NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Romantis / Time Travel / Mantan / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Raisa Swandi harus menghadapi kenyataan di gugat cerai suaminya Darma Wibisono, 11 tahun pernikahan mereka sirna begitu saja. Dia harus menerima kenyataan Darma yang dulu sangat mencintainya kini membuangnya seperti sampah. Tragedi bertubi-tubi datang dalam hudupnya belum sembuh Raisa dari trauma KDRT yang dialami dia harus kehilangan anak semata wayangnya Adam yang merupakan penyandang autis, Raisa yang putus asa kemudian mencoba bunuh diri locat dari jembatan. Tubuhnya terjatuh ke dalam sungai tiba-tiba saja fazel-fazel ingatan dari masalalu terlintas. Sampai dia terbangun di kosannya yang dulu dia tempati saat masih Kuliah di Bandung di tahun 2004

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lari Dari Kenyataan

Raisa Termenung melamun duduk di tepi tempat tidurnya,Raisa masih terkurung dalam kamarnya, sebuah penjara sunyi yang dipenuhi bayang-bayang masa lalu. Ia hanya bisa termenung, larut dalam lautan kesedihan yang tak bertepi.

"Auuuu...."

"Auuuu...."

Lolongan anjing itu memecah keheningan menambah kesan mencekam.

"Bu, Mbok bawain makanan kesukaan Ibu."

Raisa hanya menggeleng lemah, air matanya sudah mengering, namun hatinya masih terasa perih.

"Kalau Ibu tidak makan, nanti sakit. Ibu harus kuat," ujar Mbok Inah dengan nada khawatir.

"Makan sedikit saja, Bu." ucapnya sambil terisak. Kali ini, air matanya tak bisa lagi dibendung.

Raisa tak bereaksi sama sekali. Tatapannya masih kosong, menembus dinding kamar, mencari sosok yang tak mungkin kembali.

"Minum sedikit, Bu," ucap Mbok Inah lagi, mengarahkan segelas air ke bibir Raisa.

Gluk...

Gluk...

Raisa akhirnya mau minum seteguk air, setelah itu, ia kembali melamun, terperangkap dalam kesedihannya.

"Yang sabar ya, Bu," kata Mbok Inah, suaranya bergetar. Air matanya terus mengalir, membasahi pipinya yang keriput.

"Ibu harus sehat. Ibu harus semangat."

Raisa masih tampak tak bergeming, seperti hanyut dalam kesedihan yang tak berujung.

"Mbok tinggal ya, Bu. Kalau butuh apa-apa, panggil saja Mbok," ucap Mbok Inah dengan suara lirih.

Raisa sedikit menoleh ke arah Mbok Inah, namun tatapannya tetap kosong.

"Makanannya Mbok simpan di sini," kata Mbok Inah lagi, meletakkan nampan di meja samping tempat tidur, lalu berlalu dari hadapan Raisa dengan langkah berat.

Waktu terus bergulir, malam semakin larut. Mbok Inah pun sudah terlelap di kamarnya. Raisa, yang seolah kehilangan kesadarannya, mulai berjalan lunglai keluar dari kamarnya, kemudian keluar dari rumahnya.

"Adam... anak Mama," ucap Raisa pelan, suaranya nyaris tak terdengar.

Tak ada rasa takut yang Raisa rasakan saat itu. Ia terus menyusuri jalan seorang diri, seperti seorang musafir yang mencari oase di tengah gurun yang tandus.

Seketika, memorinya kembali berputar, berhenti di masa lalu yang indah, saat putra semata wayangnya, Adam, masih hidup.

"Adam, anakku," bisik Raisa lirih, air matanya mulai mengalir lagi.

Kepingan ingatan di masa lalu seketika muncul, menghadirkan kembali kenangan manis saat ia melahirkan Adam, didampingi oleh Darma, suaminya tercinta.

Ia teringat hari itu di rumah sakit, saat pertama kalinya ia melihat putranya.

"Bayiku," ucap Raisa sambil tersenyum terharu.

Bayi itu sangat tampan dan montok, matanya sangat indah, bola matanya berwarna abu-abu.

"Lihat anak kita, sayang. Sangat tampan," ucap Darma sambil menggendong Adam dengan bangga. Mereka saling bertatapan, mata mereka berbinar penuh cinta.

"Sini, aku mau gendong," pinta Raisa dengan nada lembut.

Darma meletakkan Adam di pangkuan Raisa dengan hati-hati.

"Matanya sangat indah," ucap Raisa, menatap Adam dengan penuh haru.

"Iya, mirip mata Ayahnya," sahut Darma sambil tersenyum.

Darma berdiri di samping Raisa, memperhatikan Adam dengan tatapan kagum. Bayi tertampan yang pernah mereka lihat.

"Aku akan memberinya nama Adam," ucap Darma dengan mantap.

"Adam?" tanya Raisa, memastikan.

"Iya, karena dia anak laki-laki pertama kita," ucap Darma sambil tersenyum ke arah Raisa.

"Aku suka nama itu," sahut Raisa, menandakan setuju dengan nama yang diusulkan Darma.

"Hai, Adam. Kau tampan sekali," ucap Raisa tak henti-hentinya menatap Adam dengan penuh cinta.

"Iya dong, siapa dulu Ayahnya," celetuk Darma dengan nada bercanda.

"Matanya indah seperti Ayahnya," sahut Raisa, sesekali melirik ke arah Darma.

"Bibirnya dan dagunya seperti Mamahnya," ucap Darma sambil tersenyum.

"Mirip kita berdua, itu tandanya kita saling mencintai," kata Darma lagi, menggoda Raisa.

Kemudian, mereka tertawa kecil sambil bermain dengan bayi kecil itu.

Hari itu adalah hari yang paling bahagia bagi Raisa.

1
kalea rizuky
sama sama balik ternyata
kalea rizuky
jd inget cerita sebelah yg persis ini abis cerai trs balik ke masa lalu ngejar cinta pertama ny.. judulnya aku ingin. jodohku cinta pertama ku.. mantan suami nya kaku cuek gt lah makanya cerai
lin sya
pemeran utama nya bodoh, lemah gmpng ditindas kyk sidarma cowok satu satunya didunia pdhl GK hrs kyk gtu ngadepin suami kejam yg gk tau trimakasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!