NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Pertemuan yang Tak Disengaja

Hari-hari berlalu perlahan, membawa serta luka yang masih terasa perih namun mulai tertutup secercah cahaya harapan. Setiap pagi, tanpa pernah sekalipun memberi janji pasti, Aloy selalu muncul di jalan yang sama. Kadang menyusul dari belakang dengan senyum lebar dan sapaan ceria, kadang sudah menunggu di seberang jalan seakan telah mengetahui waktu keberangkatan Cynthia. Ia selalu mengantarkan hingga dekat tempat kerja, berhenti di tempat yang tak membuat Cynthia merasa canggung, lalu berpamitan dengan senyum hangat dan pesan sederhana agar wanita itu tetap tersenyum.

Cynthia tak pernah bertanya mengapa Aloy selalu ada. Dan Aloy pun tak pernah banyak bercerita. Ia hanya hadir, menolong, menghibur, lalu pergi tanpa menuntut balas budi sedikit pun. Ketulusan pria itu begitu nyata, membuat hati Cynthia yang sempat membeku perlahan mencair kembali.

Namun di rumah, suasana tak pernah berubah menjadi lebih baik. Justru sebaliknya. Setiap hari terdengar pembicaraan mengenai persiapan pesta pernikahan YB dan Karen. Undangan, gaun, hantaran, hingga daftar tamu — semuanya dibahas dengan riang gembira di ruang tamu tempat Cynthia harus lewat berulang kali. Tak satu pun dari mereka menyadari betapa setiap kata yang terucap bagai sembilu yang menyayat hati Cynthia.

Hingga suatu sore, saat Cynthia hendak pulang kerja, hujan turun deras kembali. Ia terpaksa berteduh di sebuah ruko yang agak jauh dari tempat kerjanya. Berdiri di sana sendirian, memandangi butiran air yang jatuh membasahi bumi, pikirannya kembali melayang. Mengapa segala hal menyakitkan selalu datang bersamaan dengan hujan?

Tiba-tiba suara mesin kendaraan terdengar berhenti tepat di samping tempatnya berteduh. Cynthia menoleh dan mendapati Aloy turun dengan payung terbuka, berjalan mendekat dengan wajah yang tampak sedikit khawatir namun tetap tersenyum menenangkan.

"Kukira aku salah orang," ucap Aloy pelan sambil berdiri di sampingnya, memastikan payung itu lebih banyak menaungi tubuh Cynthia. "Ternyata benar kau di sini. Hujan deras begini, aku tak tega membiarkanmu pulang sendirian."

"Kau... bagaimana kau tahu aku ada di sini?" tanya Cynthia tak mampu menyembunyikan rasa heran bercampur haru.

Aloy tertawa kecil, suaranya terdengar renyah dan menenangkan. "Anggap saja kebetulan. Atau... hatiku seakan tahu kau sedang membutuhkan pertolongan."

Cynthia terdiam menatap wajah sampingannya. Di balik kesederhanaan penampilan dan canda tawanya, ada sesuatu yang begitu menenangkan. Sesuatu yang tak pernah ia temukan selama tujuh tahun bersama YB.

"Terima kasih, Aloy," ucapnya tulus, suaranya lembut namun penuh makna. "Selalu saja kau datang tepat waktu."

"Karena aku selalu memastikan ada di dekatmu saat kau sedang terluka," jawab Aloy pelan, menatapnya lekat sejenak sebelum kembali menatap ke depan. "Ayo, aku antar pulang."

Namun baru saja mereka hendak melangkah menuju sepeda motor, sebuah kendaraan mewah berwarna hitam melaju pelan dan berhenti tak jauh dari mereka. Jendela penumpang terbuka perlahan, dan wajah yang begitu dikenali Cynthia muncul dari balik kaca itu.

YB.

Pandangan mata mereka bertiga saling bertemu sejenak. Tatapan YB berubah tajam, berpindah dari wajah Cynthia ke sosok Aloy yang berdiri menaungi wanita itu di bawah payung yang sama. Keningnya berkerut, seakan tak percaya melihat Cynthia berdiri begitu dekat dengan pria asing.

"Cynthia..." panggil YB, suaranya terdengar tegas dan dingin dari dalam kendaraan. "Siapa pria itu?"

Cynthia menarik napas panjang, berusaha tetap tenang meski kehadiran YB tiba-tiba membuat hatinya kembali sesak. "Itu bukan urusanmu, YB."

"Bukan urusanku?" YB menatapnya tak percaya, lalu melirik tajam ke arah Aloy yang tetap berdiri tenang tanpa menunduk sedikit pun. "Kau adalah kakak calon istriku. Jagalah sikap dan nama baikmu. Jangan sampai Karen malu memiliki kakak yang berkelakuan seenaknya di luar rumah."

Kata-kata itu begitu tajam dan menyakitkan, seakan Cynthia adalah wanita tak tahu diri yang sedang berbuat salah. Namun sebelum Cynthia sempat membuka suara, Aloy melangkah maju selangkah, berdiri tegak di hadapan kendaraan itu. Wajahnya yang sedari tadi tersenyum kini berubah tenang namun berwibawa.

"Maaf," ucap Aloy dengan suara rendah namun begitu tegas dan berkarisma, membuat siapa pun yang mendengarnya seketika merasa segan. "Setiap orang berhak memiliki teman dan berjalan bersama siapa pun. Terlebih wanita sebaik Cynthia. Kau tak berhak menilai dan menyakiti hatinya dengan kata-kata yang tak pantas."

Mata YB membelalak tak percaya. Ia hendak membalas, namun seakan ada sesuatu pada tatapan dan sikap Aloy yang membuatnya seketika terdiam. Sesuatu yang tersembunyi namun terasa begitu kuat dan berwibawa, seakan pria sederhana di hadapannya itu bukanlah orang sembarangan.

"Ayo, Cynthia. Kita pulang," ucap Aloy pelan beralih menatap Cynthia, suaranya kembali lembut dan hangat seketika. Ia menyodorkan tangannya, melindungi Cynthia sepenuhnya dari pandangan pria di dalam kendaraan itu.

Cynthia menatap YB sekilas yang masih terpaku diam, lalu mengalihkan pandangannya pada Aloy. Tanpa ragu sedikit pun, ia menerima uluran tangan itu dan melangkah bersamanya menuju sepeda motor.

Sepanjang perjalanan, Cynthia tak banyak bicara. Namun di dalam hatinya, satu hal kini ia pahami dengan jelas. Di saat pria yang dulu dicintainya terus menyakiti dan merendahkannya... justru pria yang baru dikenalnya beberapa waktu inilah yang berani berdiri melindungi kehormatannya.

Dan Cynthia pun semakin yakin... di balik kesederhanaan dan ketulusan Aloy, tersembunyi rahasia besar yang kelak akan mengubah segalanya. Rahasia yang mungkin tak akan lama lagi bisa ia sembunyikan.

1
Sefin Eka Ramana Putri
Luar biasa! Alur cerita yang terus berkembang dan penuh kejutan. Saya sangat terkesan dengan bagaimana penulis menggambarkan perasaan masing-masing karakter — rasa sakit, rindu, dendam, dan cinta tulus yang tak pernah padam. Cynthia adalah wanita yang sangat kuat, dan Aloy adalah bukti bahwa pria baik hati memang ada. Bagaimana dengan kalian? Bagian mana yang paling membuat kalian tak sabar menanti kelanjutan ceritanya? Yuk bagikan pendapatmu di kolom komentar! 👇✨
pineapple
semangat kak, kalo berkenan ku tunggu kunjungan nya hehe
Sefin Eka Ramana Putri: ok kak. siap. terima kasih sudah mampir. ntar saya balik berkunjung ke novel kak ya..😊🙏
total 1 replies
Dini
jangan lupa mampir dan komentar di karyaku #Tanah_Luka_dan_Persahabatan
Sefin Eka Ramana Putri: ok kak. siap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!