Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 : Ras Terkuat di Bumi
Sudah tiga tahun Kenzie bekerja di sebuah pabrik sejak setahun lulus dari sekolah menengah atas. Ia tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena faktor ekonomi. Ia mengkhawatirkan jika awal-awal masih tampak mampu, tapi, seiring berjalannya waktu dengan banyaknya biaya yang tidak terduga akan semakin menyulitkan ibunya.
Sementara itu, keberadaan ayahnya sudah pergi ntah kemana, karena sejak kecil ia dan kakaknya dirawat oleh ibunya seorang diri.
"Siapa sebenarnya yang harus ku jadikan panutan dalam hidupku?" gumamnya berjalan lunglai menyusuri jalan raya dengan sepeda motor kesayangannya.
Ayahnya sudah tidak pernah memberikan nafkah. Jangankan untuk memberi nafkah, kehadirannya saja seperti mimpi dari tidur panjang. Ibunya pun sempat kehilangan akal sehatnya karena sedang mengalami puber kedua. Tidak seperti dulu yang terlihat menjaga marwahnya sebagai wanita dan seorang ibu. Meskipun begitu, Kenzie tetep menyayangi ibunya, dan sang ibu perlahan telah memperbaiki kehidupannya sendiri.
"Orang-orang mah dengan bangga punya bapak yang baik, menjadikan bapaknya sebagai cinta pertamanya. Mereka pada berpatokan pada sosok bapaknya dalam mencari pasangan. Sedangkan aku?" gumamnya lagi.
____
Tiiiinn tiiiinn
"WOYY GIL4!" seru Kenzie saat motor besar melintas seraya menekan klaksonnya, padahal ia sudah berada dijalan yang tepat.
"Kayak nggak asing tuh manusia!" gerutu Kenzie menatap sekilas karena pengendara itu sempat menoleh.
Kenzie tak ambil pusing dengan pengendara itu, ia langsung mencari bengkel terdekat. Walaupun tidak terlalu jauh jarak kontrakan dan pabrik, tapi, jika harus mendorong sepeda motor akan membuatnya lelah.
"Eh, Bang! Bang! jangan tutup dulu! tungguin bentar! urgent ini!!" seru Kenzie saat bengkel yang dituju sudah siap-siap untuk tutup.
Bengkel tersebut sangat besar, setiap harinya tidak pernah sepi. Tidak asing bagi Kenzie karena berada diantara kontrakan dan pabrik, sehingga setiap hari sudah pasti melewatinya.
"Haduh neng! kita juga perlu istirahat," keluh montir itu.
"Pliss Bang, punyaku aja, bentar aja nih kayaknya. Pliss kasihanilah aku, Bang!" pinta Kenzie tetep kekeh dengan wajah memelas.
Montir itu menatap pakaian Kenzie yang merupakan karyawan pabrik. Sudah sore dan baru saja pulang, ia menjadi sedikit kasihan.
"Apanya yang rusak?" tanyanya.
Kenzie menjadi tersenyum, setidaknya ada angin segar.
"Hehehehe, nggak tau Bang, tiba-tiba bunyi kretek-kretek gitu, terus nggak mau hidup." jawab Kenzie membuat montir semakin bingung.
Melihat montirnya mengernyitkan dahi, Kenzie langsung nyengir sembari menggaruk tengkuknya.
"Cobain aja deh, Bang. Yang penting jadi," ujar Kenzie pasrah seraya menyerahkan motornya.
Akhirnya montir itu mencoba untuk menghidupkan motor Kenzie, namun, tetap tidak hidup. Sebagai seorang montir senior, ia sudah memahami dunia otomotif.
"Kapan terakhir ganti oli?" tanya montir itu.
Kenzie langsung garuk-garuk kepala.
"Kapan ya, Bang?" balas Kenzie yang justru balik bertanya.
Montir itu langsung melotot karena mendapatkan pertanyaan balik.
"Motor siapa sih ini sebenarnya? malah balik nanya!" protes montir itu.
"Lupa Bang, sebelum lebaran kayaknya." jawab Kenzie.
Idul Fitri sudah beberapa bulan yang lalu, sehingga membuat sang montir hanya bisa menepuk keningnya sendiri menghadapi ras terkuat di bumi.
Untung saja montir itu masih memiliki stok kesabaran sehingga tidak melempar Kenzie dengan alat yang dipegangnya. Ia teringat memiliki anak perempuan yang sudah beranjak remaja.
"Dasar perempuan! punya kendaraan nggak dirawat!" gerutu montir tersebut.
"Sabar ya, Bang." ujar Kenzie.
Montir itu spontan menatap Kenzie dengan tajam.
"Aduh salah lagi, diam aja deh." bathin Kenzie.
Kenzie duduk di sebuah kursi sembari memperhatikan montir yang mulai bekerja. Dengan keadaan yang sudah sangat lelah, ia sudah beberapa kali menguap.
"Rutin ganti oli, tiap hari dipanasin!" ujar montir.
"Harus banget ya, Bang?" tanya Kenzie.
"Ya, nggak harus. Tapi, siap-siap aja kalau tiba-tiba nggak mau hidup nih motor!" jawab montir.
"Hehe iya Bang, iya, terima kasih ya. Jadi, berapa totalnya?" balas Kenzie.
Setelah menyelesaikan pembayaran, Kenzie langsung kembali ke kontrakan karena waktu sudah mendekati Maghrib.
"Gara-gara motor, jadi telat nih pulangnya!" gumam Kenzie menggerutu.
Kenzie memiliki seorang pacar yang dulunya sama-sama kerja di pabrik tersebut, tetapi kekasihnya yang sudah sarjana memilih untuk meninggalkan pabrik karena bekerja di sebuah perusahaan dengan jabatan yang bagus dan sesuai dengan jurusan yang diambilnya. Tidak heran, kekasihnya itu memiliki saudara yang sudah senior di perusahaan tersebut, sehingga ia sangat mudah untuk masuk karena memiliki koneksi orang dalam.
"Hmm, tapi, pacarku pasti setia. Dia janji akan menikahi aku tahun depan," gumamnya seraya tersenyum.
Keduanya sudah menjalin hubungan sejak sekolah menengah atas, saat itu Kenzie baru masuk SMA, sementara Vito sudah kelas dua belas. Hubungan mereka sudah tidak asing bagi teman-temannya karena mereka sering menggunakan waktu senggang untuk bersama sekedar ngobrol atau pergi menonton.
"Segarnya kalau sudah mandi," ujarnya berbicara sendiri sambil meletakkan handuk.
Sebagai anak kost, Kenzie harus bisa mengelola keuangan agar tidak melebihi budget dan berujung tidak memiliki tabungan.
"Pasti Vito," gumam Kenzie ketika mendengar suara ponselnya.
Kenzie langsung bergegas mengambil ponsel yang masih di dalam tasnya. Sesuai tebakan, sang kekasihlah yang menelepon sehingga senyumnya semakin sumringah.
"Baru selesai mandi ya?" tanya Vito dari sambungan video call.
Kenzie mengangguk.
"Weekend nanti Kakak libur nggak?" tanya Kenzie yang masih bertahan memanggil dengan sebutan Kakak.
"Kangen ya?" tanya Vito dengan manis.
Dengan malu-malu, Kenzie menutup wajahnya dengan sebuah boneka.
"Kalau masih sibuk, nggak papa kok, bisa lain kali." ujar Kenzie pasrah.
Kenzie sangat berpikir positif dengan pekerjaan Vito sekarang memang memiliki jadwal yang lebih padat. Mereka sudah tidak bertemu hampir satu bulan, tetapi Vito tetap menghubunginya melalui telepon video.
"Minggu depan aku free, kita pergi ya." ujar Vito langsung membuat Kenzie sumringah.
Kenzie mengangguk.
"Ya sudah, kamu istirahat dulu, aku juga mau istirahat." ujar Vito.
"Tapi ..,"
"Jangan begadang, sayangku. I love you!"
Kenzie akhirnya mengiyakan dan Vito menyudahi teleponnya. Namun, sesaat kemudian Kenzie menyadari hal yang tidak biasa.
"Aku?" gumamnya setelah menyadari ada sesuatu yang berbeda.
"Biasanya 'kan tetap pakai "Kakak"?"
Kenzie merasa kata itu sangat mengganjal.
"Ah, aneh-aneh aja kamu, Zie! jangan bikin penyakit!"
Kenzie selalu menepis hal-hal yang mengganjal dan berusaha untuk berpikir positif.
"Kak Vito pasti maunya biar terkesan dewasa, kita 'kan mau nikah tahun depan."
Kenzie langsung tersenyum lagi setelah mengingat rencana manisnya.
Tiga bulan pertama Vito bekerja di perusahaan tersebut, mereka masih sering melakukan sleep call, namun, seiring berjalannya waktu, mereka tidak pernah melakukan hal itu lagi.
Meskipun sudah berpisah tempat, Vito akan selalu mengunjungi Kenzie ketika memiliki hari libur yang cukup. Hal itu yang membuat Kenzie menilai perubahan Vito karena kekasihnya itu ingin memiliki kesan yang lebih dewasa dalam menjalani hubungan.
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍