Kia dan Bimo, dua orang yang berusaha bersatu, Tetapi halangan yang mereka hadapi tidak mudah. Bisakah mereka melewatinya? Kenapa Bimo meninggalkan Kia? Apa alasan Kia sangat membenci Bimo? Rahasia apa yang mereka simpan ? Apa ada orang lain yang sama dengan Bimo mencintai Kia? Dengan siapa Kia bisa bahagia? Temukan disini di "Rahasia hati"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maylazee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayo Kita Berteman
Aku menghirup napas dalam memandang langit pagi udara sangat segar.
Tiii.....iiitt....
Bunyi klakson mobil mengejutkanku.
"Ayo cepat! Nanti Papa yang terlambat," teriak Papa.
Papa sudah siap di dalam mobil mengantarkan aku ke sekolah.
Aku bergegas masuk mobil.
"Pa! Kia sudah bisa, lho... naik motor, diajarin sama Andi kemarin," ucapku pada Papa.
"Kia, belum boleh mengendarai motor karena belum punya SIM!" kata Papa, sambil menyetir.
"Memangnya, harus punya SIM dulu, baru boleh naik motor?" tanyaku.
"Iya .., peraturannya begitu, nanti kalau terjadi apa apa SIM yang pertama kali dicari oleh Polisi," jelas Papa.
"Tapi teman- teman Kia, banyak yang naik motor ke sekolah, Pa! Ada juga, yang belum punya SIM," kataku, berusaha membujuk Papa.
"Itu namanya...sama saja bunuh diri, pokoknya! Sebelum bisa punya SIM! Jangan bermimpi, untuk mengendarai motor," tegas Papa.
Itulah Papaku semua harus sesuai aturan tidak akan ada tawar menawar.
Aku kecewa masa dapat tempat duduk nomor dua dari belakang. Padahal kemarin, sudah janjian sama Rima. duduk bersebelahan.
"Kenapa? Mereka pagi sekali datangnya," batinku.
Sudah tradisi kalau awal masuk sekolah pasti berebut tempat duduk. Jadi harus pagi-pagi ke sekolah malah ada yang datang ketika pintu pagar belum dibuka.
Aku lihat Rima juga terlambat. Dia malah duduk dekat jendela yang panas kalau sinar matahari masuk.
Dengan kesal aku duduk di kursi menaruh tasku di atas meja. Biarlah dulu nanti barangkali ada temanku yang mau bertukar tempat duduk.
Aku terpaksa menerima kalau mau protes sama siapa. Setiap tahun selalu begini. Sekarang kalau masih seperti itu berarti masalah ini berlarut tidak pernah diselesaikan.
Tidak ada yang berubah dengan murid yang ada di kelasku. Tapi selintas aku dengar pembicaraan teman-teman bahwa ada yang akan pindah ke kelas kami. Berarti bertambah jumlah siswa di kelasku.
Siapa pun terserahlah aku juga tidak memperdulikannya. Tapi karena teman- teman ribut aku jadi, penasaran juga.
"Siapa... yang mau pindah kesini?" tanyaku, pada Rima.
"Aku juga tidak tahu, tadi waktu ketua kelas ke kantoru para guru membicarakan," jawab Rima.
"Ibu Ningsih mau menolaknya, tapi kepala sekolah yang memaksa." lanjutnya,
" Kenapa heboh sekali, sih," kataku.
Semua mata menatap ke depan saat Bimo memasuki kelas bersama Bu Ningsih.
"Semuanya perhatian, ada siswa yang harus ikut belajar di kelas kita, kalian pasti sudah tahu siapa," jelas Bu Ningsih.
"Kamu duduk di belakang Kia, kalau ada yang tidak memgerti tanyakan sama Kia, kalian semua tolong dibantu juga ya." Lanjut Bu Ningsih.
Bimo duduk di belakangku karena hanya itu bangku yang kosong.
"Ayo, kita lanjutkan pelajaran matematika, buka buku kalian!" kata Bu Ningsih, menyuruh kami.
Selain wali kelas, Bu Ningsih juga guru matematika . Pelajaran berakhir, Bu Ningsih memberikan PR yang harus dikumpul pada jam pelajaran matematika berikutnya.
Teman teman bergegas keluar ketika bel istirahat berbunyi.
Aku membuka bekalku dan bersiap menyantapmya.
"Ayo kita berteman!"
Suara dari belakang, mengejutkanku. Hanpir saja nasi yang aku suap tersedak. Aku langsung menoleh ke belakang menatapnya dengan tatapan bingung.
"Dasar aneh!" pikirku.
Dia juga menatapku bingung.
"Kenapa?" tanyanya.
"Ibu guru tadi mengatakan, aku harus minta bantuan sama kamu," lanjutnya.
Aku cuma mengangguk. Meneruskan makanku. Dia berdiri dan berhenti di sampingku. Kenudian mengambil sosis yang ada di wadah bekalku.
"Aku minta...terima kasih!" ucapnya, sambil berlalu.
Aku masih terpaku cuma bisa memandangnya. Kenapa berani sekali dia aku bahkan tidak pernah bicara dengannya.
"Huh... seenaknya saja," umpatku, kembali meneruskan makanku.
Satu bulan berlalu tak terasa. Selama Bimo di kelasku. Dia selalu bertanya padaku. Kalau ada yang tidak mengerti.
Kadang kadang Rima juga membantu menjelaskan apa yang ditanyakannya. Kami tidak begitu akrab juga. Kadang kala satu hari belum tentu kami bertegur sapa.
Bimo memang tidak bisa bergaul dengan sembarang orang. Hanya ada beberapa orang yang bisa berteman dengannya di sekolah.
Aku duduk di depan kelas ada sebuah bangku di situ. Menunggu bel masuk berbunyi. Hari ini Rima tidak bersamaku dia ada kegiatan teater. Dia ikut kegiatan ntuk meningkatkan nilai.
Tiba tiba.....
Ada sebuah telunjuk menyentuh bahuku aku terkejut dan menoleh.
"Siapa sih?" pikirku
Aku kaget ternyata Bimo. Dia berdiri di belakangku.
"Pinjamkan aku jawaban PR bahasa Inggris, " katanya dingin, sambil menatapku.
Entah kenapa aku mau saja. Bukannya aku menyukainya saat itu tapi aku malas berdebat.
Kalau kutanya jawabannya pasti.
"Kamu, kan...disuruh Bu Ningsih membantuku."
Seperti kata- kata sakti yang tidak bisa dibantah.
Aku berjalan mengambil buku PR. Karena tergesa-gesa coklat yang kubawa jatuh semua berserakan, terpaksa aku memunguti. Menaruhnya kembali ke dalam tas.
Aku cemberut dan kesal. Menyerahkan, buku PR ku padanya. Bimo menatapku sambil tersenyum menang mengambil buku dan berlalu.
Beberapa siswa wanita di sekolahku. Mencoba mencari perhatian Bimo. Tapi jangan menanggapi melihat pun tidak. Padahal banyak juga yang cantik. Tapi dia seperti orang tidak perduli dengan orang lain.
Pernah seorang adik kelas memberikan surat padanya. Dia cuma berlalu tidak mengambil surat itu. Bahkan tidak melihatnya sama sekali.
Anak itu sampai menangis. Tapi dia malah tertawa. Memang tidak puya hati. Saat itu aku penasaran. Cewek seperti apa tipenya.
Tiga orang guru masuk ke kelas kami. Kulihat guru olahraga, guru kesiswaan dan wali kelas kami. Pasti ada pemeriksaan pikirku. Sekolah kami mengadakan pemeriksaan seminggu sekali tapi harinya tidak ditentukan.
"Semua keluar! Tinggalkan tas kalian," kata guru kesiswaan.
Kami menurut. Ada beberapa siswa yang terlihat gugup. Aku santai saja karena kupikir aku tidak membawa apapun yang di larang oleh sekolah.
Setelah selesai pemeriksan. kami disuruh masuk kembali. Kulihat banyak tas yang di sita. Aku sangat terkejut tasku tidak ada di meja. Apa yang salah pikirku aku jadi, tidak enak rasa.
"Siswa! Yang tasnya ada di meja boleh keluar!" kata Wali kelasku.
Kulihat Rima ikut keluar dengan temanku yang lain.
"Kenapa? Aku ikut terrjaring..." pikirku. Aku jadi, bingung sendiri.
Wali kelas kami memanggil satu persatu. Siswa yang tasnya di sita. Beberapa temanku yang wanita kedapatan membawa alat make up dan macam-macam kosmetik.
Sedangkan siswa laki -aki. Membawa barang-barang yang tidak bersangkutan dengan pelajaran. Seperti parfum buku komik bahkan stiker untuk kendaraan.
Yang parah itu Bimo. Dia kedapatan membawa rokok walaupun cuma satu bilah. Mungkin dia lupa kalau ada rokok tertinggal didalam tasnya.
Sedangkan aku kedapatan membawa sekotak coklat beng beng.
"Kamu jualan coklat?" tanya guru olah raga.
Ku dengar teman-temanku, tertawa kecil aku jadi, sangat malu.
"Tidak! Pak, itu mau dibagikan nanti saat istirahat. Karena hari ini ulang tahun kucing saya," jawabku asal saja. Padahal aku tak punya kucing.
Para guru memakluminya. Tapi aku malu sekali. Aku di suruh berjanji dan menulis surat permintaan maaf.
"Bimo! Ikut Bapak ke kantor," kata guru kesiswaan, dia pun menurut.
Operasi mendadak selesai. Hari ini aku merasa sangat kesal. Bagaimana kalau Papaku tahu. Untungnya dimaafkan kalau tidak habislah aku.
Rima datang menghampiriku. "Kenapa?" tanyanya.
Aku menunjuk kotak coklat di depanku. Aku selalu membawa cemilan ke sekolah. Tapi hari ini memang kebanyakan. Karena aku mau memberikan pada Rima. Dia sahabatku paku selalu berbagi dengannya.
"Bagikan semua," kataku pada Rima.
Rima langsung membagikan pada teman-teman dan mereka terlihat senang.
malas terima nasib jadi wait reader 😓
gadis sakit
rahasia miko kebuka
kia marah
mereka bercerai
kia bantu gadis
miko kecelakan
staga aaa kenapa otakku traveling thor
lama banget update
bab baru kapan terbit
i ok i fine
not bad not bd
-----------
kumerasa sakit----sakit
😂😂😂😂