Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby⁴

Mendengar penuturan pria itu Serafina hampir tersedak ludahnya sendiri "kau mungkin akan menolak, tapi paman dan bibimu akan masuk penjara" tegas Alexander membelakangi Serafina, gadis itu benar benar terkejut dengan perkataan nya.
Serafina menghela nafasnya pelan "Tuan....aku menerima tawaranmu" jawab Serafina lugas dan tegas, gadis itu mau tidak mau menerima tawarannya daripada paman dan bibinya masuk penjara. 'kali ini...ini terakhir kalinya aku berhutang budi dengan kalian paman...bibi....' batin Serafina menahan kesedihannya.
"bagus, malam ini kau ikut denganku ke suatu tempat dan besok, kita akan menikah" ucap Alexander tegas. "apa...? tapi mengapa secepat itu tuan..?" Serafina benar benar tak menyangka dengan perkataan pria tersebut. "disini kau tidak bisa memutuskan, karena yang berhak disini adalah aku!" tanpa mengucapkan kata kata lagi, Alexander keluar meninggalkan kamar tersebut.
air mata yang sedari tadi ditahan oleh Serafina akhirnya meluncur juga membasahi pipinya. Rasanya Serafina ingin berlari pergi dengan sangat jauh, untuk menghindari semua masalah ini. Dia tidak ingin menghadapi masalah ini, tapi dia juga bingung, harus kemanakah ia untuk saat ini? karena yang paling tepat saat ini adalah menerima dengan suka rela.
tiba tiba beberapa pelayan masuk kedalam kamar mengejutkan Serafina, dengan cepat gadis itu mengusap air matanya. "Nona, hari ini kami akan membantu anda untuk merias diri, karena malam ini anda harus tampil dengan cantik dan anggun nona" jelas salah satu pelayan dan hanya dibalas anggukan oleh Serafina.
mereka mulai menyuapkan alat-alat rias dan menyusun hal apa saja yang akan dipakai. Serafina dibawa ke kamar mandi untuk dibersihkan dan diberi pijat terapi, kemudian mereka mulai melakukan perawatan dari rambut sampai ujung kaki. Serafina hanya diam dan melamun, dia benar benar ingin mengosongkan pikirannya saat ini.
*
*
*
"Tuan...apa kau sudah memutuskan tentang gadis itu" tanya Asisten Roky menatap tuannya yang tengah duduk di balkon dan meminum wine nya. "Dia akan menjadi istriku" ucap Alexander seolah tanpa beban mampu membuat asisten Roky hampir melompat dari balkon. "anda serius tuan...?" asisten Roky menatap tuannya tak percaya. "ya, sebagai istri diatas kertas, tidak lebih"
asisten Roky terdiam, sungguh dimaklumi menikah tanpa didasari dengan perasaan cinta, namun asisten Roky percaya jika Serafina bisa membuat tuannya ini jatuh cinta padanya. Dan asisten Roky sangat setuju jika tuannya ini menikah dengan wanita masa kecil tuannya dan sekaligus wanita yang pernah menolong Alexander saat kecelakaan.
untuk saat ini, asisten Roky sengaja tidak memberitahukan tuannya tentang rahasia ini. Karena asisten Roky ingin tuannya mencintai Serafina tanpa alasan tersebut. Apalagi dilihat dari paras Serafina yang cantik natural dan memiliki sifat baik dan penyayang, sangat cocok untuk meluluhkan hati tuannya yang sekeras es batu menurutnya.
"katakan pada para pelayan yang merias gadis itu, agar tidak perlu lama lama, karena aku akan pergi kerumah kakek hanya sebentar, hanya mengenalkannya sebagai calon istriku, setelah itu kami akan pulang" ucap Alexander berdiri menuju kamar mandi. "baik tuan"
Alexander menanggalkan semua pakaiannya dari atas sampai bawah, ia menyalakan shower dan mulai membersihkan diri. Matanya terpejam menikmati sensasi air yang dingin dan begitu segar menyelimuti tubuh kekarnya. Ia melumuri tubuhnya dengan sabun dan membilasnya sampai bersih. Perlahan ingatan masa lalu tentang kematian kedua orang tuanya membuat kepalanya sakit.
sejenak dia mematikan shower dan menatap pantulan kaca besar. "mengapa aku tidak bisa melupakan kejadian itu" bisiknya sembari mengepalkan tangannya. Ingatan tentang kematian kedua orang tuanya akibat kebakaran dimasa lalu membuatnya benar benar marah dan menyesal.
Andai kata hal itu bisa terulang kembali, mungkin Alexander memilih ikut terbakar didalam rumah tersebut. Dengan kasar dia meninju cermin besar itu hingga hancur berkeping-keping, membuat buku-buku jarinya berlumuran darah.
Alexander meraih handuk dan melilitkannya sepinggang, kemudian melangkah keluar dari kamar mandi mendekati lemari besar untuk mengambil pakaian.
Mendengar suara tersebut cukup mengejutkan asisten Roky yang masih berada dibalkon. "tuan...anda baik baik saja" ucapnya dengan khawatir, tatapannya tertuju pada tangan Alexander yang berdarah. "tuan, tangan anda!" ucap asisten Roky dengan panik, dengan segera asisten Roky meraih kotak obat dan mendekati tuannya. "tuan, ayo kita obati terlebih dahulu, sebelum anda terkena infeksi"
"aku baik baik saja, kau tidak perlu khawatir" Alexander bahkan tidak memperdulikan asistennya yang tengah panik itu. Asisten Roky menghubungi dokter pribadi keluarga William, sementara Alexander sendiri dengan santainya mengenakan pakaiannya.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang