Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.
Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.
"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.
"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6 - Salah Kamar
Setelah perdebatan Zidan dan Indy, Nabila dan Nathan segera membahas proyek film mereka. Di sana mereka membahas apa saja yang harus dilakukan saat syuting nanti. Keduanya juga membahas beberapa detail hal yang harus dilakukan.
Semuanya berjalan lancar malam itu. Sampai akhirnya Nabila mendapat sebuah pesan dari temannya saat dalam perjalanan pulang.
Pupil mata Nabila membesar ketika melihat foto Lukman sedang bersama sekretarisnya di hotel. Dalam foto itu, mereka terlihat sedang berdiri di depan meja resepsionis. Kata teman Nabila yang mengirim foto itu, Lukman dan sekretarisnya memesan kamar.
"Putar balik, Dy!" titah Nabila.
"Kemana, Mbak? Kita nggak jadi pulang nih?" tanya Indy.
"Sudah, putar balik saja. Temani aku ke hotel Arwana!" ujar Nabila.
"Ba-baik, Mbak!" Indy menurut saja. Dia segera menjalankan mobil menuju hotel yang disebutkan Nabila.
Sementara Nabila tampak mengenakan topi dan maskernya. Sebagai seorang artis, perlengkapan itu adalah hal yang wajib saat pergi ke tempat umum.
Di sisi lain, entah takdir atau apa, Nathan baru saja tiba di hotel Arwana. Kebetulan dia ada jadwal pemotretan di hotel tersebut besok. Jadi Nathan memang disarankan menginap di sana agar pemotretan dapat dilakukan tepat waktu.
Di depan hotel Indy baru menghentikan mobilnya. Nabila menyuruh menyusulnya setelah memarkirkan mobil. Seperti biasa, Indy menurut saja.
Kini Nabila melangkah cepat menuju resepsionis. Dia menanyakan nama suaminya yang kemungkinan baru saja check in.
"Maaf, Mbak. Kami tidak bisa memberitahu informasi pribadi tentang tamu-tamu kami." Itulah yang dikatakan resepsionis saat ditanyakan oleh Nabila.
Nabila mendengus dan segera menghubungi teman yang mengiriminya pesan tadi. Panggilan pertama tidak diangkat. Untungnya saat Nabila mencoba panggilan kedua temannya itu mengangkat.
"Kau dimana? Apa kau mengikuti Mas Lukman tadi?" tanya Nabila.
"Maaf, La. Aku tadi kayaknya udah salah sangka. Katanya mereka ada urusan kerjaan aja di hotel itu. Jadi jangan ambil pusing ya. Aku lihat mereka langsung pulang setelah ngobrol sebentar sama resepsionis," jelas Tiwi dari seberang telepon.
"Benarkah?" dahi Nabila berkerut dalam. Merasa sulit mempercayai perkataan Tiwi.
"Ya udah, kalau gitu bye." Tiwi segera mematikan telepon lebih dulu.
Nabila mendengus kasar. Namun bersamaan dengan itu, dia melihat ada salah satu karyawan dari perusahaan suaminya yang berjalan menuju lift. Nabila hanya ingin memastikan apakah Lukman benar-benar sedang mengurus pekerjaan atau tidak di sana.
Tanpa pikir panjang, Nabila ikuti karyawan dari perusahaan Lukman itu. Dia masuk ke lift yang sama dengan karyawan bernama Dodit tersebut.
Saat karyawan itu keluar dari lift, Nabila juga ikut keluar. Akan tetapi Dodit mendadak menoleh ke belakang, saat itulah Nabila reflek membuka pintu kamar yang ada di sebelah kanannya, dan gilanya lagi, pintu kamar itu tidak dikunci. Jadi Nabila bisa langsung masuk ke sana.
Jantung Nabila berdegup kencang sekali. Apalagi sepertinya dia sedang berada di kamar orang. Namun dirinya lebih kaget saat seseorang keluar dari kamar mandi.
Mata Nabila membulat sempurna. Ternyata yang keluar dari kamar mandi adalah Nathan. Lelaki yang dirinya baru kenal sekaligus calon lawan mainnya untuk film terbaru.
Nathan baru selesai mandi. Dia hanya melilitkan handuk di pinggang. Tubuhnya yang atletis itu terpampang nyata dan tampak sedikit basah. Nathan tentu kaget saat melihat ada orang asing di kamarnya. Dia pastinya tidak bisa mengenali Nabila karena perempuan itu mengenakan topi dan masker. Selain itu, Nathan pernah beurusan dengan penguntit baru-baru ini yang menyusup ke rumahnya.
"Kau! SIAPA KAU?!" pekik Nathan waspada.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti