Demi mendapatkan biaya operasi sang ayah yang mengidap penyakit jantung, Nabila Kanaya terpaksa menikah dengan Sean Ibrahim, lelaki yang tak lain adalah suami dari sahabatnya.
Sandra Milea, seorang model terkenal yang
namanya sedang naik daun di dunia entertainment, terpaksa meminta sahabatnya untuk menikah dengan suami tercintanya demi mendapatkan seorang anak yang sudah lama didambakan oleh Sean dan juga mertuanya. Bukan karena Sandra tidak bisa mempunyai anak, tetapi, Sandra hanya belum siap kehilangan karirnya di dunia model jika dirinya tiba-tiba hamil dan melahirkan seorang anak.
Lalu, bagaimana nasib pernikahan Kanaya dengan suami sahabatnya itu? Akankah Kanaya menderita karena menikah tanpa cinta dan menjadi istri rahasia dari suami sahabatnya? Ataukah Kanaya justru bahagia saat mengetahui kalau suami dari sahabatnya itu ternyata adalah seseorang yang dulu pernah singgah di hatinya?
Yuk, ikutin kisah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 6 CALON ISTRI
Setelah pertengkaran mereka yang ujungnya berakhir di atas ranjang dengan saling memuaskan, kini, Sandra membawa suami tercintanya itu untuk bertemu dengan Kanaya di sebuah restoran.
Sean yang awalnya menolak akhirnya menuruti keinginan istri tercintanya itu. Bagi Sean, Sandra adalah kelemahannya. Pria itu tidak bisa melihat Sandra bersedih apalagi sampai menangis.
Meskipun keinginan Sandra tidak masuk akal, tetapi, demi cintanya pada perempuan itu, Sean akan melakukan apa pun, termasuk keinginan Sandra yang ingin dirinya menikah lagi dengan perempuan yang telah menjadi sahabat sang istri selama bertahun-tahun.
Jika istri lain sangat marah saat mendengar suaminya berselingkuh atau menikah lagi, tetapi berbeda dengan Sandra, perempuan itu justru menawarkan suaminya pada perempuan lain yang termasuk sahabat dekatnya sendiri.
Apa dia tidak takut kalau suatu saat keputusannya itu akan menjadi boomerang baginya?
Sandra menggandeng lengan Sean dengan mesra. Beberapa orang terlihat memperhatikan mereka berdua. Sean dan Sandra adalah pasangan yang sangat serasi. Sean sangat tampan, sedangkan Sandra sangat cantik. Benar-benar pasangan yang sangat sempurna.
Pasangan suami istri itu masuk ke dalam restoran yang sudah mereka pesan sebelumnya. Di tempat duduk yang sudah di pesan oleh Sandra, tampak duduk seorang gadis cantik dengan rambut panjang ikal bergelombang.
Perempuan itu mengikat sebagian kecil rambutnya ke belakang, hingga wajah cantiknya terlihat dengan jelas tanpa tertutup sehelai rambut pun yang menutupi wajah putih mulus dengan makeup tipis yang menghiasinya.
Bibir seksi berbentuk love beroleskan lipstik merah muda itu menyunggingkan senyum yang membuat wajahnya terlihat semakin cantik. Sejenak, Sean terpaku menatap perempuan cantik yang kini sedang tersenyum ke arah istrinya.
"Kanaya."
"Sandra."
Mereka berdua saling berpelukan dan saling menempelkan wajah, bercipika-cipiki.
"Aku pikir kamu tidak jadi datang?" Kanaya melepaskan pelukannya, menatap wajah cantik yang kini berada di hadapannya.
"Tentu saja aku harus datang. Aku dan Sean bahkan rela membatalkan beberapa pekerjaan agar bisa menemuimu."
"Benarkah?" Kanaya sungguh terkejut. Apalagi ia sangat tahu kalau jadwal pekerjaan Sandra sangat padat.
"Maafkan aku."
"Kenapa kamu minta maaf? Aku yang menyuruhmu datang ke sini, harusnya aku yang minta maaf karena kamu sudah menunggu lama." Sandra tersenyum menatap sahabatnya dengan raut wajah bersalah.
"Aku belum lama datang."
"Syukurlah ...." Sandra menarik napas lega.
Sandra menatap ke arah Sean.
"Sayang ... kenalin, ini yang namanya Kanaya."
"Kanaya, ini suamiku, Sean. Pria yang akan menikahimu."
Kanaya dan Sean saling bertemu pandang. Kedua mata Kanaya tampak terkejut, susah payah perempuan itu menelan saliva. Namun, detik berikutnya Kanaya tersenyum, menampilkan wajah cantiknya.
Sementara Sean, pria itu hanya menarik sedikit sudut bibirnya.
"Kanaya."
"Hmm."
Sandra menatap Sean saat laki-laki itu terdiam tanpa menjawab perkenalannya dengan Kanaya.
Kata-kata itu biasanya akan keluar dari mulut Sean saat suaminya itu sedang berbicara dengan orang lain. Termasuk bicara dengan para pegawainya di kantor.
Sean adalah pria irit bicara, tetapi dia akan menjadi cerewet saat bersama dengannya. Sean tidak suka berbasa-basi saat bersama orang lain selain dirinya. Laki-laki itu akan menjadi pribadi yang sangat dingin saat tidak sedang bersama istrinya.
"Sayang ... bisakah kamu sebutkan namamu pada Kanaya?" Sandra merangkul lengan kiri suaminya. Tangan kanan Sean masih menjabat tangan Kanaya, tetapi, mulut pria itu terkunci tidak ingin berbicara apa pun, walaupun hanya menyebutkan nama saja.
Tidak ingin berdebat dengan Sandra, pria itu kemudian menuruti keinginan sang istri.
"Sean."
"Kanaya."
Mereka berdua melepaskan tangannya. Kanaya mencoba tersenyum menatap Sean, sementara Sean tetap dengan wajah datarnya.
Mereka bertiga duduk. Sean duduk di sebelah istrinya, sementara Kanaya duduk di depan sepasang suami istri itu.
"Aku ingin pernikahan kalian segera dilaksanakan." Ucapan Sandra membuat Kanaya dan Sean langsung menatap perempuan cantik itu. Kanaya bahkan mengurungkan niatnya untuk meminum jus dalam gelas yang sudah ia pegang.
Perempuan cantik itu dengan serius menatap sahabat yang sudah menolongnya itu dan mendengarkan ucapannya.
"Sayang ... apa tidak terlalu cepat? Aku bahkan belum mengatakan setuju atau tidak menerima pernikahan ini." Sean menatap wajah cantik Sandra dengan terkejut. Tidak menyangka kalau istrinya akan langsung mempercepat pernikahan keduanya dengan gadis pilihan istrinya itu.
"Sayang ... kita sudah membicarakannya semalam. Kamu bilang, kamu setuju bukan, menikah dengan Kanaya? Pernikahan ini adalah sementara, kamu dan Naya hanya akan menjadi suami istri sampai Kanaya melahirkan, kemudian semuanya selesai. Kamu akan bercerai dengan Kanaya, kemudian anak yang dilahirkan Kanaya menjadi milik kita." Wajah Sandra berbinar menatap suaminya.
Sementara itu, Kanaya mengusap dadanya yang terasa sesak. Gadis cantik itu berkali-kali menghela napas untuk menetralkan perasaannya. Sekuat tenaga, Kanaya menahan air mata yang hampir saja tumpah membasahi wajah cantiknya.
Semua kata-kata Sandra tanpa sengaja telah melukai hatinya yang paling dalam.
Kamu menyetujui pernikahan ini, tetapi kamu seolah merasa tersakiti. Dasar munafik! Sahabat macam apa yang menyetujui menikah dengan suami sahabatnya sendiri?
Sean mengepalkan tangannya, netranya tak lepas dari wajah cantik Kanaya yang terlihat menahan air mata.
BERSAMBUNG ....
Author bawain cerita menarik dari temen Author juga nih. Yuk, kepoin!
Deskripsi
Aleta Winandra. gadis ceria yang suka membuat kegaduhan dimana pun dia berada bersama dengan teman-teman semaksiatannya.
Mereka suka melakukan sesuatu hal diluar kewarasan manusia lainnya, dan selalu membuat orang lain sial saat berada di dekat mereka.
Namun suatu ketika, terjadi masalah dalam keluarga Aleta yang membuatnya harus melakukan sebuah rencana besar.
Dalam rencananya itu, Aleta melibatkan seorang pengusaha terkenal bernama Agra Mahesa.
"Lihat saja. Aku akan menjeratmu dan mengikatkan rantai di seluruh kehidupanmu," ucap Aleta disuatu malam.
Apakah Aleta bisa menjerat Agra ? atau malah Agra yang akan membakarnya dengan sifat liciknya ?
Yuuk ikuti kisah mereka yang penuh dengan tawa dan kegaduhan.