NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan

Berita tentang jatuhnya Kokabiel menyebar di Underworld secepat api yang melahap padang rumput kering. Namun, yang menjadi pusat perbincangan bukanlah kematian sang Malaikat Jatuh itu sendiri, melainkan siapa yang menarik pelatuk eksekusinya. Nama Riser Phenex, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai bangsawan sombong yang terobsesi dengan pernikahan politik, kini disebut-sebut dengan nada gentar dan penuh selidik di setiap sudut pertemuan para petinggi iblis.

Di kantor pribadinya yang terletak di menara tertinggi kastel Phenex, Riser berdiri di depan jendela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan wilayah kekuasaannya yang mulai sibuk di pagi hari. Di tangannya, sebuah surat resmi dengan segel lilin berwarna perak—lambang dari Dewan Tetua Iblis—tergeletak terbuka di atas meja mahoni.

[ Analisis Dokumen: Undangan Formal Dewan Tetua ]

[ Klasifikasi: Wajib Hadir ]

[ Tujuan: Klarifikasi Insiden Kuoh & Laporan Kekuatan Baru ]

"Mereka mulai merasa terancam," suara Riser terdengar rendah, hampir menyerupai bisikan kepada bayangannya sendiri.

Di belakangnya, Yubelluna berdiri dengan sikap sempurna, tangan terlipat di depan tubuh. "Dewan tidak suka dengan variabel yang tidak bisa mereka kendalikan, Tuanku. Kemenangan Anda atas Kokabiel dianggap sebagai anomali yang bisa mengganggu keseimbangan politik antara klan-klan besar."

Riser berbalik, menatap Queen-nya dengan pandangan yang tajam namun tenang. "Keseimbangan yang mereka bicarakan hanyalah istilah lain untuk 'stagnasi'. Mereka takut jika seorang Phenex tumbuh terlalu kuat, pengaruh klan Gremory atau Sitri akan memudar."

Ayaka masuk ke dalam ruangan, membawa sebuah jubah upacara berwarna merah gelap dengan sulaman benang emas yang membentuk motif burung phoenix yang sedang mengepakkan sayap. Ia mendekati Riser dan mulai memasangkan jubah tersebut ke bahu tuannya dengan gerakan yang sangat hati-hati, memastikan setiap lipatannya sempurna.

"Tuan Riser, apakah Anda akan pergi sendiri?" tanya Ayaka, matanya menunjukkan sedikit kekhawatiran yang tersembunyi di balik ketenangannya.

"Aku akan membawa kalian," jawab Riser, menatap pantulan dirinya di cermin besar. "Ini bukan sekadar laporan. Ini adalah pernyataan posisi. Aku ingin mereka melihat bahwa Peerage milikku bukan lagi sekumpulan iblis pelayan, melainkan sebuah kekuatan tempur yang mandiri."

[ Status Sinkronisasi: 98% ]

[ Efek: Karisma Kepemimpinan Meningkat ]

Riser melangkah menuju mejanya dan mengambil surat tersebut. Ia meremasnya hingga menjadi abu hitam yang kemudian tertiup angin dari jendela yang terbuka. Tindakannya sangat simbolis; dia tidak akan datang sebagai bawahan yang melapor, melainkan sebagai seorang pemain utama yang menuntut pengakuan.

"Siapkan lingkaran sihir pemindahan," perintah Riser. "Kita akan menuju Ibukota Lilith sekarang juga. Biarkan para orang tua di dewan itu melihat langsung apa yang mereka sebut sebagai 'anomali'."

Saeko muncul di ambang pintu, katananya sudah terikat rapi di pinggangnya. Ia memberikan anggukan singkat, sebuah kode bahwa seluruh persiapan keamanan telah selesai. Sifatnya yang tenang namun mematikan memberikan kontras yang sempurna bagi karisma Riser yang membara.

Perjalanan menuju Ibukota Lilith tidak memakan waktu lama, namun bagi Riser, setiap detik dalam transisi sihir itu ia gunakan untuk menyusun strategi kata-kata. Dia tahu bahwa di sana nanti, tidak hanya dewan yang menunggu, tetapi mungkin juga perwakilan dari klan-klan besar lainnya yang penasaran dengan perubahannya yang drastis.

Saat cahaya lingkaran sihir memudar, Riser dan rombongannya berdiri di depan aula megah Dewan Tetua. Arsitektur bangunan ini sangat kaku dan kuno, mencerminkan pemikiran para penghuninya. Penjaga gerbang yang melihat kehadiran Riser sempat ragu sejenak, terintimidasi oleh aura yang dipancarkan oleh kelompok tersebut.

"Riser Phenex, hadir memenuhi panggilan," ucap Riser dengan suara yang bergema di seluruh lobi utama, membuat beberapa iblis kelas menengah yang lewat tertunduk secara refleks.

Dia melangkah maju, sepatunya beradu dengan lantai marmer dengan irama yang mantap. Di belakangnya, Yubelluna, Saeko, dan Ayaka berjalan dalam formasi segitiga, menciptakan tekanan visual yang luar biasa bagi siapa pun yang melihatnya. Inilah awal dari Fase 2: di mana Riser tidak lagi bersembunyi di balik nama besar keluarganya, melainkan mulai membangun pondasi bagi faksi barunya sendiri.

Pintu ganda setinggi sepuluh meter yang menuju ruang sidang utama terbuka dengan suara dentuman berat yang bergema di seluruh langit-langit kubah. Udara di dalam ruangan itu terasa apek, dipenuhi dengan aroma kertas tua dan energi sihir yang statis. Di tengah ruangan, sebuah meja bundar besar yang terbuat dari batu hitam menjadi tempat duduk bagi tujuh tetua dewan, yang wajah-wajahnya tersembunyi di balik tudung jubah abu-abu mereka.

Riser melangkah masuk ke tengah lingkaran cahaya yang disediakan bagi mereka yang "dipanggil". Ia tidak melakukan sujud, bahkan tidak menundukkan kepalanya. Ia hanya berdiri tegak, membiarkan jubah merah gelapnya menyapu lantai marmer. Di belakangnya, Saeko dan Ayaka berdiri seperti patung hidup, sementara Yubelluna tetap siaga di samping kiri Riser.

"Riser Phenex," salah satu tetua di sisi tengah membuka suara. Suaranya kering dan bergetar, namun membawa beban otoritas yang besar. "Kau dipanggil ke sini untuk memberikan klarifikasi atas insiden di Kota Kuoh. Kau telah mengeksekusi seorang eksekutif Malaikat Jatuh tanpa instruksi dari pemerintah pusat. Tindakanmu hampir memicu perang terbuka sebelum faksi kita siap."

Riser menarik sudut bibirnya, membentuk senyum tipis yang sarat dengan sarkasme. "Instruksi? Jika aku menunggu instruksi dari meja yang berdebu ini, maka saat ini kalian sedang sibuk menulis surat belasungkawa untuk klan Gremory dan Sitri. Kokabiel sudah berada di depan pintu rumah mereka, dan kalian masih sibuk mendebatkan protokol?"

"Jaga bicaramu, Anak Muda!" tetua lainnya menggebrak meja. "Kau menggunakan kekuatan yang tidak dikenal. Laporan dari Sirzechs Lucifer menyebutkan adanya energi kegelapan yang bersifat merusak dan asing. Kami menduga kau melakukan kontak dengan entitas terlarang untuk mendapatkan kekuatan instan."

[ Analisis Lingkungan: Tekanan Mental Terdeteksi ]

[ Status: Provokasi Dewan ]

[ Rekomendasi: Serangan Balik Verbal ]

Riser melangkah satu langkah lebih dekat ke meja bundar, mengabaikan tatapan tajam para penjaga di sudut ruangan. "Kekuatan terlarang? Kalian menyebut kekuatan untuk melindungi wilayah kita sebagai sesuatu yang terlarang, sementara kalian membiarkan musuh masuk ke halaman rumah kita sendiri? Aku adalah seorang Phenex. Api kami berevolusi. Jika kalian terlalu tua untuk memahami evolusi, mungkin sudah saatnya kursi ini diisi oleh mereka yang benar-benar bisa melihat masa depan."

Suasana di ruangan itu mendadak menjadi sangat dingin. Bukan karena kekuatan Riser, melainkan karena Ayaka, yang merasa harga diri tuannya disinggung, secara tidak sadar melepaskan sedikit aura esnya.

"Cukup," tetua utama mengangkat tangannya. "Kami akan menunda penilaian mengenai asal kekuatanmu. Namun, ada satu hal lagi. Perubahan mendadak dalam susunan Peerage-mu. Kau membawa manusia dan entitas yang tidak terdaftar dalam basis data Underworld. Ini adalah pelanggaran serius terhadap kode etik bangsawan."

Riser menoleh ke arah Saeko dan Ayaka, lalu kembali menatap dewan. "Pelanggaran? Aku menyebutnya sebagai investasi. Underworld membutuhkan darah baru yang tidak terikat oleh dogma kaku kalian. Jika kalian ingin mempermasalahkan legalitas mereka, maka aku akan menarik seluruh dukunganku terhadap garis pertahanan timur bulan depan. Mari kita lihat seberapa cepat kalian bisa menemukan pengganti pasukan klan Phenex."

Ancaman itu membuat para tetua terdiam. Klan Phenex adalah penyokong utama logistik dan pasukan regeneratif. Menghadapi Riser yang sekarang jauh lebih sulit daripada menghadapi Riser yang lama.

"Kami akan mempertimbangkan argumenmu," ucap tetua utama dengan nada yang lebih rendah, tanda bahwa mereka mulai mundur. "Sidang ditutup untuk hari ini. Jangan tinggalkan ibukota sebelum laporan tertulismu diterima."

Riser berbalik tanpa memberikan salam penutup, diikuti oleh timnya yang berjalan keluar dengan kepala tegak. Saat melewati lorong panjang menuju pintu keluar ibukota, Riser tiba-tiba menghentikan langkahnya. Jantungnya berdenyut aneh, sebuah resonansi yang tidak berasal dari sistem, melainkan dari sisa-sisa garis keturunan iblis murni miliknya.

[ Deteksi Energi Unik: Terdeteksi di Sektor Barat Ibukota ]

[ Klasifikasi: Garis Keturunan Leviathan ]

[ Status: Tersembunyi/Lemah ]

Riser menyipitkan matanya, menatap ke arah kerumunan di kejauhan, di dekat area perumahan tua ibukota yang jarang dikunjungi bangsawan. Di sana, di antara keramaian iblis kelas bawah, ia merasakan kehadiran seseorang yang seolah-olah memanggil jiwanya—seorang wanita yang memiliki takdir untuk berdiri di sampingnya sebagai ratu.

"Tuanku? Ada apa?" tanya Yubelluna, menyadari perubahan sikap Riser.

"Ada sesuatu yang menarik di kota ini," gumam Riser, matanya berpendar ungu sesaat. "Yubelluna, biarkan Saeko dan Ayaka kembali ke kastel lebih dulu. Aku ingin berjalan-jalan sebentar di ibukota. Sepertinya aku baru saja menemukan 'permata' yang selama ini terkubur di bawah lumpur."

Riser tersenyum. Dia tahu siapa yang ada di sana. Ingvild Leviathan. Queen-nya yang sejati sedang menunggunya, dan dia tidak akan membiarkan kesempatan ini berlalu begitu saja.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!