NovelToon NovelToon
Jodohku Di Kampung Kakek

Jodohku Di Kampung Kakek

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Romansa-Teen school / Cintapertama / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Keluarga / Tamat
Popularitas:227.5k
Nilai: 5
Nama Author: ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII

Season 1:

Dena, gadis yang baru saja menginjak bangku sekolah menengah atas. Ia harus pasrah saat sang Papa mengirimnya ke perkampungan? ya, tepatnya kampung sang Kakek. Di sana ia akan bertemu dengan seorang pemuda yang terkenal di desanya. Terkenal bukan karena sifatnya yang kalem tapi nakal.


Diselingi kisah sang papa yang statusnya sebagai duda dipertemukan dengan seorang wanita yang juga sebagai karyawan di kantornya. Tidak disangka, putrinya lebih dahulu mengenal wanita itu. Dimulai dari perdebatan hingga berujung percintaan. Wira, sebagai papa Dena harus berjuang mendapatkan restu dari calon mertuanya. Statusnya sebagai duda yang menjadi permasalahan. Duda anak satu sedangkan sang wanita masih berstatus lajang.




Bagaimanakah Dena merajut kisah asmaranya dengan seorang pemuda dari kampung kakeknya?


𝗦𝗲𝗮𝘀𝗼𝗻 𝟮: (𝗠𝘆 𝗙𝗶𝗲𝗿𝗰𝗲 𝗕𝗼𝘀𝘀)

.

.

.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Di ruang dapur terdengar suara gelak tawa warga yang asik tertawa bercanda dengan Dena. Rupanya gadis itu mudah akrab dengan semua warga membuatnya disukai banyak orang.

Rupanya ada pak somat dan istrinya juga di dalam sana, bapak-bapak yang menghukum mereka perkara buah mangga.

"Hahahaa... maaf kalau gitu, Neng. Bapak mah gak tau kalau yang maling mangga bapak cuma si anak nakal itu." ujar pak somat tertawa geli.

"Bapak sih, kan sudah saya bilang kalo saya itu bukan maling. Masa cakep-cakep gini dibilang maling. Malu-maluin Kakek Hari lah." balas gadis itu yang berbaur dengan warga.

"Yaudah, gini gini, sebagai permintaan maaf bapak. Gimana kalau bapak kasih kamu buah mangga gratis. Itung-itung buat ucapan terima kasih karna kalian telah mencarikan belut untuk istri saya."

"Gimana ya, Pak? Saya tuh orangnya gak suka minta imbalan... tapi yaa, kalau bapak ikhlas mahh saya bisa apa." balas Dena tertawa diujung kalimatnya.

"Itu sama aja, Neng. Bilang aja kamu mau. Yaudah, besok pagi kamu ajak tuh si Arel buat ambil mangga bapak. Tapi, jangan diabisin ya?"

"Saya gak tau Pak di mana Arel. Lha wong baru kemarin kenalan."

"Tenang. Pagi-pagi dia pasti lewat saat berangkat sekolah. Kamu tunggu aja tuh di kursi bawah pohon mangga bapak. Biasanya mah dia suka mangkal di sana. Orangnya suka menyendiri tapi ya gitu, nakal." cerita pak somat.

"Senakal itu ya, Pak? Memangnya apa sih yang udah dia perbuat?" tanya Dena sedikit penasaran.

"Banyak mah, Neng. Tapi, warga sini juga pada suka minta tolong sama dia. Orangnya gak nego-nego, kita suruh dia hayuk aja. Suka balapan noh sama anak kampung sebelah juga. Malam-malam mah suka buat bising dengan suara motornya."

"Anak nakal beneran ya, Pak. Hahaa..." Dena tertawa mendengar cerita pak somat yang menceritakan kenakalan pemuda itu.

"Neng, kapan-kapan main ya ke rumah bapak. Sekarang bapak mau pulang dulu bareng istri." pamit pak somat bersama dengan istrinya.

"Insya Allah, Pak." jawab Dena.

Gadis itu duduk lesehan di sudut ruangan, diapit oleh ibu-ibu yang lain. Sedangkan Kakeknya sudah berpindah tempat, ke depan mengobrol bersama dengan para bapak-bapak atau tetua di sana.

"Tinggal di mana, Neng?" tanya ibu-ibu disebelahnya.

Gadis itu menoleh. "Saya, buk? Saya tinggal bersama Kakek saya." jawab gadis itu.

"Maksud saya teh, Neng sebelumnya tinggal di mana?"

Dena tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya tidak gatal. "Hehe, maaf, buk. Saya gak konek. Saya berasal dari Jakarta, buk." seru Dena.

"Oalah, Jakarta toh. Masih sekolah ya?" tebak ibuk itu.

"Masih, buk."

"Kelas berapa? Libur ya, makanya main ke sini?"

"Saya baru SMA, buk, kelas 11. Kebetulan libur semester pertamanya jadinya dikirim ke sini oleh Papa saya."

"Oalah, masih muda rupanya. Ibuk kira tadi kamu baru SMP."

"Hahaa... badan saya kecil ya, buk? Hehe, maklum faktor keturunan, buk."

"Kebetulan almarhumah Mama saya juga berasal dari sini, tapi di kampung sebelah. Itu kata Papa sama Kakek saya sih." lanjut Dena bercerita.

"Ternyata sama-sama orang sini. Kebetulan suami ibuk juga dari kampung sebelah. Kalau boleh tau nama almarhumah Mama kamu siapa?" tanya ibuk itu.

"Dena, buk. Persis ya dengan nama saya."

"Sebentar ya, ibuk ingat-ingat dulu. Kayak pernah denger namanya tapi ya gitu, lupa-lupa ingat. Maklum ibuk udah tua, cucu aja udah punya dua."

"Gak pa-pa, buk." balas Dena terkekeh.

"Nah! Ibuk ingat... Dena, Mama kamu dulu anak yatim piatu di desa sebelah. Trus menikah sama orang desa sini. Oalah, ternyata ini toh anaknya. Cantik, persis dengan Mamanya. Mama kamu pasti bangga liat anaknya udah segede ini. Cantik lagi." lagi-lagi pujian yang Dena dapatkan.

"Hehe, makasih, buk." ucap Dena malu-malu.

"Kapan-kapan main ke rumah ibuk ya? Tuh deketan sama rumah ini. Ibuk punya anak bungsu cowok, siapa tau nanti kamu mau kenalan."

Sapaan berujung kenalan dengan anaknya. Wkwk. Dena gak habis pikir dengan emak-emak jaman sekarang, liat yang bening dikit udah mau nyosor bilangnya "saya punya anak cowok"

"Hehe, iya, buk." balas Dena cengengesan.

Saling membaur, sapa menyapa dan terakhir acara makan-makan bersama. Kakek Hari tampak menyongolkan kepalanya melalui pintu penghubung dapur. Ia meneliti mencari cucunya.

Dena bangkit saat Kakeknya melambaikan tangan menyuruhnya mendekat.

"Kenapa, Kek?" tanya Dena.

"Kakek cuman mau bilang kalau nanti Kakek pulangnya agak lama. Kamu mau di sini atau pulang? Bawa aja sepeda Kakek kalau kamu mau pulang." ujar Kakek setengah berbisik dikeramaian.

"Ummm... Dena pulang aja, Kek, gak pa-pa?"

"Iya, gak pa-pa kok. Kamu pulang aja kalau merasa bosan."

"Yaudah, kalo gitu Dena pulang ya, Kek. Kakek jangan lama-lama pulangnya." ucap Dena yang akhirnya memutuskan untuk pulang.

"Tuh! Pakai sepeda Kakek aja pulangnya, biar gak capek jalan kaki."

"Enggak deh. Dena pulangnya jalan kaki aja gak pa-la kok, Kek. Sekalian olahraga, hehe." gadis itu menyengir.

"Beneran? Yaudah, hati-hati kalau gitu pulangnya."

"Dahhh, Kakek. Dena pulang duluan ya?" Dena menyambar tangan Kakeknya salim lalu setelah itu pamit. Berpamitan dengan penduduk desa lainnya.

Dena keluar melalui pintu belakang. Berjalan menyusuri lorong kecil di samping rumah itu dan akhirnya sampai di depan. Rupanya masih ramai orang di sana, baik di dalam rumah maupun di luar.

Gadis itu berjalan dengan langkah pelan, sesekali tersenyum menyapa warga desa.

Kringgg kringg kringg kringgg

Gadis itu sontak membalikkan badannya, melihat seseorang yang mengendarai sepeda ontel dengan kelajuan yang wow.

"Minggir woyy! Minggir!" teriak pengendara sepeda itu, ia tampak menyeimbangkan tubuhnya.

"Eh! Eh..." Dena menepi lalu mundur ke belakang agar sepeda berserta orangnya itu tidak menabraknya.

"Aaaaaaaaa..." keduanya berteriak saat sepeda itu sudah tidak bisa terkendali. Keduanya sama-sama terjatuh, tubuh mereka terpental masuk ke dalam parit. Beruntung parit itu kering, bahkan tanahnya merekah-rekah. Mungkin sudah lama tidak di dalami makanya kering, air bahkan tidak sudi untuk menempati parit itu.

"Yaaaakkkkkkkk...!!!! Lo! Apa-apaan, hah!!!" gadis itu berteriak, tubuhnya terbaring sempurna di parit yang berumput dan semak-semak itu.

"Adoiiii!!! Pinggang gue sakit." keluhnya sambil memegangi pinggangnya karena terbentur stang sepeda.

"Sial! Kenapa musti gue yang kena musibah tiap ada lo sih, Rel." gerutu gadis itu.

"Lo sih yang ngalangin jalan gue. Udah tapi jalanan sempit tapi lo nguasain jalan." kilah pemuda itu.

"Etdah! Lo tuh ya bener-bener, Rel! Lo tuh yang harus nyadar diri. Udah tau jalanan kecil tapi masih main kebut-kebutan." omel gadis itu.

Pemuda itu hanya diam, berusaha bangkit dan mengeluarkan sepedanya dari dalam parit.

"Tolongin ih, Rel. Masa yang lo tolongin cuman sepeda." ujar Dena mengulurkan kedua tangannya.

1
GZone Reborn
walaupun yang like sedikit tapi tetap semangat
GZone Reborn
papa wira kena prank 🤣
GZone Reborn
karyanya bagus banget. cerita yang simpel tapi penuh dengan pesan moral. apalagi othor masih pelajar. saya yakin skill menulisnya masih bisa meningkat. semangat ya adek othor 👍
GZone Reborn
karya ini ditulis oleh othor yang masih sekolah, jalan ceritanya bagus, konflik simpel nggak berat, mengusung tema kehidupan anak muda pada umumnya. tapi sayangnya like nya kok sedikit yah. semangat terus adek othor untuk berkarya
Tri Susanti
bagus ceritanya aku suka thor... dari pertama aku baca sampe selesai ada sedihnya senangnya bucin nya ok semangat thor
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
ni kapan sich laucing cerita barunya🙈🙈
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ: jgan lama" donk berTAPAnya
total 2 replies
auzi
kpn ni crta ya dena di mulai
Station Liakolia
lanjut cil...
abdan syakura
yaah kecewa deh...
kykny keluar dr judul ya,Thor...
{°-@f!t-°》
Eh kok samaan🙃agk nyesek juak tok nong🤣hibur dong
Bungsu_Fii: apatuhh👀
total 3 replies
auzi
lnjt lgi dong up ya
abdan syakura
aisshhhhh baper dah....
🥰😊😊
Semangat tetap& Ttp semangat,Kak Thor!!!!💪💪🤺
Bungsu_Fii: hehe😅😂😂
total 1 replies
auzi
lnjt lgi dong up ya
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
semngat ya dena karena jalanmu masih panjang karena kakek slalu ada didekatmu yaitu hatimu kamu harus bangkit dan buat lembaran baru supaya kakek tenang dialam sana
auzi
lnjt lgi dong up ya.
udh dong mewek ya.
skrg bhgian ya plk dong thor
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
😭😭😭😭turut sedih dan mewek bacanya ,,,,, lanjut thor
auzi
lnjt lgi dong up ya.
kok melo ya eps yg in
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
jgan labjut dilapak lain dong thor disini aja
auzi
lnjt lgi.
lain judl pun gak ap2 thor.
yg pnt arel sma dena
abdan syakura
isshhhhh gitu deh Author
Disini aj laaa Ampe habis cerita Dena&Fairel..
Bungsu_Fii: sengaja d bikin judul yg berbeda kak🤣soalnya takut babnya numpuk, aku ga suka bab yg banyak²🤭 dan juga biar bacanya enak 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!