Sequel Story Of [SELEPAS KATA TALAK]
"Dia!" Tetuah itu menunjuk ke arah ... Bukan ke arah perawan desa yang dari dulu menantikan tubuhnya di jamah oleh Pak Kades yang menurutku biasa saja ini, tapi dia menunjuk ke arahku. "Non Gea, yang akan menjadi Bu Kades."
"Hah?" Aku mendelik, tipe orang macam Tetuah desa ini lah yang ingin aku libas akhir-akhir ini. "Sialan."
*****
Bagaimana jadinya. jika Gea yang ingin membalaskan dendamnya kepada Kades yang sudah menghamili kakaknya malah terjebak menjadi istri Kades itu sendiri dengan identitas rahasia yang masih ditutupi.
Akankah Gea bertahan dalam balas dendamnya. atau malah menyerah dengan rencananya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 06. Cerita Pak Kades
Dia.
Wajah itu.
Aku mengenali suaranya, karena kakak pernah membawanya ke rumah empat tahun yang lalu sebelum kejadian naas itu terjadi.
Tapi aku baru tahu bahwa namanya adalah Ozan setelah kakak meninggal entah apa sebabnya keluargaku tidak memberitahu ku nama pria sialan ini.
Ah atau kunamai saja dia pria sialan?
Apakah dia tidak mengenali wajahku, atau sudah banyak yang berubah dariku, kurasa maintance perawatan wajah yang ku gunakan cukup untuk sekedar merubah pandangan orang tentangku dalam ingatannya.
Atau terkadang beberapa orang memiliki daya ingat yang rendah jadi jangan heran jika dia gampang lupa tentang wajah seseorang.
Dan salah satunya adalah pria sialan ini, dia tersenyum ramah padaku seolah dia tidak pernah membuat kesalahan empat tahun yang lalu.
Tahan Gea! Tahan! Rasanya aku ingin memaki dan mengumpat didepan wajahnya namun semua ku tahan untuk tidak membongkar identitas ku.
"Mbak Gea,"
"Saya masih muda Pak, panggil Gea aja dan kalau Bapak kaku bisa pakai bahasa daerah juga tidak apa-apa."
Aku malas berbasa-basi dengan titisan setan satu ini.
Bayangkan dia kali ini malah senyum kepadaku, dan aku semakin naik pitam karena itu.
"Saya tidak tahu bahasa daerah sini, walaupun sudah empat tahun menjabat sebagai kepala desa, saya asli semarang, yaudah saya panggil Dek Gea saja."
"Baik, Pak, kalau begitu saya juga pakai bahasa indonesia aja sama Bapak."
Aku menjawabnya dengan sepenuh hati, masa bodo dia mau berasal dari planet mana, intinya aku membenci sekali dia, kalian tahu? Berpura-pura ramah didepan orang yang paling kalian benci itu TIDAK BAIK.
Oke ibaratkan saja, suami kalian baru pulang kerja dari dimata kalian baunya seperti Yogurt yang manis atau Croissant, tapi WHERE A THE HELL IS BAU ASEM!
Begitulah dengan apa yang aku hadapi dengan Pak Kades satu ini, di mata ku dia menjijikkan seberapa ramahpun dia padaku.
"Yaudah dek Gea, lebih baik kita berangkat sekarang, perjalanan ke desa lumayan lama," Pria sialan ini menatapku dan mengajakku naik ke motornya.
Aku ikut saja, dia menaruh koperku di bagian depan dan aku menggendong Gibran duduk di belakangnya, sedikit menjaga jarak karena HARAM bagiku menyentuh tubuhnya.
"Anak siapa Dek?"
Dia bertanya padaku? Tentang Gibran? INI ANAKMU SIALAN! ANAK YANG TIDAK INGIN KAU AKUI! Ingin rasanya aku mengatakan ini, terserah kalian berpikir seberapa bar-barnya aku, aku tidak peduli.
"Ini anak saya, Pak."
"Dek Gea sudah punya suami."
"Belum, suami saya pergi karena tidak mau saya hamil dan sampai sekarang dia tidak kembali."
Aku sedikit mengarang disini, berharap dia peka kalau orang yang kumaksud adalah dia yang meninggalkan kakakku.
"Jahat sekali suami Mbak,"
Hahahaha, Jahat? Aku tertawa jijik disini, APA BEDANYA DENGAN KAMU SIALAN DAN SEANDAINYA KAMU TAHU ORANG YANG KUMAKSUD ITU KAMU, apakah kamu masih bisa mengatakan itu?
Aku benar-benar muak tapi aku harus apa?
"Pak Kades asli semarang kok bisa jadi kepala desa disini?"
Oke, saatnya aku menggali informasi walaupun aku malas berbicara sekarang tapi ini penting.
"Oh iya lupa, kenalan juga, saya Fauzan Adinata, panggil saja Ozan."
Oke aku sudah tahu, dan bukan itu yang aku tanyakan.
"Saya menjadi kades disini, empat tahun yang lalu dek, saya sebenarnya asli semarang, orang tua saya dokter dan konsultan pernikahan, saya memilih mandiri dan pergi ke Makassar."
Dan menghamili kakakku kemudian tidak ingin bertanggung jawab bukan?
"Dan tau-tau saya datang ke desa ini disaat suasana sedang kisruh dan saya malah jadi kepala desa, awalnya saya tidak mau tapi saya malah nyaman."
ITU KARENA KAU LARI DARI TANGGUNG JAWAB SIALAN! Aku mengumpat dalam hati mendengar ceritanya.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
Tau gak Fauzan itu anaknya siapa?
ini authornya dewasa apa masih baby ya?
maaf thor canda. tapi kalo authornya masih belia ceritanya jangan aneh entar cepet gedenya. biarkan emak2 yang baca saja yang berhalusinasi/Grievance//Smirk//Shhh/