"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Membunuh tanpa sengaja
Braaaaaak.
Satu lemparan keras membuat Rodiah segera terpental dari atas tubuh Jamal, sejak tadi memang Jamal sudah berusaha untuk melepaskan diri karena dia menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda di dalam diri sang istri, pandangan mata Rodiah juga terlihat Berbeda sehingga pria tersebut mulai tahu bahwa ada sesuatu yang sedang merasuki tubuh Rodiah.
Pada sebuah kesempatan itu maka Jamal tidak menyia-nyiakan dan segera melemparkan Rodiah begitu saja tanpa perhitungan sama sekali, tubuh wanita itu terlempar dan tidak bergerak ketika menghantam lemari yang ada di dalam kamar dan sebagian besar lemari itu hancur berantakan karena lemari terbuat dari kaca.
Jamal masih antara rasa panik dan juga bingung sehingga masih terdiam sambil menatap tubuh sang istri yang sudah tidak bergerak sama sekali, namun beberapa detik kemudian dia segera bangkit untuk melihat apakah Rodiah sudah sadar atau justru dia akan semakin menjadi karena bisa saja berlawanan tadi membuat arwah Yayuk semakin Mendendam.
Perlahan Jamal mendekati Rodiah yang masih tergeletak begitu saja, tangan pria itu gemetar saat akan menyentuh pundak sang istri. ada rasa takut bila ternyata nanti justru tindakan itu akan membuat Rodiah meninggal dunia, bila sudah begitu maka dapat di pastikan dia yang akan mendapatkan kesalahan besar karena bukti ada di tangan dia saat ini.
"Rodiah?!" Jamal mencoba membangunkan sang istri menggunakan kaki dia.
Namun Prodia sama sekali tidak ada merespon dan wajah dia masih tertutup dengan tumpukan kain yang ada di dalam lemari tadi, mau tidak mau bila sudah seperti ini maka Jamal harus mendekati dengan seksama dan melihat Apakah Rodiah sedang terluka.
"Bangun lah, Rodiah!" Jamal berusaha menarik tangan sang istri dan membuang kain-kain itu.
"Jangan main-main seperti ini karena aku tidak menyukai." ujar Jamal dan terus berusaha untuk menarik.
"Kok berat sekali tubuh dia ini, Pasti karena terlalu banyak dosa kepada suami sehingga tubuh biarpun kurus tapi terasa berat." Jamal menutup dan menyingkap semua kain.
Jreeeeeng.
"Hah!"
Pria kasar ini akhirnya merasa kaget ketika sudah melihat sendiri bagaimana keadaan sang istri yang tidak bergerak itu, Pantas aja Rodiah tidak bisa bergerak karena saat ini dia telah terluka sangat parah dan kemungkinan sudah tidak bernyawa lagi di balik lemari.
"Diah, Astaga kenapa bisa menjadi seperti ini!" Jamal panik bukan main.
"Aku sama sekali tidak ada niat untuk membunuh dirimu." Jamal mulai merasa sedih juga.
"Ibuuuuu, Ibuuuu." suara Putri kecil mereka Terdengar dari luar kamar karena pasti sudah mencari keberadaan Rodiah.
"Aku harus bagaimana sekarang saat mengatakan kepada para warga?" Jamal terduduk sendirian karena tidak tahu harus bagaimana.
Kaca yang mungkin saja adalah pecahan dari lemari itu menusuk tepat pada bagian mata dan Tembus di belakang, bahkan di bagian leher juga ada kaca yang menembus sehingga dapat dipastikan Rodiah tidak akan Sanggup Bertahan dengan luka yang sangat parah seperti itu.
Jamal juga Tak habis pikir dengan gerakan yang sebenarnya tidak terlalu kuat Namun mampu membuat tubuh rodi yang terpental begitu jauh, saat menghantam kaca itu Jamal sebenarnya sedikit melihat senyum yang ada di wajah Rodiah seperti sedang menyeringai, namun dia tidak terlalu perhatian karena sedang merasakan takut juga sehingga mengabaikan dan sekarang dia mulai ketakutan kembali.
"Ini pasti ulah Yayuk yang ingin membuat aku membunuh Rodiah." Jamal sudah menyadari hal itu Dan Dia mulai merasakan bahaya.
"Ibu aku takut sendirian di luar ada tante jahat." Putri kembali berteriak karena ketakutan.
"Putri!" Jamal segera berlari membuka pintu karena takut bila nanti sang anak juga.
"Ayaaaaah, ada tante jahat mulutnya sobek." Putri memang sudah menangis dan langsung bercerita.
"Sini sama Ayah!" Jamal menggendong tubuh kecil putrinya itu untuk menenangkan sesaat.
"Ibu Kenapa berbaring di sebelah lemari itu?" Putri bertanya dengan nada polos karena dia memang tidak tahu.
"Em jangan lihat ibu dulu ya." cegah Jamal karena dia tidak mau bila nanti Putri justru akan memiliki Rasa trauma.
"Diaaaah, Assalamualaikum." terdengar suara mak Anjar yang memanggil dari pintu belakang.
"Astaga, malah Ada orang datang seperti ini sekarang." Jamal panik sendiri karena dia tahu bahwa Mak Anjar adalah saudara dari Rodiah itu.
Bila sampai Mak Anjar tahu bahwa dirinya yang telah membunuh Rodiah walau tanpa sengaja, sudah pasti orang tua itu juga akan mengamuk dan memberikan pelajaran terhadap Jamal, Oleh sebab itu Jamal masih bingung antara ingin membuka pintu atau membiarkan saja saat orang tua itu terus berteriak dari pintu belakang untuk mencari sang istri.
"Mbah datang itu mencari ibu." putri merontak dari atas gendongan Jamal karena ingin membuka pintu.
"Shut, diam dulu karena kita tidak tahu kalau itu bukan Mbah Anjar." Jamal berusaha menakuti sang anak.
"Tapi kan itu emang suara Mbah.'' Putri malah tetap keras kepala sehingga membuat Jamal semakin emosi saja.
"Diam, banyak sekali kau berbicara sejak tadi dan tidak mau bila aku memberitahu!" Jamal langsung membentak sehingga Putri terdiam.
"Diah, kau sedang tidak di rumah ya?" Mak Anjar kembali bertanya dari bagian dapur.
"Hais orang tua ini selalu saja ikut campur dan tidak mau diam dulu.'' Jamal semakin kesal saja kepada Mak Anjar.
Dia sedang panik mengurus sang istri dan sekarang malah tambah lagi dengan kedatangan Mak Anjar sehingga dapat di pastikan bahwa Jamal tidak tahu harus bagaimana, rasa takut dan juga panik bersemayam di dalam hati karena sekarang dia harus mengurus mayat terlebih dahulu agar Jangan sampai ada yang mengetahui bahwa dia telah membunuh sang istri.
Sementara itu Putri juga kebingungan melihat gelagat orang tua dia yang terasa cukup aneh dan hanya bisa diam yang dilakukan oleh bocah kecil itu, bila dia banyak tanya juga hanya akan mengundang masalah yang jauh lebih parah lagi sehingga lebih baik bila dirinya untuk tetap diam.
Wuuuutt.
Wuuuutt.
"Kau terus saja menyusahkan aku seperti ini." Jamal kesal sendiri dan dia mulai membuka seluruh kain untuk membungkus tubuh Rodiah.
"Kenapa Ayah bungkus tubuh ibu seperti itu?" Putri bertanya karena dia memang tidak tahu.
"Diam, jangan sampai kau mengatakan kepada semua orang yang ada di sini." Jamal menatap dengan sorot mata tajam.
Putri yang mendapat sorot mata seperti itu tentu saja hanya bisa diam dan kembali menangis dalam Isak, andai saja dia punya nyali maka saat ini rasanya ingin segera berlari menuju bagian dapur dan meminta pertolongan kepada Mbah Anjar agar bisa mengatakan apa yang telah terjadi.
Selamat pagi, like dan komentar kalian semua buat cerita author Novita Jungkook ya.
yeesss akhirnya ratuku keluar jg🥰👍
mksh bess🔥🔥
ular janda gaesss...