Demi menghindari kejaran para gadis Reby Putra Maheswara membawa seorang gadis desa yang bernama Rania untuk ia jadikan tameng agar tidak ada yang berani lagi mendekatinya, namun yang terjadi malah hatinya terikat pada gadis yang selalu mengklaim dirinya sebagai calon suami itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Setelah menunggu beberapa saat makanan yang mereka pesan pun langsung datang, Rania tidak bertanya lagi pada Reby karena ia merasa malu sudah menganggap panggilan indah nan mempesona itu adalah panggilan yang sangat ya begitulah.
Rania pun melihat makanannya bebek bakar yang tadi ia pesan, ia jadi merasa jika yang sedang terlihat di pinggir piring itu. Dengan wajah malas, ia memakan makanannya. Reby melihat wajah Rania yang sedang cemberut itu, wajah cemberutnya menjadi hiburan tersendiri untuk Reby.
"Lebih baik ia cemberut daripada bebek cerewet ini terus bicara, telingaku sangat panas." gumam Reby. Mereka pun menghabiskan makanannya dengan cepat karena ingin segera sampai di kota.
Karena kelelahan akhirnya Rania pun tertidur di dalam mobil, itu lebih baik menurut Reby karena jika ia terbangun pasti ia sangat berisik. Reby memberi kabar keluarganya jika ia akan pulang terlambat karena ada urusan di apartmentnya. Tapi ia tidak mengatakan jika ia membawa seseorang kesana. Reby tidak mau jika nanti orang rumah menjadi heboh karena ia membawa seorang gadis. Dan Reby pun juga sudah memberitahu Abah sebelumnya jika jangan ada yang tahu jika ia membawa Rania, dan Abah pun setuju.
Setelah sampai di apartmentnya, Reby membangunkan Rania , "Beb..." panggilnya sambil menekan-nekan bahu Rania agar ia terbangun. Satu kali dua kali bahkan sampai tiga kali percobaan, Rania masih belum bangun juga. Dan akhirnya Reby pun menguncangkan bahunya dan barulah ia membuka mata.
"Selain mirip bebek kau juga seperti kambing sangat susah bangun tidur," kesal Reby karena gadis ini ternyata sangat susah dibangunkan.
"Emangnya pernah coba bangunin kambing lagi tidur ?" Tanya Rania dengan suara seraknya khas bangun tidur sambil mengucek matanya. Ditanya seperti itu oleh Rania tentu saja membuat Reby berdecak sebal.
"Untuk apa aku membangunkan kambing yang tertidur, memangnya aku tidak ada pekerjaan lain " ketus Reby. Rania pun melihat ke arah Reby yang terlihat sangat tampan di matanya. Sungguh sangat sempurna makhluk indah ciptaan Yang Maha Kuasa ini. Bagaimana ia tidak jatuh hati jika makhluk tampan ini terus ia lihat sepanjang hari ini.
"Demi bintang-bintang di langit yang indah, wajah A Reby benar-benar sangat mempesona, hingga membuat jantung Rania berdegup tidak karuan sampai lupa ketukan" ucap Rania menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan mulai..."
"Rania serius,"
"Aku tidak bertanya,"
"Kan Rania hanya menjelaskan," Jawabnya sambil nyengir kuda.
"Bicara sekali akan aku...."
"Cium, cium aja Rania gak keberatan kok," ucap Rania.
"Aaarrrgghhhh..." Reby menjewer telinga Rania, ia benar-benar sangat gemas dengan gadis nakal dihadapannya. Jika bukan karena Abah ia tidak akan mau membawa Rania, sekarang gadis nakal ini menjadi tanggung jawabnya dan ia harus mengasuhnya, astaga Reby mendadak sakit kepala.
"Rania minta cium, bukan minta jewer. Sakit tahu...!!! "
"Berani sekali kau meminta aku untuk menciummu, aku akan menyuruh kambing untuk menciummu nanti. Cepat turun sebelum aku seret" ucap Reby.
"Astaghfirullah, romantis banget calon suami" ucap Rania.
"Astaga....Bersabarlah Reby kehidupanmu akan berubah mulai detik ini," gumam Reby dengan menghela napas kasar.
Saat melangkahkan kakinya menuju apartement, Rania terus saja berdecak dengan kagum. Karena baru kali ini Rania melihat Apartement mewah hingga ia menginjakkan kakinya di sana, bahkan sampai tinggal di tempat itu sungguh luar biasa.
Rania dan Reby pun masuk kedalam apartement Reby, Rania semakin berdecak kagum saat masuk kesana karena apartement itu ternyata sangat mewah dan juga indah. Barang-barang mahal terpajang di sana, ia duduk di sofa yang sangat empuk bahkan sofa yang ada disana lebih empuk dibandingkan dengan kasur yang ada di rumahnya.
Reby mengambilkan minuman dingin untuk Rania dan kini mereka duduk saling berhadapan. Reby ingin memberi sedikit penjelasan dulu padanya sebelum ia pulang kerumahnya, dan meninggalkan Rania sendiri disana. Reby tidak ingin tempatnya dibuat hancur oleh bebek nakal ini.
.
"Rania dengarkan aku, malam ini kau tidur di sini, kamarnya ada di sebelah sana," tunjuk Reby Rania pun mengangguk.
"Kamar di apartment ini hanya ada satu, dan bisa kau pakai selama kau tinggal disini." Ucap Reby.
"Terus A Reby tidurnya dimana ? Di sofa, jangan atuh biar Rania aja yang tidur di sofa atau kita berbagi tempat tidur aja Rania juga gak keberatan" ucapnya sambil tersenyum menutup mulutnya sambil malu-malu kambing.
"Aku tidak akan tidur satu ranjang denganmu," ketus Reby.
"Iyalah, Rania ngerti Rania kan cuma bercanda. Lagian Rania juga akan sabar nunggu, sampai kita nanti halal nanti" ucap Rania.
"Ya Tuhan, kenapa kau mengirim gadis seperti ini kepadaku ?" Ucap Reby memijat pangkal hidungnya. kenapa di setiap pembicaraannya Rania selalu yakin jika ia akan menikahinya. Memangnya siapa yang mau menikahi gadis kecil dan cerewet sepertinya. Usia Rania bahkan jauh lebih muda dari Reby, ia sama sekali bukan tipe wanita yang Reby sukai, memangnya tipe wanita seperti apa yang Reby sukai bahkan Reby saja tidak tahu. Rania juga terlalu muda dan masih setengah matang di mata Reby.
"Rania ini diciptakan ya buat A Reby, makanya cepetan halalin atuh, buat jadi kekasih halalnya dunia akhirat, aamiin, " ucapnya lagi dengan mengangkat kedua tangannya dan mengusapkannya ke wajahnya seperti sudah habis berdoa.
"Terserah," ucap Reby pasrah karena tidak mau berdebat, ia sudah sangat lelah hari ini.
"Alhamdulillah, A Reby udah setuju." Jawabnya dengan sangat riang.
"Hei, bukan itu maksudku. Astaga...."
*
*
*
Besok senin jangan lupa votenya ya 💃💃💃
thanks ya Thor lucu tak membosankan ..