NovelToon NovelToon
Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Single Mom / Janda / Chicklit / Showbiz / Mengubah Takdir
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Sangat di sarankan untuk membaca kisah sebelumnya, Wanita Mantan Narapidana Vol 1.

Setelah 20 tahun mendekam di balik jeruji tahanan, Lembayung Senja akhirnya bisa menghirup udara kebebasan di luar penjara.

Tapi, waktu yang berlalu, masa yang telah lama berganti, masih meninggalkan bekas luka yang begitu dalam di hati Ayu.

Hingga dendamnya pun kian membara, tekadnya semakin kuat untuk menghancurkan dua orang yang membuatnya terkurung selama 20 tahun lamanya.

Berhasilkah Lembayung Senja membalaskan sakit hatinya?

Lantas bagaimana hubungannya dengan Biru putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mematangkan Rencana

#6

“Selamat datang, Ibu Lembayung Senja,” ucap para pegawai bersamaan, seolah-olah sudah diatur sebelumnya. 

Giana tersenyum misterius, “Ini hanya permukaan, dan hidangan utamanya belum lagi di sajikan,” ujar Giana misterius. 

“Hidangan utama apa, Kak?” Ayu semakin penasaran. 

“Ayo, ikuti aku,” ajak Giana. 

Mereka keluar dari ruangan tersebut menuju ruangan Giana, di sana sudah ada Mahar, Pengacara Dandi, dan seorang wanita yang Ayu tak tahu siapa dia. 

“Maaf, kami sedikit terlambat, apa kalian sudah lama menunggu?” 

Tiga orang yang berada di ruangan tersebut, berdiri dari tempat yang mereka duduki, “Tidak, Bu. Baru sekitar 5 menit, kok,” jawab Tuan Dandi.

Giana pun mengambil tempat di salah satu sofa kosong, yang biasa ia tempati jika sedang menyambut tamu di ruangannya. Sementara Ayu duduk berseberangan dengan Mahar, tak jauh dari tempat Giana. 

“Kau pasti sudah mengenal Tuan Dandi, Bukan?” Giana membuka percakapan mereka. 

Ayu mengangguk, “Sampai sekarang, Tuan Dandi masih berkomitmen membantu kita, walau langkah kita masih teramat terjal hingga detik ini.” 

“Nah, urusan hukum, sudah di tangani Tuan Dandi dan Mahar, kita sudah menempatkan seorang mata-mata penting di dekat Gunawan. Dan sekarang saatnya kita membahas, apa tugas utamamu.” 

Sejujurnya, Ayu belum terlalu paham dengan maksud pertemuan ini, jadi ia memilih untuk diam dan mendengarkan saja dulu, semua pembicaraan dari para profesional yang kini sedang berhadapan dengannya. 

“Di sebelahmu, namanya Suzan. Dia juga salah satu orang penting dalam misi kita.”

Giana pun menjelaskan dengan gamblang, peran Suzan selama ini dalam membantunya, wanita itu di selundupkan Giana ke MiJa Fashion, dan menjadi salah satu dari 10 orang desainer bayangan yang bekerja untuk Anjani. 

“Beberapa kali, aku sudah memberikan desain asliku pada Suzan untuk diajukan pada Anjani, dan wanita itu cukup menyukai karya yang sengaja aku ciptakan untuk membuat wanita itu semakin terlena.” 

Giana ingin tertawa geli rasanya, ketika teringat Anjani yang ternyata memuji-muji desain buatannya di depan publik, serta dengan bangga mengatakan itu adalah hasil karyanya. 

“Mulai sekarang, kau yang akan bertugas menciptakan desain untuk Suzan. Sampai di sini, apakah kamu memahami maksud perkataanku?” 

“Paham, Kak. Sangat paham, aku mulai paham maksud Kakak. Jika begini terus, bukankah lama kelamaan, kita sendiri yang akan rugi?” analisa Ayu, karena secara tak langsung mereka memberikan sumbangsih berupa ide segar untuk Anjani. 

Giana tersenyum miring, “Sudah kuduga kamu akan bertanya demikian. Tentu saja tidak, karena setelah ini, semua tak akan berjalan mulus sesuai dengan keinginan wanita itu.”

“Kini, semua akan berjalan sesuai dengan keinginan kita.” 

•••

Di tempat lain, tepatnya di ruangan Anjani, ruangan itu sangat berantakan, aroma asap rokok menguar di udara, kertas-kertas berserakan, dan sejak pagi Anjani hanya bisa memarahi para desainer bayangan yang bekerja untuknya. 

“Out!” 

Lagi-lagi Anjani melempar kertas berisi gambar buatan salah seorang desainernya. Alasannya? 

Tentu saja sejak satu minggu belakangan ini, belum ada yang cocok dengan kriteria kompetisi para desainer, serta kriteria yang ia inginkan. 

Desainer muda itu berlalu pergi dengan wajah pucat pasi, selain takut dengan amukan Anjani, dan ia pun takut bila bonusnya tidak cair bulan ini. 

“Mana Suzan?!” tanya Anjani pada Vina, sekretarisnya. 

“Suzan izin masuk setengah hari, Bu. Mungkin sebentar lagi dia datang,” jawab Vina gugup. 

Anjani mendengus kesal, “Enak sekali jadi karyawan, gaji ingin tetap, tapi kerja juga sering izin,” gerutu Anjani kesal. 

Dan benar ucapan Vina, karena tak lama kemudian, Suzan datang dengan nafas sengal. 

“Maaf, Bu. Tadi saya ada urusan keluarga,” lapor Suzan tanpa ditanya. 

Anjani berdecak kesal, kemudian berdiri dan dengan kasar merampas buku sketsa yang ada di tangan Suzan. 

“M-maaf, Bu. Baru setengah jadi, akan segera saya selesaikan,” kata Suzan tenang, tapi juga ekspresinya dibuat sedikit gugup. 

Anjani menelisik gambar yang berada di hadapannya, guratan-guratan itu memang baru setengah jadi, namun, sudah terlihat memukau bagi Anjani. 

Segurat senyuman terbit di bibir Anjani, “Hmm, segera selesaikan!” katanya dengan sedikit kasar. 

“Baik, Bu.” 

Suzan mengambil kembali buku sketsanya dari atas meja Anjani. Diam-diam, wanita itu pun mengulum senyum, karena kali ini pun, Anjani menangkap umpan yang dilemparkan Ayu padanya. 

•••

Denting gelas, piring, dan sendok, saling beradu ketika semua orang yang berada di ruangan itu tertawa bersama. 

Bagi-bagi jatah baru selesai mereka lakukan sesuai dengan porsi tugas dan pekerjaan yang telah dilakukan. Karena itulah semua sumringah dalam tawa, setelah berhasil meraup sejumlah rupiah karena mereka berhasil meloloskan beberapa pasal dalam sistem perundang-undangan. 

Setelah makan malam usai, dan meja di bereskan, hidangan berikutnya pun disajikan lengkap dengan pramusaji  plus-plus untuk masing-masing orang. 

Para wanita itu memang dibayar untuk menemani, melayani, bahkan meladeni apapun keinginan para pria hidung belang di ruangan tersebut. Dan di tempatnya, Gunawan mulai menelan ludah karena wanita yang menemaninya menyuguhkan pemandangan indah di balik pakaian yang nyaris transparan. 

Tapi sayang sejuta sayang, aset pribadinya tak kunjung bereaksi, hingga Gunawan makin frustasi. 

Gunawan berdiri, “Hendak kemana, Tuan? Izinkan saya mengantar Anda,” tanya wanita tersebut, dengan suara gemulai. Namun, Gunawan tak menghiraukannya. 

“Bukan urusanmu.” 

Pria itu pun melanjutkan langkahnya, menuju toilet, bermaksud membangunkan si perkutut yang kini kian menciut. 

Sebelum tiba di toilet, Gunawan dibuat tertegun ketika tanpa sengaja melihat keberadaan mantan istrinya di salah satu meja bersama beberapa rekan bisnisnya. 

Gunawan akui, Giana semakin cantik menawan, dan juga sukses dalam karirnya semenjak mereka berpisah. Bukan Gunawan sengaja mencari-cari informasi, tapi pada kenyataannya, wajah Giana sering muncul di pemberitaan, berkat peran aktifnya dalam memberdayakan para wanita di lembaga pemasyarakatan. 

Getar-getar rasa rindu kembali terselip di dadanya, hingga sesuatu yang ajaib terjadi. Dia bereaksi, rupanya dia bisa bangun hanya karena melihat keberadaan Giana. 

“Shit!” maki Gunawan kesal, pria itu buru-buru pergi, sebelum perkututnya makin menjadi. 

Di dalam toilet, Gunawan makin sulit mengendalikan diri, karena pikirannya terus tertuju pada sang mantan istri. Semakin Gunawan coba untuk melupakan, senyuman Giana semakin jelas terlihat di pelupuk matanya. 

“Pers etan dengan kesetiaan!” 

Lelah menahan, Gunawan pun kembali ke private room, dan menyeret keluar wanita yang sesaat lalu menawarkan tubuhnya. 

“Huuuu—” sorak sorai terdengar ketika Gunawan menyeret wanita itu meninggalkan ruangan, terlihat jelas bahwa na fsu nya sudah di ujung tanduk. 

Gunawan menghampiri ruangan khusus di belakang area restoran, ruangan yang diperuntukkan bagi tamu-tamu tertentu dengan perjanjian booking terlebih dahulu. 

Cklek! 

Brak! 

Pintu tertutup, nafas Gunawan memburu, hanya Giana yang ia inginkan, sayangnya wanita itu sudah diluar jangkauan. Jadi, ia hanya memanfaatkan apa yang ada di hadapannya. 

“Puaskan aku!” perintahnya tak lama setelah pintu menutup sempurna. 

Sang wanita mengulum senyum menggoda, ia menggigit bibir dengan gerakan sensual sambil melepas lembar demi lembar kain tipis yang menutupi tubuhnya. 

🔞🔞Tetot!! Adu mekanik disensor saja🔞🔞

😜😜😜

1
Rahmawati
semakin seru ini, lanjutttt
MomRea
kenapa gak langsung kena OTT saja Gunawan dan antek-anteknya 😡
MomRea
jgn jgn si Miranda adik kandung Biru lain ibu ?
Esther Lestari
tidak bisa dibiarkan karena Miranda dan Biru satu ayah, begitukah Anjani
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan beneran udah tua tuh 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yakin dia putrimu 🤭
Meliandriyani Sumardi
nah kan...ini nih tanda nya kalau biru sama miranda sebenarnya saudara satu ayah....😄anjani bisa ngelak tapi pasti fakta berbicara🤣🤣 lanjut kak
Agus Tina
Semakin penasaran ...
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh ketahuan nih😒
Cindy
lanjut
Eva Karmita
kecewa banget sama sikap Biru berasa kayak Malin Kundang... kenapa Ngada sopan"nya sama ibunya 😩 biar bagaimanapun Ayu tetaplah ibu kandungnya biar di cuci seluas air laut an Ayu tetaplah ibu kandungnya Biru
kayaknya Biru sudah lupa dengan ajaran" bapak Ismail sama mamak Karmila tentang sopan santun dgn yg lebih tua 🥺😤 .., apa mungkin si Biru nurut sikapnya kayak neneknya yang sikapnya kayak Mak lampir 😏
Esther Lestari
Tian sepertinya berbahaya ini buat Ayu dan Biru. Punya rencana apa kamu Tian.

Biru mendekati Miranda dan sekarang magang di firma Gunawan, mungkin sambil menyelidiki Gunawan
Reni
biru sengaja ya sedikit menjauh dari mama ayu dia bertindak sendiri aduhhhh sayang ketahuan Tian 🤧
Reni
biru g secerah namamu kau bikin kelabu ayu lagi dan lagi pola pikirmu melukai mamamu miris
Nar Sih
semoga biru bisa memberi kejutan pada mama ayu dgb segaja msuk firma hukum punya si gunawan
Siti Siti Saadah
asyyyyyyiiiiiikkkkk
Rahmawati
hmmm apa biru sengaja deketin Miranda biar bisa mencari bukti bukti ttg kebusukan gunawan ya
Rahmawati
kok gedeg ya sama biru😡
🌷Vnyjkb🌷
akuuuuu nungguin sampai ngilerrr,torrr,🤭🙏🙏🙏🤣🤣🤣😍😍💪💪💪💪💪
🌷Vnyjkb🌷: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Dew666
🍎🍎🍎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!