Elvina Reyna Lion. Nona sulung dari keluarga kaya yang memilih mengabdikan dirinya di sebuah Rumah Sakit swasta tempat dimana dia akhirnya bertemu cinta pertamanya.
Rangga Abelard. Pengusaha muda yang sukses. Tidak hanya tampan tapi juga brilian dalam segala hal. Namun tidak dengan kehidupan pribadinya.
Arkana Wijaya, Pewaris tunggal Rumah Sakit tempat dimana Rena bekerja dan menjadi satu-satunya profesor termuda di Rumah Sakit tersebut.
Ketiganya akhirnya di pertemukan kembali setelah sekian lama. Dan akhirnya awal kisah mereka terulang kembali di Rumah sakit tersebut dan mengulang kembali kisah lama yang belum usai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan
Malam itu, di dalam kamar Rena yang tengah bersandar di tepi sofa membaca sebuah majalah di kejutkan dengan suara ketukan pintu.
Pintu terbuka secara perlahan
"Ren, kamu sedang baca apa sayang ?" Rani berjalan sembari mendekati anaknya.
"Oh cuman baca majalah saja Bund, ada apa ?! tumben ke kamar Rena ?" Tanya Rena memperbaiki posisi duduknya.
"Memangnya gak boleh ?" Dengan senyum Rani duduk disamping putrinya.
"Bunda nih ada ada saja, ya boleh lah, cuman Bunda kan jarang masuk ke kamar Rena saja, terkecuali ada hal penting yang mau di bicarakan !" Rena menutup sampul majalahnya dan menatap Ibunya dengan wajah penasaran.
Sang Ibu hanya tersenyum melihat reaksi anaknya yang cukup paham dan selalu mengerti tentang sikap kedua orangtuanya.
"Besok malam, Rena ikut yah sama Bunda dan Ayah !?"
"Kemana Bund ?"
"Besok Bunda dan Ayah ada janji makan malam bersama dengan rekan bisnis Ayah." Jelas Rani
"Emm terus ? kenapa Rena harus ikut ?"
"Gini sayang, Bunda dan Ayah berencana ingin memperkenalkanmu dengan anak dari rekan bisnis Ayah, dan dia seusia kamu loh !" Jelas Rani
"Tapi Bund ?!" Rena mencoba menolak
"Sudah, kali ini kamu tidak bisa menolak, ini hanya makan malam biasa ! Ayah kamu bisa kecewa, kalau kamu tidak menurutinya kali ini." Sambil mengusap pelan rambut Rena kemudian beranjak pergi.
•••
Keesokan malamnya
Di dalam sebuah hotel berbintang, terlihat seorang pria bule duduk disalah satu kursi yang mejanya sudah tertata rapi dengan beraneka ragam makanan yang sudah di sajikan, ia bersama istrinya yang masih terlihat cantik walau usianya sudah menginjak 36 tahun, ia masih terlihat begitu anggun.
"Hei John !" Sapa Jaya sambil melambaikan tangannya
Pria itu segera berdiri dengan senyum wibawa menyambut kedatangan Atmajaya bersama keluarga.Begitu pula dengan wanita cantik yang tak lain adalah istri John, namanya Maria, dia sangat bahagia menyambut kedatangan Rani dan juga Rena.
Setelah selesai bersalaman John mempersilahkan mereka duduk dan memulai percakapan.
"Jadi ini ya, anaknya Pak Jaya ? cantik yah ?" Ucap Mariah sambil menatap senyum ke arah Rena
"Ah,biasa saja !" Jawab Rani dengan senyum ramah.
"Sama seperti Ibunya !" Sambung John, semuanya tertawa, membuat suasana terasa lebih hangat
"Oh ya, Rangga di mana ?" Tanya Jaya pada John
("Rangga ? ah, mungkin hanya nama yang sama !" )
Mendengar nama Rangga membuat Rena sedikit terkejut, namun ia segera menepisnya.
"Dia sedang ke kamar kecil, maklumlah, mungkin dia sedikit gugup." Jawab John sambil tertawa meledek putranya.
Di tengah obrolan yang hangat itu, tiba tiba seorang pria jangkung nan tampan muncul dari arah belakang.
"Maaf yah, aku sedikit lama." Sambil menarik salah satu kursi yang masih kosong
Rena yang menyadari kehadiran pria itu mendadak kaget saat ternyata apa yang sempat ia fikirkan benar benar adalah dia, "Rangga si otak mesum"
"Kamu !" Dengan ekspresi yang masih bingung Rena menunjuk ke arah Rangga
Rangga berbalik menatap dan ia pun sama terkejutnya seperti Rena.
"Kamu, apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Rangga.
"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan disini ?"Rena balik bertanya.
Matanya semakin membola dan tangannya refleks menutup mulutnya
"Apa jangan jangan kau menguntitku ?!" Seru Rena
Belum sempat Rangga menjawab pernyataan Rena, Atmajaya segera memberi isyarat pada Rani.
"Rena, apa yang kau lakukan ? dia anaknya Pak John !" Bisik Rani sambil mencubit pelan paha putrinya.
"Ooh, jadi kalian sudah saling mengenal ?" Ucap John sambil tersenyum memecahkan suasana.
"Maafkan putri saya yang tidak sopan" Sesal Rani penuh maaf.
Ia tidak menyangka pembukaan pertama saat kedua anak mereka bertemu malah sedikit melenceng dari pikirannya.
"Eh, ia Pah, dia satu sekolah denganku,dan juga kami berada di kelas yang sama !" Jelas Rangga lalu duduk di kursinya.
Ke empat orang tua itu sedikit terkejut mendengar ucapan Rangga. Mereka benar-benar tidak menyangka keduanya sudah lama saling mengenal bahkan sampai satu sekolah.
"Oh, bagus kalau begitu ! jadi Papah tidak perlu lagi repot memperkenalkan kalian berdua." Kata John dengan senyum penuh arti diikuti anggukan dengan ketiga lainnya.
Mereka terus bercengkrama sembari menyantap hidangan. Sesekali Rangga menatap Rena yang saat ini memakai dress berwarna merah yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih.Hingga waktu terus berlalu.
Jaya dan John masih asik membicarakan bisnis mereka, begitupun Rani dan Mariah. Tapi tidak dengan Rena dan Rangga, mereka asik dengan dunia mereka sendiri, Sesekali Rena menatap sinis ke arah Rangga,namun Rangga mengabaikannya, dan sibuk dengan Ponselnya untuk membalas pesan dari Monica.
"Jadi, bagaimana dengan masalah yang sudah kita bahas sebelumnya di AS ?" Tanya John memastikan.
"Kami sangat berharap kalau Rena bisa jadi menantu di keluarga kami." Sambung Mariah sambil tersenyum melirik Rena
"Apaaa !" Seru Rena dan Rangga bersamaan, tanpa sengaja meninggikan suaranya. Terkejut ? Tentu saja, mereka masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Tuh kan, kompak sekali, jadi gemes deh !" Mariah semakin senang melihat reaksi keduanya yang secara bersamaan.
Rena memutar bola matanya melirik Rangga dan Rangga melakukan hal yang sama.
"Tidak. Itu tidak mungkin." Geleng Rena.
"why not ?" Rani menatap putrinya lekat dan bertanya. " Kalian sudah saling mengenal bukan ? Lalu kenapa tidak ? Kalian bisa mencobanya."
"Tapi Bun.. Dengan dia.. Itu tidak mungkin." Rengek Rena sedikit merendahkan suaranya.
Keempatnya menatap masing-masing anak mereka menuntut sebuah penjelasan.
"Rangga.. Ada apa sebenarnya ? bisa jelaskan sekarang ?" Pinta Mariah.
"Kami memang sudah saling mengenal.Tapi walaupun kami sekolah di sekolah yang sama bukan berarti kami harus dekat bukan ?!" Jelas Rangga sedikit acuh memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Ok, mamah ngerti. Tapi kalian bukan hanya sekolah di sekolah yang sama tapi juga di satu kelas yang sama. Jadi, apa yang salah ?"
Rangga hanya menghela nafas pelan sambil menaikkan bahunya. Menandakan bahwa dia tidak tahu dan tidak mau tahu.
Sedangkan Rena di sisi lain hanya bisa menatap sinis ke arah Rangga.
"Apa kalian tidak rukun ?" Tanya Rani yang sedari tadi menatap putrinya.
Rena hanya bisa mengangguk menatap Ibunya dengan wajah cemberut.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi di antara kalian?" Tanya Mariah.
"Tidak ada, dia saja yang suka sensi." jawab Rangga asal.
"What ? Aku ? Sensi ?!" Rena berdiri dari tempat duduknya menunjuk ke arahnya sendiri dengan suara sedikit meninggi, tak terima dengan pernyataan Rangga.
"Kalau aku sensi, lalu kamu apa ? Otak Mesum !!" Umpatnya, yang seketika membuat ke empat orang tua tersebut terkejut lalu saling memandang satu sama lain.
"Otak Mesum!!"Pikirnya bersamaan. Kemudian menatap kembali Rena dan Rangga yang sekarang tengah beradu mulut dan saling menyindir.
Sepertinya diam-diam mereka sedikit memahami apa yang sudah terjadi dan akhirnya mengerti mengapa kedua anak tersebut tidak akur.
Setelah sekian menit berlalu, kedua pasangan tersebut mencoba melerai anak mereka masing-masing.
"Sudah-sudah, melihat kalian seperti ini malah semakin terlihat seperti pasangan." Ucap Rani sedikit meninggikan suaranya. Membuat Rena dan Rangga menatapnya secara bersamaan.
"Tidak mungkin !!" Ucapnya serempak.
"Tuh kan.. Samaan lagi !" Mariah kembali menggoda keduanya dengan tawa kecil. Di susul dengan tawa ke tiga lainnya.
Kedua keluarga itu kemudian tertawa bahagia melihat pemandangan yang ada di depannya, terkecuali Rena yang semakin menatap sinis ke arah Rangga,namun kali ini Rangga benar benar tak menghiraukannya sama sekali.
Ikuti terus setiap episodenya karna mungkin ini akan menjadi empat dari sepuluh episode terakhir. ☺️😉
See you all.. 😘🥰
Jadi mohon pengertiannya.. 🤗😊
padahal aku rindu.bodo" bikin kangen😑🤣