NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Di kehidupan sebelumnya, Arga Bimantara adalah pria malang yang terjebak dalam jerat cinta buta kepada Tiara. Namun, pengabdiannya hanya dibalas pengkhianatan. Ia harus melihat kedua orang tuanya meninggal dalam kemiskinan dan kehinaan, sementara dirinya sendiri habis dikuras sebagai "sapi perah" oleh keluarga Tiara yang parasit. Arga mati dalam penyesalan mendalam, menyia-nyiakan hidup tanpa sisa.
​Tak disangka, takdir memberinya kesempatan kedua. Arga terlempar kembali ke tahun 2000—titik awal di mana segalanya masih bisa diperbaiki.
​Kali ini, Arga tidak akan lagi menjadi "si penjilat" yang lemah. Dengan ingatan masa depan dan modal miliaran rupiah dari keberuntungan yang ia rebut, ia memulai langkah pertamanya dengan satu tindakan tegas: Memutuskan hubungan dengan Tiara dan menghancurkan skema licik keluarga wanita itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Wanita itu mengenakan riasan tebal dan pakaian bermerek yang agak berlebihan. Pria muda di sampingnya mengenakan setelan jas necis dengan jam tangan berkilauan, tampak seperti pengusaha muda sukses.

“Apakah kalian berdua ingin mencari hunian?” tanya seorang sales perempuan dengan nada malas saat mendekati Arga dan Sherly.

“Ya. Kami ingin melihat daftar lahan dan bangunan di Kawasan Tambak Lorok,” jawab Arga.

Begitu mendengar nama kawasan kumuh itu, raut wajah sales tersebut langsung berubah masam. “Tambak Lorok? Daftarnya ada di tumpukan pojok sana. Silakan lihat sendiri.”

Harga di kawasan itu memang rendah, komisinya pun recehan. Urusannya juga merepotkan karena masalah sertifikat dan risiko banjir. Para sales lebih memilih tidak melayani sama sekali daripada membuang waktu untuk pembeli di kawasan tersebut. Sebaliknya, pembeli di Marina Bay adalah orang-orang kaya yang komisinya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Arga dan Sherly tidak ambil pusing. Mereka langsung menuju meja depan untuk melihat daftar properti. Pada saat itu, pria muda di kerumunan tadi melirik ke arah Sherly—dan seketika matanya membelalak. Keanggunan Sherly yang alami membuat wanita di sampingnya tampak seperti barang imitasi.

Namun, ketika pandangannya beralih pada Arga, pria itu langsung berseru kaget, “Arga?!”

Arga menoleh, tertegun sejenak melihat wajah yang tidak asing. “Dodi?”

“Tak kusangka, Arga, kita bertemu di sini,” ujar Dodi sambil tersenyum sinis. “Dia ini klienmu? Atau asistenmu?”

“Pasangan saya,” jawab Arga singkat.

“Mana mungkin?!” Dodi berseru tak percaya. Wanita secantik bidadari dan jelas berkelas seperti Sherly… ternyata pasangan Arga? Jika dibandingkan, Vina—pacarnya yang sekarang—tampak sangat jauh kelasnya!

Sherly tersenyum manis, menggandeng lengan Arga dengan mesra. “Mengapa tidak mungkin?”

“Sayang, siapa orang ini?” tanya Vina dengan nada ketus. Melihat perhatian Dodi tersedot sepenuhnya oleh Sherly, Vina langsung memeluk lengan Dodi erat-erat, takut direbut.

“Teman kuliah dulu,” jawab Dodi sambil mencibir. “Dia yang paling melarat di angkatan. Makan cuma pakai kerupuk. Aku kasihan padanya, jadi dulu sering kusuruh cuci motor atau belikan rokok, terus kuberi tip seribu dua ribu.”

Sambil berbicara, Dodi menatap Arga dengan rasa superior yang meluap. “Arga, benar begitu, kan?”

“Ya, benar,” jawab Arga tenang tanpa beban. “Aku memang dari desa, dan dulu hidupku susah. Mencuci motor atau membantu orang lain demi mencari uang tambahan bukanlah hal yang memalukan bagiku.”

Sikap tenang Arga justru membuat Sherly menatapnya penuh kagum. “Mas Arga bisa mandiri sejak kuliah? Itu justru sangat hebat,” puji Sherly tulus.

Pemandangan itu membakar amarah Dodi. Bagaimana mungkin si "tukang cuci motor" ini sekarang punya pasangan secantik Sherly?

“Arga, kau datang ke sini mau beli rumah?” Dodi mencibir. “Marina Bay ini apartemen paling elit di Semarang. Harganya di atas 1,5 miliar. Apa kau sanggup beli?”

“Aku tidak beli di Marina Bay,” jawab Arga datar. “Aku datang untuk beli lahan di Kawasan Tambak Lorok.”

“Pfft—hahaha!” Vina tertawa terbahak-bahak. “Benar-benar gembel, seperti kata Mas Dodi! Mau beli rumah di tempat banjir?”

“Eh, Vina, jangan begitu,” kata Dodi pura-pura menasihati. “Arga kan orang susah. Kalau bisa kumpulkan uang beberapa puluh juta saja sudah bagus buat beli bedeng di sana.”

Sambil berbicara, Dodi memamerkan jam tangannya. “Tidak semua orang sekaya keluargaku. Jam tangan ini saja harganya 30 juta! Kadang aku merasa kasihan, sama-sama manusia, tapi nasib kita beda jauh ya, Ga?”

Ia lalu menatap Sherly dengan nada merendahkan. “Mbak, dengan penampilan seperti ini, Anda seharusnya bisa dapat pria yang jauh lebih mapan. Kenapa mau sama orang miskin begini? Apa Anda mau tinggal di daerah rob seperti Tambak Lorok? Benar-benar menjatuhkan martabat Anda.”

Vina pun ikut memamerkan diri. “Perempuan harus pintar pilih pasangan. Lihat Mas Dodi, begitu aku bilang bosan di apartemen lama, dia langsung membelikanku unit baru di Marina Bay seharga 1,2 miliar!”

Ia menunjuk Arga. “Sedangkan dia? Memintamu tinggal di tempat kumuh yang bahkan tak punya akses jalan bagus!”

Sherly sama sekali tidak tersinggung. Ia berkata lembut, “Sekalipun aku tinggal di gubuk bersama Mas Arga, selama dia mencintaiku, aku sudah sangat bahagia.”

Arga malas menanggapi. Ia langsung berseru ke arah kantor, “Apa tidak ada yang melayani? Kami mau transaksi!”

“Mbak,” Dodi tiba-tiba berkata pada Sherly, tak lagi menyembunyikan niatnya. “Namaku Dodi. Keluargaku punya jaringan toko bangunan besar. Bagaimana kalau Mbak kerja jadi sekretaris pribadiku? Gajinya 7 juta sebulan.”

Sherly langsung menoleh ke arah Arga dengan ekspresi jijik, sama sekali tidak sudi menanggapi Dodi.

Melihat usahanya gagal, wajah Dodi mengeras. Ia mendengus dingin dan berkata kepada para sales di sampingnya, “Apa-apaan ini? Bagaimana mungkin pelanggan VIP yang mau beli hunian elit dicampur dengan gembel yang mau beli tanah di kawasan kumuh?”

“Usir mereka sekarang! Kalau tidak, aku batalkan pembelian unitku hari ini!” Dodi mengancam. Ia lalu menatap Sherly lagi. “Tentu saja, kalau Mbak mau jadi sekretarisku, bukan cuma gaji, aku bisa kasih Mbak satu unit apartemen di sini!”

Vina menggertakkan gigi cemburu. “Sayang! Kenapa kamu malah menggoda perempuan lain!”

Dodi tertawa kasar sambil mencium pipi Vina. “Tenang, ini cuma urusan bisnis. Kamu tetap yang nomor satu!”

Setelah itu, ia menatap Arga dengan pandangan meremehkan. “Gembel, kenapa belum pergi? Apa perlu dipanggil satpam?”

“Kalian budek?” bentaknya kepada para sales. “Dia datang mau beli properti rongsokan di Tambak Lorok! Lebih penting komisi recehan dari dia, atau komisi puluhan juta dariku? Kalau kalian tidak usir dia sekarang, aku tidak jadi tanda tangan kontrak!”

Setelah berpikir sejenak, kepala sales akhirnya melangkah maju dengan wajah kaku ke arah Arga. “Tuan, mohon maaf, bagaimana jika Anda datang lagi lain waktu? Kami harus memprioritaskan pelanggan eksklusif kami.”

Ucapan-ucapan itu terdengar sangat menyakitkan, seolah-olah secara terang-terangan mengusir Arga.

Dodi dan Vina tersenyum penuh kemenangan. Dodi menggelengkan kepala sambil mencibir, “Bagaimana rasanya diusir seperti anjing di depan wanita yang kau cintai, Ga?”

“Arga, hari ini aku beri kau satu nasihat gratis—jangan pernah menyinggung orang-orang yang tidak selevel denganmu. Sekarang, angkat kaki!”

Pada saat itu, dua orang pria keluar dari kantor pusat penjualan dengan langkah terburu-buru.

“Tenang saja, Pak Bagus. Fokus penjualan kami saat ini sudah sepenuhnya beralih ke proyek Marina Bay. Ke depan, kami akan membatasi penerimaan pelanggan dari unit-unit lama di Tambak Lorok yang nilainya rendah,” ujar manajer umum pengembang properti itu dengan penuh hormat kepada Bagus Mahendra.

1
Jack Strom
Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom: Eh jangan, entar leduk... 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!