NovelToon NovelToon
Sang Penerus Keluarga

Sang Penerus Keluarga

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Keluarga / Persahabatan / Pengasuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Cerita yang mengisahkan perjalanan anak-anak dari keluarga Farda yang kini mulai beranjak tumbuh besar seiring berjalannya waktu dengan cita-citanya masing-masing.

"Alan mawu adi towok ampan, bial bica ekat-ekat wewek antik"

Alan Listyo Farda.

"Membuat bunda bahagia di masa tuanya adalah impianku"

Arnold Listyo Farda.

"Menjadi anak penurut dan selalu ada untuk keluarga"

Anara dan Abella Listya Farda.

Bagaimana mereka bisa menjaga persaudaraan disaat segala permasalahan terus datang? Apalagi dengan perubahan salah satu sifat saudaranya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekolah 2

Alan berjalan memasuki area sekolah tanpa didampingi oleh bundanya. Sudah sedari hari pertama Alan tak mau ditemani kedua orangtuanya seperti anak yang lainnya. Kini Alan tengah melihat semua siswa yang hampir semuanya digandeng oleh orangtuanya memasuki kelas.

"Tudah dede tok macih ditemani cimbokna. Tayak Alan nih lho, cekolah tuh ya ampingi gulu ukan cimbokna." gerutu Alan.

Sedangkan para orangtua yang sedang mengantar anaknya itu langsung menatap kearah Alan dengan sinisnya. Alan juga langsung memelototkan matanya karena merasa kesal. Ia tak takut dengan pelototan orang dewasa itu karena pada dasarnya bocah kecil itu pemberani.

"Sudah bu, nggak usah dekat-dekat sama dia. Dia itu memang terlalu berani kalau sama orangtua, mana kemarin ada salah satu siswa sini yang ditendang lagi kakinya sampai nangis." ucap salah satu ibu-ibu.

Tentunya ibu-ibu itu harus mencoba menenangkan rekannya agar nanti tak terjadi keributan. Apalagi keributan itu karena ingin menantang anak kecil. Tentunya nanti yang akan disalahkan pasti orang yang lebih tua. Apalagi Alan ini walaupun baru beberapa hari bersekolah disini sudah pintar dalam membalikkan fakta.

"Tapi kita sebagai orang yang dewasa seharusnya bisa mengajari ini anak kecil. Lebih menghormati dan menghargai oranglain." ucap ibu-ibu itu masih tak terima jika mendapatkan pelototan dari Alan.

"Napa talian libut-libut? Alan puna alacan tok tenapa temalin endang tati Alvin campe angis." kesal Alan yang tak terima jika dituduh.

Alan memang sedari tadi terus memperhatikan kedua ibu-ibu yang tengah berdebat itu karena merasa namanya dibawa-bawa. Sedangkan wali siswa yang lainnya lebih memilih diam sambil mengamati dari jauh, pasalnya mereka sudah tahu tentang tabiat Alan yang keras. Mereka juga tak mau kalau nanti anaknya berurusan dengan Alan.

"Diam kamu anak kecil!" sentak ibu-ibu itu.

Alan langsung mengelus dadanya sabar ketika harus menghadapi ibu-ibu yang sepertinya punya darah tinggi sehingga emosinya naik terus. Sedangkan kini beberapa guru langsung saja mendekat kearah Alan dan dua ibu-ibu itu karena khawatirnya akan mempengaruhi kondisi psikis siswanya. Apalagi tadi seorang ibu-ibu melaporkan kalau Alan tengah dibentak.

"Mohon maaf, Ibu Ida. Tolong jangan bentak anak kecil, khawatirnya nanti berpengaruh pada kondisi psikisnya dan malah trauma." tegur guru yang baru saja datang.

"Tapi dia seperti seorang anak yang tak dididik benar oleh orangtuanya sehingga berani melawan dan menjawab setiap omongan saya," seru Ibu Ida yang tak terima jika disalahkan.

Rekannya langsung saja menarik tangan Ibu Ida agar segera pergi dari sana. Apalagi kini semakin banyak orangtua yang mengantar anaknya langsung berkerumun disana. Tentunya mereka berdua akan malu karena ribut dengan anak kecil. Pasti mereka berdua juga akan disalahkan karena kebanyakan anak kecil yang selalu menang.

"Apaan sih? Jangan tarik-tarik tanganku. Aku bakalan meladeni nih anak kecil biar dia tahu sedang berhadapan dengan siapa." seru Ibu Ida yang memberontak.

Rekannya langsung melepaskan pegangan tangannya pada Ibu Ida karena kesal. Sedangkan Alan langsung diamankan dibelakang tubuh guru-guru yang ada disana. Bisa bahaya nanti kalau ada satu siswa yang tertekan disini sehingga ingin keluar dari sekolah. Tentunya instansi juga akan tercoreng, terlebih jika yang menjadi korbannya adalah anak kecil.

"Mana tuh bocah?" tanyanya sambil mencari keberadaan Alan.

"Sudah, bu. Biar nanti kami para guru saja yang menegurnya." ucap salah satu guru menengahi.

"Enggak!" seru Ibu Ida.

Alan yang merasa sedang diributkan pun langsung saja keluar dari belakang tubuh gurunya. Padahal Alan sudah dilarang namun bocah kecil itu tak terima apalagi orangtuanya dihina seperti itu. Tak ada yang boleh menyalahkan kedua orangtuanya karena ini memang murni kenakalannya sendiri. Lagi pula kejadian kemarin waktu ia menendang kaki teman sekelasnya yang bernama Alvin itu murni karena bocah kecil itu mengganggu dirinya.

"Angan cuka nalahin unda dan papa atu. Talian itu balu caja menenalku adi angan asal nomong." seru Alan tak terima.

Bahkan kini wajahnya sudah memerah dengan kedua tangan yang mengepal sempurna. Terlihat sekali kalau bocah kecil itu begitu emosi karena orangtuanya dibawa-bawa dalam masalahnya. Kini beberapa guru serba salah apalagi setiap Alan ingin ditarik pergi namun bocah kecil itu sama sekali tak mau.

Ibu Ida juga seakan tak tahu malu karena berantem dengan anak kecil didepan semua orang yang ada disana sehingga terus meladeni Alan. Bahkan kini ia tak segan-segan membentak dan berkacak pinggang untuk menakuti Alan. Beruntung Alan itu mentalnya kuat sehingga begitu cuek dengan apa yang dilakukan oleh Ibu Ida.

"Ngomong masih belum lancar gitu saja berani sama orangtua kaya saya. Dasar nggak punya sopan santun. Biarinlah saya ngomongin bapak sama emakmu, orang ini fakta kok." ucap Ibu Ida dengan ketusnya.

Dugh...

Arrghhh...

Tiba-tiba saja Alan langsung menendang kaki Ibu Ida dengan kencang membuat wanita paruh baya itu memekik kesakitan. Bahkan beberapa ibu-ibu dan guru disana menganga tak percaya kalau Ibu Ida bisa sampai kesakitan karena ditendang oleh Alan. Jelas saja perbedaan kaki antara kedua orang itu sangat mencolok.

Alan yang kakinya mungil dibandingkan dengan kaki milik Ibu Ida yang gemuk. Namun dengan perbedaan itu ternyata Alan mampu mengalahkan Ibu Ida hanya dengan sekali tendangan. Bahkan kini Ibu Ida masih meringis kesakitan sambil terus mengusap kakinya yang sakit.

"Cukulin... Dah atu ilang, angan tangkut pautin ini cama olangtua atu. Wuwat ibu gulu uga, angan ilang cemua ini ke unda dan papa atu. Talo talian ilang cama meleka, atu atan belikan pelajalan tuk talian." ancam Alan dengan tegasnya.

Alan segera saja pergi berlalu dengan wajah memerahnya bahkan melangkahkan kakinya dengan cepat. Bukan menuju kelas, namun Alan lebih memilih mendatangi taman belakang sekolahnya. Alan meninggalkan semua orang yang kini benar-benar terdiam karena ucapannya. Walaupun ucapan bocah kecil itu belum jelas, namun mereka sudah paham dengan maksudnya.

"Ibu-ibu, lain kali kalau mau menegur atau menasihati anak-anak disini jangan pakai suara yang tinggi apalagi dibentak-bentak. Bukan hanya mempengaruhi kondisi psikisnya, namun kalian bisa lihat bukan? Mereka akan menyimpan dendam dan selalu mengingat kejadian ini. Biarkan saja kalau mereka berbuat nakal asal masih dalam batas wajar. Kalau sudah keterlaluan, kita tegur dan ajari yang benar. Jangan lupa tentang kejadian kemarin, itu bukan sepenuhnya salah Alan walaupun cara dia membalas temannya itu terkesan berlebihan." ucap salah satu guru memberi tahu.

Para guru langsung membubarkan diri sedangkan siswa dan orangtuanya juga segera pergi dari sana. Kerumunan itu langsung terurai setelah bel masuk sekolah sudah dibunyikan.

1
Sativa Kyu
👍👍👍
Atze Atze
itu...bunuh saja si Dania... anjing goblok itu . cewek
Atze Atze
iya...ih bukan mahram pegang tangan segala... dalam Islam itu tidak ada pacaran Thor... lebih mendidik kek.. Thor
Atze Atze
anak SMA bukan anak kecil lagi...udah tau jahat kok di bebaskan..Kaka dan si Dania... harusnya di pukul juga kepalanya...biar modar sekalian
Atze Atze
mereka cepat di tangkap... kepala mereka pukul juga..biar merasakan..
Atze Atze
singkat cerita Abel Anara...sudah SMA... Arnold Alan SMP .. jadi tidak berbelit-belit Thor... masa ART nya cuma Bu Inah saja... katanya orang kaya... biasa di cerita lain Andre punya asisten pribad itu 2.. sekertaris 1... bodyguard juga punya...thor
Atze Atze
makanya anak anak nya ajarin ilmu beladiri silat taekwondo...apalagi perempuan...wajib bisa beladiri...biar kuat...
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Coba buat nginget mereka 😅
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kelamaan ditinggal jadi lupa
Misaza Sumiati
gema bukannya dulu sekelas sama Arnold , gema kuliah sama Anara , kenapa Arnold masih SMA
Elizabeth: 𝐠𝐞𝐦𝐚 𝐲𝐠 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐬𝐞𝐤𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐀𝐛𝐞𝐥 𝐤𝐚𝐥𝐨 𝐠𝐞𝐦𝐚 𝐲𝐠 𝟏 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐬𝐞𝐤𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐨𝐧𝐚𝐧𝐝 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐣𝐮𝐝𝐮𝐥𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐲𝐠 𝐚𝐧𝐤 𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐫 𝐣𝐮𝐠𝐚 🤣🤭
total 2 replies
Misaza Sumiati
Andre , lebih kaya anak kecil , CEO tapi dableg
Umiie'ne Naza
pdhal part ini udh ada kisah Andre sama Nadia
Suyatno Galih
bs2 nya Alan msh jg bs becanda dlm keadaan menyedihkan
pergi yg jauh Alan biar papa Andre nambah migren/Facepalm/
Suyatno Galih
enak ndre di tinggalin??? mumet2 migren pahitt
Suyatno Galih
astagfirullah ini bocil, ayak wae nomongnya...../Facepalm/
Suyatno Galih
disn menyebut sm2 kecelakaan, rumah sakit tp tak di sebut tmpt yg berbeda ato kota yg beda, jd seolah2 mengabaikan anak2 yg kepanikan tanpa org tua nya
Suyatno Galih
kl pas kjdian menegangkan/ musibah knp ponsel pada gak bs di hub, kebiasaan, sungguh terlallluuuu, termsk tuh sopir buang sj tuh hp/Sob//Sob/
Suyatno Galih
widih Alan ngatain temen di enter simboknya dia sndri di anter biyunng nya wkwkwkwk /Facepalm//Facepalm/
SUgi NhAkchil
semoga sehat sllu tor dan di mudahkan rezekinya.Amin ya robbal allamin
SUgi NhAkchil
tetep semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!