NovelToon NovelToon
Liburan Berunjung Dapat Jodoh

Liburan Berunjung Dapat Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sayida

seorang wanita dari Negara Asia, memutuskan untuk berlibur ke Negara terpencil di bagian timur tengah, hanya untuk bisa melupakan Mantan pacarnya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Yang dia pikir hanya akan mendapatkan pengalaman baru, tapi ternyata malah menemukan pasangan hidupnya, seorang pria pemilik kafe.

Walau begitu, wanita dari Asia itu tidak mengetahui bahwa pria tersebut, merupakan seorang penerus atau Pangeran mahkota di negara itu.

bisa dikatakan, di buang batu jalanan, malah dapat pengganti batu zamrud di negara asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Malamnya, Tiffany berbaring di atas kasur di dalam kamar penginapannya, sambil melihat langi-langit kamar, ia mengingat kembali wajah tampan Ashan dan ucapan Ashan kepadanya. Senyuman Ashan sangat membekas di pikiran Tiffany, apalagi ia memiliki congkak di kedua pipinya itu mempermanis wajahnya.

Karena tadi siang, saat Tiffany memutuskan kembali dari kafe, ia tidak lagi melanjutkan perjalanannya karena tubuh dan pikirannya masih syok saat mengetahui ibunya yang sudah cukup tua lagi sedang hamil. moodnya berubah, ia tidak tau harus senang atau kecewa. Itu mengapa ia memutuskan untuk seharian berada di kamarnya, sambil membuka galeri hp miliknya.

"haaah si ibu..., kenapa hamil lagi sih! Ayah juga, kenapa ga bisa nahan diri. Kasihan kan ibu, umur ibu itu harusnya bersantai tanpa harus memikirkan anak bayi lagi, lagian apa aku tidak cukup!"dengus Tiffany merasa kesal.

"hm, sepertinya ini salah aku juga, mereka pasti merasa kesepian sampai selalu memaksakan aku menikah, agar bisa memberikan mereka cucu, TAPI BAGAIMANA! AKU BELUM MENEMUKAN PRIA YANG TEEPAAAT AAARRRRGGHHH!"teriak Tiffany frustasi sambil memberontak di atas kasur, dan bantal putihnya menjadi sasaran emosinya.

Saat ia sedang mengamuk, tak sengaja ia mengingat Ashan, pria tampan yang ia temui di kafe waktu itu. "hah... Dia sangat menarik, kulitnya tidak terlalu putih, tapi itu tidak bisa menutupi ketampanannya yang luar biasa. Ashan ya namanya? Hmm... Apa aku terima saja tawarannya tadi?"pikiran Tiffany pada malam itu di penuhi oleh Ashan dan adik barunya.

Ia pun memutuskan keluar dari kamar penginapannya, karena ia berada di lantai dua, ia bisa melihat suasana kota tersebut dengan jelas dari atas.

Di malam hari, kota Aladin dipenuhi dengan cahaya-cahaya yang indah, dari lampu-lampu yang tergantung di atas jalan-jalan hingga cahaya bulan yang memancarkan sinar keperakan di atas atap-atap bangunan. Suara-suara musik dan tarian bercampur dengan suara-suara orang-orang yang berbicara dan tertawa.

udara pada malam itu juga sungguh segar, membuat pikiran Tiffany menjadi tenang. dan ia berdiri di luar sana cukup lama.

...----------------...

semalaman Tiffany memikirkan tawaran dari Ashan, dan sampailah di keputusan terakhirnya yaitu, sekarang ia sudah berada di kafe tempat Ashan bekerja, bukan hanya untuk sekedar sarapan, tapi juga menanyakan soal tawaran yang di ajukan Ashan kepadanya kemarin.

Ia duduk di kursi yang sama, dan memesan makanan yang sama. Dan yang membawa makanannya juga orang yang sama, dialah Ashan.

Jika ditanya kenapa seorang Pangeran bisa dengan mudah membawa makanan untuk seorang pelanggan, itu juga yang sekarang sedang di tanyakan oleh para anak buahnya. Karena Tiffany lah, pelanggan yang di layani oleh Ashan secara langsung.

Tiffany tidak mengetahui hal itu, yang ia tau, Ashan adalah seorang pekerja di tempat kafe tersebut.

"silahkan di nikmatin nona Tiffany"seru Ashan dengan senyuman khasnya.

"te_terima kasih Ashan"jawab Tiffany. Walau jantungnya berdegub kencang, pada saat itu juga, ia mencoba memberanikan dirinya untuk bertanya.

"ah Ashan? Soal tawaranmu akan mengajakku tour di kota ini apa itu masih berlaku?"tanya Tiffany, dengan sorot mata yang takut menatap Ashan.

"hm? tentu saja nona, kebetulan besok saya libur, saya bisa menemani nona mengelilingi kota ini, saya akan membuat nona jatuh cinta dengan kota saya"ucap Ashan tanpa ragu.

Dengan senyuman yang di tahan, Tiffany mengangguk setuju dengan ajakan Ashan.

...----------------...

Singkatnya besok tiba, Tiffany yang sedang bersiap-siap di depan cermin, tiba-tiba mendengar suara klakson mobil mercedes.

Dengan rasa penasaran, ia langsung keluar dari kamar penginapannya dan melihat ke bawah. Ternyata, Ashan sudah menunggunya. Dengan bersandar di mobilnya dan mengenakan kaca mata hitam, Ashan melihat Tiffany dari atas pun itu langsung melambaikan tangannya pelan.

Melihat itu, Tiffany menelan ludahnya dengan kasar, ia tidak menyangka walau dari kejauhan, ketampanan Ashan semakin menggoda imannya.

Tiffany mengisyaratkan Ashan untuk menunggunya di bawah, karena tidak lama ia akan menyusulnya.

beberapa menit pun berlalu, kini Tiffany sudah berada di dalam mobil bersama Ashan, kenalan barunya itu.

"ehm? Kita akan kemana dulu tuan pemandu jalan?"tanya Tiffany mencoba bercanda dengan Ashan.

"saya rasa kita akan pergi ke tempat yang belum pernah di kunjungi para wisatawan, kamu orang pertama yang akan kesana"ucap Ashan sambil tersenyum tipis.

"ya? Kemana?"tanya Tiffany lagi, kini dia mulai penasaran.

"duduk dengan tenang saja gadisku, kita tidak akan lama"lirih Ashan mempercepat laju mobilnya.

*gadisku? Apa aku tidak salah dengar. Gadisku!!!! Aaaah sumpah, aku ingin menayakan soal ucapan itu, gadisku? Apa maksudnya itu!*batin Tiffany menggila. Walau ia terlihat tenang di luar, tapi nyatanya di dalam hatinya sedang memberontak ingin menanyakan kepastian dari ucapan Ashan.

Pertama Ashan membawa Tiffany ke taman di kota Aladin, banyak tanaman langkah yang di pelihara oleh pemerintah kerajaan disana, dilanjutkan ke museum kota Aladin, pasar berlian, masjid dengan furniture khas timur tengah, tempat bersejarah yang di tinggalkan kerajaan yang lain, sampai akhirnya ia membawa Tiffany ke atas bukit pasir yang tinggi pada saat sudah malam hari.

mereka berdua pun turun dari mobil setelah sampai di atas bukit. Dengan cahaya bulan dan bintang, Tiffany begitu kagum. ia memang sudah dari awal kagum dengan kota Aladin, tapi setelah Ashan membawanya jalan-jalan mengelilingi kota itu lagi, membuat kekaguman Tiffany semakin bertambah. Mereka berdua juga semasa perjalanan banyak tertawa dan bercanda bersama, lawakan Tiffany sering kali membuat Ashan tertawa, dan Tiffany yang malu. Karena setiap gerakan Tiffany akan selalu terlihat kaku di hadapan Ashan, itu membuat Ashan sangat menikmatinya.

"waaah indah sekali, aku begitu tidak menyangka bahwa kota kecil di bagian timur akan seindah ini, haah sayangnya aku tidak bisa lama disini"lirih Tiffany sambil duduk di atas depan mobil begitu juga dengan Ashan, yang duduk di sampingnya, jika Tiffany memandangi bulan dan bintang, sebaliknya dengan Ashan, ia lebih memilih memandangi wajah Tiffany.

"kenapa tidak tinggal saja disini?"tanya Ashan dengan polosnya.

"hahaha itu tidak mungkin, 2 hari lagi aku harus kembali, aku harus mengumpulkan uang lagi dan ibu ku sekarang sedang hamil, aku tidak bisa lama disini"ucap Tiffany dengan wajah tersenyum pasrah.

"jika kamu tinggal disini bersama saya, kamu tidak usah memikirkan uang lagi, uang yang akan bekerja untuk mu, soal ibumu, apa kah tidak bisa menunggu beberapa bulan untuk kembali, pasti akan lama baru bayi itu terbentuk"

"hahaha, ucapanmu terkesan seperti seorang yang tidak ingin melepaskan kepergian ku, tenang saja Ashan, kita masih bisa berhubungan lewat hp kan, aku tidak akan melupakan sahabat seperti dirimu"seru Tiffany saat mendengar ucapan Ashan, yang menurutnya, Ashan hanya sedang bercanda.

"hm. Baiklah, apa kamu bisa datang ke kafe ku sebelum kamu pulang? Aku ingin menjamu kamu untuk terakhir kalinya"pinta Ashan dengan wajah serius.

"hm... Baiklah, aku mau"seru Tiffany sambil tersenyum ke arah Ashan, dan kembali lagi memandangi bulan dan bintang pada malam itu.

...********BERSAMBUNG********...

1
Nur Adam
lnjur
kalea rizuky
berarti ratu emank jahat
Nur Adam
lnjut
Duwi Aminah
ini daerah turki ya
Mrs.Riozelino Fernandez
pantesan ditunggu gak up up kk Thor... gpp kk,tetap semangat ya...💪💞
Mrs.Riozelino Fernandez
😅😅😅😅
kan memank begitu status kalian Fany...
Ashan sudah memintamu pada keluarga mu di telpon tempo hari...
Mrs.Riozelino Fernandez
kereeeen 👍👍👍👍👍👍👍
Mrs.Riozelino Fernandez
Bagus Ashan....
jangan kasi peluang untuk mereka mengganggu Tiffany...
apalagi Cindy untuk mendekati mu...
Mrs.Riozelino Fernandez
any nih panggilannya kk Thor???
jadi ingat pelakor aku kk 😆😆😆🙏🙏🙏
N.Sayida: mohon maaf sebelumnya, cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesemaan tempat maupun nama, itu hanya kebetulan sematan/Bye-Bye/
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
mungkinkah ashan bukan anak ratu yg sekarang......
lanjut up lagi thor
Mrs.Riozelino Fernandez
Ratu yang bodoh,klo menantu mu yang jadi raja otomatis dia yang pegang kekuasaan,mank gak takut bakalan diambil kerajaan nya??
Mrs.Riozelino Fernandez
rubah donk panggilan nya Ashan...
Tiffany aja manggil Ashan tanpa embel2 pangeran,masa kamu masih panggil Nona...panggil nama aja lebih akrab nya
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Mrs.Riozelino Fernandez
kenapa seorang raja tega membuang pangeran mahkota nya sendiri 🤔🤔
Mrs.Riozelino Fernandez: berarti watak keras kepalanya terbentuk karena keras didikan ya kk Thor 😒
N.Sayida: hm sepertinya untuk melatih mental bertahan hidup dan kekuatannya dari kecil. tapi walau raja begitu keras, ia diam" memperhatikan Putranya di hutan Magda tanpa Pangeran Ashan tau.../Cry/
sengaja thor g kasih tau sih soalnya nnti gak ada lagi yang jadi kasihan sama Ashan hehehe/Chuckle/
total 2 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
menang banyak kamu Tiffany...
udah pangeran,brondong pula 😍😍😍
Tiara Bella
lanjut.....
Sribundanya Gifran
lanjut
Tiara Bella
lanjut ...
Tiara Bella
lanjut Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!