NovelToon NovelToon
The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Misteri
Popularitas:319
Nilai: 5
Nama Author: Bagas Hirmawan

Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.

Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.

Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.

**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 — Saksi yang Tidak Pernah Ada

Pagi setelah menerima laporan mengenai nomor registrasi buku yang tidak sesuai, Gu Chenxiao memerintahkan Paman Fu untuk menghentikan sementara pemeriksaan terhadap sebelas buku di perpustakaan.

Bukan karena ia kehilangan minat.

Justru karena penyelidikan itu mulai menghasilkan terlalu banyak kemungkinan yang belum memiliki hubungan jelas.

Ia tidak ingin membuang waktu mengejar setiap kejanggalan hanya karena kejanggalan tersebut terlihat menarik.

Sebagai gantinya, ia meminta tiga salinan dokumen: daftar inventaris terakhir buku yang hilang, catatan peminjaman tujuh bulan sebelumnya, dan laporan pemeliharaan perpustakaan pada periode yang sama.

Ketiganya memiliki fungsi berbeda. Daftar inventaris menunjukkan kapan benda itu terakhir kali dipastikan ada. Catatan peminjaman menunjukkan siapa yang secara administratif bertanggung jawab atasnya. Laporan pemeliharaan mungkin menjelaskan apakah buku tersebut dipindahkan ketika rak atau ruang penyimpanan diperbaiki.

Jika ketiganya saling cocok, ia akan memiliki dasar untuk menganggap hilangnya buku itu sebagai kejadian biasa sampai ditemukan bukti lain.

Jika ketiganya bertentangan, ia akan mengetahui bagian mana yang perlu diperiksa lebih jauh.

Menjelang siang, Paman Fu kembali membawa dua dokumen pertama.

“Daftar inventaris terakhir mencatat buku itu berada di rak bagian administrasi pada sebelas bulan lalu,” lapornya. “Catatan peminjaman menunjukkan buku tersebut dipinjam tujuh bulan lalu oleh seorang tetua dari balai urusan dalam.”

“Nama?”

“Gu Hengyuan.”

Gu Chenxiao mengangkat pandangannya.

Nama itu bukan nama asing. Gu Hengyuan merupakan tetua aktif yang pernah menangani berbagai urusan administratif wilayah barat. Ia memiliki wewenang yang cukup luas untuk memeriksa sejumlah arsip, tetapi tidak memiliki kekuasaan mutlak atas seluruh catatan keluarga.

“Apakah buku itu dikembalikan?”

“Dalam catatan, ya. Tanggal pengembaliannya tercantum tiga hari setelah tanggal peminjaman.”

“Siapa yang menerima pengembaliannya?”

Paman Fu membuka halaman berikutnya.

“Tidak ada nama penerima.”

Gu Chenxiao tidak langsung bereaksi. Ia mengambil dokumen tersebut dan memeriksa bagian bawah halaman. Di sana terdapat tanda kecil yang tampaknya merupakan kode pemeriksaan rutin.

“Apakah format seperti ini lazim?”

“Kadang-kadang. Pada masa itu, beberapa buku dikembalikan melalui meja penerimaan bersama. Petugas kemudian mencocokkan jumlah buku tanpa menuliskan nama masing-masing penerima.”

“Jadi, tanda ini hanya menunjukkan bahwa pengembalian telah dicatat, bukan siapa yang benar-benar menerima buku tersebut.”

“Benar.”

Gu Chenxiao meletakkan dokumen itu kembali.

“Kalau begitu, kita belum tahu apakah Gu Hengyuan benar-benar mengembalikannya.”

Paman Fu tampak ragu. “Apakah kita harus menanyai beliau?”

“Belum. Kita bahkan belum memastikan bahwa buku yang dimaksud adalah buku yang hilang sekarang. Ada kemungkinan nomor registrasinya tertukar, ada kemungkinan buku itu dipindahkan, dan ada kemungkinan catatan pengembalian dibuat berdasarkan pemeriksaan jumlah, bukan pemeriksaan setiap jilid.”

Ia menatap pembantunya.

“Jangan mengubah tiga kemungkinan menjadi satu tuduhan hanya karena salah satunya memiliki nama orang.”

Paman Fu segera membungkuk. “Saya mengerti.”

“Cari petugas yang bertugas di meja penerimaan pada tanggal pengembalian. Kita hanya perlu mengetahui prosedur yang mereka gunakan. Jangan menyebut nama Gu Hengyuan kecuali mereka sendiri yang mengangkatnya.”

Paman Fu menerima instruksi itu dan pergi.

Gu Chenxiao kembali membaca catatan peminjaman.

Satu nama akhirnya muncul dalam penyelidikan, tetapi nama itu belum membawanya lebih dekat kepada kebenaran. Gu Hengyuan mungkin benar-benar mengembalikan buku tersebut. Ia mungkin menyerahkannya kepada petugas lain. Atau buku yang tercatat dikembalikan memang bukan buku yang sekarang dicari.

Yang paling berbahaya bukanlah seseorang yang berbohong dengan jelas.

Yang paling berbahaya adalah catatan yang dapat ditafsirkan dengan beberapa cara, sementara setiap orang merasa tafsirannya sendiri sudah cukup untuk dijadikan kebenaran.

Sore hari, Gu Chenxiao menghadiri pertemuan singkat di balai administrasi perdagangan.

Pertemuan itu membahas pembaruan catatan biaya pengawalan untuk pengiriman bulan berikutnya. Tidak ada pengumuman besar. Para pengelola wilayah hanya diminta memastikan bahwa setiap biaya tambahan disertai alasan yang dapat diverifikasi.

Luo Ming hadir di sisi meja panjang, mengenakan jubah abu-abu gelap dengan lambang pengelolaan perdagangan keluarga Gu di bagian dada.

Ketika pembahasan mengenai jalur barat selesai, ia menghampiri Gu Chenxiao.

“Tuan Muda, saya mendengar pemeriksaan Anda mulai mencakup perubahan jalur pengiriman.”

“Pemeriksaan itu mencakup transaksi yang menggunakan kewenangan perubahan jalur. Tidak lebih dari itu.”

“Beberapa pengelola khawatir prosedur baru akan memperlambat pengiriman.”

“Jika dokumen mereka lengkap, prosesnya seharusnya tidak jauh berbeda.”

Luo Ming tersenyum sopan. “Saya setuju. Namun, ada satu persoalan yang mungkin perlu Anda pertimbangkan. Sebagian pengiriman menggunakan jalur pengganti karena kondisi lapangan berubah mendadak. Jika setiap keputusan harus menunggu pemeriksaan dari pusat, kita bisa kehilangan waktu.”

“Itulah sebabnya kontrak lama mengizinkan pengesahan wilayah dalam kondisi tertentu.”

“Benar.”

“Pemeriksaan saya bukan untuk menghapus kewenangan tersebut. Saya hanya ingin mengetahui apakah catatan yang menjadi dasar penggunaannya dapat dipercaya.”

Luo Ming mengangguk perlahan.

“Pendekatan yang masuk akal.”

Ia tidak menunjukkan kemarahan, kegelisahan, atau keinginan untuk menghentikan pemeriksaan. Ia juga tidak menawarkan bantuan berlebihan.

Sikap itu tidak membuktikan bahwa ia bersih.

Namun, sikap itu juga tidak membuktikan bahwa ia menyembunyikan sesuatu.

Gu Chenxiao sengaja membiarkan percakapan berakhir tanpa mengajukan pertanyaan tentang gudang nomor tujuh atau kontrak Shen Rui. Ia tidak ingin Luo Ming mengetahui bahwa penyelidikannya telah bergerak menuju hubungan antara arsip, nomor registrasi, dan pengesahan wilayah.

Saat Luo Ming pergi, seorang pegawai muda mendekati meja tempat dokumen rapat dikumpulkan.

Pegawai itu mengangkat satu gulungan, memeriksa segelnya, lalu meletakkannya kembali.

Gu Chenxiao memperhatikannya hanya sekilas.

Ia tidak mengenali wajahnya. Tidak ada alasan untuk menganggap pegawai tersebut penting.

Namun, ketika pegawai itu berbalik, Gu Chenxiao melihat bahwa ia membawa dua daftar berbeda: daftar pengiriman biasa dan daftar permintaan pengesahan ulang.

Keduanya tampak seperti dokumen rutin.

Yang membuat Gu Chenxiao tertarik adalah bahwa daftar kedua tidak seharusnya dibutuhkan dalam pertemuan hari itu. Tidak ada pengesahan ulang yang dijadwalkan.

Ia tidak menghentikan pegawai tersebut.

Sebaliknya, ia menunggu sampai orang itu meninggalkan ruangan, lalu meminta sekretaris rapat menunjukkan daftar dokumen yang seharusnya dibagikan.

Daftar permintaan pengesahan ulang tidak tercantum di sana.

“Siapa yang membawa dokumen tambahan itu?” tanyanya.

Sekretaris rapat memeriksa daftar petugas.

“Saya tidak tahu, Tuan Muda. Saya tidak meminta daftar itu.”

“Apakah ada dokumen lain yang dibawa tanpa dicatat?”

“Tidak ada yang saya ketahui.”

Gu Chenxiao mengangguk dan membiarkan sekretaris itu pergi.

Ia tidak mengejar pegawai muda tadi. Tidak ada bukti bahwa dokumen tersebut rahasia, dan ia belum mengetahui apakah pegawai itu memang membawa daftar yang salah atau sekadar menjalankan tugas dari bagian lain.

Tetapi sekarang ia memiliki pertanyaan baru.

Mengapa seseorang membawa daftar pengesahan ulang ke pertemuan yang tidak membutuhkannya?

Mungkin itu kesalahan administrasi.

Mungkin daftar tersebut ditujukan kepada orang lain.

Atau mungkin seseorang ingin memastikan bahwa daftar itu terlihat oleh pihak tertentu.

Gu Chenxiao tidak memilih salah satu jawaban.

Ia hanya meminta salinan daftar dokumen resmi rapat disimpan bersama catatan hari itu.

Jika daftar yang tidak tercatat tersebut muncul lagi, ia akan memiliki pembanding.

Jika tidak, ia tidak akan mengejarnya lebih jauh tanpa alasan baru.

Malam tiba ketika Paman Fu kembali dengan hasil pemeriksaan meja penerimaan perpustakaan.

Petugas yang bertugas tujuh bulan sebelumnya masih bekerja di keluarga Gu, tetapi sekarang ditempatkan di bagian pengelolaan bahan obat. Ia mengingat prosedur pengembalian buku pada masa itu, meskipun tidak mengingat setiap orang yang datang.

Menurut keterangannya, buku-buku administrasi biasanya dikembalikan dalam kelompok. Petugas menghitung jumlah jilid, mencocokkan daftar, lalu menandai seluruh kelompok sebagai telah diterima.

Jika jumlahnya sesuai, mereka tidak selalu memeriksa nomor registrasi satu per satu.

Prosedur tersebut memang digunakan pada masa itu karena jumlah buku yang harus diproses cukup besar.

Namun, ada satu detail yang tidak biasa.

Pada hari ketika buku milik Gu Hengyuan tercatat dikembalikan, daftar penerimaan menunjukkan enam buku. Catatan peminjaman yang masih tersimpan hanya mencantumkan lima buku dalam kelompok tersebut.

Satu buku tambahan telah dicatat sebagai pengembalian tanpa nomor registrasi yang jelas.

Paman Fu meletakkan kedua dokumen itu di hadapan Gu Chenxiao.

“Petugas tidak dapat memastikan buku apa yang dimaksud. Ia mengatakan bahwa daftar kelompok mungkin telah disalin dari formulir lama.”

“Apakah ia ingat siapa yang menyerahkan buku-buku tersebut?”

“Tidak. Ia hanya mengingat bahwa buku-buku itu diletakkan di meja sebelum jam pergantian petugas.”

“Apakah ada tanda tangan?”

“Tidak ada. Pengembalian kelompok tidak memerlukan tanda tangan jika jumlahnya sesuai.”

Gu Chenxiao menatap kedua dokumen tersebut.

Enam buku diterima.

Lima buku tercantum.

Satu buku tidak memiliki nomor registrasi yang jelas.

Perbedaan itu nyata, tetapi maknanya belum diketahui. Bisa saja ada buku dari kelompok lain yang ikut dihitung. Bisa saja petugas salah menyalin jumlah. Bisa pula ada buku yang masuk tanpa tercatat secara benar.

Namun, satu hal telah berubah: ia sekarang memiliki ketidaksesuaian yang dapat diverifikasi secara independen, bukan sekadar dugaan berdasarkan sebuah catatan yang tidak lengkap.

“Apakah buku tambahan itu pernah ditemukan dalam inventaris berikutnya?” tanyanya.

“Belum. Kami belum menemukan catatan yang cocok.”

“Kalau begitu, jangan menghubungkannya langsung dengan gudang nomor tujuh. Kita hanya tahu bahwa ada satu buku yang masuk dalam catatan pengembalian tanpa identitas yang jelas.”

Paman Fu mengangguk.

Gu Chenxiao menggeser kedua dokumen itu berdampingan.

Ia memperhatikan tanggal, kode pemeriksaan, jumlah jilid, dan tanda yang digunakan petugas. Tidak ada satu pun yang secara langsung mengungkap siapa yang membawa buku tambahan itu.

Tetapi ada sesuatu yang lebih penting daripada nama.

Seseorang tidak perlu memalsukan seluruh catatan untuk membuat sebuah benda menghilang. Dalam sistem yang mengandalkan jumlah kelompok, satu benda dapat masuk atau keluar tanpa pernah dicatat secara individual.

Jika hal serupa terjadi di tempat lain, maka catatan yang tampak sah mungkin hanya membuktikan bahwa jumlah keseluruhan telah cocok, bukan bahwa setiap benda yang seharusnya ada benar-benar berada di tempatnya.

Gu Chenxiao menyandarkan tubuhnya.

“Paman Fu, besok ajukan pemeriksaan prosedur penerimaan kelompok untuk seluruh arsip administratif yang dipindahkan selama dua belas tahun terakhir.”

Paman Fu terkejut. “Seluruhnya?”

“Tidak. Batasi pada pemindahan yang dilakukan tanpa pemeriksaan nomor registrasi individual. Kita perlu mengetahui apakah prosedur itu pernah digunakan pada arsip gudang, bukan memeriksa setiap benda yang dimiliki keluarga.”

“Jika mereka bertanya mengapa?”

“Katakan bahwa kita sedang memperbarui metode inventaris agar kehilangan barang lebih mudah dideteksi. Itu alasan yang benar.”

Paman Fu terdiam sesaat sebelum bertanya, “Apakah Anda menduga seseorang menggunakan prosedur ini untuk menyembunyikan sesuatu?”

“Aku menduga prosedur ini memungkinkan sesuatu disembunyikan tanpa harus mengubah seluruh catatan.”

Gu Chenxiao menatapnya.

“Perbedaannya penting.”

Paman Fu membungkuk, kemudian membawa dokumen-dokumen itu untuk disimpan.

Setelah ruangan kembali sepi, Gu Chenxiao membuka buku catatannya.

Ia menuliskan tiga hal:

Satu buku tanpa nomor registrasi yang jelas.

Satu catatan pengembalian tanpa penerima yang teridentifikasi.

Satu prosedur yang dapat mengesahkan jumlah tanpa memastikan identitas setiap benda.

Ia belum tahu apakah ketiganya berkaitan dengan gudang nomor tujuh.

Ia belum tahu apakah Gu Hengyuan mengetahui sesuatu tentang buku yang hilang.

Ia bahkan belum tahu apakah buku tersebut benar-benar pernah memuat informasi penting.

Namun, kini ia mengetahui sesuatu tentang cara keluarga Gu menyimpan masa lalunya.

Tidak semua yang hilang harus dicuri.

Tidak semua kebohongan memerlukan pemalsuan.

Kadang-kadang, seseorang hanya perlu memahami aturan dengan lebih baik daripada orang yang bertugas menjaganya.

Gu Chenxiao menutup buku catatan itu dan tersenyum tipis.

Ia menyukai jenis masalah seperti ini.

Bukan karena masalah itu mudah dipecahkan, melainkan karena orang yang menciptakannya mungkin percaya bahwa prosedur yang sah akan melindunginya dari segala akibat.

Kepercayaan semacam itu sering kali menjadi kelemahan.

Dan jika seseorang benar-benar telah menggunakan celah administrasi untuk menyembunyikan jejaknya, Gu Chenxiao tidak perlu segera mengetahui namanya.

Ia hanya perlu membuat celah yang sama menjadi tidak aman untuk digunakan lagi.

Pada saat itu, siapa pun yang masih bergantung padanya akan menghadapi pilihan: mengubah kebiasaannya, mengambil risiko, atau membuat kesalahan baru.

Gu Chenxiao tidak membutuhkan mereka untuk mengaku.

Ia hanya membutuhkan mereka untuk terus bertindak.

Sebab semakin lama seseorang bergantung pada sebuah kebohongan, semakin banyak keputusan yang harus ia ambil demi mempertahankannya.

Dan suatu hari, keputusan-keputusan itulah yang akan meninggalkan jejak yang tidak dapat dihapus hanya dengan memperbaiki sebuah catatan.

1
Nanik S
Hadir... dan awal yang berbeda
ARTHUR
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!