Grace Eloise seorang wanita lulusan mahasiswi tingkat atas yang sekarang sudah menjadi seorang dosen jurusan kedokteran di suatu kampus terbilang cukup elit tidak kalah terkenal dari kampus lainnya.
Wanita satu ini tidak kenal lelah karena hidupnya sangat keras sehingga dia menjadi orang yang mampu berdiri di kakinya sendiri.
Dikatakan keluarganya juga tidak terlalu mewah karena ayahnya bekerja di suatu bar kecil ibunya telah tiada dan sekarang hidup mereka sudah terbilang cukup lumayan akan tetapi sang ayah hanya menghabiskan uangnya hanya untuk berjudi dan mabukan.
Grace pernah melarikan diri dari rumah karena begitu marahnya terhadap sang ayah sebab dia sangat tidak di hargai sebagai seorang anak.
Bukankah anak perempuan sangat bermanja dengan ayah mereka?
Namun tidak untuk Grace, dia hanya tahu mencari uang untuk melanjutkan kehidupan mereka.
Sampai suatu ketika dia bertemu lagi dengan mantannya di sebuah cafe brsma seorang wanita.
Yuk ikuti kisahnya... 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keberanian Bram?
...『⇒Bab 6⇐』...
Anomali Cafe Senopati
Setelah pulang dari kampus kini Grace melanjutkan kegiatannya kembali sebab ia meminta sift siang pada atasannya sampai menjelang malam hari untuk bekerja di cafe tersebut karena ia harus membiayai kuliahnya sendiri tanpa campur tangan orang lain sekalipun itu ayah kandungnya.
Tring
Sebuah lonceng kecil di bunyikan oleh salah satu pria muda tepat di atas meja yang sudah tersedia.
"Selamat siang ada yang bisa saya ba-"
"Coffe latte!" jawabnya pula secara ramah bahkan melebarkan senyum di wajahnya tersebut.
"Lah Bram, aku fikir siapa tadinya! kau kenapa ke sini? barengan sama Boy?" tanya Grace yang terlihat kaget ketika Bram ada di tempatnya bekerja.
"Tidak, aku hanya sendiri karena Boy sudah balik ke apartemen deluan!" jawab Bram pula yang masih terlihat tersenyum ramah pada Grace bahkan Grace merasa senyuman itu sedikit berbeda dari biasanya.
"Oh aku fikir kau barengan dengan Boy, ohya tunggu sebentar aku akan buatkan pesanan untuk mu," ucap Grace secara sigap ia berbalik untuk menyiapkan minuman yang sudah di pesan oleh Bram.
Yeap, biasanya Bram dan yang lainnya selalu ke cafe Grace bersama-sama namun tidak untuk hari ini karena Bram tak mengajak mereka bahkan Boy menjadi curiga sebab Bram berlalu pergi begitu saja tanpa berbicara dahulu padanya apalagi Boy berulang kali menghubungi Bram tetapi sengaja tak di jawab sudah pasti Boy akan mengejek dirinya yang datang seorang diri ke cafe menghampiri Grace.
Sepersekian detik mereka berdua terdiam dan Bram mencoba membuka suara sebab ada sebuah pertanyaan yang terlintas di fikirannya saat ini.
"Grace, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Bram pula dari balik punggung Grace sebab saat ini belum ada pengunjung makanya Bram terlihat bebas mengobrol dengan Grace.
"Ya, kau mau bertanya apa Bram?" ia pun balik bertanya serta melirik Bram dari samping sembari membuatkan coffe untuk Bram.
"Apa benar kau memiliki saudara perempuan?" tanya Bram lagi dengan memberanikan dirinya.
Sejenak Grace terdiam beberapa saat setelah ia mendengar pertanyaan tersebut dari mulut Bram lalu ia membuang nafas panjang dari mulutnya.
"Tidak," jawab Grace secara singkat tanpa respon apapun.
"Apa kau yakin Grace? karena aku mendengar dari yang lainnya ada yang melihatmu di antar oleh seorang lelaki terlihat separuh baya dan lelaki itu juga pernah mengantar Laras ke kampus juga walaupun hanya sekali namun kalian di antar oleh lelaki yang sama," imbuh Bram secara mendadak ia mengatakan hal itu sedangkan Grace sudah begitu lama tidak di antar oleh ayahnya lagi.
"Coffe latte pesanannya sudah siap, duduk lah di meja mu!" timpal Grace tanpa menjawab terlebih dulu apa yang di bicarakan oleh Bram kemudian Grace melangkah pergi dari hadapan Bram.
"Grace."
Karena dirinya di panggil ia pun langsung berhenti dan menoleh ke belakang. "Bram, kau tunggu saja di meja mu nanti aku menyusul!" pinta Grace terdengar tak ingin di ganggu sementara waktu.
"Oke aku akan menunggu di sebelah sana," kata Bram menunjuk ke arah yang di maksudnya.
"Baik, kau deluan saja!" balas Grace kemudian ia melanjutkan langkahnya kembali.
Tampak Bram terlihat sangat gugup ketika berbicara pada Grace namun kali ini ia memang harus bertanya untuk memastikan apa yang telah mengganggu fikirannya selama ini sebab teman lelakinya ataupun para mahasiswa di kampus tidak ada yang mengetahui hal tersebut kalau sebenarnya ia memiliki saudara tiri bahkan dosen dan dekannya saja tidak tahu sama sekali karena Laras tak ingin mengakui Grace seperti saudaranya apalagi sewaktu ia masuk ke kampus juga memberikan nama ibu kandungnya saja makanya hanya Ocha yang tahu kalau Grace juga Laras punya hubungan saudara.
Jelas itu tak menjadi penghalang bagi Grace untuk mencapai keinginan serta tekadnya walaupun dia tak di akui sebagai saudara oleh Laras itu malah bagus karena ia juga tak begitu berminat untuk menjadi bagian anggota keluarga Laras. Yeap, begitulah selama ini yang terfikir oleh Grace sendiri.
Sebelumnya Grace sudah menghampiri meja Bram dan menjelaskan semuanya sebab tak mungkin lagi ia menutupi kebenaran itu semua walaupun ia tak sudi mengatakan pada Bram kalau ternyata Laras saudara tirinya dengan sangat terpaksa ia mengakui bahwa Laras memiliki hubungan darah dengannya.
"Apa kau sudah puas sekarang? jadi cukup kau bertanya ini padaku tak perlu kau mengatakan hal ini pada yang lainnya, apa kau mengerti Bram?" tegas Grace pula bahkan membuat jantung Bram jadi berdegup kencang sebab baru kali ini dia berbicara langsung pada Grace hanya berdua saja.
Tak
Tak
Jemari tangan Grace ia petik beberapa kali untuk menyadarkan Bram yang sedang melamun menatap ke arahnya.
"Heloo Bram! apa kau tak mendengarku?" tanya Grace yang tampak mengarahkan telapak tangannya di hadapan Bram.
"Ah iya, a- aku mendengarnya kok!" jawab Bram dengan kelabakan bahkan ia mengelus pundak lehernya sembari mengalihkan wajah sejenak.
"Bagus kalau kau sudah dengar, sekarang aku ingin melanjutkan pekerjaan ku kembali karena hari sudah semakin sore kalau kau masih ingin di sini ya tidak apa-apa tapi aku tak bisa menemani mu Bram."
Grace bergerak dari bangkunya serta berdiri dari tempat duduknya karena ia ingin kembali bekerja setelah usai menjelaskan pada Bram barusan sambil melihat ke arah Bram yang tersenyum tipis padanya.
"Iya tidak mengapa kok Grace kau lanjutkan saja pekerjaan mu," turut Bram dengan senyuman kecil pula.
"Oke, aku tinggal ya!" pamitnya pula sehingga ia melangkah ingin berlalu pergi.
"Ehmm, Grace!" panggilan dari Bram menghentikan langkah Grace lalu Grace menoleh ke arah Bram yang terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu padanya.
"Ya ada apa? kau mau menambah coffe lagi?" tanya Grace pula menerka.
"Ah, bukan itu! a- aku boleh kan menunggu mu sampai kau pulang bekerja?" mulai Bram kelabakan lagi namun ia berusaha tuk memberanikan dirinya.
"Oh itu, ya terserah padamu saja karena aku tak tahu dapat lembur atau gimana entar kau malah terlalu lama menunggu ku!" katanya pula merasa tidak enak jika Bram sampai menunggunya selama ia bekerja.
"Tidak masalah, supaya kau tak sendiri nanti pulangnya makanya aku menunggu mu," balas Bram yang tampak tak ingin di tolak.
"Yasudah, kau ini ada-ada saja! aku tinggal dulu," ia bergeleng kepala melihat sikap yang tak biasanya dari Bram karena selama ia mengenal Bram baru kali ini Bram menjadi akrab dengannya.
Grace pun meninggalkan Bram untuk melanjutkan kerjanya kembali bahkan sedari jauh Bram memperhatikan langkah Grace sampai Grace tak terlihat lagi oleh matanya.
"Hufhh akhirnya aku bisa menghilangkan canggung ini juga, sekian purnama Bram baru ini kau bisa bicara dengan Grace hanya berdua!" gumam Bram pula serta ia berulang kali membuang nafas leganya dan mengelus dadanya sendiri.
^^^To be continued^^^
^^^🍁 aiiWa 🍁^^^
...Kutipan :...
Kebahagiaan adalah jalan sedangkan kesedihan adalah ujian, hidup adalah seberapa ikhlas kita menjalani kenyataan. ~ Grace Eloise.
kisah perjuangan seorang Grace wanita hebat dan tangguh yang menjalani kehidupannya dg ayahnya dg kekuatannya sendiri...
sangat suka dg cerita seorang wanita tangguh yg sll di suguhkan author u para readers dg jalur cerita yg sangat menarik u di baca...
semangat ya thor u semua karya2 mu yg luar biasa. God bless always.
anak tiri di sayang sayang anak kandung di sia sia kan... sungguh ayah yg tidak bertanggung jawab terhadap anaknya
ngakak aq beb boy dpet baju ocha, warna apa sih.. jan bilang pink boy🤣🤣
untung aja OCHA msh selamat, bhya gk bisa renang