Cerita ini adalah tentang Regenerasi Hidayah. Dari Zain yang Bertaubat Karna pergaulan yang Salah saat masa remaja, Dan dikaruniai Anak yang bernama Zavier yang Pintar dan Tegas, Hingga Putri Kemnarnya Zavier Bernama Ziana dan Ayana yang menyempurnakan warisan tersebut. Dan Ditutup Dengan Kisah Anak Ayana, Gus Abidzar.
Ini adalah bukti bahwa meski darah berandalan mengalir dalam tubuh, cahaya agama mampu mengubahnya menjadi kekuatan untuk melindungi dan mengayomi sesama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akad Yang Menggetarkan
Hari itu, Pondok Pesantren Al-Azhar tidak lagi tampak seperti tempat menimba ilmu yang sunyi. Setelah Khitbah seminggu yang lalu, Hari ini Karpet merah membentang dari gerbang ndalem hingga ke masjid besar. Bunga melati segar menghiasi setiap sudut, aromanya bersaing dengan wangi kayu gaharu yang dibakar.
Hari ini adalah hari kemenangan bagi Abigail, bukan hanya karena ia lulus dengan predikat santriwati teladan, tapi karena hari ini adalah hari penyatuan dua dunia yang berbeda.
Ayah Abigail, Mr. Hernandez, datang langsung dari New York dengan setelan jas formal yang sangat elegan. Ia sempat terpana melihat putrinya yang dulu hobi memakai ripped jeans dan tank top, kini anggun luar biasa dalam balutan kebaya putih panjang tertutup dengan kain satin yang menjuntai.
"Abby... you look like an angel," bisik ayahnya dengan mata berkaca-kaca saat mereka berjalan menuju masjid.
"I found my home here, Dad," jawab Abigail lembut, suaranya mantap tanpa ada lagi keraguan.
Di depan penghulu, Gus Zayn duduk dengan gagah mengenakan jas putih dan sorban yang tersampir rapi di bahu. Wajahnya yang biasanya dingin kini tampak memancarkan aura ketenangan yang luar biasa. Saat Abi (Kyai Rahman) menjabat tangan Mr. Hernandez untuk memulai ijab kabul, suasana mendadak senyap.
"I accept her marriage, Charlotte Abigail Hernandez binti Hernandez, with the dowry..."
Zayn mengucapkan ijab kabul dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab dengan satu tarikan napas yang mantap. Kata "Sah" menggema di seluruh masjid, diikuti isak tangis haru dari Sarah dan teman-teman asrama lainnya.
Di balik tirai pembatas, Abigail menyentuh dadanya yang bergemuruh. Enam bulan lalu ia menangis di tempat ini memohon jodoh, dan sekarang, doa itu telah mewujud menjadi kenyataan di depannya.
Resepsi digelar sangat megah. Ribuan santri, alumni, hingga pejabat daerah hadir. Namun, ada satu momen yang membuat semua orang terdiam.
Saat Abigail dan Zayn berdiri di pelaminan, Ustadzah Aisyah mendekat. Ia menatap Abigail lama, lalu tanpa diduga, ia memeluk adik iparnya itu dengan erat. "Maafkan Mbak, Abigail. Kamu benar-benar berlian yang Allah kirim untuk Zayn. Tolong jaga adikku."
Abigail tersenyum tulus. "Terima kasih, Mbak. Terima kasih sudah mengujiku selama ini."
Bahkan Najwa, yang akhirnya datang dengan wajah pasrah, menyalami Abigail. "Selamat, Abigail. Kamu memenangkan hatinya dengan cara yang benar."
Malam harinya, setelah keramaian mereda, Zayn dan Abigail duduk di balkon ndalem yang menghadap ke hamparan sawah. Angin malam berembus dingin, namun kali ini ada kehangatan yang berbeda.
Zayn menatap Abigail, lalu ia perlahan melepas pecinya, memperlihatkan telinga kanannya dengan jelas. Ia mengambil tangan Abigail dan menuntun jari gadis itu untuk menyentuh bekas lubang tindik tersebut.
"Sekarang, kamu nggak perlu lagi melihatnya dari jauh atau sembunyi-sembunyi," bisik Zayn dengan suara baritonnya yang lembut.
Abigail tertawa kecil, jarinya mengusap bekas luka itu. "Jadi, Pangeran Es ini benar-benar milikku sekarang?"
Zayn menarik Abigail ke dalam pelukannya pelukan yang halal dan penuh perlindungan. Ia berbisik tepat di telinga Abigail, "Dulu kamu bilang kamu adalah debu yang kebetulan mampir. Sekarang kamu harus tahu... debu itu telah menjadi seluruh duniaku."
Abigail menyandarkan kepalanya di bahu Zayn. Dari New York yang gemerlap ke pesantren yang bersahaja, ia menyadari bahwa cinta sejati bukan tentang menemukan seseorang yang sempurna, tapi tentang menemukan seseorang yang membawamu kembali kepada Pencipta dengan cara yang paling indah.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading😍😍😍😍😍😍