Bagi Adelia pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan sekali seumur hidup, menikah dengan pria kaya raya dan tampan adalah keinginan setiap wanita dan begitu juga dengan Adelia.
Tapi dia harus menerima kenyataan pahit saat mendiang ayahnya tiba-tiba menyuruhnya untuk menikah dengan seorang pria cacat dan miskin, rasa takut dan jijik terus terngiang-ngiang di benak Adelia ketika melihat wajah suaminya yang mengelupas akibat luka bakar.
Tapi siapa sangka, di balik wajah buruk rupanya. Sosok Haris adalah pria yang baik dan memperlakukan Adelia dengan lembut.
Lalu apakah Adelia akan membuka hatinya untuk Haris dan menerima segala kekurangan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mata yang tidak asing
Adelia tengah bersiap untuk makan malam, dia menggunakan sebuah gaun selutut berwarna navy karena Pak Narno mengatakan jika keluarga Anggara akan mengundang seorang CEO dari perusahaan Tyler Group sebuah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang baik industri hiburan, proyek-proyek pembangunan dan bahkan politik.
"Bagaimana apa aku sudah cantik?" Adelia melihat ke arah Haris dengan tatapan penuh harap.
"Kau sangat cantik."
"Terimakasih."
"Sampaikan permintaan maaf ku untuk Ibu dan Kakakmu karena aku tidak bisa datang."
"Baik akan ku sampaikan, apa kau akan berkerja malam ini?"
"Iya, masih ada pekerjaan yang belum selesai."
"Jangan terlalu memaksakan dirimu untuk bekerja, kau harus tetap jaga kesehatan."
Perkataan Adelia membuat Haris terdiam sesaat, "Baik."
"Apa kau bisa tutup mata." Adelia tiba-tiba menyuruh Haris untuk menutup matanya.
"Ada apa?"
"Iya tutup saja," Adelia menjawab dengan nada sedikit ketus.
"Baiklah.." Haris pun memejamkan matanya, di saat itu dia merasakan sentuhan lembut di bibirnya di saat Haris membuka mata rupanya Adelia tengah menciumnya.
Dengan senyuman di wajah Adelia, wanita itu langsung bergegas pergi tanpa mengatakan sepatah katapun. Haris hanya bisa terdiam dengan wajah yang terkejut, tangannya perlahan menyentuh bibirnya yang baru saja di cium oleh istrinya.
Adelia yang berada di dalam mobil hanya bisa menyesali apa yang telah di lakukan, bukan karena jijik ataupun hal lain. Tapi Adelia sangat malu dengan kelakuannya yang malah mencium Haris lebih dulu.
Sesampainya di rumah keluarga Anggara, Adelia langsung turun dari mobil. Dia segera masuk ke dalam rumah, rupanya sudah ada Kania, Liona dan juga Samuel.
"Waw.. Pengantin baru, rupanya baru datang." Kania tersenyum dengan tatapan mengejek.
Adelia hanya diam dan tersenyum seakan tidak mendengarkan apa-apa. "Kemana suamimu? Bukankah aku menyuruhmu mengajaknya." Liona tiba-tiba menanyakan tentang Haris.
"Suamiku sedang ada urusan."
"Syukurlah jika dia gak datang, aku tidak bisa membayangkan makan bersama dengan pria berwajah hancur itu. Seketika selera makan ku langsung bilang." Kania tiba-tiba berbicara dengan perkataan yang penuh dengan hinaan kepada Haris.
Mendengar hal itu Adelia hanya bisa diam dengan hati yang menahan marah, berbeda dengan Kania. Samuel nampak melihat Adelia dari atas sampai bawah, wanita itu memang cantik dan juga tubuhnya yang sangat indah.
"Nyonya, Tuan muda Dave telah datang."
Mendengar hal itu Liona dan Kania langsung bersiap untuk mengundang kolega bisnis mereka yang baru saja menjalin hubungan bisnis. Dengan terjalinnya hubungan bisnis antara Anggra dengan Tyler Group membuat keluarga Anggara akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
"Selamat datang Pak Dave." Sambut Liona dengan wajah yang senang dan senyuman ramah.
"Terimakasih atas sambutan anda yang hangat ini, Nyonya Liona." Dave tersenyum seraya membalas perkataan Liona.
Adelia bisa melihat berapa gagah dan aura penuh wibawa terpancar di tubuh pria itu, tapi tidak di sangka jika Dave melihat ke arahnya dan untuk beberapa saat mata Adelia dan Dave saling menatap.
"Apa dia putri mu?" Dave langsung bertanya dengan mata yang melihat ke arah Adelia.
"Iya, di putri saya. Adelia ke sini sayang," Liona memanggil Adelia dengan nada yang sangat ramah seperti seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya.
Adelia dengan langkah pelan berjalan ke arah Liona, "Sapa Pak Dave."
"Selamat malam Pak Dave, saya Adelia Stefani Anggara." Ucap Adelia memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangannya.
Dave langsung membalas jawaban tangan Adelia dan memperkenankan diri. "Saya Dave Harrison, senang bertemu dengan anda Nona Adelia."
Adelia bisa melihat wajah tampan pria itu secara langsung, kini tatapan mata mereka saling bertemu. Adelia seperti tidak asing dengan mata coklat milik Dave.
"Khem.." Kania langsung memberikan kode agar Adelia melepaskan tangannya dari Dave, dengan cepat Adelia langsung melepaskan tangannya dari Dave.
Kini makan malam pun di mulai, nampak Liona dengan senang hati mengajak ngobrol Dave. Pria itu hanya tersenyum dan sesekali menjawab perkataan dari Liona, Adelia merasa tidak nyaman dengan tatapan Samuel yang menatapnya dengan aneh.
"Jadi Nona Adelia sudah menikah?" Dave tiba-tiba bertanya kepada Adelia.
"Ah... Iya." Adelia sedikit gugup karena tiba-tiba dia di tanya oleh Dave.
"Pria yang menikah dengan anda pasti orang yang sangat beruntung karena mendapatkan wanita cantik seperti anda." Puji Dave.
Adelia hanya tersenyum saat mendengar pujian dari Dave. Hingga makan malam pun selesai dan Adelia pamit untuk pergi ke kamar mandi.
Di saat dia tengah berjalan tiba-tiba sebuah tangan menariknya masuk ke dalam kamar, tangan kekar itu langsung membekap mulut Adelia.
"Sut.. Jangan berisik, Adelia sayang." Samuel berbisik kepada Adelia.
Adelia sangat panik saat tahu jika Samuel menariknya ke dalam kamar, "Lepaskan.." Adelia berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Samuel.
"Berhentilah memberontak Adelia, aku sudah sangat menginginkan tubuhmu yang indah dan seksi itu. Aku berjanji aku akan melakukan dengan lembut, dan kau pasti akan senang jika di sentuh oleh ku dari pada suami buruk rupa mu itu."
Adelia hanya bisa menangis, dia berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkraman Samuel.
Hingga Samuel melemparkan tubuh Adelia ke atas ranjang, dengan raut wajah takut Adelia berusaha menjauh dari tubuh Samuel.
Nampak Samuel mulai melepaskan pakaian atasnya, Adelia segera berteriak meminta tolong tapi Samuel hanya tertawa saat mendengar Adelia meminta tolong.
"Percuma kau meminta tolong tidak akan ada orang yang mendengar teriakkan mu, sekarang lebih baik kita nikmati saja malam ini. Aku sudah sangat menantikan tubuh indah mu itu."
Samuel mulai menarik Adelia dan merobek pakaian, Adelia hanya bisa memberontak agar Samuel tidak menyentuh tubuhnya.
Samuel yang kesal dengan Adelia yang terus memberontak pun langsung menampar pipi kiri Adelia hingga sudut bibir Adelia berdarah.
Melihat Adelia yang terdiam, Samuel langsung merobek pakaian Adelia. Samuel berdecak kagum melihat tubuh indah Adelia, meski bagian dadanya masih di tutupi oleh Bra. Tapi Samuel bisa melihat betapa besar dan kenyal dada milik Adelia.
Plak..
Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Samuel, lalu Adelia langsung mendorong tubuh Samuel. Di saat Adelia hendak kabur Samuel langsung menerkam tubuh wanita itu dan mengikat kedua tangannya dengan dasi milik Samuel.
Adelia hanya bisa menangis, "Mas Haris, hiks.. hiks.. hisk.." Adelia berencana akan memberikan kesuciannya kepada Haris setelah acara makan malam ini tapi rupanya hal tidak terduga malah menimpa dirinya.
"Tubuhmu sangat indah Adelia, aku menyesal telah meninggalkanmu. Kau bisa menjaga selingkuhan ku dan kita akan bersenang-senang bersama." Bisik Samuel yang terus memandang tubuh indah Adelia.
Tapi Adelia langsung meludahi wajah Samuel, melihat hal itu Samuel langsung marah dan segera menarik semua pakaian Adelia.
"Malam ini kau akan menjadi milik ku.."
apa ada developer di alam nyata yaa🤩🤭
semangat authour aku dah kasih 5 bintang🤩💪💪
next thor
aduh harwadang thoorrr..