NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 - Pindah

Keesokan harinya.

Hari masih tergolong gelap tapi Shakira sudah siap pergi ke suatu tempat.

"Jadi mau pindah dari sini?" tanya Bunda Nurul serius. Dia memperhatikan koper yang dibawa Shakira, sebagian baju pendeknya dia bakar semalam menyisakan baju panjang saja.

Keputusannya untuk pindah dan memperbaiki diri sudah yakin, dia akan tinggal di tempat yang dekat dengan tempatnya bekerja. Tentunya atas keputusan Raka secara sepihak dan Shakira menyetujuinya. Entahlah, jika bicara soal Raka, Shakira enggan membantah dan nurut saja. Dia merasakan perlindungan dari Raka seperti seorang adik di lindungi kakaknya.

"Iya Bunda, aku sudah yakin mau menenangkan diri dulu sebelum mengambil keputusan tepat. Aku gak mau terus marah-marah sama sesuatu yang bisa membuat mentalku hancur, Bun. Untuk sementara aku menghindar, bukan tak ingin menyelesaikan tapi perbuatanya membuatku sakit."

Bunda Nurul menghela nafas panjang, "jika itu sudah menjadi keputusan kamu bunda ikut saja. Semoga kamu bahagia sama pilihanmu, Nak."

Demi kebaikan Shakira, orang-orang terdekatnya mendukung penuh. Shakira sendiri merasa bahagia bisa dipertemukan sama orang-orang baik, ia bersyukur di balik masalahnya ada hikmah yang bisa dia ambil.

"Makasih Bunda." Dia memeluk Bunda Nurul penuh sayang.

"Shakira," panggil Raka.

Shakira menoleh. "Aku sudah siap, Mas."

"Mobilnya sudah datang, Bunda, kita berangkat dulu." Raka berpamitan, dia menyalami bunda Nurul begitu dengan Shakira.

"Hati-hati Raka, jaga Shakira."

"Siap Bun, akan aku jaga Shakira sampai menemukan jodohnya lagi," balas Raka serius.

Mereka berpamitan sebelum hari makin siang, jam 4 subuh mereka pergi meninggalkan rumah itu saking tidak maunya di ketahui orang lain.

"Raka." tiba-tiba bunda Nurul memanggilnya, sebelum masuk ke dalam mobil Raka menoleh sedangkan Shakira sudah berada di dalam mobil.

"Iya."

"Apa kamu punya saudara?" tanya Bunda secara tiba-tiba.

Deg.

Raka terdiam, "punya Bun, tapi saudara kembar saya hilang saat kami berusia tiga tahun. Kita kembar tidak identik." Dia menjawabnya sendu, sampai saat ini tidak tahu keberadaan saudaranya itu. Sudah kesana kemari tidak menemukan petunjuknya.

"Tapi kenapa wajahmu dan Shakira terlihat mirip? Shakira versi wanita dan kamu versi pria, kalian benar-benar mirip."

Deg.

Lagi-lagi Raka tertegun, 'benarkah itu? Kemarin Appa Huda dan sekarang Bunda Nurul bilang gitu juga.'

Pantas saja bunda Nurul merasa tidak asing sama wajah Shakira, jika di lihat dan di perhatikan ternyata mirip Raka, yang membedakan cuman jenis kelaminnya saja.

Sepanjang perjalanan, Raka memikirkan perkataan Bunda Nurul, dia menoleh ke samping dimana Shakira sedang terlelap tidur.

"Apa benar wajah kita sama? Apa mungkin kita? Gue harus memastikannya satu hal." Tiba-tiba idenya muncul, dia menarik beberapa rambut Shakira.

"Aww." Wanita itu kaget tapi tidurnya tidak terusik.

"Maaf, Sha. Tidur lagi aja ya, gak lama kok, cuman satu setengah jam sampai di rumah baru mu."

**********

Di tempat tinggal Mario.

"Jangan ya Cil, lo lagi hamil keponakan gue gak boleh kemana-mana dulu, diam aja di sana." Mario sedang membujuk adiknya agar tidak datang kesana menyusul dia dan Vaughan. Alasannya karena khawatir sama adiknya.

"Bang gue bukan tahanan, gue mau healing ke sana, katanya pemandangannya indah, gue mau lah. Capek tahu mikirin ujian, berhubung udah selesai ujiannya gue mau nyusul, boleh ya? Kan kata dokter ibu hamil gak boleh stres, gue stres bang abis mikirin ujian kelulusan." Dari sebrang telpon Aqeela merengek memohon agar kakaknya mengizinkan.

UNTUK KISAH ADIKNYA MARIO ADA DI JUDUL : MENGAPA HARUS AKU?

"Biarlah Aqeela nyusul, Mar. Kamu tahu sendiri dia seperti apa, bisa nekat dia." sahut Tante Rita tanpa menunjukan wajahnya.

Mario menghela nafas. "Kata Vaughan gimana? Gue gak mau ya kena masalah."

"Gue terserah elo, Mar. Mau larang tapi kasihan, ya udah gue suruh dia hubungi elo aja," sahut Vaughan dari dalam kamar. Mungkin sudah selesai mandi pagi.

"Ok, lo boleh kesini asal gak sendirian." pada akhirnya Mario mengizinkan.

"Yes, makasih Abang sayang, gue sama Vale nyusul."

"What! Enggak usah pake motor, Aqeela!" Mario tahu gimana Vale sepupunya Vaughan, gadis yang suka main motor dan terkesan tomboy.

"Bawa mobil lah, di jamin aman."

Mendengar hal itu, Mario menghela nafas lega. "Ok, udah dulu, cil. Gue mau ketemu calon kakak ipar lo dulu."

"Lo punya pacar, Bang?"

Vaughan bergabung, "Abang kamu lagi ngejar bini orang, sayang. Dia mau jadi pebinor."

"ABANGG!!!"

Tut.

Mario mematikan ponselnya. "Dari kemarin mulut lo lemes, udah tahu adik gue cerewet minta ampun, pasti kena pertanyaan tujuh tanjakan ini mah."

Dia berdiri, meraih dompetnya hendak ke rumah sebelah. Dia belum tahu jika Raka sudah membawa Shakira pindah.

"Heh, mau kemana lagi lo? Kerja woy, kerja!"

"Iya gue tahu, masih ada waktu 1 jam sebelum masuk kerja." sahut Mario menghilang di balik pintu masuk.

Toh tempat kerjanya tidak jauh, jadi masih bisa santai sebentar.

Tepat di depan rumah, Mario berbarengan sama Fauzi.

"Eh kang dagang, ngapain lo disini?" ujar Mario sinis.

Pria yang dimaksud Mario heran kenapa laki-laki itu ada di sana? "Lo yang ngapain disini? Siapa lo datang-datang bikin ulah sama gue? Dan gue bukan kang dagang seperti elo bilang."

"Gue gak salah kok, lo emang kang dagang, dagang sel4ngkangan, buktinya bisa bayar cewek seperti murid lo. Nah pas kan sama elo? Eh beda kayaknya, lo bukan kang dagangnya tapi kang beli surabi apem."

"Elo!" Fauzi menarik kerah baju Mario. "Jangan ikut campur dalam urusan orang, elo gak tahu apapun tentang gue. Gue di jebak!"

Mario menepis kasar tangan Fauzi. "Ah masa? Di jebak kok menikmati, itumah bukan di jebak tapi doyan."

"Astaga naga, Mario, woi! Lo mau berantem hah? Gak ada kerjaan banget berantem sama yang bukan level lo. Dia bukan saingan lo," kata Vaughan saat mendengar suara keributan di samping rumahnya.

"Eh adik ipar, dia itu suaminya cewek yang gue kejar, jelas dia saingan gue lah, mana mungkin gue diem aja saat rival gue berdiri di hadapan gue, minimal hajar lah."

Bugh.

Tiba-tiba Mario mukul Fauzi tanpa aba-aba, pria itu tersungkur ke lantai.

"Huhhhh." Mario meniup kepalan tangannya. "Semalam gatal mau mukul, ya udah sekarang aja gantinya mumpung ada orangnya di depan gue."

Vaughan memutar malas bola matanya, sedangkan Fauzi kesal berdiri lagi ingin membalas pukulan Mario tapi terhenti ketika suara tak asing memanggilnya.

"Abang Fauzi sayang, Eike datang." lengkingan mendayu khas memanggil Fauzi.

Pria itu menoleh, terbelalak. "Sialan, waria itu lagi."

"Elo itu siapa sih? Wajah lo cewek tapi gigi tidak terurus, kata-kata seperti banci, apa elo waria?" tanya Fauzi padahal sudah tahu dari penampilannya, dengan spontan tanpa filter apapun. Mau dia sakit hati ataupun tidak kutak peduli, terpenting rasa penasaran ku terjawab.

"Heh, gue itu cewek ya, gue bukan banci seperti yang elo kira, gue itu sudah berubah jadi cewek," balasnya dengan tegas membuat mereka tercengang.

"Itu namanya waria, Bambang." seru Mario.

"Gue wanita, siang wanita dan malam pria," katanya lagi sambil mendekati Fauzi dengan senyuman menggodanya.

"Enggak beres, ini gak bener." langkahnya menjauh, gak suka di dekati lalu dia lari.

"Heeii tunggu Eike."

"Kejar terus! kejar sampai dapat!" seru Mario dengan semangat.

Vaughan menatap penuh curiga. "Ulah elo?"

"Iyalah, harus antisipasi agar dia tidak berani mendekat."

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!