NovelToon NovelToon
Fobia Pria Tampan

Fobia Pria Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Imelda Agustine

Kisah seorang wanita bernama Kiko, karena trauma masa lalu nya membuat Ia jijik jika di sentuh oleh seorang pria.

Lebih parahnya akan membuat Ia panik, gemetar bahkan Pingsan.

apalagi Pria itu Tampan.

kemudian Ia bertemu dengan seorang Pria Tampan dan anehnya Ia bisa bersentuhan langsung dengannya, Karena hal itu lah yang membuat Kesalah Pahaman ini Terjadi.

Kiko tidak tahu bahwa Pria tersebut adalah Pria mapan, tampan dan berhati dingin. banyak di Gilai oleh banyak kaum hawa.

Pria tersebut tak lain bernama Dion, pengusaha muda sukses yang memiliki kuasa serta segalanya.


ikutilah Kisah mereka, jangan di lewatkan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menempati

Segera Kiko mengambil segelas air minum di dapur, sedangkan Nina duduk tepat di sebelah Dion dengan tatapan kagum juga terharu.

Ngg, ngapain wanita aneh ini senyam senyum sendiri seperti itu.

Dion menyunggingkan bibirnya dan melemparkan muka malas kepada Nina, pasalnya Dion merasa risih sekali jika ada wanita yang duduk di dekatnya.

"Ahh, tidak mungkin." gumam Nina, sambil memegang pipinya yang merona, lalu tersenyum menatap Dion.

Sedangkan Dion, mengernyitkan dahinya semakin merasa wanita yang ada dihadapannya sangat aneh.

Sayang sekali, setampan ini tidak bernafsu pada perempuan.

Oh Tuhan, pantas saja diriku ini masih belum laku karena stok pria tampan sudah mulai berpindah haluan, hiiikkkss.

"Ini Tuan, silahkan diminum." Kiko membawakan gelas berisi air putih, yang langsung digenggamnya dan di suguhkan langsung ke hadapan Dion.

Tentu, Dion mengambil gelas tersebut dan tak sengaja bersentuhan dengan Kiko.

BYURRR!

Kiko panik, langsung melepaskan gelas berisi air putih yang digenggamnya dan tak sengaja tumpah ke baju Dion.

"Arrghhh" Dion kesal.

"Ya Ampun, maaf? saya tidak sengaja." Kiko ingin mambantu membersihkan air yang membasahi baju Dion, tapi tangannya tak mampu. Akhirnya dia hanya bisa menggit jari saja.

"Sudah, tidak apa apa. Antar saja aku ke kamar mu! Aku ingin mengganti baju."

"Hah, apa?" Kiko kaget.

"Kau tidak mau?" Dion mengangkat alis.

"Eh, iya tidak masalah, tapi kamar saya sangat berantakan dan..."

Dion langsung bergerak begitu saja ke kamar Kiko, yang tak jauh dari kamar tamu. Membuat Kiko tak dapat mencegahnya lagi.

"Dih, kamarnya berantakan sekali." ucap Dion, memandang sekeliling kamar Kiko sambil menendang pakaian yang berserakan di lantai.

Sementara itu, Nina dan Kiko berbicara mengenai Dion.

Mereka berdua adalah sekumpulan wanita yang ceroboh bahkan terbilang bodoh, karena letak kamarnya sendiri tak jauh dari ruang tamu. Ya jelas saja, Dion bisa mendengarnya walau ada dibalik pintu.

"Aku tidak bisa membiarkan dia tinggal disini."

"Kau gila ya? Ini kesempatan bagus."

"Bagus apanya? Lagaknya sudah seperti Bos saja. Pokoknya aku tidak mau." Kiko kesal, sambil menekuk lengannya. "Untung dia tampan."

Pff, dia memujiku tampan. Dion tertawa, menguping percakapan mereka berdua.

"Jika tidak menerima dia, lantas kau akan mendapat darimana uang makan?"

Kiko berpikir. "Ya, kau benar juga, tapi dia menyebalkan."

"Ya, setidaknya kau harus bertahan selama satu bulan." ucap Nina menasehati. "Setidaknya, dia tidak akan macam macam denganmu."

"Tapi, jika dia macam macam denganku, bagaimana?"

Cih, siapa juga yang akan menyentuhmu. Gadis kampung sepertimu, sungguh bukan seleraku.

"Kau itu bagaimana sih, jelas jelas kau tahu sendiri bahwa dia hanya menyukai seorang pria bukan lagi seorang wanita"

Hah, apa apa? Mereka mengatakan aku apa?

Dion menajamkan pendengarannya.

"Ya kau benar, aku hampir lupa kalau dia tidak menyukai perempuan." sahut Kiko.

BRUKK!! menendang meja.

Seketika, suara hantaman terdengar dari kamar Kiko.

Nina dan Kiko pun berlari, kearah kamarnya lalu mengetuk pintu.

Tok tok tok "Tuan, apa Anda tidak apa apa?"

Tok tok tok "Tuan?"

Dengan kesal serta wajah memerah, Dion membuka pintu kamar. "Aku tidak apa apa." Dion tersenyum dan menahan kesal.

Semua wanita berpikiran sama, jika akan tinggal satu atap pasti tidak akan menyetujui untuk tinggal bersama tanpa suatu ikatan.

Karena itulah, Dion mencoba untuk tenang dan mencoba menerka nerka. Kenapa ke dua wanita tersebut sampai beranggapan bahwa dirinya adalah pria yang tak menyukai perempuan.

Dion duduk di kursi sofa, kembali untuk berbicara.

"Aku akan membayarnya langsung hari ini untuk tiga bulan kedepan."

Kiko begitu senang, seperti mendapatkan hidupnya kembali. "banarkah Tuan?"

"Ya, tapi dengan satu syarat."

"Syarat apa Tuan?"

"Hanya aku yang boleh tinggal disini."

"Ah hanya itu, bisa saya terima Tuan." sahut Kiko antusias.

"Dan satu lagi. Jangan pernah mencampuri urusan pribadiku!"

Kiko mengangguk. "Ah, kalau itu sih pasti, apalagi pacarmu sangat tampan."

Ngg, dia berbicara apa sih?

"hmm, kau tau darimana soal pacarku?"

Kiko malu malu. "Itu.... waktu itu, aku tidak sengaja menemukan dompetnya, lalu mengantarkannya sendiri ke perusahaan tempat kalian bekerja."

Dion mengambil gelas berisi air yang tinggal setengah di depannya, lalu meneguknya sambil mendengarkan Kiko berbicara.

"Lalu, aku tidak sengaja melihat kalian sedang gitu gitu di dalam lift." Kiko mengerucutkan kedua jemarinya dan saling mematuk.

BYURR uhuk uhuk.

Seketika Dion kaget, dan tak sengaja menyemburkan air yang sudah mengapung di mulutnya ke wajah Kiko yang tepat berada di sebelahnya.

Lain hal dengan Dion yang merasa kesal, Nina malah menertawai Kiko yang tersembur, lalu kabur begitu saja karena lirikan Kiko sudah sangat garang karena ditertawai.

Berani beraninya wanita ini menuduhku yang bukan bukan.

Dion begitu sangat kesal.

"Maaf he he." ucap Dion tiba tiba, ia kesal tapi tak ada pilihan lain selain mengindahkannya saja.

"Iya Tuan, tidak apa apa. Aku akan membersihkan diri dulu." Kiko memberi senyum padahal kesal, lalu beranjak ke dalam kamarnya.

Biarlah dia salah paham, ini semua demi aku bisa tinggal dengan wanita bodoh ini.

Lihat saja! aku akan segera menghabisinya.

Tatapan mata Dion tersirat, sambil lalu Kiko pegi ke kamarnya untuk membersihkan diri.

"Arghhh sial, apa aku salah bicara ya." gumam Kiko kesal.

****

Dion mengambil ponselnya lalu menelfon sekretarisnya Gogo, yang sudah menunggunya lama di dalam mobil hingga ketiduran.

Dreetttt Dreettt, ponsel bergetar membuat Gogo kaget, ia kemudian bangun dari tidurnya yang tengah bermimpi indah.

Gogo kaget melihat layar Ponselnya bahwa yang sedang menelfon adalah Bosnya.

"Iya, hallo Tuan"

"Kau pulanglah! Aku sepertinya akan menginap disini."

"Aa..apa Anda serius Tuan?"

"Jangan banyak tanya!"

"Baik Tuan."

"Oh ya, untuk besok, batalkan semua jadwal meeting. Aku tidak akan datang ke perusahaan dan bawakan laptopku yang kuletakkan diruang kerjaku."

"Baik Tuan, segera saya laksanakan."

Dion pun langsung mengakhiri panggilannya.

Apa Tuan Dion serius? Dia akan tinggal dirumah ini? Aku tidak menyangka, reaksinya pada wanita begitu cepat.

Tuan Dion juga baru kali absen tidak bekerja, padahal perusahaannya bagaikan istrinya sendiri.

*Ya a*mpun, setelah sekian lama kesepian. Dia akhirnya juga bisa mendapatkan seorang wanita rupanya ha ha ha.

Begitulah tanggapan Gogo, dengan segala imajinasi liarnya tentang Bosnya sekarang.

****

"Aku akan menempati kamarmu." pinta Dion.

"Apa? Lalu aku tidur dimana?"

"Kau pindah saja ke kamar sebelah! Aku tidak mau menempatinya, kamarnya sangat sempit."

"Baiklah." Kiko menahan kesal, dia tidak ada pilihan lain selain menuruti apa perkataan Dion karena dia membutuhkan uangnya.

Dion melemparkan badannya diatas kasur milik Kiko dengan penuh kemenangan.

Sungguh, banyak perubahan yang terjadi padanya. Dia bisa tersenyum sumeringah bahkan tertawa mengingat ekspresi kesal di raut wajah Kiko.

Dion begitu kesal, mengingat Kiko salah paham padanya, tetapi jauh didalam hatinya. Dia tidak bisa marah pada wanita tersebut.

"Ada apa denganmu, Dion?" gumamnya pada dirisendiri.

****

jangan lupa like, komen, rating, koin agar Author bisa semangat!!

1
Gracely Sumendap New
udah 2023 ga lanjut thor, abis idea? 💪
Sulistiyo Wati
ceritanya persis film lee minho
Erstinowsky
aduh ngakakkk banget😂😂😂😂😂😂
Deli Momoidea Pelangiran
😁😁😁
Dafina Delisha
Awal ug seru... langsung favorit nih...
Endang Susilawati Polly
good
ceritanya sangat menarik
Bonaria Simbolon
heran ya, knp cerita ini belum up juga smpi skrg.
Bonaria Simbolon
lanjut up lg dong thor cerita nya ?
Bang Chan
Novelnya sangat menarik
Wahyu Mu'in
siap lembur ....
Wahyu Mu'in
menarik .....lanjut
Nur Adam
lnjht
玫瑰
lucu sangat
玫瑰
Wah.. ibu bapa mereka dulu teman baik..
agasaka
aneh
agasaka
jorok dan pastinya bau naga
agasaka
nenk sihir
agasaka
a mampir tor suka pisualnya ngena bnget.
Satya David
kelamaan ceritanya kebanyakan mengulur ngulur kesel2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!