Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
_____🌺
Dapur, Pukul 06.00 Pagi.
"Selamat pagi, Bestie mantuku yang paling cantik jelita sedunia! Hari ini Mama udah masakin sarapan spesial ala kafe estetik khusus buat kamu! Tolong ditaruh dulu sapu lantainya ya, Sayang. Tangan halusmu itu nggak boleh sampai kapalan kena gagang sapu kotor!"
Suara lembut mendayu-dayu yang diiringi senyuman semanis madu itu sukses membuat sapu di tangan Nisa terjatuh berdebum ke lantai marmer dapur.
Nisa mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali, merasa yakin seratus persen bahwa dirinya masih terjebak di alam mimpi buruk.
Di depan kompor, sosok Bu Ratna berdiri anggun memakai celemek warna merah muda bergambar kartun. Rambutnya disanggul rapi, wajahnya memakai riasan tipis bercahaya, dan tangan kirinya sedang memegang sebuah tongkat narsis yang menjepit ponsel pintar dengan kamera menyala terang.
"Ma? Mama ... kesurupan jin penunggu pohon mangga depan rumah ya?" tanya Nisa.
Suaranya bergetar ketakutan, kakinya perlahan mundur satu langkah ke belakang mendekati pintu kulkas demi mencari perlindungan aman.
Wanita paruh baya itu sama sekali tidak marah mendengar tuduhan kesurupan tersebut. Ia malah tertawa kecil yang terdengar sangat dibuat-buat, persis seperti tawa pemeran utama wanita di sinetron tahun sembilan puluhan yang sedang mencari perhatian.
"Hush, kamu ini kalau bercanda suka lucu deh, Nis. Mama ini lagi bikin video vlog keseharian mertua idaman buat diunggah ke TikTok. Biar ibu-ibu kompleks pada tahu kalau hubungan kita berdua ini sangat harmonis bagaikan ibu dan anak kandung sejati. Ayo, senyum ke kamera, Sayang! Katakan halo ke followers Mama yang udah nembus tiga ratus orang pagi ini!" ucap sang mertua sambil mengarahkan kamera ponselnya tepat ke wajah Nisa yang masih pucat pasi kebingungan.
"Halo... eh... selamat pagi semuanya," sapa Nisa terbata-bata, tangannya melambai kaku ke arah lensa kamera, senyumnya terlihat seperti orang yang sedang ditodong pistol dari belakang layar.
"Bagus! Nah, guys, kalian lihat sendiri kan? Menantuku ini wajahnya berseri-seri bahagia tinggal sama aku. Nggak ada tuh cerita mertua kejam penyiksa menantu di rumah keluarga Bratadikara ini! Semuanya penuh cinta kasih tanpa batas ruang dan waktu!" cerocos wanita tua itu ke arah ponselnya dengan nada riang gembira yang entah kenapa justru terasa sangat mengerikan bagi kewarasan Nisa.
Tepat saat itu, Dimas muncul dari lorong tangga dengan mata masih setengah terpejam dan rambut acak-acakan.
Pria itu menguap lebar sambil menggaruk perutnya yang tertutup kaus oblong putih yang sudah pudar warnanya.
"Nis, sarapan apa kita pagi ini? Mas laper banget habis tidur nyenyak pakai kasur busa semalaman. Eh? Mama lagi ngapain pagi-pagi pakai celemek merah muda begitu? Tumben banget Mama masuk dapur jam segini masak sendiri?" tanya Dimas kebingungan menatap pemandangan ajaib di depannya.
Ibu mertua julid itu langsung menurunkan tongkat narsisnya dan menatap tajam anak lelakinya dengan pelototan maut.
"Heh! Kamu kalau masuk set syuting vlog Mama tolong cuci muka dulu kenapa sih, Dimas?! Muka lecek kusam banyak iler begitu bikin turun rating video Mama tahu nggak! Cepat mandi sana pakai sabun! Habis itu kita sarapan ala bule bareng-bareng di meja makan!"
Dimas menoleh ke arah istrinya, meminta penjelasan darurat lewat isyarat mata. Nisa hanya mengangkat kedua bahunya pasrah, memberi kode bahwa mertuanya mungkin sedang kumat dalam versi yang berbeda setelah mendapat ancaman pindah ke kontrakan petakan semalam.
_____🌺
Ruang Makan, Pukul 06.30 Pagi.
Setengah jam kemudian, Nisa dan Dimas duduk kaku di kursi ruang makan dengan perasaan sangat was-was.
Di atas meja kaca yang biasanya berisi nasi goreng ayam atau lontong sayur hangat, kini tersaji makanan yang bentuk dan warnanya sangat mencurigakan.
Ada tiga piring berisi roti gandum panggang yang diolesi alpukat tumbuk tawar, serta tiga gelas besar berisi cairan kental berwarna hijau pekat berserat.
"Ma, ini minuman apaan warnanya hijau lumut pekat begini? Mama habis ngeblender rumput gajah dari taman depan ya buat ngasih makan kambing kurban?" tanya Dimas ragu-ragu, ujung hidungnya mengendus bau langu yang sangat kuat dari dalam gelas kaca tersebut.
"Sembarangan banget mulut kamu ngomong! Ini tuh jus green smoothie antioksidan tinggi! Campuran daun kale super, bayam mentah, batang seledri, timun segar, sama perasan jeruk nipis! Mama sengaja nggak pakai gula setetes pun biar manfaat detoksnya maksimal masuk ke tubuh kalian berdua!" jelas Bu Ratna dengan bangga.
Mertua itu kembali mengangkat ponselnya untuk merekam wajah kedua anak dan menantunya dari jarak dekat.
"Bayam mentah? Seledri tanpa gula? Astaghfirullah, Ma. Dimas ini manusia kantoran yang butuh karbohidrat, bukan ulat daun yang doyan makan sayur mentah diblender. Dimas mau pesen bubur ayam aja deh lewat aplikasi ojol di depan, perut Dimas meronta nolak sayuran aneh ini," keluh Dimas sambil mendorong gelas hijau itu menjauh dari piring makannya.
Senyum palsu di wajah sang nyonya rumah mendadak luntur sedikit. Tangan kirinya masih sibuk merekam adegan bahagia, namun tangan kanannya di bawah meja bergerak sangat cepat mencubit keras paha anak lelakinya itu tanpa ampun.
"Aw! Sakit, Ma!" jerit Dimas tertahan, matanya melotot kaget menahan perih.
"Senyum yang lebar, Dimas! Kamu mau Mama viral dihujat di TikTok gara-gara dikira nyiksa anak kandung makan rumput mentah?! Cepat minum jus sehat itu sampai habis tak bersisa sekarang juga! Kemarin malam Mama udah nurunin gengsi paling rendah minta maaf sama istri kamu biar kalian nggak jadi pindah ke kontrakan petakan kumuh pasar burung itu! Sekarang gantian, kalian berdua harus bantu Mama bikin konten mertua idaman buat bungkam rapat mulut si RW sombong sama ibu-ibu arisan! Ayo minum bareng-bareng ke arah kamera sambil ketawa!" bisik wanita paruh baya itu dengan nada ancaman tingkat tinggi yang bersembunyi rapi di balik senyuman manisnya.
Nisa dan Dimas saling berpandangan sedih meratapi nasib pagi mereka yang menyedihkan.
Ancaman pindah rumah semalam memang berhasil membuat mertuanya meminta maaf dengan tulus, namun efek sampingnya justru melahirkan monster pembuat konten yang jauh lebih menyiksa fisik dan mental mereka berdua hari ini.
"Iya, iya, ini Nisa minum, Ma. Cheers dulu buat kesehatan rahim masa depan," ucap Nisa tersenyum sangat kaku ke arah kamera lensa, lalu menenggak cairan hijau lumut itu perlahan.
Rasa langu bayam mentah dan pahitnya seledri langsung meledak hebat di dalam rongga mulutnya, membuat Nisa nyaris memuntahkannya kembali jika saja tidak melihat tatapan membunuh dari ibu mertuanya di balik ponsel.
"Gimana rasanya minuman sehat ini, Bestie mantuku sayang? Seger banget kan buatan tangan Mama sendiri?" tanya ibunda Dimas dengan suara yang terus dilembut-lembutkan, ponselnya diarahkan sangat dekat ke wajah Nisa yang sedang menahan mual luar biasa di tenggorokan.
"Ehem. Iya, Ma. Saking segarnya sampai rasanya pengen balik tidur lagi di kasur biar hilang ingatan sementara. Mantap banget khasiatnya, Ma," jawab Nisa sarkas dengan mata berkaca-kaca menahan rasa tidak enak yang luar biasa menyiksa perutnya.
"Tuh kan, followers setiaku! Menantuku aja ketagihan banget minum jus seledri mentah buatan aku! Kunci keluarga bahagia sejahtera itu cuma satu, saling pengertian dan rajin makan sehat bareng di rumah! Cut! Oke, video sarapan harmonis selesai! Sekarang cepat habisin roti alpukat hambar itu, Mama mau edit video dulu di kamar biar dikasih musik jedag-jedug yang lagi viral banget minggu ini!" seru wanita tua itu girang kegirangan, langsung menghentikan rekamannya dan berjalan pergi menuju ruang keluarga sambil bersenandung riang gembira.
_____🌺
Sepeninggal ibunya, Dimas langsung berlari kencang ke tempat cuci piring di sudut dapur dan memuntahkan sisa minuman di mulutnya.
"Gila beneran ini mah! Nyokap gue udah beralih profesi jadi sutradara film horor berkedok konten hidup sehat, Nis! Lidahku rasanya kayak habis nelan rumput lapangan bola basah!"
"Tahan aja dulu, Mas. Yang penting ibumu nggak ngomongin masa garansi pabrik rongsokan lagi hari ini ke aku. Biarin aja dia sibuk main sosial media seharian, seenggaknya telinga kita lumayan aman dari sindiran soal cucu pertama buat sementara waktu ini," hibur Nisa sambil susah payah mengunyah roti gandumnya yang keras seperti batu kali hitam.
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
hadeh