NovelToon NovelToon
Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:67.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Rumah tangga Kartika dan Deva sudah 10 tahun dan berjalan baik, walau sering mendapatkan banyak rongrongan dari keluarga Deva, entah itu orang tuanya atau adik-adiknya yang suka bergantung kepadanya.

“Kartika, mulai sekarang kebutuhan rumah tangga kita bagi dua. Karena ibu ingin membeli rumah baru untuk Gavin, setoran tiap bulannya tiga juta setengah,” kata Deva di tengah-tengah kumpulan keluarganya.

Mendengar itu Kartika menahan amarah dan kesal. Gaji Deva sebanyak 25 juta sebagian besar digunakan untuk keluarganya.

“Makanya kamu harus bekerja, jangan cuma mengandalkan uang anakku saja!” ucap Bu Hania, mertuanya.

Karena rasa cinta Kartika yang begitu besar kepada Deva, dia sampai meninggalkan rumah dan harta kekayaannya. Dia memilih menjadi ibu rumah tangga agar bisa mengurus suami, anak, dan rumah.

“Oke! Kalau begitu, maka mulai sekarang aku pun akan minta bayaran untuk semua hal yang aku kerjakan di rumah,” balas Kartika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Sekitar sepuluh tahun yang lalu ....

Kartika masih ingat jelas hari pertama dirinya bertemu keluarga Deva. Bukan di rumahnya yang mewah. Bukan di tempat restoran bintang lima, langganannya yang mewah, melainkan di sebuah restoran sederhana di pinggir jalan dekat tempat pria itu bekerja sebagai karyawan biasa.

Saat itu, Kartika datang ke restoran lebih dulu bersama Deva. Dia duduk kaku di kursinya dengan jantung yang berdebar sejak tadi. Tangan dia bahkan terasa dingin karena terlalu gugup. Sesekali wanita itu membetulkan ujung blouse-nya yang sebenarnya sudah rapi. Tas kecil di pangkuannya diremas pelan tanpa sadar.

Hari itu adalah pertama kalinya ia bertemu keluarga besar Deva secara langsung. Dan entah kenapa ia merasa seperti sedang diuji.

Deva yang duduk di sampingnya melirik pelan lalu tersenyum kecil. Pria itu tampak jauh lebih santai.

“Tenang aja,” bisik Deva lembut sambil menyentuh tangan Kartika diam-diam di bawah meja. “Mereka pasti suka sama kamu.”

Sentuhan kecil itu membuat Kartika sedikit lebih tenang. Ia menoleh pada Deva lalu tersenyum malu.

Waktu itu, hatinya benar-benar penuh cinta.

Ia percaya sepenuhnya pada pria di sampingnya. Percaya bahwa selama ada Deva, dirinya akan baik-baik saja.

Tak lama kemudian pintu restoran terbuka. Pak Dimas masuk lebih dulu, disusul Bu Hania, Iriana, dan Gavin yang saat itu masih remaja, dan Kenzie masih kecil.

Deva langsung berdiri. “Ayah ... Ibu, ini Kartika. Wanita yang aku ceritakan kemarin,” sapanya sambil tersenyum.

Kartika ikut berdiri cepat lalu menunduk sopan. “Selamat siang, Om ... Tante.”

“Siang,” jawab mereka hampir bersamaan.

Namun, saat itu Kartika langsung merasa gugup lagi ketika menyadari tatapan Bu Hania mengarah lurus kepadanya. Wanita paruh baya itu memperhatikan dirinya dari ujung kepala sampai kaki dengan teliti.

Tatapan yang membuat Kartika otomatis duduk lebih tegak. Ia sampai tanpa sadar merapikan rok panjangnya di bawah meja.

“Cantik juga,” komentar Bu Hania akhirnya sambil tersenyum tipis.

Kartika langsung mengangguk sopan. “Terima kasih, Bu.”

Obrolan awal berlangsung cukup hangat. Pak Dimas beberapa kali bertanya soal pekerjaan Kartika.

Sesuai perintah Rangga—sepupunya—Kartika tidak memberi tahu identitas sesungguhnya. Demi kebaikan dirinya dan juga keluarga Deva. Jangan sampai perbedaan kelas ekonomi, membuat mereka tidak bisa bersatu.

Sementara Gavin dan Kenzie, lebih banyak sibuk makan. Sedangkan Iriana sesekali memperhatikan tas dan jam tangan Kartika diam-diam.

Deva sendiri terlihat tidak berhenti memperhatikan calon istrinya. Ketika minuman datang, pria itu langsung mengambilkan gelas untuk Kartika lebih dulu.

“Ini teh manisnya.”

Kartika tersenyum kecil. “Terima kasih.”

Sesekali Deva juga bertanya pelan, “Kamu nyaman? Atau mau pesan makanan lain?”

Perhatian-perhatian kecil itu membuat hati Kartika terasa hangat. Ia merasa diperlakukan dengan baik oleh pria yang juga mencintainya.

Dan semakin melihat bagaimana Deva menjaganya di depan keluarga, semakin yakin pula Kartika memilih pria itu sebagai suami.

Sampai akhirnya pembicaraan mulai mengarah pada pernikahan. Suasana meja mendadak sedikit lebih serius. Bu Hania berdeham pelan sebelum bicara. Kartika langsung duduk lebih tegak.

“Begini ya, Kartika,” katanya sambil meletakkan gelas teh di meja. “Kami ini keluarga sederhana.”

Kartika mengangguk pelan. “Iya, Bu.”

“Jadi, kami maunya pernikahannya sederhana aja.”

Pak Dimas ikut mengangguk membenarkan.

“Yang penting sah,” katanya santai. “Enggak usah mewah-mewah.”

Kartika diam mendengarkan. Sebenarnya ia tidak pernah mempermasalahkan pesta besar atau kecil. Baginya, menikah dengan orang yang dicintai sudah cukup membuatnya bahagia.

Kemudian Bu Hania kembali bicara. “Iya. Apalagi kamu juga ....” Wanita paruh baya itu berhenti sebentar sambil menatap Kartika, “enggak punya orang tua lagi, kan?”

Kalimat itu langsung membuat dada Kartika terasa sesak dan sangat menusuk. Meski diucapkan dengan nada biasa, tetap saja sakit mendengarnya. Karena itu memang luka terbesar dalam hidupnya. Ia sudah kehilangan ayah dan ibunya sejak kecil.

Sampai hari itu, bagian dirinya yang kehilangan keluarga masih sering terasa kosong. Namun, Kartika tetap tersenyum kecil. Ia menunduk sopan sambil menjawab pelan, “Iya, Bu.”

Bu Hania mengangguk kecil. “Jadi enggak perlu ribet-ribet adat besar segala.”

Kartika mengepalkan jemarinya pelan di bawah meja. Sebenarnya ada rasa sedih yang muncul. Karena entah kenapa kalimat itu terdengar seperti dirinya tidak perlu terlalu dihargai.

Saat itu Kartika memilih diam. Ia melirik Deva sebentar. Dan ketika pria itu menggenggam tangannya pelan di bawah meja, semua rasa sedih itu kembali ia telan sendiri. Karena waktu itu Kartika terlalu mencintai Deva. Dan demi pria itu, ia rela mengalah untuk banyak hal.

Deva yang duduk di samping Kartika langsung menggenggam tangan wanita itu pelan di bawah meja. Jemari hangat pria itu meremas lembut tangan Kartika seolah ingin menenangkan kegugupan dan rasa tidak nyaman yang sejak tadi ia tahan sendiri.

Kartika menoleh sebentar. Deva hanya tersenyum kecil padanya. Tatapan pria itu seakan berkata, Aku ada di sini.

Dan anehnya hal sederhana itu selalu berhasil membuat hati Kartika luluh. Padahal jauh di dalam hatinya, ada sedikit rasa sakit mendengar ucapan Bu Hania tadi.

Tentang dirinya yang yatim piatu. Tentang pernikahan sederhana. Tentang semuanya yang terdengar seperti tidak perlu terlalu dipersiapkan karena dirinya “tidak punya siapa-siapa”.

Namun, Kartika memilih diam. Bukan karena tidak mampu bicara. Bukan juga karena dirinya tidak punya harga diri, tetapi karena saat itu ia terlalu mencintai Deva.

Ia tidak ingin membuat suasana jadi tidak enak. Tidak ingin calon suaminya malu di depan keluarganya sendiri. Maka Kartika menelan semua perasaannya sendirian.

“Kalau menurut Mas Deva bagaimana?” tanya Kartika pelan sambil menoleh pada pria itu. Tatapannya lembut. Ada harapan kecil di sana.

Deva langsung membalas tatapan Kartika sambil tersenyum hangat. “Aku ikut kamu saja.”

Jawaban itu sederhana sekali. Namun, bagi Kartika waktu itu, sudah cukup. Karena yang ia butuhkan hanyalah keyakinan kalau Deva tetap berada di pihaknya.

Dan demi pria itu Kartika rela menerima semuanya. Bahkan ketika akhirnya uang panai yang diberikan hanya lima belas juta.

Kartika tetap tersenyum bahagia. Padahal kalau mau jujur, dirinya bisa mendapatkan lebih dari itu. Ia punya pendidikan yang bagus, Karir bagus, wajah yang cantik, dan kepribadian baik.

Banyak pria lain yang mungkin akan memberikan lebih. Namun, waktu itu Kartika tidak memikirkan semua itu. Yang ia pikirkan hanya Deva.

Setelah pertemuan keluarga selesai, Deva hendak mengantarnya pulang, tetapi sepupunya keburu datang menjemput Kartika.

“Serius cuma segitu?” protes Rangga tidak percaya.

Kartika yang sedang melepas heels hanya tertawa kecil. “Kenapa memang?”

“Kamu nanya kenapa?!” Sepupunya sampai melotot. “Kamu itu kaya raya, cantik, pengusaha sukses!”

Rangga berjalan mondar-mandir sambil mengomel. “Kalau laki-laki lain mungkin bisa kasih lebih!”

Kartika hanya duduk sambil tersenyum kecil mendengar omelan itu. Bukannya marah, dia malah terlihat seperti orang gila yang sedang dimabuk cinta.

“Yang penting aku nikah sama orang yang aku cinta,” jawabnya pelan.

Sepupunya langsung memegang kepala frustrasi. “Kamu tuh terlalu bucin!”

Kartika hanya tertawa kecil. Karena memang saat itu cintanya pada Deva begitu besar dan nyata. Sampai hal-hal seperti nominal uang panai terasa tidak penting lagi.

Bahkan maskawin yang diberikan Deva pun sederhana sekali. Hanya cincin emas putih satu gram. 

Namun, saat Deva menyematkan cincin itu di jarinya waktu pernikahan, mata Kartika sampai berkaca-kaca menahan haru.

Karena saat itu yang ia lihat bukan harga cincinnya. Melainkan ketulusan pria yang ada di depannya. Ia melihat Deva sebagai rumah. Sebagai tempat pulang. Sebagai laki-laki yang akan menjaganya seumur hidup.

Dan karena keyakinan itu, Kartika rela menurunkan banyak keinginannya sendiri. Rela hidup sederhana. Rela mengalah. Rela mengikuti semua permintaan keluarga Deva tanpa banyak bantahan.

Karena waktu itu, Kartika benar-benar percaya bahwa cinta saja sudah cukup untuk membuat rumah tangga bahagia.

1
Hary Nengsih
seneng bnget mo tlpn papa nya
Ita rahmawati
kok sedih ya🥺
Kar Genjreng
pada dasarnya kartika.masih cinta dan kalau sekarang menghubungi deva ya karena Deva sudah lepas daria orang tua nya dan adek adek,,, CERDAS jadi tidak jadi ATM. berjalan lagi kerja rodi anak istri terlantar orang tua dan adek nya bahagia,,, sekarang sudah bisa bernafas tinggal memperbaiki ,,, keluarga kecilnya hidup normal dan bahagia tidak harus terbebani banyak hal,,,coba begitu bercerita pura pura terkena musibah tidak ada yang niat baik dan menolong ,,,😮😮
carenina
kasian anak2 tdk tau apa2 terjebak diantara kebodohan papa nya dan keluarga lintah. biarkan anak2 hubungi papanya spy papanya lebih terpacu.
lanjut kakak
martiana. tya
bagus... sampai tamat ya kak😘😘
Mardiana
Kartika 🥰 dan Deva semoga rencananya berhasil dan kembali ke pelukan keluarga kecilmu🥰
Yuliana Tunru
mmg sdh waktu x tika kau tlp deva kasihan anj2mu jg deva dan smoga langkah besar deva bisa buat kalian bersama lagi walaupun pasti akan ada yg terasa beda 💪💪 deva
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
Oma Gavin
semoga yg membeli rumah deva suruhan kartika ngga rela banget rumah penuh kenangan kartika dan anak" nya jatuh ke tangan orang lain
Marlina
yeah akhirnya anak anak bisa denger suara bpknya😄😄😄
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semoga Deva bisa bertemu dengan Kartika🥹 tapi keluarganya tidak ada yang tahu
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
anak² sangat merindukan papanya 😥😥😥
Nurlaela
masih kurang, lanjuuuttttt🤦🤭
Anonim
BUNUH DELISA BUNUH BOCIL ITU DAN BUAT IRIANA DAN IBU LO DEVA BUAT MAKAN DAGING TUH BOCIL
Ma Em
Bagus Deva kamu hrs tegas ambil keputusan yg tepat agar TDK dorong rong lagi sama keluargamu dan pindah yg jauh agar TDK diganggu sama adik adikmu Deva , lagian ibunya Deva juga serakah banget ga mikirin perasaan Deva setelah ditinggalkan anak dan istrinya yg ibu Deva dan adik adik nya pikirkan hanya uang saja , biar keluarga Deva sadar diri tanpa bantuan dari Deva hdp nya bagaimana nanti .
Rahma Inayah
yaa Kartika km GK boleh egois walau km marah dan kesel SMA Deva tp jgn anak2 diikut sertakan Krn mrk GK tau apa2 Maslah org dewasa blm mengerti .ajak aja Deva tgl bersama mu walau nnt Deva juga akan kecewa SMA kamu klu SDH bohongi dia klu km owner tempat dia bekerja tp km punya alasan Krn gak mau klu nnt sang suami minder ..klu km lbh kaya dr dia .semoga setlh drmaa Kel Deva .Deva BS memulai hidup barudgn Kel kecilnya bisa hidup bahagia
Dew666
👑👑👑
Wiwi Sukaesih
ajak Deva tnggal sama Kartika
tp kluarga Deva g ad yg blh tau
up LG Thor 😍
Noor hidayati
aku dukung tindakanmu kali ini deva
Anonim
Lanjut up thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!