NovelToon NovelToon
Istri Dadakan Tuan Arrafiy

Istri Dadakan Tuan Arrafiy

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Selingkuh / Pengkhianatan
Popularitas:84.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Arsy Raihana Syahira percaya hidupnya akan sempurna. Pernikahan yang tinggal menghitung hari mendadak batal, setelah ia memergoki calon suaminya sendiri berselingkuh dengan sahabat yang selama ini ia percayai dengan sepenuh hati.

Belum sempat Arsy bangkit dari keterpurukan, cobaan lain kembali menghantam. Ayahnya mengalami serangan jantung dan terbaring kritis setelah mengetahui pengkhianatan yang menimpa putri kesayangannya. Dalam satu waktu, Arsy kehilangan cinta, kepercayaan, dan hampir kehilangan orang yang paling ia cintai.

Di tengah kehancuran itu, datanglah Syakil Arrafiy—CEO sekaligus teman semasa sekolah, dan lelaki yang diam-diam telah mencintai Arsy sejak lama. Mendengar kabar tentang Arsy, Syakil datang ke rumah sakit tanpa ragu. Di hadapan ayah Arsy yang terbaring lemah, Syakil mengucapkan sebuah permohonan yang tak pernah Arsy bayangkan sebelumnya: melamar Arsy sebagai istrinya.

Maukah Arsy menerima lamaran pernikahan dari laki laki yang telah lama mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Keheningan kembali menyelimuti kamar kontrakan itu. Hanya ada suara napas Syakil dan Arsy yang saling bersahutan dalam jarak yang begitu dekat. Arsy masih berada dalam pelukan Syakil. Kepalanya bersandar nyaman di dada pria itu, sementara Syakil masih mengusap punggungnya dengan gerakan yang sama, pelan dan penuh kesabaran. Namun pikiran Arsy tidak sepenuhnya berada di sana.

Tatapannya kosong, menembus entah ke mana. Ada senyum samar yang tersisa di sudut bibirnya, senyum kecil yang lahir bukan dari tawa, melainkan dari rasa hangat yang perlahan memenuhi dadanya. Rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Rasa dicintai tanpa syarat.

Syakil menyadari perubahan itu. Ia bisa merasakan tubuh Arsy yang sudah tidak lagi gemetar, tapi juga bisa menangkap sesuatu yang lain. Cara Arsy terdiam terlalu lama. Cara napasnya melambat, seolah pikirannya sedang melayang jauh.

“Arsy,” panggil Syakil pelan namun tidak ada jawaban.

Syakil sedikit memiringkan kepalanya, menunduk sedikit agar bisa melihat wajah istrinya. Arsy masih bersandar di dadanya, matanya terbuka namun tatapannya kosong.

“Arsy?” ulang Syakil dengan lembut.

Kali ini Arsy tersentak kecil. Ia berkedip beberapa kali, seolah baru kembali ke dunia nyata. Pandangannya naik perlahan dan bertemu dengan mata Syakil yang menatapnya penuh perhatian.

“Hmm iya mas kenapa?” sahut Arsy pelan.

“Kamu lagi mikirin apa?” tanya Syakil dengan penasaran. Hanya ingin tahu apa yang ada di kepala perempuan yang sedang ia peluk ini.

Arsy terdiam sejenak. Ia tidak langsung menjawab. Pandangannya turun ke dada Syakil, ke tangan pria itu yang masih setia berada di punggungnya. Jari-jarinya bergerak pelan, seolah sedang menimbang kata-kata yang tepat sebelum mengutarakannya kepada suaminya.

“Aku cuma…” Arsy tersenyum kecil. Senyum yang tulus, meski matanya masih sedikit sembab. “Aku cuma ngerasa bahagia, Mas.”

Syakil mengangkat alis tipis.

“Bahagia?”

Arsy mengangguk.

“Iya,” lanjutnya lirih. “Bahagia karena akhirnya aku tahu rasanya benar-benar dicintai sama seseorang yang tulus mencintai ku.”

Kalimat itu terdengar sederhana, tapi maknanya dalam. Syakil tidak langsung menjawab. Ia menatap Arsy cukup lama, seolah mencoba membaca setiap emosi yang tersimpan di wajah istrinya. Lalu, perlahan, senyum muncul di bibirnya. Senyum hangat yang membuat wajahnya terlihat lebih lembut dari biasanya.

Ia mengangkat satu tangannya, menyelipkan beberapa helai rambut Arsy yang keluar dan memasukkannya ke dalam hijab istrinya kembali. Gerakannya penuh kehati-hatian, seolah takut melukai sesuatu yang begitu rapuh namun berharga.

“Kalau begitu,” ucap Syakil pelan, “aku senang.”

Tanpa banyak kata, Syakil sedikit menunduk dan mengecup kening Arsy dengan lembut. Bukan kecupan yang tergesa-gesa. Bukan pula kecupan penuh hasrat. Hanya sentuhan singkat, hangat, dan penuh makna. Arsy memejamkan matanya seketika. Ia membiarkan dirinya larut dalam perasaan itu.

Dalam kehangatan bibir suaminya di keningnya. Dalam rasa aman yang menjalar pelan dari sentuhan sederhana itu. Untuk sesaat, dunia terasa berhenti berputar. Tidak ada kesedihan. Tidak ada kehilangan. Hanya ada mereka berdua. Syakil menarik wajahnya kembali, namun tangannya masih berada di pipi Arsy.

“Aku mau kamu tahu satu hal,” ucap Syakil dengan suara yang dalam dan penuh keyakinan. Membuat Arsy membuka matanya perlahan.

“Apa, Mas?”

Syakil menatapnya lurus. Tidak ada keraguan yang terlihat di matanya.

“Aku akan menghapus semua kesedihan di hidup kamu,” katanya tegas namun lembut. “Satu per satu.” Arsy terdiam. “Aku nggak bisa janji kalau hidup kamu bakal selalu mudah,” lanjut Syakil jujur. “Tapi aku bisa janji satu hal.” Syakil mengusap pipi Arsy dengan ibu jarinya. “Setiap kesedihan yang datang, aku akan ada di sisi kamu. Setiap luka yang tersisa, aku yang akan bantu kamu untuk menyembuhkannya. Dan setiap hari ke depan, aku akan berusaha mengganti semua air mata kamu dengan kebahagiaan dan cinta yang memang pantas kamu dapatkan.”

Arsy merasakan dadanya bergetar hebat. Kata-kata yang diucapkan oleh suaminya tidak terdengar berlebihan maupun seperti janji kosong. Justru terasa nyata. Seolah Syakil benar-benar siap memikul semua itu bersamanya.

“Mas…” suara Arsy nyaris tak terdengar dan membuat Syakil tersenyum tipis.

“Aku serius, Arsy.” Syakil menarik napas dalam-dalam, lalu berkata, “Dan karena itu, ada satu hal lagi yang mau aku sampaikan ke kamu.”

Ekspresi wajah Syakil sedikit berubah. Tetap lembut, tapi kini lebih serius. Arsy bisa merasakannya.

"Hal apa mas?” tanya Arsy pelan.

“Setelah tahlilan tujuh hari ayahmu selesai,” kata Syakil hati-hati, “aku ingin menggelar resepsi pernikahan kita.”

Arsy membelalak pelan.

“Resepsi?” ulangnya, sedikit terkejut dan membuat Syakil mengangguk.

“Iya.” Ia menggenggam tangan Arsy dan memastikan istrinya itu mendengarkan perkataannya dengan baik. “Aku tahu ini mungkin terdengar cepat,” lanjut Syakil. “Dan aku juga tahu kamu masih dalam masa berduka. Tapi aku sudah memikirkan ini matang-matang.”

Arsy menelan ludah.

“Tujuan aku bukan sekadar merayakan kalau kita sudah resmi menikah,” kata Syakil. “Aku cuma ingin membersihkan nama baik kamu. Dan nama baik ayahmu.”

Arsy terdiam. Jantungnya berdegup lebih cepat.

“Kamu tahu sendiri,” lanjut Syakil, “undangan pernikahan kamu dengan Radit sudah terlanjur tersebar ke mana-mana. Ke keluarga, ke kerabat, ke tetangga sekitar sini.”

Wajah Arsy menegang. Kenangan pahit itu kembali menyelinap ke benaknya. Bisik-bisik. Tatapan iba. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah ia minta setelah mereka semua melihat sendiri bagaimana Radit yang membatalkan pernikahan mereka saat itu.

“Aku nggak mau orang-orang terus berprasangka buruk ke kamu,” ucap Syakil tegas. “Aku nggak mau ada yang menganggap kamu perempuan yang ditinggalkan atau dipermainkan.” Syakil menggenggam tangan Arsy sedikit lebih erat. “Kamu adalah istriku,” lanjutnya mantap. “Dan aku mau semua orang tahu itu.”

Arsy menatap Syakil dengan matanya yang berkaca-kaca.

“Resepsi ini,” tambah Syakil, “juga aku lakukan untuk menghormati ayahmu. Supaya tidak ada satu pun orang yang berani mengaitkan nama Pak Rahman dengan cerita yang tidak benar. Supaya semua jelas.”

Suasana hening kembali mengisi ruangan.

Arsy menghela napas pelan. Dadanya terasa penuh. Bukan karena cemas, melainkan oleh rasa haru yang begitu besar.

“Dan satu lagi,” ucap Syakil dengan pelan dan membuat Arsy mengangkat wajahnya. “Aku ingin berdiri di depan semua orang,” kata Syakil, “dan mengatakan dengan jelas bahwa aku adalah suami sah kamu. Bahwa kamu berada di bawah tanggung jawabku."

Air mata kembali menggenang di mata Arsy, namun kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan kebahagiaan. Ia mengangguk pelan dan menyetujui niat baik Syakil.

“Aku setuju, Mas,” ucap Arsy tanpa ragu ragu.

Syakil terlihat lega. Senyum kecil muncul kembali di wajahnya.

“Kamu yakin?” tanya Syakil sekali lagi dan membuat Arsy tersenyum.

“Iya, aku yakin mas.” jawabnya mantap. “Mas boleh mengadakan pesta resepsi itu.”

Syakil menghela napas panjang, seolah beban besar akhirnya terangkat dari dadanya. Ia kembali menarik Arsy ke dalam pelukannya dan memeluknya lebih erat.

“Terima kasih, Terima kasih sudah mempercayaiku.”

Arsy memejamkan matanya, membalas pelukan itu dengan penuh keyakinan. Di dalam pelukan itu, untuk pertama kalinya sejak kehilangan ayahnya, Arsy merasa benar-benar menemukan tempat untuk pulang.

1
Yeni Wahyu Widiasih
bagus
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih bintang limanya kak🙏😍
total 1 replies
Panda%Sya🐼
Dia lupa dimana ia pertama kali beli kolor, dan dimana dia dapat dukungan itu. Semoga keputusan yang kamu ambil, tidak buat kamu menyeseal di kemudian hari
Panda%Sya🐼
Radit lo butuh obat depresi? sini aku bagi dalam dosis tinggi /Skull/
Panda%Sya🐼
ohh otaknya buntung ternyata 😏
Panda%Sya🐼
Kawan makan kawan ini
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Aaaa/Scream/
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Ibu Syakil The best❤
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Jangankan Arsy, ak yg baca nya aja tiba" ngikut merah ni pipi🙏😂
-Thiea-
mama syakil tipe mertua idaman sekali. 🤭
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Aku tetiba menghalu jdi arsy ka😭😂🙏
Nifatul Masruro Hikari Masaru
dokter kok gak mikirin orang yang sedang sakit. dokter gadungan kali ya
Nifatul Masruro Hikari Masaru
gak kebalik
Nifatul Masruro Hikari Masaru
cinta yang tulus
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Arsy, kamu beruntung❤
Nifatul Masruro Hikari Masaru
tenang aja arsy baru batal nikah
Nifatul Masruro Hikari Masaru
yang sabar ya arsy
Nifatul Masruro Hikari Masaru
udah ketahuan baru ngomong gak cinta
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Idaman sekali🙏😌
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: ada kak tapi seribu satu, dan langka banget.
total 3 replies
-Thiea-
gimana perasaannya Arsy dicintai secara ugal-ugalan.🤭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: yang pasti bahagia dan beruntung banget kak🤭
total 1 replies
Riya Hairi
semangat Thor 💪
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak terima kasih dukungannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!