Kalandra Pramana adalah putra sulung dari pasangan Sabda Pramaditya dan Cinta Nirmala, ia menjadi pewaris berikutnya dari keluarga Pramana, Kalandra atau yang akrab di sapa Andra, adalah pria dewasa yang sudah cukup usia untuk menikah, namun ia lebih suka melajang.
Apa jadinya saat Cinta meminta Andra menikahi gadis yang belum lulus SMA?
Kalya Mahira adalah gadis berusia 18 tahun terpaksa mengikuti keinginan orang tuanya menikah dengan Kalandra yang usianya jauh diatasnya.
Season 1 :
Seorang pewaris tunggal bernama Sabda Pramaditya, memiliki paras tampan dan populer.
Awalnya terpaksa membuat kesepakatan dengan gadis cantik seperti bidadari bernama Cinta Nirmala,
Namun siapa sangka, Sabda yang tidak pernah manis terhadap wanita, karena trauma dengan Mantan kekasihnya dahulu. justeru malah jadi budak cinta istrinya sendiri.
Kisahnya Manis ^^
Semanis senyuman pembaca.
Jangan Lupa Tekan Love, Like dan tinggalkan Komentar Ya :P
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apple Cherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sabda Cinta ~ Temui Gue di Cafe Persona!
Sementara itu Cinta akhirnya terpaksa memberikan Cek itu kepada rentenir. ia merasa lega sudah tidak punya urusan dengan Rentenir. namun ia sadar ia harus membayar uang itu dengan merelakan diri menjadi istri kontrak Sabda Pramaditya.
Akhirnya Cinta memberanikan Diri menghubungi Sabda secara langsung. kebetulan pas sekali Hari ini Cinta libur kerja. ia hanya berada di rumah saja.
Cinta menekan Nomor Ponsel Sabda yang ada di kartu nama yang diberikan Sabda kemarin malam.
Panggilan Tersambung.
Sabda yang terkejut karena panggilan Masuk. ia bergegas menjawab telepon dari nomor baru yang tidak ia kenal.
"Hallo?" Suara Sabda Terdengar dari ujung telepon.
"Hallo. ini aku Cinta." Cinta ragu ragu.
"Temui Gue di Cafe Persona Ya sekarang!" Sabda langsung menutup telpon nya.
"Apa? Ini orang seenaknya banget sih main tutup aja! Cafe Persona? Huuh bener bener anak konglomerat! Kenapa aku harus berurusan sama dia sih. tapi sekarang sudah nggak bisa mundur lagi. sudah terlanjur!" Gumam Cinta mengacak ngacak rambutnya dan langsung terduduk diatas kasur miliknya.
"Haaah aku cuma bisa mengikuti keinginan Cowok Ketus itu. biar bagaimanapun aku sudah terlanjur memakai uang miliknya. dan jumlahnya cukup Banyak" Ucap Cinta yang akhirnya berganti Pakaian dan bergegas datang ke Cafe Persona sesuai permintaan Sabda tadi.
Akhirnya Cinta Tiba di Cafe Persona. Salah satu Cafe bintang lima yang hanya orang orang tertentu saja yang bisa masuk kesana.
Saat Cinta Hendak Masuk ia berpikir bisa bisa ia di usir langsung. karena setahu dia yang masuk ke Cafe itu hanya orang orang elite saja.
Namun mengejutkan justru saat Cinta Memasuki Cafe itu malah di sambut Hangat oleh salah seorang Penjaga Cafe itu.
"Silahkan Masuk Nona. apakah Nona yang bernama Nona Cinta?" Tanya Petugas Cafe yang berpakaian sangat Rapi tersebut.
"Iya Saya Cinta"
"Baik, Silahkan Masuk Nona Cinta. Tuan Sabda sudah menunggu di dalam" Ucap Pria itu kepada Cinta. Cinta pun akhirnya Masuk ke dalam Cafe Persona yang sangat berkelas itu.
Di Ujung terlihat Sabda yang sedang Duduk menunggu dan terus menatap jam tangan Mahal yang melingkar di pergelangan Tanganya.
Cinta memberanikan diri menghampiri Sabda.
"Selamat Siang Tuan" Cinta Memberi salam hormat pada Sabda.
"Duduk!" Perintah Sabda. Cinta pun langsung duduk.
"Jadi Lo sudah memakai Cek itu?"
Cinta yang hanya menunduk saja tidak berani menatap Sabda. padahal biasanya Cinta tidak pernah menunduk pada siapapun namun kali ini mentalnya benar benar ambruk. dia belum pernah berurusan dengan orang yang paling kaya yaitu Sabda Pramaditya.
"Iya Tuan saya sudah memakainya untuk melunasi Hutang saya."
"Panggil Sabda Saja!" Ketus Sabda.
"Baik Sabda" Jawab Cinta singkat.
"Lo jujur juga. Lo hanya memakai untuk membayar hutang. padahal kalau Lo pakai buat yang lain pun tidak masalah" Sabda dengan wajah sangat Santai.
"Tidak, saya hanya butuh untuk membayar Hutang saja"
"Hmm.." Sabda hanya mengangguk merasa mulai tertarik dengan gadis yang ada di hadapanya. karena biasanya semua cewek yang dekat denganya selalu menggila tapi Cinta bersikap sebaliknya malah menjaga jarak denganya.
"Lo ikut Gue sekarang!" Ajak Sabda menarik tangan Cinta dan memintanya masuk ke dalam mobilnya.
"Kita mau kemana?" Cinta gemetar.
"Tenang aja. Gue Nggak akan nyakitin Lo. Lo kan harus bayar hutang Lo ke gue."
"Iya tapi beritahu aku. kita mau kemana" Ucap Cinta melirik ke arah Sabda Ragu ragu.
"Kita Mau ke butik buat pilih baju, Malan ini kan Lo mau gue ajak ketemu orang tua gue jadi gue mau Lo berpenampilan yang pantas" Ucap Sabda terus mengemudikan mobilnya menuju butik termahal.
Sesampainya di Butik Black Swan Collection.
"Turun!" Perintah Sabda. Cinta pun langsung turun dari mobil Sabda.
"Gila ini Black Swan Collection!!" Gumam Cinta yang mengetahui kalau BS Collection adalah salah satu Butik yang terkenal paling mewah di ibukota.
"Ayo Masuk" Sabda menarik kembali tangan Cinta. tubuh Cinta yang mungil tidak berdaya ditarik oleh Sabda. ia bahkan seperti terbang melayang karena Badan Tegap Sabda yang sedang menariknya.
"Selamat Datang di Black Swan Collection" Pelayan Butik Mewah tersebut menyapa Cinta dan Sabda.
"Tolong pilihkan Gaun yang paling bagus keluaran terbaru buat dia" perintah Sabda.
Pelayan tersebut sudah mengetahui bahwa Tamu mereka kali ini adalah Sabda Pramaditya. mereka pun memandang kearah Cinta. Gadis berpenampilan sangat biasa yang dibawa oleh Sabda.
"Siapa Gadis itu ya" Gumam para pelayan yang tidak bergeming memperhatikan Sabda yang begitu mempesona.
"Tuan Sabda ini beberapa Baju yang paling Mahal dan Limited editon di Black Swan collection. silahkan Tuan" ucap Pelayan memberikan Gaun keluaran terbaru yang limited edition tersebut.
"Hei Lo kenapa bengong daritadi! Cepat Pakai!" Ketus Sabda kepada Cinta.
"Baik" Cinta pun bergegas Masuk keruang Ganti dan memakai Gaun tersebut. Cinta bergeming memandang dirinya di depan Cermin yang berukuran besar di dalam ruang ganti tersebut. dia melihat dirinya dibalut gaun yang katanya Limited edition itu.
"Gila ini Cantik banget!" Gumam Cinta menutup mulutnya.
"Heh Cewek! Lama banget sih kamu bisa Nggak sih Pakai baju sendiri! masa harus aku bantu juga" Sabda Berbicara sangat ketus kepada Cinta. Tiba tiba Cinta keluar dari ruang Ganti mengenakan Gaun yang tadi di pilih oleh pelayan Butik Black Swan Collection.
Seketika itu Pandangan Sabda terkesiap ke arah Cinta. ia bahkan tidak berkedip menatap Cinta yang sudah memakai Gaun tersebut. Bahkan Cinta terlihat sangat Cantik meskipun tanpa Riasan wajah sama sekali. Kecantikanya terlihat sangat Natural. Pelayan yang melihat Cinta pun hanya bergeming tidak menyangka bahwa Cinta sangat Cantik.
"Ba bagaimana dengan ini?" Tanya Cinta tergagap.
Sabda yang langsung tersadar dari lamunanya tadi kembali bersikap dingin dan angkuh.
"Tidak Buruk! pakai itu saja" Ucap Sabda memalingkan wajahnya dan langsung melempar kartu Berwarna Emas kepada Pelayan butik tersebut. Pelayan menangkap kartu emas itu dengan sigap. sementara Sabda menarik tangan Cinta masuk ke dalam Mobil.
"Kita mau kemana lagi?" Tanya Cinta yang bahkan belum sempat mengganti pakaianya lagi. "Bajuku tertinggal di dalam ruang ganti butik tadi" Ucap Cinta.
"Baju itu buang saja. Aku akan berikan semua baju yang ada di dalam butik tadi untukmu!" Ucap Sabda ketus.
"Bagaimana mungkin" Gumam Cinta.
"Kelak jangan pernah memandang remeh diriku. aku ini bisa memberikan mu apapun. kau cukup hanya menurut dan patuh saja.
aku akan menjadi suamimu nanti! Meskipun ini hanya nikah Kontrak. jangan pernah biarkan orang lain tahu kalau kita hanya menikah kontrak saja. mengenai kontraknya akan kuberikan padamu setelah kita menikah" Ucap Sabda yang sudah mengganti gaya bicaranya tidak menggunakan bahasa 'Lo Gue' lagi.