follow ig ku : ikromatul_fasila23
prolog
di sini aku menceritakan tentang kisah hidup wanita bernama alisya syifa kamila . wanita cantik , baik serta lemah lembut . tapi sayang kehidupan nya tidak secantik wajah nya , dalam berumah tangga dia dihadapkan dengan suatu yang membuat suami nya pergi meninggalkan nya dengan wanita lain..
dan saat diri nya kembali menata kehidupan nya pasca bercerai dengan suami nya , alisya bertemu dengan pria tampan tapi memiliki sifat arogan , dingin serta suka mempermainkan wanita .
kehidupan seperti apa yang alisya jalani ???
ini lah kisah ku ...AKU YANG TAK SEMPURNA
jangan lupa dukung author ya biar tambah semangat..
dan buat temen" yang mau membaca karya aku jangan lupa like serta komen ya..mungkin ada masukan buat author..terima kasih😊😊
Sudah ada season dua nya tentang Lucio dan Amira dan masih belum tamat, jadi jangan sampai ketinggalann..😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikromatul Fasila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 5
Setelah kepergian ibu Dimas , Dimas pun menghampiri Alisya dan memberikan sebuah kertas yang berisi surat cerai.
''Sekarang kamu tandatangi surat cerat ini Lisya.''ucap Dimas dengan melempar kertas nya
''Mas..tidak kah kamu memikirkan nya lagi , aku benar'' mencintai kamu mas , ku mohon jangan cerai kan aku ..hiks..''pinta Lisya sambil menggenggam tangan Dimas
''CUKUP LISYA..jangan pernah sentuh aku lagi , aku benar benar muak dengan kamu.''dengan menghempaskan tangan alisya sampai Alisya terjatuh.
''Aaaakkhhh...sakit.''seru Alisya .
BBRRAKK!!!!
Tiba tiba pintu rumah Dimas terbuka dengan sangat keras nya dan ternyata ayah Herman datang dengan di susul ibu Wati .
.''ALISYA..''panggil ayah Herman sambil menuju ke arah Alisya yang terjatuh.
''Alisya..kamu gak papa kan nak??''tanya ayah Herman cemas
Alisya hanya menggelengkan kepala nya pelan. ayah herman menatap ke dua orang yang membuat alisya seperti ini.
''Apa yang kalian lakukan pada alisya ??''tanya ayah Herman menatap Dimas juga laras bergantian.
.''Ayah..ini gak seperti apa yang ayah lihat.''jawab Laras menghampiri ayah nya.
''Lalu seperti apa Laras ..kamu akan bilang kalau Alisya jatuh karena sendiri nya ..hah..Ayah gak nyangka sama kamu Laras , kenapa kamu dengan tega nya menghancurkan rumah tangga sepupu kamu , bahkan bisa di bilang dia adik kamu , kenapa kamu menjadi orang ke tiga dalam rumah tangga Alisya, sepupu kamu Laras ..DIA ADIK KAMU.''teriak ayah Herman
.''Ayah cukup , kenapa Ayah selalu membela wanita sialan itu , laras itu anak kita ayah , seharus nya yang ayah bela itu laras bukan wanita itu.''tunjuk ibu Wati pada Alisya
''Aku tidak peduli , mau dia anakku atau bukan , aku hanya akan membela yang benar ..dan lihat karena pembelaan mu , Laras menjadi wanita yang jahat , dia merebut suami alisya buk..''
.''AYAH!!!!..sampai kapan ayah akan'' membela wanita sialan itu hah..aku ini anak mu yah..tidak kah ayah pernah membela ku ..hiks..hiks..ayah selalu membela Alisya , ayah selalu perhatian pada alisya , semua tentang Alisya . lalu bagaimana dengan ku yah ..hiks..aku ini anak ayah , aku juga ingin di perhatikan , di bela sama ayah..''tangis Laras pecah
''Laras..bukan maksud Ayah untuk mendua kasih sayang kamu dengan alisya , tapi ayah kasihan pada Alisya , ke dua orang tua nya sudah meninggal , hanya ayah yang Alisya punya.''
''Jadi benar kan yah..semua ini karena alisya , aku benci sama dia , dia sudah merebut kehagian keluarga kita dan jika sekarang aku merebut suami nya kita impas .''
PPLLAKK
Semua orang terkejut atas tindakan ayah Herman yang menampar laras.
''Ayah..ayah apa''an sih .''kata ibu wati menghampiri laras
Sedangkan Laras hanya memegang pipi nya yang memerah karena tamparan ayah nya. dengan wajah penuh amarah , Laras menghampiri alisya dan mencengkram lengan nya.
''Puas sekarang kamu hah ..melihat ayah ku sendiri menamparku , ini kan yang kamu mau ..PUAS KAMU ALISYA.''Laras mengguncang Alisya
''Maaf kan aku hiks..ku mohon maafkan aku..hiks..hiks..'' tangis Alisya
''Laras cukup , lepaskan Alisya.'' ucap ayah Herrman menghampiri laras yang penuh amarah
''Pakde..sudah cukup , aku baik baik saja . maafkan aku sunggu aku tidak pernah bermaksud untuk menjauhkan pakde dengan Laras , apalagi sampai menghancurkan kebahagian keluarga pakde..hiks..ku mohon maafkan aku.'' ucap Alisya dengan derai air mata