NovelToon NovelToon
Terjerat Boss Playboy

Terjerat Boss Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Playboy / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor
Popularitas:39.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kim.nana

"Tuan, ayo tidur denganku?" Kalimat gila itu Dea ucapkan pada sang boss di bawah kendali alkohol.
Namun Dea pikir semuanya akan berakhir malam itu juga, namun siapa sangka satu sentuhan membuatnya dikejar selamanya oleh sang boss playboy.
"Dea, kamu harus tanggung jawab padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 - Tak Bisa Dikendalikan

"ARGHT!!" pekik Dea setelah panggilan teleponnya terputus dengan sang boss. Dulu, meskipun Dea tahu bahwa Alex adalah seorang playboy tapi dia masih sangat menghormati pria itu sebagai atasannya. Tapi sekarang setelah Dea menjadi korban Alex secara langsung dia jadi sangat membenci pria itu.

Bukan lagi menatap Alex sebagai pria yang dia hormati, tapi mulai menatapnya dengan benci.

Dan kenapa Dea menjawab untuk melakukan video call tanpa baju, karena dia sangat tahu bahwa memang semesyum itulah bossnya.

"Tenangkan dirimu De, tenang dulu," gumam Dea kemudian. "Cepat atau lambat Alex akan segera bosan padamu dan semua kegilaan ini berakhir," timpalnya dengan berulang kali menarik dan menghembuskan nafas secara perlahan.

Setelah cukup tenang, Dea melanjutkan aktivitasnya yang terjeda. Merapikan semua barang belanjaannya dan juga menyusun baju yang akan dia bawa ke apartemen sang bos. "Aku harus alasan apalagi pada Mama," gumam Dea.

30 menit kemudian akhirnya dia keluar dari dalam kamar, sudah rapi dan langsung datang ke meja makan menemui semua keluarga yang sudah berkumpul. Mama, papa dan sepupu laknat Gisel.

Papanya Dea memiliki usaha toko bangunan di pasar, buka jam 7 pagi sampai 5 sore.

"Duduklah Sayang," ucap mama Mia pada sang anak.

Gisel masih memasang wajah cemberut, masih iri karena hari ini Dea belanja banyak sekali barang.

"Ma, Pa, Ada yang ingin aku sampaikan," ucap Dea sebelum dia mengambil piringnya sendiri. Sementara yang lain sudah mulai makan.

"Ada apa, De?" tanya papa Budi.

"Selama beberapa bulan ini aku akan tinggal di apartemen dekat perusahaan, karena sedang ada proyek yang mengharuskan ku sering lembur," bohong Dea, tapi dia benar-benar tak tahu harus beralasan apalagi hanya inilah satu-satunya yang terbesit di dalam benak.

Gisel langsung menggenggam sendoknya dengan kuat, entahlah, segala hal yang dimiliki oleh dia selalu berhasil membuatnya merasa cemburu. Tinggal di apartemen adalah impiannya, tapi lagi-lagi Dea yang akan merasakannya lebih dulu.

"Aku tidak bayar, Ma. semuanya sudah ditanggung perusahaan. Dan ini adalah kewajiban aku tidak bisa menolak," terang Dea lagi.

Mama Mia langsung tersenyum penuh bangga, sementara papa Budi sedikit merasa khawatir.

"Tidak apa-apa De, lakukanlah yang terbaik untuk pekerjaanmu. Mama yakin kamu akan jadi orang sukses," jawab mama Mia.

"Tapi selama ini kamu tidak pernah tinggal sendirian di luar, Bagaimana jika Gisel ikut denganmu?" tanya mama Budi.

"Aku mau, Om," sahut Gisel dengan cepat, juga langsung tersenyum lebar sekali.

Membuat Dea menatapnya dengan jijik, seperti parasit terus saja menempeli dirinya. "Tidak bisa Pa, aku tidak boleh mengajak orang asing," ucap Dea dengan nada ketus, nampak jelas Jika dia merasa tidak setuju dengan ide sang ayah.

"Iya, Jangan. Nanti kalau Gisel tinggal di sana malah jadi masalah untuk Dea," ucap mama Mia.

"Tapi, Tan_"

"Gisel, bukannya apa-apa. Dea tinggal di sana kan biayanya ditanggung perusahaan tempat Dea bekerja, jadi mana bisa dia mengajak orang lain kecuali itu apartemen Dea sendiri," terang mama Mia.

Dea mulai tersenyum miring, lalu menatap Gisel dengan tatapannya yang merendahkan.

Gisel sendiri merasa heran dengan tatapan Dea tersebut, karena biasanya Dea tak sejahat ini. "Apa Barry tahu tentang hal ini?" tanya Gisel kemudian. Semua orang juga tahu jika Dea dan Barry adalah sepasang kekasih, bahkan sudah mulai membicarakan tentang pernikahan.

"Tidak, Barry belum tahu. Lagipula dia hanya kekasih, tidak perlu harus menjelaskan semuanya. Yang penting kedua orang tuaku tau," Jawab Dea.

Mama Mia dan papa Budi setuju sekali dengan pemikiran tersebut, apalagi selama ini sebenarnya mereka kurang setuju dengan hubungan Dea dan Barry. Nampak jelas jika Dea yang bucin pada pria tersebut.

Tapi malam ini Dea seperti sudah membuka matanya, bahwa tak seharusnya memperlakukan kekasih dengan begitu berlebihan.

"Ya sudah, kita makan malam dulu," ucap mama Mia kemudian.

Mereka semua makan malam dengan tenang, kecuali Gisel yang terus disiram oleh kecemburuan dan rasa iri.

Sehabis makan malam Dea langsung kembali ke dalam kamarnya, langsung mendengar ponselnya berdering di atas meja rias.

Ada panggilan masuk dari boss Alex.

Barry tak pernah menghubungi karena Dea telah memblokir nomornya.

"Ya ampun, ini baru jam delapan dan dia sudah menelpon," gumam Dea, sebelum akhirnya dia menjawab panggilan tersebut.

"Halo, Tuan."

"Alex."

"Maaf, aku belum terbiasa."

"Karena itu biasakanlah."

"Baik."

"Kenapa belum menelpon ku? Aku sendirian di apartemen sekarang dan pekerjaanku hanya menunggu panggilan telepon mu."

"Lex, bagaimana jika surat kontraknya kita revisi sedikit," ucap Dea yang mulai duduk di tepi ranjang.

"Apa maksudmu?"

"Kemarin kan kita sepakat untuk tidak ada orang ketiga di dalam pernikahan kita, tapi sekarang aku berubah pikiran. Kamu bisa menjalin hubungan dengan wanita manapun," ucap Dea, dia benar-benar siap dijadikan pilihan yang paling akhir untuk Alex.

Namun mendengar penuturan tersebut Alex malah terkekeh kecil, "Tidak bisa De, sekarang aku tidak memiliki minat dengan wanita manapun. Aku hanya menginginkan tubuhmu."

'Ihh,' kesal Dea di dalam hati.

"Ubah panggilannya ke video call," titah Alex dan detik itu juga panggilan telepon ini berubah jadi panggilan video call.

Deg! jantung Dea sontak berdegup dengan cepat, dia bahkan langsung berlari ke arah pintu dan menguncinya. Jantungnya makin berdegup tidak karuan gara-gara lari tersebut.

Lalu segera menjawab video ini dan duduk di tepi ranjang juga berusaha agar tenang.

Tapi nafasnya yang memburu bisa langsung diketahui oleh Alex. "Kenapa? Kamu habis berlari?" tanya Alex.

Dea tak bisa langsung menjawab, dia lebih dulu menenangkan nafasnya.

"Kenapa masih memakai baju? Bukanya kamu bilang ingin melepas semuanya."

"Ya ampun Tuan! Jangan mesyum seperti itu!" kesal Dea, dia sudah tak tahan untuk tidak marah.

Alex terkekeh lagi, "Lepaskan bajumu sekarang, aku ingin lihat."

"Dasar mesyum!" kesal Dea, akhirnya dia keluarkan umpatan itu juga, dan sialnya justru terlihat lucu di mata Alex.

Dea meletakkan ponselnya di atas meja nakas, kamera menghadap tempat ke arah tubuhnya. Dan saat itu Dea mulai menanggalkan bajunya satu persatu.

Pemandangan paling indah yang pernah Alex lihat, dia pikir jika hanya melihat Seperti ini kejanttanannya tak akan terpengaruh. Tapi ternyata sama saja, sesuatu di dalam celananya mulai mengeras tak bisa dikendalikan.

Tubuh Dea kini benar-benar membuatnya candu. Sungguh, Alex sendiri pun tak menduga semua ini bisa terjadi padanya. Gara-gara satu kesalahan kini dia seperti tak ingin kehilangan tubuh sang sekretaris.

"Sudah, aku akan tidur sekarang," ucap Dea, dengan tubuh polosnya dia masuk ke dalam selimut.

Alex yang masih duduk di sofa menatap pemandangan itu dengan tatapan yang lekat.

1
Sarinah Quinn
semoga Dea tidak bodoh dengan membunuh anaknya sendiri 😭 Thor tlong lindungi anak Dea 🙏🙏🙏
rizky tria
Dea & Alex saling jujur sama perasaan kalian, nanti myesel loh 😢
Yanti Gunawan
please lah Dea jgn Oon jd org dah punya duit banyak tgl besarin tuh anak kq mau d buang😫😫 ke dokter biar jelas itu anak siapa kn nnt ketauan brp bln umurnya...please thor jgn buat aku emosi dgn tingkah dea y 😫😫😫😫😫
Naviah
jangan gugurin kandungan kamu Dea, bayi dalam kandunganmu tidak bersalah
🌈Yulianti🌈
semoga Dea GK jd gugurin kandungan nya kasian anak GK bersalah jd korban ego orang tua nya yg tidak saling jujur padahal sudah jelas saling cinta tp saling menyakiti
Kim.nana: gak kak 🤣
total 2 replies
Margaretha Indrayani
tolong pikirkan lagi dea buat aborsi, janinmu juga ingin hidup. kalaumau pergi dari alex ya besarkan sendiri anakmu itu dea, kasihan
RaveENa
kayanya si alex sengaja lepas kb/Proud/
Kim.nana: benar 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Naviah
Dea lebih baik pergi dulu dari Alex
Naviah
tinggal saling jujur satu sama lainnya kalo begini pasti salah paham dengan perasaan masing-masing 😁
Mita Paramita
jadi rumit masalah nya 🤣 kalian berdua sama-sama gengsi dgn perasaan masing-masing
Rizka Susanto
klo itu anak Juan berarti ganti judul dong de 🤣😅
udh pergi lah sejauh mungkin de...
syaloom
dea mending kabur aja , ketempat yang Alex tidak tau.biar semakin tersiksa si alex
Salim ah
sama"suka tapi dalam diam ya akhirnya sama" terluka🙄
yg KB saja bisa kebobolan de , dan Alex juga begitu bisa jadi kbnya bocor dan menghasilkan Alex junior🫰
EviJm13
semoga si Alex peka
EviJm13
seru
EviJm13
lanjut thor
syaloom
sering² up dong kak
Sarinah Quinn
semoga masih selalu up ceritanya menarik sekali 🙏🥰
Naviah
lanjut thor
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!