NovelToon NovelToon
Status Janda, Rekening Miliaran

Status Janda, Rekening Miliaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yance 2631

Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Sita

Tiba di rumah Adrian, terlihat mobilnya susah ada di carport, tampak Sita segera memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke halaman rumah Adrian.

Sita berjalan perlahan, mengendap-ngendap seperti ingin memberikan surprise pada tunangannya ini, Sita melangkah masuk ke dalam rumah yang tidak di kunci.. dan melihat Adrian yang sedang rebahan.

Sita terus berjalan hampir tanpa suara, ia juga tidak lupa langsung mengunci pintu rumah Adrian dari dalam.. Sita memastikan lagi apa yang dilihatnya, Adrian berbaring di kamarnya dengan hanya memakai boxernya hingga tampak jelas bagian yang menonjol, Sita pun mulai menelan ludah dan menggigit bibirnya,

Sita berhasil masuk ke dalam kamar Adrian yang nyaman, lalu perlahan mulai membuka sendiri pakaiannya.. dan memakai Lingerie berwarna ungu transparan yang sudah disiapkannya, Adrian tampak sudah terlelap mungkin karena lelah..

Sita kemudian berbaring di sebelah tubuh Adrian, menatap lembut kekasihnya..

"Mm, iih itu 'dedenya' menggemaskan sekali, bikin aku pusing aja" gumam Sita dalam hati, sambil tersenyum.

Sita sore itu tampak sangat seksi dengan bentuk tubuh yang tinggi, putih dan wangi serta lingerietletis ungu tipis menerawang isi dibaliknya,

"iiih, gemes deh sama si 'dede' gimana rasanya ya?, pengen cobain deh.. pengen mainin juga" gumam Sita.

Adrian pun tampak masih pulas tertidur.

Sita lalu mulai membelai wajah Adrian, dengan tangannya yang lembut terus meraba dada Adrian yang bidang atletis.. ,mata Adrian sempat terbuka tapi kemudian terpejam lagi, tangan Sita terus meraba dan sampai pada 'benda tumpul' yang mengacung di dalam boxer Adrian,

"Mm, perutnya aku suka banget.. ganteng juga calon suami aku, "gumam Sita sambil terus tangannya menggerayangi bagian sensitif tubuh Adrian.

Adrian lalu berubah posisi, dan mulai bergumam sendiri.. "Hanin, nin, hanin.. ", Sita memperhatikan Adrian, "sepertinya memang Adrian belum move-on sama Hanin" gumam Sita.

Sita lalu mengangkat tangan Adrian, menggenggam jemarinya dan di letakkan di bagian bawah perutnya.. yang sedikit terbuka, tiba-tiba saja Adrian terbangun.. ,di lihatnya Sita sudah ada di sampingnya dengan memakai lingerienya,

"Mas Adrian, ini aku.. aku kangen banget, "ujar Sita sambil merajuk.

Adrian langsung bangun, dan segera memakai celana jeans dan kaosnya kembali. Sita hanya tersenyum dan masih terlentang di kasur dingin Adrian.

"Mas, kok dipakai sih baju, celananya.. gantengan seperti tadi dibuka" ujar Sita sambil menggoda. "Kita belum nikah Sita, jadi kamu jangan mulai duluan deh please.. "ujar Adrian terkejut, dan sedikit kesal dengan ulah Sita.

"Sita, pakai lagi baju kamu yang bener," ujar Adrian sambil melihat tubuh Sita yang memang seksi, "Seksi juga badan Sita, hmm apa aku embat aja ya sekarang" gumam Adrian.

"Sayang, kamu bisa nggak buatin aku makan malam?" tanya Adrian, sambil melihat gunung kembar Sita yang hampir keluar.

Adrian mulai tenang, dan duduk dekat sekali bersentuhan dengan kulit Sita.

"Apa sih yang nggak buat mas Adrian" ujar Sita sambil mulai menempel ke dada Adrian.

"Please, Sita jangan seperti ini.. nanti mas bisa nggak kuat, bahaya nanti" ujar Adrian. Sita pun tersenyum manja dan makin menggoda.

"Aku lebih lebih mas, dari dulu aku selalu mimpikan mas, baru kali ini aku bisa dekat sama mas.. "ujar Sita sambil membelai wajah Adrian.

"Kita makan dulu aja ya, atau kita pesan online aja?" ujar Adrian sambil mengusap-usap punggung Sita yang mulus.

Mata Sita pun terpejam karena merasa nyaman diusap oleh Adrian, "duuh enaknya mas di usap begini, jadi pengen" ujar Sita sambil terus merapatkan tubuhnya ke dada Adrian.

"Sita, mm.. makan aja dulu, biar ehmm.." ujar Adrian sambil memeluk Sita. Sita pun pindah naik ke pangkuan Adrian.

"Biar apa mas tadi ..."tanya Sita, "biar kuat menghadapi kenyataan hehe" ujar Adrian sambil menatap dua gunung kembar Sita yang indah dan sengaja Sita buka untuk Adrian.

Sita lalu mengecup lembut bibir Adrian, Adrian hanya pasrah.. juga gugup, baru kali ini Adrian merasakan kehangatan Sita,

"Mm, Sita sepertinya sudah pingin aku sentuh, apa aku lakukan aja ya" gumam Adrian dalam hati, tangan Sita mulai menyentuh lagi 'benda tumpul" milik Adrian dengan sengaja.

"Mm, Sita udah dong.. please" ujar Adrian, "eh iya mobilmu parkir dimana?" tanya Adrian. "Di depan aku parkir" ujar Sita melepas tangannya.

"Kunci mobilmu mana, sini biar aku masukin aja ke garasi dulu ya" ujar Adrian. Adrian pun lalu keluar, dan memindahkan mobil Sita kedalam carportnya, lalu mengunci pagar.

Setelah selesai Adrian pun masuk kembali ke dalam rumah dan mengunci pintu rumah, dilihatnya Sita sedang menonton film biru di channel Tv asing,

"Kamu suka film begitu?" tanya Adrian membiarkan Sita menonton, "ya lumayan mas, supaya aku merasa lebih puas.. dan mungkin bisa buat kita makin... "ujar Sita tidak meneruskan kata-katanya.

"Makin apa sayang ..?" tanya Adrian yang sebenarnya jarang memanggil dengan sebutan itu.

"Biar kita makin dekat mas, kita dua orang dewasa mas pasti mengerti maksudku" ujar Sita. Adrian hanya menatap Sita dalam.

"Oh gitu, ya udah sini sayang.. duduk di sini" ujar Adrian meminta Sita duduk di pangkuannya. Adrian pun mulai membelai rambut Sita yang tergerai, menyentuh lembut lingerie ungu Sita yang terbuka sedikit demi sedikit..

"Kamu cantik Sita, sexy.. "ujar Adrian sambil berbisik di telinga Sita, lalu mylai menyentuh leher Sita yang mulus, Sita pun merasa geli.

"Kita tunangan udah berapa lama ya?" ujar Adrian sambil tangannya meraba punggung Sita. "hampir 2 bulan mas.." ujar Sita makin agresif, sambil tangannya masuk ke dalam boxer Adrian dan diam disana.

Adrian pun tersenyum sambil merasakan tangan Sita menyentuh miliknya yang mulai mengeras, Adrian lalu mencium lembut bibir tipis Sita..

"Mm, sayang.. ini dulu ya.. ,kalau terlalu jauh aku belum bisa, kita belum nikah Sita" ujar Adrian yang tangannya sekarang sudah ada di balik celana tipis lingerie Sita, Sita pun tampak mulai merasakan kenikmatan sesaat.

"Mm, mas .... ahhh" ujar Sita sambil matanya ke atas. Adrian pun mulai menyusu seperti bayi besar, tidak tergesa-gesa tapi intens.

Sita pun tersenyum puas, dan menciumi pipi Adrian.. sambil terus membelai milik Adrian.

"Nanti aku tidur di mana mas?" tanya Sita, "hayo mau dimana, di ruang Tv apa sama aku di kamar?" tanya Adrian menggoda.

"Sama mas Adrian aja, kita kan sudah tunangan" ujar Sita. "Oh gitu ya?" ujar Adrian tersenyum. Sita pun lalu merangkul Adrian lebih agresif lagi.

"Mas ..... "ujar Sita dengan lirih, "apa sayang?" ujar Adrian sambil merapikan rambut Sita. Sita pun dengan gairah tinggi mencium bibir Adrian, sampai menjambak rambut Adrian karena dorongan hasrat yang tinggi.

Adrian pun kewalahan, "sayang.. seharusnya kita jangan begini" ujar Adrian padahal ia hanya berpura-pura menolak. Sita menatap layar film blue yang masih menyala dengan adegan ranjang.

Sita meraih tangan Adrian dan meletakkan di dadanya, "Kamu kenapa sayang, mau apa?" bisik Adrian melihat Sita yang tidak bisa menahan hasratnya yang menggebu.

Adrian pun mulai tidak tahan, lalu berbisik di telinga Sita.. "kita pindah ke kamar aja, mau aku gendong?", Sita hanya mengangguk. Adrian pun menggendong tubuh Sita dan merebahkannya di kasur miliknya.

Adrian membuka kaosnya, terlihat kemudian dada bidangnya yang atletis dan hanya memakai boxer, Sita pun mengendurkan tali lingerienya.. lalu mendekatkan tubuhnya ke Adrian,

Sita membalikkan tubuh Adrian, lalu coba merebahkan dirinya di atas tubuh Adrian.. "kamu beneran mau sayang?" bisik Adrian pada Sita, Sita hanya mengangguk.

Sita sekarang sudah berada di atas tubuh Adrian yang terlentang dengan boxernya, "kamu sudah pernah melakukan ini sebelumnya?" tanya Adrian pelan, Sita menggelengkan kepalanya.

"Sejak aku SMP aku sudah mencintai kamu mas," ujar Sita sambil membuka pahanya lebar sehingga milik Adrian menyentuh miliknya yang sudah terbuka, lalu Sita menunduk mulai mencumbui tubuh Adrian.

Adrian merasa yakin, bahwa ini memang keinginan Sita .. tanpa paksaan, hanya kesadaran di antara dua manusia dewasa yang saling membutuhkan.

Adrian dan Sita pun akhirnya melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya, Sita pun merasa bahagia sekali.

Dunia pun terasa hanya milik berdua, Sita pun cepat belajar dan mendominasi Adrian, Sita sudah dua kali keluar tapi masih saja terus memainkan pusaka milik Adrian yang masih berdiri kokoh.. "Please Sita, jangan digituin terus.. aku bisa mau lagi nanti" ujar Adrian sambil mengejang karena Sita pintar memainkan milik Adrian.

"Siapa takut?" ujar Sita memancing Adrian, Adrian pun lalu mulai menindih tubuh Sita lagi sampai Sita berteriak-teriak, tapi Sita puas berhasil membangkitkan gairah Adrian.

Sampai akhirnya mereka berdua terkulai lemas, lalu berbaring bersebelahan..

"Mm, mas kuat sekali sekali.. ternyata bikin bayi itu enak ya, aku mau benih dari mas" ujar Sita merapatkan tubuhnya ke Adrian lagi.

"iya sayang, iya.. aku juga sudah lama pingin punya bayi, semoga kamu bisa memberikannya untuk aku" ujar Adrian yang merasa puas bisa meniduri Sita pada akhirnya.

Sambil berbaring, Sita tampak memainkan lembut pusaka Adrian yang mulai berdiri tegak lagi.. dan semakin mengeras, ..

"Sayang, masukin aja lagi kalau kamu mau, aku siap kok.. "ujar Adrian sambil membantu Sita yang posisinya sudah diatas tubuhnya.

"Aahh enak sayang, keras sekali.. lebih cepat sayang" ujar Sita sambil naik turun seperti naik kuda, Adrian pun berusaha mengimbangi hasrat Sita yang luar biasa, dan akhirnya Sita berteriak puas hingga miliknya membasahi milik Adrian yang juga sudah tumpah.

"Mm, kamu puas sayang?" tanya Adrian, "sangat puas mas, mas luar biasa kuat, strong!" ujar Sita sambil membersihkan pusaka Adrian dengan mulutnya. Akhirnya mereka berdua pun tidur berpelukan di bawah selimut.

 -----------

Hanin tampak memeriksa ruangan ruko yang baru dibelinya, "kang Bagas, sebaiknya ini kita rombak lagi atau biarkan saja dulu seperti ini ya?" tanya Hanin berdiskusi.

"Di rombak aja mbak sedikit, supaya lebih bagus dan ini untuk rak barang sepertinya masih kurang, harus ditambah" ujar kang Bagas. Hanin pun mengangguk.

"Mm, begitu ya kang.. boleh juga, atur saja kira-kira butuh berapa" ujar Hanin.

Hanin sangat sibuk membangun karirnya yang semakin meroket, sedangkan Adrian sibuk bercinta dengan Sita demi memuaskan birahinya.

Saat ini Hanin telah berhasil memiliki sebuah ruko besar di depan kosannya dulu yang berada di tepi jalan, di jalan propinsi. Keberhasilan Hanin tidak lepas dari dukungan sahabat dan karyawan-karyawannya yang selalu kompak dan Hanin juga memperlakukan mereka dengan baik dan bijaksana.

Walaupun kini Hanin sudah memiliki ruko, ia masih tetap nge-kos, dan masih bersahabat dengan Amel yang pertama dikenalnya dulu saat masih sulit, tapi kini sudah menjadi asistennya.

****

1
Dwi Agustina
Bagus Nin👍biar kapok👍👍👍
Dwi Agustina
Segala sesuatu yg berawal dr kebohongan akan menuai hasil yg tdk baik😁
Dwi Agustina
Amit2 ada y perempuan kyk Sita😅
Dwi Agustina
Semangat Hanin💪semangat othor💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!