NovelToon NovelToon
The Librarian'S Midnight Guest

The Librarian'S Midnight Guest

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Fantasi Wanita / Harem
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: treezz

Di balik rak-rak kayu ek yang menjulang tinggi, Genevieve Isolde Clara adalah cahaya yang tak pernah padam. Sebagai pustakawan, ia dikenal karena senyumnya yang merekah bagi siapa saja dan keramahannya yang membuat siapa pun merasa diterima. Namun, keceriaan itu hanyalah tirai tipis yang menutupi luka batin yang sangat dalam. Genevieve adalah ahli dalam berpura-pura—ia membalut rasa sakitnya dengan tawa, memastikan dunia melihatnya sebagai gadis yang paling bahagia, meski hatinya perlahan hancur dalam kesunyian.
Kehidupan Genevieve yang penuh kepura-puraan terusik ketika Valerius Theodore Lucien muncul. Valerius adalah seorang pria dengan aura bangsawan kuno, pucat, dan memiliki tatapan yang seolah bisa menembus waktu—ia adalah seorang vampir yang telah hidup berabad-abad. Sejak pertama kali melihat Genevieve, Valerius merasakan sesuatu yang janggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon treezz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: kembali terulang

Tak tahan dengan tarikan magnetis itu, Valerius kembali mendekat. Ia menyesap aroma mawar dan sisa hujan yang kini bercampur dengan wangi sabun mandi yang samar.

Bibirnya kembali menemukan jejak ungu di leher Genevieve, memberikan kecupan-kecupan dingin yang seolah bertujuan untuk "mendinginkan" rasa nyeri yang ia ciptakan sendiri.

"Mmm..." Genevieve melenguh, merasa lebih nyaman setelah pakaian sesaknya berganti, meski ia tidak sadar siapa yang melakukannya.

Ia justru bergerak mencari kehangatan (atau kedinginan yang aneh) dari tubuh Valerius, membuat sang vampir semakin dalam tenggelam dalam obsesinya.

Di bawah naungan kegelapan yang pekat, Valerius benar-benar telah melupakan batasan yang tersisa.

Gaun tidur sutra yang baru saja ia pakaikan pada Genevieve terasa begitu tipis, seolah hampir tidak ada penghalang antara telapak tangan dinginnya dan kehangatan tubuh gadis itu.

Valerius menatap wajah Genevieve yang kini tampak jauh lebih rileks. Namun, ketenangan itu justru memicu insting posesif yang lebih liar di dalam dirinya. Ia tidak tahan melihat kulit yang begitu murni tanpa sentuhannya.

Dengan gerakan yang penuh kehati-hatian namun pasti, tangan pucatnya mulai menyusup ke bawah kain sutra yang halus itu.

Begitu telapak tangannya menyentuh kulit kenyal dan hangat di area dada Genevieve, Valerius memejamkan matanya, menikmati sensasi yang seolah membakar ujung jemarinya.

Ia meremas sebelah dada yang lembut itu dengan tekanan yang sangat pelan—sebuah perpaduan antara kasih sayang yang mendalam dan gairah predator yang menuntut.

"Kau sangat indah, Genevieve... terlalu indah untuk manusia seperti dia," bisik Valerius parau, merujuk pada Julian dengan nada kebencian yang nyata.

Setiap remasan lembutnya membuat Genevieve memberikan reaksi bawah sadar.

Tubuh gadis itu sedikit melengkung, dan napasnya yang tadi teratur kini mulai memberat. Valerius tidak berhenti; ia justru semakin menikmati bagaimana tekstur lembut itu berada dalam genggamannya, seolah ia sedang memegang jantung kehidupan itu sendiri.

Sambil terus memainkan tangannya di balik baju itu, Valerius kembali menundukkan kepala. Ia menyesap kembali ceruk leher Genevieve, namun kali ini lebih dari sekadar ciuman.

Ia menggunakan lidahnya untuk membasahi jejak ungu yang meradang, memberikan sensasi dingin yang kontras dengan gejolak panas yang mulai menjalar di tubuh Genevieve.

Gadis itu mendesah kecil, sebuah suara yang terdengar seperti musik paling indah di telinga Valerius. Dopamin yang ia rasakan benar-benar meluap.

Valerius benar-benar telah melampaui batas kewarasannya. Gairah gelap yang menyelimutinya kini tidak lagi sekadar tentang aroma, melainkan keinginan untuk memetakan setiap inci tubuh Genevieve sebagai miliknya.

Dengan gerakan yang sangat luwes dan penuh perhitungan, ia mulai merayap turun di atas tempat tidur.

Kedua tangannya yang besar tetap berada di dalam gaun tidur sutra itu, meremas kedua buah dada Genevieve dengan ritme yang lambat dan lembut, seolah ia sedang memastikan detak jantung gadis itu merambat hingga ke telapak tangannya. Sensasi kelembutan yang ia genggam membuatnya semakin kehilangan kendali.

Valerius membenamkan wajahnya pada perut Genevieve yang rata dan halus. Ia menciumi permukaan kulit itu dengan penuh pemujaan, menghirup aroma manis yang terpancar dari sana. Setiap kecupan yang ia berikan terasa dingin namun membakar, menciptakan kontras yang membuat tubuh Genevieve yang sedang terlelap menjadi sangat sensitif.

"Mmh..." Genevieve menggeliat kecil, tangannya bergerak gelisah di atas bantal.

Perut gadis itu tampak naik-turun dengan napas yang semakin tidak teratur. Remasan lembut di dadanya yang dilakukan Valerius secara bersamaan menciptakan stimulasi yang begitu kuat hingga masuk ke dalam alam bawah sadar Genevieve.

Di dalam mimpinya, ia seolah sedang terombang-ambing di lautan yang tenang namun sangat dalam, di mana setiap ombak yang menyentuhnya adalah sentuhan dingin sang monster.

Valerius tidak berhenti. Ia justru semakin berani, membiarkan lidahnya menyapu kulit perut Genevieve yang sensitif, sementara jari-jarinya terus bermain dengan penuh gairah di bagian atas.

1
Yusry Ajay
semangat trus kk Thor 🤗
May Maya
lanjut Thor
May Maya
baru kali ini aku baca novel ada kata2 kiasan sekuat batu nisan biasanya kan sekeras n sekuat baja atau beton 🤭
May Maya
kacian velerius 😄
Afri
alur cerita nya bagus. . tidak buru buru .. mengalir dgn perlahan
keren
Afri
aku suka karya mu thor ..
cerita nya manis
May Maya
suka dgn genre ini
May Maya
vieve di dekati vampir tampan tp namanya makhluk gaib pasti takut jg ya vie🤭
May Maya
mulai baca Thor
treezz: semoga suka kakak🤭
total 1 replies
Afri
bagus
Afri
cerita nya bagus thor
fe
mantapp
anggita
👍👆 sip.,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!