Apakah yang akan terjadi saat Disthi tahu, jika dirinya di jadikan bahan taruhan oleh suami dan adik iparnya????
Cinta?
Kau hanya satu kata sederhana, tapi kenapa begitu rumit untuk di jalani.
_Junior Putra Sadewa
Cinta?
Hanya bisa aku pendam, tanpa tahu bagaimana caranya mengungkap semuanya.
_Adhisti Putri Anzel
Cinta?
Apa kah salah jika aku mencintai wanita yang tidak mencintaiku..
_Dwi Putra Sadewa
Akan kah mereka bisa menemukan cinta sejatinya? Atau hanya bisa mengenal cinta tanpa bisa meraih cinta tersebut ke sebuah hubungan yang serius?
Sambungan dari wanita taruhan ceo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06
Pagi harinya..
"Momi......." Teriak Disthi sambil berlari kearah dapur menemui sang momi.
"Ada apa? Kenapa teriak sepagi ini?" Tanya Mey yang kuping nya panas mendengar teriakan sang anak..
"Mom bagaimana? Apa yang harus aku lakukan untuk membalas dendam pada Junior kutu kupret itu?" Tanya Disthi sambil memakan selembar roti..
"Kau tenang saja, mom sudah mengatur semuanya.. Ouh iya, berapa jam dia membuat mu menunggu?"
"Hhhmmm, tidak sampe sejam mom."
"Okey kita balas dia hari ini... Sekarang kamu siap siap, lergi ke rumah mom Aurel. Disana sudah ada Rey yang akan membantu mu."
"Rey???" Tanya Disthi sambil memicingkan matanya. "Mom yakin Rey akan membantuku? Setahuku Rey kan asisten Junior sekaligus sahabat nya. Tidak mungkin mom Rey mau membantuku."
"Tenang saja sayang. Mom kenal Rey, Rey itu sudah seperti ayahnya Roy, yang UUD itu."
"Hahahah, paman Roy, yang mulut tanpa filter itu.. Ternyata dia tidak jauh beda dengan anak nya."
"Iya benar, sekarang bersiaplah dan pergi ke rumah mom Aurel menemui Junior.. Ingat balas dendam mu baik baik yah, buat Junior tahu siapa dirimu sebenarnya."
"Oke mom. Makasih yah." Pamit Disthi lalu mencium pipi kanan kiri mom nya..
"Kalian berdua memang pasangan yang begitu unik." Gumam Mey..
...🍃🍃🍃🍃...
Aurel terus saja tersenyum bahagia, mendapat kabar dari Mey jika pagi ini Disthi akan berkunjung kerumah nya.. Segala nya telah Aurel persiapkan untuk menyambut calon menantu tercinta nya..
Dan tanpa menunggu waktu lama lagi, Disthi yang telah sampai di rumah Junior, telah di sambut hangat oleh Aurel.. "Selamat datang sayang." Sapa Aurel sambil memeluk tubuh Disthi..
"Pagi, mom." Sapa Disthi
"Pagi juga sayang,.".
"Mom, aku membawa ini." Tunjuk Disthi pada sebuah kotak bekal.
"Apa ini sayang?" Tanya nya sambil berjalan masuk ke dalam rumah..
"Ini untuk mu mom, dan yang satunya lagi untuk Junior."
"Wah sayang, kau perhatian sekali pada calon suami mu."
Disthi hanya tersenyum mendengar ucapan mom nya Junior..
"Ouh iya tunggu di sini sebentar, mom panggilkan Junior dulu."
••••
"Kau! Kenapa kau datang sepagi ini di rumah ku?" Tanya Junior yang berjalan mendekat ke arah Disthi.
Disthi tersenyum sinis melihat Junior yang kini menghampirinya..
"Bukan kah sudah ku katakan, tidak akan ada pertunangan antara kita.. Jadi stop berkhayal." Tunjuk Junior di jidat Disthi..
"Hey,." Disthi menghempaskan telunjuk Junior yang menempel di jidatnya.. "Siapa juga yang berkhayal bertunangan dengan mu? Ingat yah, tanpa ku khayalkan sekalipun, pertunangan itu akan tetap terjadi."
"Oh yah?? Kau terlalu PD, dan ingin sekali bertunangn dengan pria sempurnah seperti diriku."
Disthi tidak menggubris ucapa Junior. Dia justru berjalan masuk ke dalam dapur menemui mom Aurel.. "Mom....." Panggil Disthi.
"Iya sayang, ada apa?"
"Apa mom ku sudah menelpon mom tentang rencanaku hari ini yang ingin keluar?" Tanya Disthi dengan wajah sok imutnya..
"Iya sayang, pokok nya hari ini Junior akan menjadi milikmu."Ucap mom sambil mengucek pucuk kepala Disthi.. "Mom sudah atur semuanya, jari kamu bisa berjalan dengan Junior berdua."
"Makasih mom." Disthi mencium pipi mom Aurel,. "Yes, lihat saja Junior hari ini ku buat kau menderita." Batin Disthi..
•••••••
"Mom, aku tidak mau...." Bantah Junior saat mom Aurel memberitahunya agar menemani Disthi shopping..
"Jangan membantah, ikuti apa yang mom bilang, jika kau tidak ingin menjadi anak durhaka."
"Dad, ayo bantu aku bujuk mom."
"Maaf Junior, dad tidak bisa." Tolak Dewa, karna takut kepada sang istri..
"Suami yang baik."
"Pengecut, manja." Ejek Disthi.
"Apa kamu bilang?" Bentak Junior.
"Pengecut, manja." Ulang Disthi lagi.. "Baru juga di suruh antar untuk shopping udah ngak bisa. Dasar pria manja."
Mom Aurel dan Dad Dewa hanya tersenyum memdengar ucapan Disthi dan Junior semaki marah dan tidak suka dengan Disthi karna menyebutnya pengecut dan manja.
"Oke, baiklah. Aku akan mengantar kemana pun kamu mau hari ini. Kenama pun!!"
"Nah gitu dong."
"Tapi dengan satu syarat.."
"Apa itu?" Tanya Disthi.
"Rey harus ikut." Ucap Junior yang membayangkan ada Rey yang akan menolong nya jika terjadi apa apa.
"Penakut." Gumam Disthi
"Bagaimana apa kau setuju.."
"Okey,.."