NovelToon NovelToon
Membalas Pengkhianatan Mu Di Dunia Kiamat

Membalas Pengkhianatan Mu Di Dunia Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.

"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.

Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.

Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.

Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.

Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.

Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.

Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.

Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Kalau begitu kemari. Jika tidak...aku akan menghabisi wanita cantik ini." kalimat yang diucapkan oleh Louis penuh senyuman, mematikan bola api yang ada di tangannya.

Hunter (pemburu monster) berbeda dengan tentara yang hanya mengandalkan persenjataan, dan pertarungan menggunakan tenaga. Mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki kemampuan khusus, entah itu karena gen mereka yang terkena efek radiasi, atau kemampuan yang dimiliki oleh mereka dari sejak dilahirkan.

Ren terlihat menunduk, perlahan melihat ke belakang ke arah Sarah. Wajahnya terlihat tersenyum dipaksakan."Nona Sarah, sepertinya perjalanan kita bersama sudah harus berakhir."

Kala, Ren hendak melangkah pergi, Sarah memegang jemari tangannya."Sudah aku bilang. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, atau membiarkanmu pergi."

Sarah menebas ke arah Louis, pemuda yang berusaha menghindar dengan cepat.

Srash!

Serangannya sedikit mengenai bagian bahu Louis, hingga terluka sedikit mengeluarkan darah segar.

"Wanita sial!" bentak Louis, mulai menghujani Sarah menggunakan bola api seukuran kepalan tangan.

Satu yang ada di pikirannya, berlari ke tempat lain, menghindari tempat di mana Ren berada. Tapi ada yang aneh, kecepatannya bagaikan bertambah, tubuhnya begitu ringan untuk menghindari serangan.

Apa ini efek dari benda yang diberikan oleh final boss?

Dirinya dapat menghindari semua serangan yang diberikan Louis dengan cepat.

"Fred!" suara teriakan dari Louis, pertanda memberi syarat kepada Fred untuk membantunya.

Pria yang juga memiliki kemampuan sebagai seorang hunter itu, mengeluarkan sebuah pedang, pedang yang bagaikan berlapis es. Bergerak cepat ingin menyerang Sarah, sebelum mencapai Louis.

Tang!

Tang!

Pedang mereka bertemu, tapi.

Krak...

Pedang milik Fred yang dilapisi oleh es pada akhirnya retak, kemudian patah. hal yang membuat Fred menatap tidak percaya.

Matanya membulat, menatap senyuman dari wanita cantik ini. Wanita ini benar-benar cantik dan tangguh.

Dua orang tentara, yang juga merupakan anggota mereka, mulai menghujani Sarah menggunakan peluru.

Tapi seperti sebelumnya wanita ini begitu pandai menghindar. Bergerak hingga menodong leher Louis menggunakan pedangnya.

Louis menelan ludah."Aku mengaku kalah..."

Tujuan mereka sejatinya hanya satu, mengambil kembali Ren. Anggota terlemah di kelompok mereka, sekaligus orang yang memiliki kemampuan paling berguna. Seharusnya mereka tidak mengorbankan Ren, mungkin lebih baik mengorbankan anggota lainnya saja.

Di dunia kiamat ini, di mana bahan makanan lebih berharga dibandingkan dengan emas atau berlian, Ren bagaikan angsa bertelur emas. Tinggal berburu monster, Ren akan menetralkan radiasinya dan menjadikan bahan makanan.

Tapi sekarang, Ren mengikuti wanita ini? Bagaimana jika mereka kehabisan pasokan bahan makanan nanti?

"Tidak bisa! jika tidak ada Ren di anggota kelompok kita, cepat atau lambat kita akan kehabisan bahan makanan." Tegas Zero yang merupakan seorang dokter.

Kucing putih kecil yang mendekati majikannya, kemudian berucap dengan suara kecil."Miau... tuan mereka meninggalkanmu untuk menjadi umpan dari monster level S. Mumpung ketemu lebih baik habisi saja mereka."

"Sarah masih ada di tempat ini." Hanya itulah jawaban singkat dari Ren, sama sekali tidak dapat terbantahkan, pria yang masih dapat tersenyum ramah. Tapi senyumannya itulah yang mengerikan, karena menjadi benar-benar tidak mudah untuk menebak isi pikirannya. Apa orang ini senang atau tidak? Apa orang ini benci atau suka? Memiliki majikan seperti ini benar-benar menjadi sebuah beban.

"Jadi Tuhan akan menghabisinya? Boleh aku memakan mereka setelah mati?" tanya sang kucing menunjukkan ekspresi wajah benar-benar lucu dan memelas.

"Tergantung, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya kepada Sarah..." sama seperti sebelumnya, ekspresi wajah orang ini tidak dapat ditebak sama sekali. Pria yang benar-benar memiliki hati yang dingin. Dapat menghabisi seseorang tanpa berkedip.

"Nona Sarah, kamu memiliki kemampuan bertarung yang hebat. Tapi, kami bersedia menukar persenjataan dan obat-obatan kami dengan Ren. Kami harap Nona Sarah bersedia untuk menerimanya." Gilbert, yang menggunakan seragam militer berucap, memberikan tawaran.

Jika bertarung dengan wanita ini, sudah pasti banyak kerugian yang akan mereka dapatkan. Tapi jika menukarkan persenjataan dan obat-obatan, itu akan lebih baik. Persenjataan dapat mereka dapatkan dari sumber lain, obat-obatan mungkin mereka dapat mencarinya di beberapa bekas gedung rumah sakit. Tapi, pasokan bahan makanan? jika tidak ada Ren cepat atau lambat mereka akan mati, mengingat hanya pemuda itu yang memiliki kemampuan menetralkan pengaruh radiasi pada daging hewan.

Sarah menurunkan pedangnya, wanita yang benar-benar terlihat cantik dengan rambut kemerahannya ini. Tatapan matanya terasa begitu dingin dan kejam.

"Ren bukanlah barang yang dapat ditukarkan." Sarah menghela napas, beralih menatap pada Ren."Ren, kalau mau kembali pada mereka atau ikut denganku?"

Ekspresi wajahnya berubah ketika menatap ke arah pemuda itu. Wajah yang tadinya begitu dingin menatap ke arah para pria ini, tiba-tiba saja dapat tersenyum sehangat mentari pagi.

"A...aku... aku lebih memilih ikut dengan Nona Sarah!" Ucap Ren dengan cepat memeluk Sarah dari samping.

Lima pria yang terdiri dari Zero sang dokter, Louis dan Fred yang merupakan Hunter, serta Gilbert dan Tony seorang tentara. Hanya dapat menatap jenuh pada pemuda ini. Lebih tepatnya menatap jenuh ke arah Ren.

Dulu mereka memang terlalu menindasnya, dia yang menetralkan makanan dan memasak, tapi mendapatkan jatah makan paling sedikit. Ya wajar saja, jika sekarang menempel pada wanita cantik.

"Ren, wanita ini hanya memanfaatkanmu. Lebih baik kembali melanjutkan perjalanan bersama kami." Zero berusaha keras untuk tersenyum meyakinkan.

"Justru kalian yang hanya memanfaatkan Ren. Aku dan dia bersama dan saling melindungi. Kami saling mempercayai, jangan coba-coba merebut dia dariku..." kalimat penuh penekanan dan kebencian dari Sarah.

Wanita pencemburu, over power, dalam keadaan galak memang mengerikan. Zero hanya dapat menghela nafasnya melihat ke arah wanita ini.

Wanita ini sudah pasti menyukai Ren. Menyipitkan mata mencari celah.

"Gilbert memiliki bentuk tubuh yang lebih bagus daripada Ren. Bagaimana jika menukar saja, Nona Sarah... Gilbert pasti akan kuat di ranjang." sungguh penawaran yang gila dari Zero.

Hal yang membuat semua orang menoleh tidak percaya pada dokter ini. Bagaimana bisa dapat berekspresi wajah datar penuh senyuman, tapi mengucapkan hal-hal yang begitu memalukan.

"Kesabaranku ada batasnya..." batin Ren berusaha keras menahan rasa jengkelnya.

Tapi.

"Nona Sarah akan menukarku dengan Gilbert? A...aku mengerti, aku memang lemah dalam hal bertarung. A... aku akan menerima semua keputusan Nona Sarah. Gilbert memang lebih dalam segala hal, terutama dalam hal menjadi budak ranjang. Ta... tapi..." Ren tertunduk berlutut, tidak menangis sesenggukan, tapi air matanya mengalir secara alami seperti menahan kepedihan, bagaikan orang lemah yang berusaha untuk tegar.

Benar-benar teh hijau yang sempurna...

1
^ã^😉
saya selalu terhibur di setiap akhir bab miau muncul dengan dialog betina
yesi yuniar
miau... saat kau dilempar itu artinya komenmu ngena dihati ren 😆
yesi yuniar
sarah terlalu gengsi aedangkan ren kurang peka dgn perasaannya
Lidiya Sari
seru cerita nya kata2 nya bikin 🤣🤣🤣
Sulati Cus
🤣sarah berkata " dikira q kucing di ksh sekaleng sarden langsung meneong🤣" tak semudah itu ferquzo🤣
Biyan Narendra
Nyesel ga tuh Kelvin
Biyan Narendra
Nah ini baru bener..
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
Biyan Narendra
Meleng dikit..
up nya udah ada aja nih,thor.
Biyan Narendra
Sarah betina keren lho,Miau..
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
nur
sarah jg gk bkalan mau lg sma km vin
nayla tsaqif
Bayangin miau di lempar ke langit sampai hilang berubah jd bintang kecil berbunyi,, cliiiinngggg... 😄
vj'z tri
jangan cem macem kau /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
wes ancang ancang terbang miaw/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ufiyyyy
miaow brmulut netijen🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
wokeh miau miau seperti kamu ada kawan mengkompori /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nur Wahyuni
telat vin2.. gak mungkin sarah mo balikan sama cowok yg punya istri byk
Nur Wahyuni
jangan terlalu percaya diri ren.. klo sarah mati kamu mesti bakalan nangis darah😄😄😄
vj'z tri
gak boleh lah ..... /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nur Wahyuni
miau miau memang pengamat yg hebat😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!