NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:149.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih tentang buket bunga mawar

Febi kembali melanjutkan kerjaannya, begitu juga teman temannya.

Perhatiannya teralihkan lada ponselnya yang bergetar.

Pesan dari Jetro

Mau ikut mancing?

Febi tercenung.

Tadi bunga.

Sekarang ngajak pergi mancing.

Febi mencoba menganalisa.

Dia lagi pendekatan, ngga, sih, batin Febi menganalisa dengan jantung berdebar debar. Bibirnya reflek berkedut.

Dia pernah mancing bersama papanya. Di kolam pemancingan milik teman papanya.

Mancing seperti itu, ya? batinnya mengira ngira.

Febi membayangkan sosok Jetro dengan kaos oblong dan celana chino duduk di kursi di bawah pohon yang meneduhi dari terik matahari, memegang pancingan, menunggu sampai berhasil menangkap ikan gurame atau ikan mas.

Sudut bibir Febi berkedut lagi. Hanya membayangkan hal itu saja kekesalannya sudah menguap.

Ponselnya bergetar lagi, notif dari Jetro muncul lagi.

Aku anggap mau.

Mata Febi membesar saat membacanya. Jantungnya makin cepat berdebar.

Ini sungguhan dari dia?

Ingin sekali Febi menunjukkan pesan dari Jetro pada Cakra yang sempat meremehkannya tadi di ruangannya.

Tapi kalo kata kata Cakra dan Juwita benar, kalo Jetro hanya main main, bagaimana?

Febi jadi galau.

*

*

*

"Kamu dapat bunga dari Cakra?" tebak papanya yang ternyata sudah menunggunya di rumah.

Febi agak terkejut, karena mengira papanya masih berada di luar kota, mengurus bisnisnya. Karena itu dia santai saja membawa buket bunga mawarnya pulang ke rumah.

"Kaget, ya, papa pulang,' tawa papanya berderai melihat putrinya mematung.

"Kenapa papa ngga bilang mau pulang." Dia langsung memeluk papanya yang balas memeluk putri bungsunya.

Dalam hati Febi bersyukur karena kartu yang bertuliskan nama Jetro sudah dia simpan di dalam tasnya

"Cakra romantis sekali, ya," puji papanya saat pelukan mereka terurai. Tatap kagumnya terarah pada buket mawar yang memang indah itu.

Febi terpaksa tersenyum mengiyakan. Padahal dalam hatinya dia mengumpat.

"Oh ya, Cakra katanya ada tugas malam ini, jadi mamanya menunda pertemuan kalian," ucap papanya memberitau.

Ooh, begitu, ya. Syukurlah, batinnya. Cakra sudah mengantisipasinya.

"Iya, pa."

"Padahal papa sudah ngga sabar melihat kamu menikah dengan Cakra." Anggareksa tersenyum hangat sambil mengusap puncak kepala putri bungsunya.

Febi merinding mendengarnya. Dia tatap mata tua papanya yang penuh binar itu.

Pa, tolong batalkan perjodohan ini, pintanya dalam hati.

"Tadi kakakmu menemui Cakra, ya," kata papanya lagi sambil mengiringi langkah putrinya masuk ke dalam rumah.

"Iya, pa."

"Kakakmu sudah kasih tau papa sebelum dia pergi. Dia ngga ingin kamu salah paham," jelas Anggareksa.

Febi mengangguk dan memaksakan lagi senyumnya. Dia tau kakaknya selalu bermain cantik.

Tapi ngga masalah buatnya.

Ngapain juga salah paham, pa. Aku malah ingin mereka cepat dinikahkan saja, batinnya yang mendumel.

"Temani papa makan malam, ya. Kakakmu mau makan malam dengan temannya."

Febi menatap papanya iba.

Papanya jarang pulang karena sibuk mengurusi bisnisnya. Kakaknya juga sudah semakin jarang pulang karena jadwal terbangnya yang padat. Sekalinya bisa kumpul, kakaknya malah pergi sama temannya.

Dia sudah biasa makan malam sendiri di rumahnya setelah papanya mulai berbisnis di masa pensiunnya dan kakaknya yang bekerja sebagai pramugari.

"Aku mandi dulu, pa."

"Papa tunggu di meja makan, ya."

Febi mengangguk dan tersenyum sebelum berjalan ke kamarnya.

Setelah mandi dan bersiap untuk turun, ponselnya bergetar. Kali ini dari kakaknya. Dia seperti sengaja mengirim fotonya yang sedang berdua dengan Cakra di suatu acara pesta.

Febi tidak merasa panas. Biasa saja. Malah dia punya niat iseng untuk memamerkan buket bunga yang diberikan anak konglomerat padanya.

Febi meraih kartu yang bertuliskan nama Jetro dan menaruhnya di depan kelopak mawar itu agar bisa terfoto dengan jelas.

Dia tersenyum melihat hasilnya. Buket bunga mawar yang ada di atas tempat tidurnya dengan kartu nama yang bertuliskan nama Jetro.

Sempurna sekali, batinnya dengan senyum pu@s.

Febi segera mengirimkan foto itu pada kakaknya, kemudian meninggalkan ponselnya di atas tempat tidur. Kasian papa sudah cukup lama menunggunya.

Febi berharap setelah ini kakaknya tidak salah paham dengan hubungan mereka. Kakaknya bisa mengambil Cakra kapan saja.

*

*

*

Fiola tersenyum sinis setelah mengirimkan fotonya yang sedang bersama Cakra.

"Kamu kirim Febi fotonya?" tanya Cakra kurang suka.

Dia terpaksa berbohong pada mamanya dan juga papanya Fiola. Sebenarnya dia mau lembur di ruangannya, tapi tiba tiba Fiola menelponnya, minta dia datang ke gedung mewah ini.

"Temanku ulang tahun. Undangannya mendadak. Kamu datang, ya." Fiola mengirimkan voice notenya.

Kemudian Fiola mengirimkan lokasi hingga dia bisa datang ke sini.

"Ngga apa, kan?" sahutnya tanpa mau dibantah.

Cakra hanya menghembuskan nafas pelan, mencoba sabar dengan tindakan Fiola.

"Terserahlah."

Fiola masih terus tersenyum, membayangkan reaksi kesal adiknya. Tapi nggak lama kemudian senyumnya memudar ketika melihat balasan dari adiknya datang.

Bukan buket bunga mawar yang indah itu jadi fokusnya. Tapi tulisan nama Jetro yang ada di kartu yang membuat dia terbelalak.

Ini Jetro siapa? batinnya tersentak. Jantungnya berdebar keras.

"Kamu tau tentang bunga ini?" tanyanya dengan tatap penuh selidik pada Cakra. Dia menyodorkan ponselnya pada Cakra dengan wajah ngga sabar dan perasaan yang ngga enak.

Cakra menatap malas. Dia hanya menganggukkan kepalanya.

Bunga itu lagi, batinnya sebal.

Jantung Fiola makin keras berdebar.

"Ini Jetro siapa?" Fiola berusaha agar suaranya tidak bergetar, untuk menindih perasaan takutnya yang muncul tiba tiba.

"Biasalah. Kamu pikir kantor polisi tempat apa?" Cakra masih menjawab dengan nada ngga minat.

"Tapi nama Jetro seperti ngga asing?" Fiola bertanya hati hati demi menggali keterangan dari Cakra. Dia semakin penasaran dengan debar jantung makin ngga karuan.

"Kenapa kamu tertarik? Aku pikir malah bagus ada yang suka dengan Febi."

Fiola mendekatkan bibirnya ke pipi Cakra. Mengec upnya pelan.

"Senang, dong. Tapi Jetro siapa? Kita bisa bantu mendekatkan dia dengan Febi, kan?" rayu Fiola.

Cakra menghela nafas, tapi dia kurang setuju dengan ide Fiola.

"Ngga usah. Aku ngga mau Febi jadi mainan laki laki itu."

"Mainan? Kamu kenal laki laki itu?" Perasaan Fiola makin ngga nyaman.

DAG DIG DUG

Cakra menghembuskan nafas panjang.

"Jetro dari keluarga Airlangga Wisesa. Memangnya kamu percaya dia bakal serius dengan Febi?"

Untung saja lampu di tempat pesta ini tidak begitu terang, atau mungkin karena Cakra yang mulai mendekatkan bibirnya ke leher jenjangnya hingga tidak memperhatikan kekagetan Fiola.

"Bekasnya masih ada," lirih Cakra berucap sambil menempelkannya lagi di tempat yang sama.

Fiola tidak menjawab. Lidahnya terasa kaku. Dia yakin saat ini wajahnya pucat.

Maksudnya Jetro Julian Wisesa? Masa dia bisa kenal Febi?

Jantung Fiola berdebar semakin keras. Dia tidak bisa merasakan perlakuan lembut Cakra. Dia masih terhenyak.

Bunga itu benar benar dari Jetro?!

1
Santai Dyah
satu iklan untuk mu kak
Santai Dyah
like dan iklan
Santai Dyah
susahnya hidup bklo dalam tekanan selalu di tuduh sebagai pemicunya
Santai Dyah
ini fio benar-benar saudara maut masak tau adiknya tidak apa apa dianya kecewa harus nya bahagia b
Santai Dyah
cakra ceroboh karena kedatangan fio dia lupa memeriksa keamanan
Santai Dyah
satu🌹 untuk mu kak
Santai Dyah
knpa jadi ikut was was ini febi sdh punya firasat gk enak smoga aman
Santai Dyah
like dan iklan
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Elisabeth Ratna Susanti
like pluan🌹👍
Elisabeth Ratna Susanti
wow ke gap😱
Santai Dyah
cieeee yang lagi mesra mesraan
Santai Dyah
bner tak bisa di bayangkan kalau punya mertua galak begitu
Santai Dyah
astaga si fio ini benar-benar muka tembok masak ngeyel msu jadi istri kedua jetro dan alasannya parah khawatir febi tertembak astaga saudara kok eror gini 🤣🤣
roosie
keren sis...selalu aja ada ide ceritanya dan menarik...lets go lah ke cerita baru😍😍👍❤️
Sri Udaningsih Widjaya
Luar biasa kak
Pujierde
tante marlena sungguh" tulus menyayangi fiola semoga sehat" terus ya tante sampai punya cucu
Pujierde
apakah ini tanda"nya
Pujierde
meninggoynya mama arsa krn apa ya ? polisi gak curiga sm arsa ? kan setelah mkn dari arsa mamanya meninggoy ?
Pujierde
pantesan gisel nyantai" aja dan bakat bisnis ortu nurun juga ke gisel bukti wlo kaya dia menjlnkan jastip 😀😀 berarti selama ini si kamvt io gak tau siapa gisel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!