Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6. hasil
Sesosok tubuh terlempar jauh sampai ia menabrak sebuah pohon hingga ia kembali batuk darah.
Tentu saja sosok itu adalah Yang Chen, ia mencoba bertahan dari serangan ganas Guo Feng namun serangan Guo Feng lebih cepat sehingga Yang Chen tidak bisa menghindar semua serangan itu. Akhirnya Guo Feng berhasil menendang Yang Chen diperutnya hingga ia terlempar kebelakang.
" Sialan aku sama sekali tidak bisa mengimbangi kecepatannya dan kekuatannya juga bertambah kuat." Ucap Yang Chen dalam hatinya.
Yang Chen berusaha untuk menghindari semua serangan Guo Feng tapi ia masih meremehkan kekuatan orang yang berada dua tingkat diatasnya.
Walaupun dengan segala cara ia lakukan ia tetap tidak bisa menghindari semua serangan Guo Feng.
" Aku harus melakukan sesuatu jika tidak, hidupku akan berakhir disini." Ucap Yang dalam-dalam.
Namun saat ia masih berpikir, Guo Feng kembali melesat kearahnya dan mengayunkan pedangnya, " apa yang coba kamu pikirkan bocah?" Ucap Guo Feng sembari mengayunkan pedangnya sambil tersenyum puas.
Yang Chen dengan sigap menyilangkan pedangnya tapi begitu kedua pedang mereka berbenturan, Yang Chen kembali terlempar.
Yang Chen kembali mengernyit kesakitan, walaupun ia tidak terkena tebasan pedang Guo Feng tapi saking kuatnya tebasan itu membuat tangan Yang Chen yang memegang pedang merasa kebas dan nyeri. Dan itu terus terulang karena hanya menggunakan pedangnya ia bisa menghalau serangan pedang Guo Feng.
Terlihat pedang Yang Chen juga mulai mengalami retakan kecil di permukaan bilah pedangnya akibat terus menerus menahan serangan Guo Feng.
Akhirnya tubuh Yang Chen terhenti beberapa meter setelah dikirim terbang oleh Guo Feng.
Tapi belum sempat Yang Chen menarik nafas, Guo Feng kembali melanjutkan cepat dan segera muncul di depannya. Ia menusukkan pedangnya tepat di leher Yang Chen.
Melihat ia membuat wajah Yang Chen berubah panik, jika tidak bisa menghindar ia bisa langsung mati.
Yang Chen berusaha sekuat tenaga untuk menghindar, dengan usaha keras Yang Chen berhasil menghindari tusukan pedang Guo Feng. Tapi pedang Guo Feng tetap berhasil menggores leher Yang Chen.
Tidak berhenti disitu, Guo Feng mengepalkan tangan kirinya dan meninju dada Yang Chen.
Sambil muntah darah Yang Chen kembali terlempar dan jatuh ke tanah.
" Arrrggh!"
Terlihat wajah Yang Chen memerah dan tangan memegang dadanya, ia merasa tulang dadanya ada yang patah.
Sambil berjalan pelan dan tersenyum mengejek Guo Feng berkata, " aku sudah mencoba beberapa kali berkompromi dengan kamu dengan berniat membeli bunga anggrek darah itu tapi kamu dengan angkuh tetap menolaknya."
" Sekarang kamu akan kehilangan bunga anggrek darah itu dan juga kehilangan nyawamu disini." Ucap Guo Feng sambil tertawa kecil.
Melihat nasib Yang Chen yang akan segera mati membuat kedua anak buah Guo Feng yang menonton juga terlihat senang.
" Bocah bodoh itu akhirnya akan segera mati, ini akibat mencoba mencuri harta milik tuan muda Guo Feng."
" Betul sekali, karena kebodohannya, ia akan segera kehilangan nyawanya."
Mereka berdua sebelumnya dihajar dan dikalahkan oleh Yang Chen begitu mudah sehingga mereka sangat membenci Yang Chen.
Oleh karena itu melihat kondisi Yang Chen yang seperti ini membuat mereka sangat senang.
" Tuan muda, cepat bunuh dia dengan begitu bunga anggrek darah itu akan segera menjadi milik anda." Ucap salah satu anak buah Guo Feng.
Guo Feng hanya tersenyum kecil dan kemudian berjalan menuju kearah Yang Chen sambil memegang pedangnya dengan erat. Sikapnya mengisyaratkan ia akan segera membunuh Yang Chen sekarang juga.
Melihat Guo Feng yang semakin mendekat membuat Yang Chen menarik nafas dan berkata, " tidak ada pilihan lain, aku akan menggunakannya." Ucapnya sambil memegang kain yang menutupi mata kanannya.
Begitu Yang Chen membuka kain itu, seketika juga terlihat mata kanannya yang berwarna biru yang bersinar.
Guo Feng dibuat heran karena Melihat dan merasakan aura dari mata Yang Chen yang terasa asing dan berbahaya. Seakan nalurinya menyuruhnya untuk segera membunuh Yang Chen.
Hal ini membuat ia segera melompat dan langsung menusukkan pedangnya ke arah dada Yang Chen.
Namun pedangnya menancap di tanah tapi Yang Chen sudah tidak ada disana.
Dan ternyata Yang Chen sudah berdiri beberapa meter di atas batu tidak jauh dari sana.
Hal itu membuat Guo Feng terkejut entah bagaimana bisa Yang Chen bisa menghindar dengan cepat, padahal ia sudah menghajar Yang Chen sedemikian rupa sehingga ia menganggap Yang Chen tidak bisa bergerak lincah lagi.
Tapi sekarang, bukannya lambat tapi ia merasa Yang Chen malah lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini membuat Guo Feng dibuat heran sekaligus lebih waspada.
Guo Feng merasakan kalau Yang Chen masih berada di tahap spirit tingkat 4 namun entah bagaimana auranya bahkan terasa lebih kuat daripada dirinya yang berada di tahap spirit tingkat 6.
" Mata apa itu? Kenapa bisa mata kananmu bisa mengeluarkan aura yang aneh?" Guo Feng beranggapan kalau itu berhubungan dengan mata kanan Yang Chen.
Setelah Yang Chen memperlihatkan mata kanannya, ia merasa Yang Chen telah menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya.
" Jika bertanya tentang mata ini, aku juga tidak mengetahuinya. Tapi yang aku tahu akan segera mengalahkanmu." Ucap Yang Chen sambil mengusap darah disudut mulutnya.
" Heh, hanya dengan menggunakan mata bodoh itu kamu langsung percaya diri mengalahkan aku, sungguh mimpi disiang bolong." Walaupun ia merasakan perasaan aneh dari mata biru Yang Chen tapi Guo Feng merasa kalau pertarungan masih dibawah kendalinya.
Guo Feng langsung melompat dan menebaskan pedangnya.
Yang Chen langsung menahan serangan itu tapi ia kembali terlempar ke belakang.
Melihat Yang Chen yang masih tidak bisa mengatasi ayunan pedangnya membuat Guo Feng tersenyum mengejek. " Heh, kamu memang hanya bermulut besar saja."
Awalnya memang Yang Chen masih kesulitan menghadapi serangan Guo Feng, tapi setelah beberapa saat, entah bagaimana Yang Chen mulai dengan mudah menghindari semua serangan Guo Feng yang membuat ia dibuat kembali heran.
" Sialan!" Dengan wajah kesal Guo Feng kembali melancarkan tebasan pedang yang lebih banyak dan cepat, berharap dengan begitu Yang Chen akan terkena salah satu dari puluhan serangan itu.
Tapi Yang Chen masih dengan gampang menghindari semua itu.
Hal ini jelas membuat wajah Guo Feng memerah karena marah sekaligus heran.
Bagaimana Yang Chen bisa menghindari serangan penuh dari seseorang yang berada dua tingkat lebih kuat darinya ditambah ia menggunakan teknik pedang tahap spirit tingkat tinggi miliknya yaitu " gagak mencengkram langit" tapi itu masih tidak cukup untuk menyarangkan satu serangan saja pada Yang Chen.
Seolah-olah Yang Chen telah bisa menebak kemana ia akan menyerang atau kemana ia akan mengayunkan pedangnya.
" Saat aku akan menyerang sisi kanannya, ia langsung melompat ke kiri, dan begitu juga sebaliknya, seolah-olah ia tahu kemana aku akan menyerang. Apa dia tahu tentang teknik pedangku? Tapi bagaimana bisa?" Ucap Guo Feng dalam hatinya yang diliputi oleh banyak pertanyaan.
" Tapi itu tidak mungkin, teknik pedang gagak mencengkram langit hanya dimiliki oleh akademi gagak langit sehingga tidak mungkin teknik itu bocor dan malah dipelajari oleh siswa dari akademi lain." Ucap Guo Feng yang segera membantah kecurigaannya.
" Tapi bagaimana menjelaskan Yang Chen yang dengan mudah menghindari teknik pedang gagak langit, seolah ia tahu akan teknik itu dan tahu titik lemahnya sehingga ia tahu kemana aku akan menyerang." Ucap Guo Feng yang masih kebingungan.
Setelah menghindari semua serangan Guo Feng, Yang Chen langsung melancarkan serangan balik cepat.
Awalnya Guo Feng dengan mudah menahan serangan balik Yang Chen, tapi semakin lama serangan Yang Chen semakin cepat dan teratur sehingga wajah Guo Feng mulai dibuat panik akibat arah pertarungan yang berubah dengan cepat.
Dia yang tadinya membuat Yang Chen kewalahan menghadapi menghalau serangannya, sekarang gantian yang harus berjuang menahan dan menghindari serangan Yang Chen.
" Matilah!!" Dengan wajah penuh amarah, Guo Feng langsung mengeluarkan aura yang kuat dan langsung melancarkan puluhan serangan untuk menahan serangan Yang Chen dan menyerang balik.
Tapi Yang Chen dengan cepat menghindar dan entah bagaimana Yang Chen sudah berada di belakangnya.
Merasakan Yang Chen berada dibelakangnya membuat wajah Guo Feng dengan panik berusaha berbalik cepat.
Tapi itu sudah terlambat, Yang Chen dengan cepat menusuk punggung Guo Feng dan menembus sampai ke perutnya.
" Arrrggh!!" Guo Feng langsung berteriak kesakitan.
" Sudah aku bilang aku akan mengambil nyawamu." Bisik Yang Chen di samping telinga Guo Feng.
" Kamu..." Guo Feng mencoba untuk berbicara tapi akibat tusukan pedang yang menembus tubuhnya membuat ia tidak bisa berbicara.
" Selamat tinggal" Yang Chen langsung menarik pedangnya dari tubuh Guo Feng yang seketika darah langsung keluar dengan deras dari perut Guo Feng.
Hal ini langsung membuat Guo Feng seperti kehilangan semua tenaganya bahkan untuk berdiri, dengan begitu ia jatuh ketanah dengan posisi tengkurap.
Perlahan cahaya Dimata Guo Feng mulai redup dan akhirnya ia mati.
Benahi dulu susunan kata dalam kalimat dan penggunaan kata. Pakailah bahasa Indonesia jangan pakai bahasa Inggris. Semoga karya novel ini meraih kesuksesan. Amiin 🤲