NovelToon NovelToon
The Phoenix Empress: Dendam Membara Di Singgasana Emas

The Phoenix Empress: Dendam Membara Di Singgasana Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:291
Nilai: 5
Nama Author: Mieayam(⁠•⁠‿⁠•⁠)

SINOPSIS


Feng Ruxue adalah Permaisuri dari Kekaisaran Phoenix yang dikhianati oleh suaminya sendiri, sang Kaisar, dan adik perempuannya yang licik. Mereka menjebak Ruxue, mencabut tulang sumsum phoenix-nya (sumber kekuatannya), dan membakarnya hidup-hidup di Menara Terlarang.
​Namun, alih-alih mati, jiwa Ruxue justru bangkit kembali ke tubuh seorang gadis lemah berwajah buruk rupa yang sering ditindas di desa terpencil. Dengan ingatan masa lalunya sebagai kultivator tingkat tinggi, ia mulai berlatih kembali, menyembuhkan wajahnya, dan membangun pasukan rahasia. Ia kembali ke ibu kota bukan untuk meminta maaf, tapi untuk mengambil kembali mahkotanya dan membakar setiap orang yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mieayam(⁠•⁠‿⁠•⁠), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Paviliun Obat Seribu Tahun dan Rahasia yang Terkubur

​Langkah kaki Lin Xiao terdengar berirama, menciptakan ketukan pelan di atas jalanan batu Kota Cahaya Bulan yang mulai temaram tersapu bayang-bayang senja. Di sampingnya, Yun'er kecil berjalan dengan langkah yang sedikit tertinggal, jemari kecilnya menggenggam erat ujung jubah abu-abu Lin Xiao seolah-olah itu adalah satu-satunya pegangan hidup yang ia miliki di dunia yang luas dan kejam ini. Gadis kecil itu sesekali menoleh ke belakang, matanya yang besar memancarkan kekhawatiran yang nyata kalau-kalau pengawal berpakaian biru dari Klan Yan akan muncul kembali dari balik bayang-bayang gedung.

​"Jangan takut," ucap Lin Xiao tanpa menoleh, namun suaranya memiliki nada hangat yang sangat jarang ia tunjukkan. "Selama kau berada di sampingku, tidak ada satu pun pedang di kota ini yang bisa menyentuh sehelai rambutmu. Aku sudah berjanji, dan aku tidak pernah menarik kembali kata-kataku."

​Yun'er mendongak, menatap profil samping wajah Lin Xiao yang tampak tegas namun tenang. Di bawah cahaya lampion kota yang mulai dinyalakan satu per satu, tato mawar hitam di pipi Lin Xiao seakan-akan berdenyut redup, memberikan aura misterius yang tak terlukiskan.

"Kakak... kau sangat kuat. Apa kau seorang peri yang dikirim langit untuk menyelamatkanku?"

​Lin Xiao tersenyum pahit, sebuah senyuman yang penuh dengan beban masa lalu. Peri? Jika Yun'er tahu berapa banyak nyawa yang telah ia cabut di medan perang saat ia masih menyandang gelar Permaisuri Feng Ruxue, gadis kecil ini mungkin akan lari ketakutan seolah melihat iblis.

"Aku bukan peri, Yun'er. Aku hanyalah seseorang yang menolak untuk tunduk pada takdir yang buruk.Dan mulai hari ini, kau pun harus belajar melakukan hal yang sama. Dunia ini tidak akan memberimu keadilan kecuali kau cukup kuat untuk mengambilnya sendiri."

​Mereka terus berjalan, menyusuri jalanan yang semakin bersih dan elit, jauh dari hiruk-pikuk pasar yang kumal. Hingga akhirnya, mereka tiba di depan sebuah bangunan megah yang terbuat dari kayu gaharu hitam yang langka. Sebuah papan nama besar tergantung di atas pintu masuk, bertuliskan "Paviliun Obat Seribu Tahun" dengan kaligrafi emas yang memancarkan aura wibawa yang sangat kuat. Bau harum rempah-rempah yang menenangkan dan aroma samar dari pil yang sedang dimurnikan menguar kuat dari dalam bangunan tersebut, seketika membuat ketegangan di bahu Lin Xiao sedikit mereda.

​Saat mereka melangkah masuk ke dalam aula utama yang luas, seorang pelayan pria muda berpakaian rapi menyambut mereka dengan dahi yang berkerut dalam. Ia menatap jubah abu-abu Lin Xiao yang penuh debu perjalanan dan wajahnya yang tertutup tudung.

​"Maaf, Nona. Jika Anda datang ke sini untuk meminta obat-obatan gratis, saya sarankan Anda pergi ke klinik di pinggiran kota. Paviliun ini hanya melayani pelanggan dari klan besar dan para kultivator tingkat tinggi," ucap pelayan itu dengan nada yang terdengar sopan namun penuh dengan penghinaan yang tersirat.

​Lin Xiao tidak membalas dengan kemarahan. Ia sudah terlalu sering melihat wajah-wajah munafik seperti ini. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia merogoh saku jubahnya dan mengeluarkan sebuah koin perak kecil dengan ukiran burung tanpa mata yang ia temukan di dalam kotak perunggu pemberian ibunya.

​Begitu melihat koin tersebut, wajah pelayan itu berubah seketika menjadi pucat pasi. Matanya membelalak tak percaya, dan tubuhnya yang tadi tegak kini membungkuk sangat dalam hingga kepalanya hampir menyentuh lantai. "Ini... Koin Burung Kegelapan? Mohon maafkan ketidaksopanan saya, Nona yang mulia! Saya benar-benar buta! Silakan, mohon ikuti saya ke ruang VIP di lantai tertinggi. Saya akan segera memanggil Kepala Paviliun secara pribadi."

​Lin Xiao dibawa melewati tangga spiral yang indah menuju sebuah ruangan yang sangat mewah di lantai tiga. Dindingnya dihiasi dengan lukisan-lukisan kuno yang menggambarkan dewa-dewa serta vas porselen yang nilainya mungkin setara dengan sepuluh desa. Yun'er tampak terpana, ia belum pernah melihat kemewahan seperti ini seumur hidupnya yang singkat.

​Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka perlahan. Seorang pria tua dengan jenggot putih yang menjuntai hingga ke dada masuk dengan langkah yang sangat ringan, seolah-olah ia berjalan di atas udara. Pria ini adalah Kepala Paviliun Gu, seorang tabib tingkat tinggi sekaligus kultivator misterius yang namanya sangat disegani bahkan oleh penguasa tertinggi kota ini.

​Kepala Paviliun Gu berhenti melangkah saat matanya bertemu dengan pandangan Lin Xiao. Fokusnya segera tertuju pada tato mawar hitam di pipi Lin Xiao dan kalung batu hitam yang melingkar di lehernya. Tangannya yang keriput sedikit gemetar.

​"Wajah itu... aura energi itu..." suara Gu terdengar serak karena emosi. Ia segera memberi isyarat dengan tangannya agar pelayan keluar dan mengunci pintu rapat-rapat. "Kau... apakah kau putri dari Feng Yue?"

​Mendengar nama ibunya disebut dengan nada yang begitu akrab, jantung Lin Xiao berdegup kencang. Kebencian dan rasa ingin tahu bercampur aduk di dadanya. "Bagaimana kau tahu nama ibuku?"

​Kepala Paviliun Gu menghela napas panjang yang penuh dengan beban masa lalu, lalu duduk di hadapan Lin Xiao. "Ibumu, Feng Yue, adalah sahabat terbaik sekaligus penyelamat nyawaku tiga puluh tahun yang lalu di perbatasan barat. Ketahuilah, Nona muda, ibumu bukan hanya wanita desa biasa. Dia adalah pewaris terakhir dari Klan Mawar Hitam—sebuah klan kuno yang keberadaannya dihapus dari sejarah oleh Kekaisaran karena mereka memiliki kekuatan yang dianggap 'terlarang' oleh para dewa."

​Gu kemudian menjelaskan dengan detail bahwa Energi Nirwana Hitam yang mengalir di dalam tubuh Lin Xiao bukanlah sebuah kutukan, melainkan bentuk tertinggi dari energi spiritual yang lahir dari kematian. Tato di wajahnya sebenarnya adalah sebuah segel pelindung yang sangat kuat, yang dipasang oleh ibunya sebelum ia meninggal. Segel itu bertujuan untuk menyembunyikan identitas Lin Xiao agar ia tidak diburu oleh Kekaisaran saat masih lemah. Namun, pengkhianatan dan kematian yang dialami Lin Xiao di kehidupan sebelumnya telah memicu kebencian yang begitu besar hingga segel itu mulai retak dan melepaskan kekuatannya secara prematur.

​"Liontin di lehermu itu adalah 'Inti Malam'," lanjut Gu dengan nada serius. "Itu adalah artefak suci klanmu. Benda itu akan membantumu menyembunyikan auramu dari para pemburu kekaisaran. Tapi, untuk menyembuhkan wajahmu sepenuhnya dan menstabilkan energi yang meledak-ledak di dalam nadimu, kau membutuhkan Pil Transformasi Tulang Surga. Masalahnya, salah satu bahan utamanya, Bunga Teratai Darah, saat ini berada dalam penguasaan ketat Klan Yan."

​Mata Lin Xiao berkilat tajam seperti belati yang baru diasah. "Klan Yan lagi? Sepertinya takdir memang memiliki cara yang sangat spesifik untuk membuatku harus menghancurkan mereka lebih cepat."

​"Kau harus sangat berhati-hati, Lin Xiao," Gu memberikan peringatan dengan wajah yang sangat serius. "Kepala Klan Yan adalah seorang Kultivator Tahap Pembentukan Inti tingkat menengah. Dia jauh lebih kuat dari putra bodohnya yang kau lumpuhkan di pasar tadi. Tapi, kau tidak perlu khawatir selama kau berada di dalam Paviliun ini. Aku berhutang nyawa pada ibumu, dan aku akan membayar hutang itu dengan menjagamu serta membantumu kembali ke puncak kekuatanmu."

​Lin Xiao mengepalkan tangannya dengan kuat. Di kehidupan sebelumnya, ia dikhianati oleh orang-orang yang paling ia percayai. Kini, di kehidupan ini, di saat ia merasa paling terpuruk, ia justru menemukan orang-orang yang tulus membantunya. Ia menoleh ke arah Yun'er yang ternyata sudah tertidur pulas di atas kursi beludru karena kelelahan setelah hari yang sangat panjang dan menegangkan.

​"Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku," bisik Lin Xiao dengan tekad yang bulat. "Bukan hanya pil itu, tapi juga kehormatan klan ibuku dan tahta yang mereka curi dariku dengan darah."

​Malam itu, di bawah perlindungan Paviliun Obat Seribu Tahun yang kokoh, Lin Xiao memulai sesi meditasi pertamanya di bawah bimbingan rahasia Kepala Paviliun Gu. Ia sadar betul bahwa ia tidak memiliki banyak waktu. Ia harus mencapai tingkat Pembersihan Sumsum puncak sebelum Klan Yan melakukan serangan balasan yang lebih besar.

​Di luar sana, di bawah langit malam yang pekat, Kota Cahaya Bulan mulai bergejolak. Berita tentang putra kedua Klan Yan yang cacat secara permanen telah menyebar ke seluruh penjuru kota seperti api di padang rumput yang kering.

Pasukan elit Klan Yan mulai dikerahkan, menyisir setiap penginapan dan kedai, mencari seorang gadis dengan tato mawar hitam di wajahnya.

​Perang dingin telah berubah menjadi perburuan terbuka, dan Lin Xiao baru saja mulai mengasah cakarnya. Ia tidak akan berhenti sampai seluruh langit kota ini tunduk pada kegelapan Nirwananya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!