke rumahnya sambil membawa sebagian uang yang dia dapat dari perlombaan sedangkan keluarganya sedang berkumpul di dapur.
“Assalamu’alaikum” Ucap Ayu masuk ke dalam rumahnya
“Wa’alaikumsalam” Jawab Mereka
“Baru pulang Yu ?” Tanya Asep
“Iya pa” Jawab Ayu sambil menyalami kedua orang tuanya
“Gimana Yu ? Apa kamu menang ?” Tanya Aizam
“Alhamdulillah kak, aku menag dalam lomba. Aku juara satu, dan alhamdulillah aku juga dapat uang” Jawab Ayu
“Alhamdulillah, bapa bangga sama kamu Yu” Ucap Asep
“Makasih pa” Jawab Ayu
Sedangkan Lastri hanya diam saja
“Ma tidak memberi selamat kepada Ayu ? Kan dia menang lomba” Tanya Asep kepada sang istri
“Itu kan sudah biasa pak, Yudi juga selalu menang dalam setiap lomba tapi bapa biasa saja” Jawab Lastri ketus
“Bapak tidak membeda-bedakan mereka ma, tapi mama kenapa seperti itu ?” Ujar Asep
“Membeda-bedakan gimana sih pa ? Perasaan mama sama saja kepada mereka. Juara tidak akan merubah kehidupan kita yang miskin ini kan ?” Kata Lastri tidak mau di salahkan
“Terserah mama sajalah” Ujar Asep
Karena kasihan kepada Ayu, Yudi meleraikan orang tuanya.
“Sudah, mending sekarang kita makan saja. aku sudah lapar” Lerai Yudi sambil mengambil makan
Mereka makan terlebih dahulu, tanpa ada yang berbicara. Selesai makan …
“Oh iya, ini simpan di mama. Alhamdulillah aku di beri uang oleh pihak sekolah, dari sebgain yang di peroleh” Ujar Ayu sambil memberikan uangnya 150 ribu kepada Lastri Sebagian yang dia terima
“Makasih, kamu jangan lupa pesanan bu Rika untuk diantar besok pagi jam 5” Kata Lastri dengan raut wajah datar
“Iya ma, kalau gitu Ayu ke kamar dulu ya mau mandi udah gerah” Jawab Ayu karena sudah menghabiskan makanannya dan membawa piringnya ke tempat cucian.
Sepeninggalan Ayu, Asep menasehati istrinya
“Ma, jangan memporsir Ayu. Kasihan dia baru saja pulang dari perlombaan, sudah di suruh kerja lagi dan tadi seharusnya mama bangga karena Ayu bisa menang lomba dan mendapatkan hadiah” Ucap Asep
“Itu sudah kewajiban dia sebagai anak perempuan satu-satunya, untuk membantu mama menguruh rumah” Jawab lastri
“Tapi Ayu bukan robot ma, yang ada waktunya merasa cape” Ucap Asep
“Terserah bapalah, aku cape bicara sama bapa yang selalu membela anak itu” Ujar Lastri sambil meninggalkan mereka dan Asep menyusulnya
“Benarkan kata aku dan Ayu, kalau mama itu hanya sayang sama kak Yudi saja” Ucap Aizam
“Kamu jangan bicara seperti itu Zam, mama masih menyayangi kalian” Ujar Asep
“Malam ini aku mau nginap di rumah nenek saja, bosan nginap di sini. Mau ajak Ayu juga, kasihan dia sudah lomba masa nanti pagi harus menyiapkan makanan juga” Ucap Aizam
“Ya sudah kalau kamu mau nginap di rumah nenek tidak apa-apa” Jawab Asep
*****
Aizam mengetuk pintu kamar Ayu …
TOK … TOK … TOK …
“Yu, boleh aku masuk ?” Tanya Aizam
“Masuk saja kak” Jawab Ayu dari dalam
Setelah mendapatkan jawaban dari Ayu, Aiza masuk ke kamar Ayu.
“Yu mala mini kita tidur di rumah nenek yu” Ajak Aizam
“Tapi kak, aku harus menyiapkan pesanan untuk besok kak” Jawab Ayu
“Kita kerjakan sekarang saja, aku akan membantu kamu” Ucap Aizam
“Boleh, tapi aku mau tidur dulu sebetar saja” Ujar Ayu
“Sebentar, memangnya bu Rika pesan apa saja ?” Tanya Aizam
“Sambal goreng ketang 5 bungkus, ayam goreng 8 potong, capcay 8 bungkus” Jawab Ayu
“Biar aku yang mengupas dan menggoreng dulu kentangnya, biar nanti kamu yang memasaknya” Ucap Aizam
“Makasih ya kak, mau membantu aku” Ujar Ayu
“Iya, kita kan saudara kembar. Apa yang kamu rasakan aku juga merasakan itu, Yu” Jawab Aizam
Lalu Aizam keluar dari kamar Ayu, untuk menyiapkan pesanannya. Di saat Aizam sedang asik di dapur, Guntur datang.
“Kakak sedang apa ?” Tanya Guntur
“Kakak sedang membantu kak Ayu, untuk membuat pesanan” Jawab Aizam
“Guntur bantuin ya, biar cepat” Ujar Guntur
“Tidak usah nanti kamu tergores, biar kakak saja yang mmebantu kak Ayu” Ucap Aizam
“Gak akan kak, aku bisa kok. Kakak harus percaya sama aku” Kata Guntur kekeh
“Baiklah asal kamu harus hati-hati” Jawab Aizam pada akhirnya
Mereka pun sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, Aizam sedang menggoreng ayam karena sudah di bumbui terlebih dahulu sedangkan Guntur sedang mengulek untuk membuat capcay.
30 menit, Aizam baru menyelesaikan 2 pasakan dan di saat akan memasak yang terakhir Ayu datang.
“Kakak masih di dapur ?” Tanya Ayu
“Udah selesai istirahatnya Yu ?” Tanya Aizam
“Sudah kak, itu kakak udah buat apa saja ?” Ujar Ayu
“Aku baru menyelesaikan sambal goreng kentang dan ayam goreng, belum di bungkus tapi kamu harus cicipi dulu takut ada yang kurang” Jawab Aizam
“Sini aku cicipi dulu” Ucap Ayu lalu menyedokkan sambal goreng kentang
“Em… ini kurang sedikit gula kak, telalu asin” Lanjut Ayu sambil menambahkan gula
“Syukurlah kalau sedikit, biar cepat di bungkus” Jawab Aizam
Setelah bekerja sama ketiga bersaudara itu, akhirnya selesai juga.
“Alhamdulillah selesai ya” Ucap Aizam
“Terima kasih kakak, ade. Sayang kalian banyak-banyak” Ucap Ayu sambi memeluk keduanya
“Kamu simpan di keranjang sana, ayo kita siap-siap ke rumah nenek” Titah Aizam
“Siap laksanakan komandan” Jawab Ayu sambi memberikan hormat
“Tapi besok kita harus sampai rumah jam 5 pagi ya kak, karena belum masak capcay kak” Lanjut Ayu
“Kalau bumbunya sudah siap Yu, tinggal menumisnya saja” Ucap Aizam
“Baiklah” Jawab Ayu
“Sana, kamu siap-siap kita pergi ke rumah nenek sekarang” Titah Aizam
Ayu langsung pergi ke kamarnya, untuk bersiap-siap pergi ke rumah sang nenek.